Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA MENYALAHKAN (BLAMING CULTURE) TERHADAP TINGKAT MELAPOR INSIDEN KESELAMATAN PASIEN Heni Fitriyah; Ida Faridah; A.Y.G Wibisno
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.66 KB) | DOI: 10.55606/klinik.v2i1.773

Abstract

Budaya menyalahkan (Blame Culture) yang berlaku dalam perawatan kesehatan telah dianggap sebagai sumber utama dari jumlah kesalahan medis yang sangat tinggi. budaya menyalahkan adalah kecenderungan dalam suatu organisasi untuk tidak terbuka tentang kesalahan, saran dan ide, karena takut dimintai pertanggung jawaban secara individu. Tujuan penelitian ini Mengetahui Pengaruh blaming culture terhadap tingklat melapor insiden keselamatan pasien. Desain penelitian ini quasi eksperimen (Pre and Post Test Without control). Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Dari hasil intervensi terhadap 50 responden di dapatkan nilai rata-rata pre test dan post test dengan Nilai (P value) <0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh yang signifikan dari Budaya Menyalahkan (Blaming Culture) Terhadap Tingkat Melapor Insiden Keselamatan.
PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENERAPAN MAHASISWA PRAKTIKAN TENTANG KESELAMATAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEJADIAN KESELAMATAN PASIEN Herna Hartati; Ida Faridah; A.Y.G Wibisno
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.037 KB) | DOI: 10.55606/klinik.v2i1.774

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang memberikan pelayanan pada pasien agar pasien merasa aman seperti identifikasi, proses pembelajaran dari insiden dan proses pencegahan cedera akibat kesalahan dan tindak lanjut, dan tindakan nyata, analisis risiko dan insiden pasien, penilaian serta manajemen risiko terkait pelapor. Solusi untuk meminimalkan risiko juga mencegah cedera akibat kelalaian pegawai dalam mengambil tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan, Sikap Dan Penerapan Mahasiswa Praktikan Dalam Perspektif Perawat Tentang Keselamatan Pasien Terhadap Tingkat Kejadian Keselamatan Pasien. Desain Penelitian Quasi Eksperimen (Pre and Post Test Without Control). Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil intervensi terhadap 50 responden di dapatkan nilai rata-rata pre test dan post test pada dapat disimpulkan bahwa Ha diterima jika nilai probabilitas (P-Value) <0,05. Artinya Ha diterima dan H0 ditolak (P-Value 0.000<0,05). Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengetahuan, sikap dan insiden tentang keselamatan pasien terhadap tingkat kejadian keselamatan pasien. Sedangkan Ha diterima jika nilai probabilitas (P-Value) <0,05. Artinya Ha ditolak dan H0 diterima (P-Value .317>0,05). Menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan tentang keselamatan pasien terhadap tingkat kejadian keselamatan pasien.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENERAPAN PERAWAT TENTANG KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DENGAN KEJADIAN RESIKO JATUH Hilda Hijrianti; Ida Faridah; A.Y.G Wibisno
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.778 KB) | DOI: 10.55606/klinik.v2i1.775

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang memberikan pelayanan pada pasien agar pasien merasa aman seperti identifikasi, proses pembelajaran dari insiden dan proses pencegahan cedera akibat kesalahan dan tindak lanjut, dan tindakan nyata, analisis risiko dan insiden pasien, penilaian serta manajemen risiko terkait pelapor. Solusi untuk meminimalkan risiko juga mencegah cedera akibat kelalaian pegawai dalam mengambil tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, sikap, dan penerapan perawat tentang keselamatan pasien (patient safety) dengan kejadian resiko jatuh. Desain Penelitia ini adalah quasi eksperimen (Pre and Post Test Without Control). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate. Dari hasil intervensi terhadap 50 responden di dapatkan nilai rata-rata pre test dan post test pada penelitian pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan penerapan perawat tentang keselamatan pasien (patient safety) dengan kejadiann resiko jatuh dapat disimpulkan bahwa nilai (p-Value 0,230>0,05). Menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari Pengaruh Tingkat Pengetahuan dan Penerapan Tentang Keselamatan Pasien Dengan Kejadian Resiko Jatuh. Dan nilai (p-Value 0,000<0,05). Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Pengaruh Sikap Perawat Dengan Kejadian Resiko Jatuh.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT DI MAN PURWOREJO Fatimah, Annisa Nur; Ida Faridah
MUNTAZAM: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2024): MUNTAZAM Vol. 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/muntazam.v5i1.9266

