Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBENTUKAN WIRAUSAHA DESA BERBASIS KALAKAI DAN BAJEI Arianti, Silvia; Marni, Marni; Resviya, Resviya; Ilham, Maulana Muhammad; Yuliani, Yuliani; Lisdah, Lisdah; Desi, Desi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 3 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i3.20857

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk wirausaha desa berbasis kelakai (Stenochlaena palustris) dan bajei (Salvinia molesta) di Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses produksi yang belum memenuhi standar PIRT dan Halal, kemasan yang belum layak pasar, serta sistem pemasaran yang masih tradisional. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi tepat guna, dan pendampingan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran digital masyarakat. Produk olahan kelakai dan bajei kini memiliki label, nomor PIRT, dan telah dipasarkan melalui ritel modern serta platform online. Selain itu, terbentuk satu unit UMKM desa sebagai bentuk kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG), dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Pendekatan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam memperkuat potensi ekonomi desa berbasis pangan lokal.
KAJIAN SOSIAL PEMBANGUNAN WATER FRONT CITY PALANGKA RAYA Hakim, Arief Rahman; Sriyana, Sriyana; Indrayanti, Asro Laelani; Arianti, Silvia; Suprapti, Wiwik; Yanti, Elyta Vivi; Idsan, Rakha Satya; Haryadi, Nicko
JURNAL SOCIOPOLITICO Vol 8 No 1 (2026): JURNAL SOCIOPOLITICO
Publisher : FISIPOL Universitas PGRI Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54683/sociopolitico.v8i1.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang tinggal di kawasan Flamboyan Bawah, Palangka Raya, dengan menggunakan pendekatan mixed method, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan. Data dikumpulkan dari 207 responden yang terdiri dari warga Flamboyan Bawah, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan keadaan sosial, ekonomi, dan budaya di kawasan tersebut dalam bentuk prosentase (%) yang dianalisis dan dijabarkan secara deskriptif. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sosial, masyarakat Flamboyan Bawah memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi, namun masih terdapat permasalahan dalam perumahan dan status tempat tinggal. Dari aspek ekonomi, mayoritas warga bergantung pada sektor informal dengan pendapatan yang bervariasi, sehingga menciptakan ketidakpastian ekonomi. Dalam aspek budaya, masyarakat masih mempertahankan tradisi lokal, meskipun terpengaruh oleh modernisasi. Tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan meliputi kurangnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal, serta dampak negatif dari pembangunan yang dapat merusak lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai dinamika masyarakat Flamboyan Bawah serta kontribusinya terhadap pembangunan Water Front City di Palangka Raya.