Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Umbi Kentang Hitam Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Bibit F0 Jamur Tiram dan Jamur Merang Suparti, S; Yusron, Farid Nur
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.445 KB)

Abstract

Kentang hitam merupakan salah satu umbi-umbian lokal yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yakni 33,7 % sehingga dapat digunakan sebagai media alternatif PDA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram dan jamur merang. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu; faktor satu bentuk media meluputi ekstrak,bubur dan tepung.Faktor dua jenis jamur yaitu jamur tiram dan jamur merang. Rerata diameter miselium bibit F0 jamur merang pada media tepung, bubur dan ekstra, menunjukkan bahwa media tepung kentang hitam lebih baik dibandingkan dengan bubur dan ekstrak, yaitu 8.0 cm dan tebal. Sedangkan pertumbuhan miselium bibit F0 jamur tiram pada media media tepung, bubur dan ekstra, menunjukkan bahwa media tepung kentang hitam lebih baik yaitu 2.15 cm dan tebal.
Pengaruh Tanaman Kedelai terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Utama, Krisna Puji; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para petani untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami adalah dengan memanfaatkan keberadaan tanaman kedelai dalam lahan pertanian. Keberadaan tanaman kedelai dalam lahan pertanian sebagai penyedian unsur hara alami yang sangat dibutuhkan bagi tanaman, unsur hara tersebut adalah unsur hara nitrogen (N) yang di dapat dari simbiosis bakteri dari genus rizhobium dengan akar tanaman kedelai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tanaman kedelai (Glycine Max) terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada fase vegetative. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua pola factorial yaitu : factor 1: factor yang pertama adalah campuran Kedelai ( K); factor 2: pemberian pupuk NPK (P). Pengumpulan data dengan menggunakan metode esperimen dilakukan dengan melakukan percobaan menanam tanaman jagung dengan tanaman kedelai, Analisis data dalam penelitian ini menggunakan two way anova spss 20. Hasil penelitian menunjukan Perlakuan k0.p1 memiliki nilai paling rendah yaitu 44,6 cm dan perlakuan k2.p3 memiliki nilai tertinggi yaitu 68 cm. hal ini disebabkan karena perbedaan kadar pupuk pada masing-masing perlakuan. Perlakuan k0.p1 kadar pupuk sebanyak 200 gram/tanaman sedangkan pada perlakuan k2.p3 kadar pupuk sebanyak 300 gram/tanaman, penggunaan tanaman kedelai untuk pertumbuhan tanaman jagung pada perlakuan control (kedelai 0%), kedelai 50%, dan kedelai 75% tidak berbeda nyata terhadap tinggi batang. Pertumbuhan Lebar daun pada penelitian ini berbanding lurus dengan tinggi tinggi tanaman , semakin tinggi tanaman maka daun juga akan semakin lebar . tinggi batang pada perlakuan kedelai 75% meemiliki nilai tertinggi dan lebar daun pada perlakuan kedelai 75% juga memilikinilai tertinggi, Konsentrasi kedelai 0% dengan konsentrasi kedelai 75% memiliki nilai sig. 0.034 > 0.05 maka Ho ditolak ( berbeda signifikan) perbedaan mean -1.33. artinya konsentrasi 75% lebih efektif terhadap lebar daun. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 6 minggu maka dapat disimpulkan bahwa tanaman kedelai tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tinggi batang dan berpengaruh secara nyata terhadap lebar daun pada perlakuan kedelai 75% (K2.p2 dan K2.p3).
Pertumbuhan Tanaman Sawi Sendok (Brassica rapa L.) pada Media yang Ditambahkan POC Kulit Pisang Kepok Wahyuni, Indah; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang kepok adalah sampah buangan yang masih belum banyak dibanyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian dapat memberikan pertumbuhan tanaman sawi sendok pada media yang ditambahkan POC kulit pisang kepok. Kandungan pada kulit pisang adalah zat besi, vitamin B1, vitamin C, karbohidrat, kalsium, dan protein. Manfaat tanaman sawi sendok yaitu sebagai lemak, karbohidrat, protein vitamin A, B, C yang penting bagi kesehatan, dapat dipercaya menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala dan juga dapat membersihkan darah. Pada hidroponik membutuhkan media tanam yang memiliki daya serap baik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 Faktor, 5 kali pengulangan, dan 3 dosis pemberian POC yang berbeda (200 ml, 400 ml, dan 600 ml). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Data dianalisis menggunakan One way anova dan dilanjutkan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan untuk menunjukkan POC kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Tahap pengumpulan data dengan parameter tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi sendok (Brassica rapa L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok, hasil rerata tinggi tanaman tertbaik pada perlakuan P3 adalah 12.2 cm dan rerata jumlah daun 15.2 helai. Sedangkan pada hasil rerata tinggi tanaman terendah adalah 9.8 cm pada perlakuan P1 dan jumlah daun terendah 9.6 helai pada perlakuan P1.