Abstract

Peserta didik merupakan sumber daya utama dan terpenting dalam suatu lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tentunya harus memiliki manajemen yang baik dalam menumbuh kembangkan potensi, minat dan bakat peserta didiknya. Sebab, masing-masing peserta didik memiliki prioritas kebutuhan yang berbeda-beda dalam mengembangkan potensi dan kemapuan dirinya, seperti ada peserta didik yang ingin berprestasi dalam bidang akademiknya, ada yang ingin berprestasi dalam bidang non-akademik dan ada pula yang ingin sukses dalam segala hal. Metode penelitian disini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dimana pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu manajemen peserta didik di MAN Purworejo, terutama dalam bidang ekstrakurikuler, mempengaruhi pengembangan minat dan bakat peserta didik. Dengan adanya fasilitas, waktu dan juga motivasi baik dari orang tua maupun lingkungan pertemanan, peserta didik dapat mengembangkan minat dan bakatnya tanpa adanya paksaan. Kata Kunci: Peserta didik, minat, dan bakat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN RAJEG KABUPATEN TANGERANG Aulia, Mustika; Siti Rochmani; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i4.5073

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Prevalensi hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010-2030 WHO (2018). Pasien yang menderita hipertensi di Puskesmas Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang berjumlah 125 jiwa pada bulan Februari 2024. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Rajeg. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rajeg pada bulan Mei-Juli 2024 dengan jumlah responden 95 orang. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p value 0,001). Kesimpulan:Pengobatan hipertensi sangat berhubungan dengan dukungan keluarga yang baik pada pasien, peran dukungan keluarga memiliki kemampuan yang mendukung meningkatkan kepatuhan minum obat dan keyakinan diri pasien Hipertensi Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat ABSTRACT Background Hypertension is a condition where systolic blood pressure increases greater than 140 mmHg and/or diastolic blood pressure greater than 90 mmHg on two measurements with an interval of 5 minutes in a state of sufficient rest or calm. The prevalence of hypertension is 33% between 2010-2030 WHO (2018). There were 125 patients suffering from hypertension at the Rajeg District Health Center, Tangerang Regency, in February 2024. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in hypertensive patients at the Rajeg District Health Center. Research Method: This research used an analytical survey design with a cross-sectional approach. This research was conducted at the Rajeg Community Health Center in May-July 2024 with a total of 95 respondents. Research Results: shows that Ha is accepted and Ho is rejected, which means there is a relationship between family support and adherence to taking medication (p-value 0.001). Conclusion: Hypertension treatment is closely related to good family support for patients, the role of family support can support increasing medication adherence and self-confidence in hypertension patients. Keywords: Family Support, Medication Adherence
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI PERTAMA (MENARCHE) DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI KELAS V DAN VI DI SDN TANJAKAN 4 RAJEG KABUPATEN TANGERANG Nadia Febrianti; Siti Rochmani; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5361

Abstract

Latar Belakang: Pada anak perempuan, pubertas dikenali dengan datangnya menstruasi pertama (menarche)dan terjadi pada usia yang tidak sama. Di Indonesia terdapat variasi individu di mana beberapa mengalami menarche lebih awal atau lebih lambat. Remaja perempuan perlu diberikan edukasi yang komprehensif tentang cara menghadapi menstruasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih melalui metode total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 82 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden (41,5%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang menarche, sementara pengetahuan baik dan cukup masing-masing sebesar 29,3%. Mengenai kecemasan, sebagian besar responden (57,3%) mengalami kecemasan berat, diikuti kecemasan sedang (19,5%) dan ringan (12,2%). Analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche (p-value = 0,000). Kesimpulan: Terdapathubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang menstruasi pertama (menarche) dengan tingkat kecemasan menghadapi menarche.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT(ISPA) PADA BALITA DIPUSKEMAS SINDANG JAYA Muhamad Ibrohim; Hendro Subroto; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5370

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri atau virus. ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian pada balita, karena sistem kekebalan tubuh balita yang masih lemah. Menurut data dari WHO, ISPA menyebabkan sekitar 4 juta kematian setiap tahun, dengan prevalensi kematian yang tinggi di negara berkembang, mencapai 15% hingga 20%. Tingginya kejadian ISPA pada anak balita dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku ibu dalam upaya pencegahan penyakit. Karena ibu merupakan berperan penting untuk meningkatkan kesehatan anak. Metode menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik sampel random sampling dengan jumlah responden 133 ibu balita. Hasil Penelitian didapatkan Uji Chi square terdapat p-valeu 0,002 < 0,05, maka Ha diterima yang artinya adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH PUSKESMAS SINDANG JAYA Riza Amelia; Hendro Subroto; Ida Faridah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i1.5698

