Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Boredom dengan Self-Regulated Learning Siswa SMK Jakarta dalam Kegiatan Pembelajaran Amalia, Lulu; Fitniwilis, Fitniwilis; Utami, Rismar Julia; Oktarini, Ira
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13377

Abstract

This study aims to examine the relationship between boredom and self-regulated learning (SRL) in vocational high school students in Jakarta. Boredom is a feeling of displeasure or boredom that arises when someone feels that the activity being done is not interesting, monotonous, or meaningless. While Self-Regulated Learning is a process in which someone actively manages and controls their own learning process. High levels of boredom during learning are a significant challenge that reduces student motivation and engagement and has a negative impact on their SRL abilities. SRL itself includes (indicators) metacognitive abilities, self-motivation management and active behavior. The type of research used is quantitative correlational with statistical tests using Spearman Rank to measure the relationship between boredom variables and SRL. Respondents were obtained from several vocational high schools in the Jakarta DK area with the focus of this study on aspects of boredom such as disengagement, high arousal, low arousal, inattention, and time perception. And see its relationship with aspects of Self-Regulated Learning including metacognitive abilities, motivation in learning, and active behavior in learning activities. The results of the Spearman Rho test showed a strong and significant negative correlation between boredom and SRL. It has the interpretation meaning that the higher the student's SRL ability, the lower the level of boredom experienced. Detailed analysis also revealed a significant negative relationship between all aspects of boredom and SRL components. These findings confirm that high boredom inhibits students' cognitive and emotional involvement, thereby reducing the effectiveness of learning and academic achievement. Therefore, the development of SRL is the main strategy in reducing boredom and improving the quality of learning. This study provides important implications for educators to apply varied, humanistic learning methods that support students' psychological safety so that they can learn in a balanced emotional state and be actively involved in the teaching and learning process. Thus, it is hoped that the learning atmosphere will be more interesting, challenging, and relevant, thereby increasing motivation and students' independence in learning.
Analisis Perbedaan Tingkat Boredom (Kebosanan) Siswa Laki-Laki dan Perempuan dalam Kegiatan Pembelajaran Amalia, Rizqia; Yulia, Cici; Utami, Rismar Julia
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.13374

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan perilaku kebosanan antara siswa laki-laki dan perempuan selama proses pembelajaran di SMK se-DK Jakarta. Kebosanan merupakan aktivitas individu yang dilakukan secara monoton/berulang-ulang serta kurangnya kebermaknaan terhadap sesuatu, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif komparatif yang bertujuan menganalisis perbandingan antara dua atau lebih perilaku dari satu variabel maupun beberapa variabel secara bersamaan. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi perbedaan yang terjadi pada berbagai situasi, kejadian, aktivitas, atau program melalui penggunaan analisis statistik. Dalam penelitian ini, analisis Uji Mann-Whitney U digunakan sebagai alat untuk menganalisis perbedaan tingkat kebosanan (kebosanan) yang didasarkan pada perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian terdiri atas siswa-siswa yang bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini meneliti tentang aspek-aspek dari kebosanan itu sendiri, yang meliputi: lepas dari keterlibatan, kewaspadaan tinggi, kewaspadaan rendah, kurang perhatian, serta persepsi waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat perilaku kebosanan (kebosanan) antara siswa laki-laki dan perempuan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa siswa laki-laki cenderung mengalami kebosanan lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Temuan penelitian ini memilki kontribusi sebagai assemant kebutuhan oleh guru Bk disekolah sebagai dasar untuk merancang layanan bimbingan dan konseling yang lebih tepat sasaran, serta mengembangkan strategi intervensi yang efektif dalam mengatasi kebosanan belajar. Implikasi penelitian ini diharapkan kepada pendidik sebagai acuan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan kontekstual, sehingga dapat: meningkatkan kualitas pembelajaran, membangkitkan motivasi siswa, mengembangkan kemandirian peserta belajar, Dengan demikian, lingkungan belajar diharapkan mampu meminimalkan kebosanan dan memaksimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar kegiatan akademik.
Penguatan Soft Skills Karier untuk Meningkatkan Daya Saing Lulusan di SMKN 4 Sungai Penuh Andam Yulianti; Rismar Julia Utami; Ariska Srinikasari; Silvia Meirisa; Satya Anggi Permana; Febriady Huta Uruk; Ali Ramatni; Edisa Oktonika
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3593

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills karier siswa SMKN 4 Sungai Penuh guna mendukung kesiapan kerja dan daya saing lulusan di era industri 4.0. Permasalahan utama yang dihadapi siswa meliputi rendahnya kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pengelolaan emosi, serta kemampuan adaptasi terhadap dunia kerja. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis pengembangan karier dengan metode pelatihan, diskusi kelompok, simulasi, role play, refleksi diri, dan studi kasus. Subjek kegiatan adalah siswa kelas XII SMKN 4 Sungai Penuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, refleksi diri, dan diskusi evaluatif kelompok, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya soft skills karier, meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kecerdasan emosional dan resiliensi siswa. Program ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja karena mampu membantu siswa mengembangkan kompetensi interpersonal yang dibutuhkan di lingkungan industri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesiapan mental, sosial, dan profesional siswa SMKN 4 Sungai Penuh sehingga lulusan menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.