Penambahan Sekam Padi Sebagai Campuran pada Media Tanam terhadap Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreotus) Fatmah, Tyas Wulandari Sayyidah; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih memiliki banyak manfaat dan khasiat. Kandungan gizi dalam jamur tiram putih terdiri atas 15 g protein, 2.66 g lemak, 64.1 g karbohidrat, 27.6 mg kalsium, dan 68.6 mg zat besi. Kandungan nutrisi tersebut dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Pada umumnya petani jamur menggunakan media jamur tiram putih berbahan dasar serbuk kayu, namun ketersediaanya semakin hari semakin berkurang sehingga diperlukan inovasi pada media tanam, misalnya sekam padi yang merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media campuran untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi sebagai campuran media terhadap produktivitas jamur tiram putih. Jenis penelitian ini eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, dengan 6 taraf konsentrasi campuran sekam padi dan serbuk kayu sengon (0%, 20%, 40%, 60%, dan 100%), masing-masing 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi sebagai campuran media memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih. Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan P2, dengan rata-rata jumlah badan buah 10,17 badan buah dan berat segar yang dihasilkan 80,75 g.
Pertumbuhan Tanaman Tomat dengan Pemberian Vitamin B1 dan Hormon Giberelin Kholifah, Rizka Nur; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat dan memiliki permintaan tinggi di pasaran. Tingginya tingkat permintaan tomat membuka peluang budidaya tomat menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi budidaya tanaman tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman tomat setelah pemberian vitamin B1 dan hormone giberelin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor masing-masing 4 kali ulangan dengan komposisi P0 (kontrol), P1 (pemberian Vitamin B1 0.2 ml), P2 (pemberian hormon giberelin 0.2 ml), P3 (pemberian Vitamin B1 dan hormone giberelin 0.2 ml), dan P4 (pemberian Vitamin B1 dan hormone giberelin 0.4 ml).Data dianalisis menggunakan Two Way Annova untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tomat terbaik terdapat pada perlakuan P1 (pemberian Vitamin B1 0.2 ml) dengan rerata tinggi tanaman 85.37 cm, jumlah daun 229,5 helai, dan jumlah bunga 15 buah.
Pertumbuhan Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L) secara Hidroponik menggunakan Ekstrak Limbah Bawang Merah Fajri, Annisa Nur; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam hijau merupakan jenis sayuran sumber kalsium, vitamin A, vitamin E dan vitamin C, serat, dan juga betakaroten. Metode hidroponik merupakan salah satu metode budidaya holtikultura yang sedang trend. Ekstrak limbah bawang merah merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media tambahan pada tanaman hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak limbah bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman bayam hijau secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor 5 kali pengulangan. Faktor yang digunakan yaitu ekstrak limbah bawang merah yang meliputi P1= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 20%, P2= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 40%, P3= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 60%, P4= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 80%. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak limbah bawang merah memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan bayam hijau pada perlakuan P4 dengan rerata tinggi tanaman 20.8 cm dan rerata jumlah daun 12 helai. Perlakuan yang paling rendah untuk pertumbuhan bayam hijau pada perlakuan P1 dengan rerata tinggi tanaman 11.8 cm dan rerata jumlah daun 6.6 helai.
Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvacea) pada Campuranmedia Klaras dan Limbah Kapas dengan Ketebalan yang Berbeda Puspitaningrum, Anggie; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur merang merupakan tanaman heterotrof yang memerlukan nutrisi berupa kandungan selulosa dari organisme lainnya. Pada umumnya jamur merang banyak ditemukan pada media jerami (tangkai padi), namun untuk memaksimalkanpertumbuhannya maka perlu menambahkan campuran limbah organik sebagai tambahan nutrisi.Klaras dan limbah kapas memiliki potensi sebagai media campuran karena mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin untuk pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan dan campuran media klaras dan limbah kapas terhadap produktivitas jamur merang (Volvariella volvacea). Jenis penelitian ini berupa eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 campuran media : C0 (Jerami 100%) , C1(Klaras 10% dan Jerami 90%), C2 (Limbah Kapas 10% danJerami 90%). Faktor 2 ketebalan media : K1 (25 cm), K2 (30 cm), K3 (35 cm). Parameter yang diukur adalah diameter tudung, panjang, jumlah tubuh buah, dan berat basah jamur merang . Data diuji dengan menggunakan analisis two way anova . Berdasarkan hasil analisis, adanya campuran media klaras dan limbah kapas pada media jerami dapat mempengaruhi jumlah tubuh buah jamur merang, tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat basah, panjang dan diameter tubuh buah jamur. Selain itu interaksi antara ketebalan dan campuran media memberikan perbandingan yang nyata pada berat basah dan jumlah tubuh buah jamur merang. Sedangkan perlakuan terbaik berat basah jamur merang adalah perlakuan media jerami 100% dengan ketebalan media 35 cm (C0K3) 80 g. Perlakuan terbaik untuk jumlah tubuh buah jamur merang adalah media jerami 100% dengan ketebalan 35 cm (C0K3) 20 buah. Lalu untuk diameter tertinggi pada media klaras 10% dan jerami 90% dengan ketebalan 30 cm (C1K2) 4.95 cm danpanjang tubuh buat tertinggi terdapat pada media klaras 10% dan jerami 90% dengan ketebalan 25 cm (C1K1) 3.13 cm.