Abstract

Kepatuhan pasien diabetes dapat menggambarkan perilaku pasien dalam meminum obat, menjalankan pola makan dan melakukan perubahan gaya hidup sesuai anjuran dokter. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien diabetes melitus di puskesmas sindang jaya, bulan Juni 2024 sebanyak 107 sampel.Tujuan: Mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Sindang Jaya. Desain Penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dan analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni 2024. Teknik sampel: Sampel pada penelitian ini menggunakan metode Nonprobability sampling dengan teknik sampel purposive sampling dengan jumlah responden 107 pasien. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan Uji Chi square pada variabel kepatuhan minum obat menunjukkan hasil 0,907 (p<0,05) maka dapat di simpulkan antara variabel kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah tidak signifikansi atau tidak berhubungan, yang berarti Ha ditolak dan Ho diterima. Kesimpulan: Pasien yang patuh dalam minum obat mempunyai kadar gula darah yang normal dan pasien yang tidak patuh minum obat mempunyai kadar gula darah yang tinggi.
Pengetahuan dan Sikap Tentang HIV/Aids dan Upaya Pencegahan HIV/Aids Dr. Solihati; Ida faridah
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS pada remaja merupakan perihal penting untuk diperhatikan, mengingat banyaknyamasalah perilaku remaja semakin rentan terhadap HIV/AIDS. Banyaknya kasus dikalangan remajaterhadap HIV/AIDS disebabkan oleh ketidaktahuan dan ketidakpedulian remaja. Di Indonesia padatahun 2018 HIV/AIDS dilaporkan keberadaannya sebanyak 433 (84,2%). Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan upaya pencegahanHIV/AIDS pada remaja. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif denganmenggunakan desain deskriptif korelasi, pendekatan waktu menggunakan cross sectional, tehnikpengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sample pada penelitian ini sebanyak133 responden. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariatmenggunakan uji Chi Square. Hasil Berdasarkan uji Chi Square ada hubungan antara tingkatpengetahuan tentang HIV/AIDS dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja (P-value 0,004 <0,05) dan ada hubungan sikap tentang HIV/AIDS dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja(P-value 0,001 < 0,05). Kesimpulan dan Saran Sebagian besar responden berpengetahuan baik, sikappositif, dan melakukan upaya pencegahan. Para siswa diharapkan dapat menambah pengetahuandengan membaca buku kesehatan atau mengakses melalui media informasi lainnya sehingga dapatmeningkatkan pemahaman tentang HIV/AIDS. Pihak sekolah diharapkan mengadakan programpenyuluhan kesehatan atau memberikan informasi kesehatan salah satunya tentang HIV/AIDS agarmenambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa dan memfasilitasi keperpustakaan dengan sumber sumberlebih banyak yang berkaitan dengan HIV/AIDS.
Hubungan Antara Parenting Style, Tingkat Pengetahuan Orangtua Tentang Pendidikan Seksual (Underwear Rules) Dengan Pencegahan Child Sexual Abuse Di Perum Wisma Mas 2 Rt.12 Pasar Kemis Yesi Olinda; Ide Chandra Herlia; Ida Faridah
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak.Pola asuh orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak.The Council of Europe memperkenalkan salah satu program Underwear Rule yang merupakansuatu pedoman simpel untuk menunjang orang tua dalam menarangkan kepada anak tentangorang lain yang tidak boleh memegang bagian badan mereka yang ditutup underwear. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara parenting style dan tingkat pengetahuan orangtua dengan pendidikan seksual (underwear rules) dapat mencegah child sexual abuse. Metodepenelitian dengan study kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah orangtua yang memilikianak usia (0-18) tahun di wisma mas 2 rt. 12 sebanyak 143 responden. Teknik pengambilansampel dengan probability sampling yaitu cluster sampling. Hasil penelitian analisa data yangdigunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dancorrelation rank spearman di dapat adanya hubungan antara parenting style dengan pencegahanchild sexual abuse, terbukti dari hasil uji statistic p value 0,000 dengan r 0,310 artinya terdapathubungan keeratan yang rendah. Kemudian ada hubungan antara tingkat pengetahuan orangtuatentang pendidikan seksual (underwear rules) dengan pencegahan child sexual abuse, p value0,000 dengan r 0,147 artinya terdapat hubungan keeratan yang sangat rendah. Kata kunci: Orangtua, Parenting Style, Tingkat Pengetahuan Tentang (Underwear Rules),Pencegahan Child Sexual Abuse.