Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JURNAL PSYCHOMUTIARA

HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT ORANG TUA-ANAK DENGAN SELF ESTEEM PADA ANAK KELAS VI DI SDN O3 CINGKARIANG KABUPATEN AGAM Siska Dwi Ningsih
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol 3 No 1 (2020): PSYCHOMUTIARA
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku yang ditampilkan oleh anak-anak dalam pembentukan harga diri tergantung kepada hubungan kelekatan orangtua-anak. Jika anak-anak memiliki harga diri yang tinggi maka ia memiliki hubungan kelekatan yang aman dengan orangtuanya. Bagi anak-anak dengan harga diri rendah ia memandang dirinya lemah. Hal ini akan dapat menimbulkan berbagai masalah seperti memiliki rasa kurang percaya diri, merasa tidak berharga, merasa bahwa dirinya tidak disayang, anak menjadi malas, menurunnya keinginan dalam mencapai kompetensi dan di jahui teman-teman. Hal ini semua disebabkan oleh orangtua kurang menghargai setiap kegiatan yang dilakukan anak dan orangtua sering memberikan penilaian negatif tentang dirinya. Keadaan yang demikian ini juga akibat dari konflik yang terjadi dalam keluarga. Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti penelitian yang berjudul hubungan antara kelekatan orangtua-anak dengan harga diri pada anak kelas VI di SDN 03 Cingkariang Kabupaten Agam. Desain penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kelekatan orangtua-anak dengan harga diri pada anak kelas VI di SDN 03 Cingkariang Kabupaten Agam. Subjek pelitian berjumlah 30 orang, yang dipilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala kelekatan dan skala harga diri yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan model skala likert. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman’s rho yang diolah menggunakan SPSS 15 for Windows. Hasil uji korelasi kedua variabel tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kelekatan dengan harga diri, yaitu rxy = 0,481 dengan p = 0,000 (p<0,01) dengan kategori sedang. Kata kunci : Kelekatan Orangtua-Anak, Harga Diri, Anak.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN KEMANDIRIAN REMAJA DI SMA NEGERI 1 SINGKOHOR KABUPATEN ACEH SINGKIL Sinarsi Meliala; Siska Dwi Ningsih; Indomora Siregar
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v4i2.2599

Abstract

Adolescent independence is an effort to be able to do something according to his own wishes. One of the factors that influence independence is parenting, especially otoriter parenting, otoriter parenting is a form of parenting with otoriter style emphasizing the obedience of a child to the rules they make, otoriter parenting with the characteristics of an otoriter person. parents have dominant power, parents will punish children who do not obey them, parents tend not to listen to the opinions of children so that children do not have a role at home, parents have very tight control over children's behavior. This study is a correlation study to determine the relationship between otoriter parenting and adolescent independence at SMA Negeri 1 Singkohor. The subjects in the study were 75 students from SMA Negeri 1 Singkohor. This research uses random sampling technique. The measuring instrument used in this study used a scale of otoriter parenting and a scale of independence. Analysis of the data used in this study using a computer statistical program with Spearman Rank correlation analysis to measure the relationship between otoriter parenting and independence. From the calculation results show a significance value of p-velue = 0.963 > (0.05) it can be concluded that there is no relationship between otoriter parenting and adolescent independence.
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT ORANG TUA-ANAK DENGAN SELF ESTEEM PADA ANAK KELAS VI DI SDN O3 CINGKARIANG KABUPATEN AGAM Siska Dwi Ningsih
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v3i1.1061

Abstract

Perilaku yang ditampilkan oleh anak-anak dalam pembentukan harga diri tergantung kepada hubungan kelekatan orangtua-anak. Jika anak-anak memiliki harga diri yang tinggi maka ia memiliki hubungan kelekatan yang aman dengan orangtuanya. Bagi anak-anak dengan harga diri rendah ia memandang dirinya lemah. Hal ini akan dapat menimbulkan berbagai masalah seperti memiliki rasa kurang percaya diri, merasa tidak berharga, merasa bahwa dirinya tidak disayang, anak menjadi malas, menurunnya keinginan dalam mencapai kompetensi dan di jahui teman-teman. Hal ini semua disebabkan oleh orangtua kurang menghargai setiap kegiatan yang dilakukan anak dan orangtua sering memberikan penilaian negatif tentang dirinya. Keadaan yang demikian ini juga akibat dari konflik yang terjadi dalam keluarga. Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti penelitian yang berjudul hubungan antara kelekatan orangtua-anak dengan harga diri pada anak kelas VI di SDN 03 Cingkariang Kabupaten Agam. Desain penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kelekatan orangtua-anak dengan harga diri pada anak kelas VI di SDN 03 Cingkariang Kabupaten Agam. Subjek pelitian berjumlah 30 orang, yang dipilih dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala kelekatan dan skala harga diri yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan model skala likert. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman’s rho yang diolah menggunakan SPSS 15 for Windows. Hasil uji korelasi kedua variabel tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kelekatan dengan harga diri, yaitu rxy = 0,481 dengan p = 0,000 (p<0,01) dengan kategori sedang. Kata kunci : Kelekatan Orangtua-Anak, Harga Diri, Anak.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN KEMANDIRIAN REMAJA DI SMA NEGERI 1 SINGKOHOR KABUPATEN ACEH SINGKIL Sinarsi Meliala; Siska Dwi Ningsih; Indomora Siregar
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v4i2.2599

Abstract

Adolescent independence is an effort to be able to do something according to his own wishes. One of the factors that influence independence is parenting, especially otoriter parenting, otoriter parenting is a form of parenting with otoriter style emphasizing the obedience of a child to the rules they make, otoriter parenting with the characteristics of an otoriter person. parents have dominant power, parents will punish children who do not obey them, parents tend not to listen to the opinions of children so that children do not have a role at home, parents have very tight control over children's behavior. This study is a correlation study to determine the relationship between otoriter parenting and adolescent independence at SMA Negeri 1 Singkohor. The subjects in the study were 75 students from SMA Negeri 1 Singkohor. This research uses random sampling technique. The measuring instrument used in this study used a scale of otoriter parenting and a scale of independence. Analysis of the data used in this study using a computer statistical program with Spearman Rank correlation analysis to measure the relationship between otoriter parenting and independence. From the calculation results show a significance value of p-velue = 0.963 > (0.05) it can be concluded that there is no relationship between otoriter parenting and adolescent independence.
PENGARUH SELF CONCEPT TERHADAP RESILENSI PADA ORANGTUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB NEGERI PEMBINA TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Siska Dwi Ningsih; Sri Ramadhani
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v5i2.3596

Abstract

Resilience is an individual's ability to respond in a healthy and productive way when dealing with adversity or trauma, which is very important for controlling the pressures of everyday life. In line with the resilience of parents who have children with special needs, most parents experience shock mixed with feelings of sadness, worry, anxiety, fear and anger when they first hear the diagnosis that their child has autism. One of the factors that influence resilience is self-concept. A positive self-concept will produce high resilience, and vice versa, a negative self-concept will produce low resilience. This research was conducted under the title The Influence of Self-concept on the Resilience of Parents of Children with Special Needs at the Elementary School Level in SLB Pembina North Sumatra Province. The purpose of this research is to find out whether there is an influence between self-concept on resilience. This research was conducted at SLB Pembina North Sumatra Province Elementary School Level with a total sample of 48 parents of children with special needs with a total population of 233 students. The data collection technique used a questionnaire with a Likert scale model and the sampling technique used Proportionate Stratified Random Sampling. The results of the study show that there is an influence of self-concept on the resilience of parents of children with special needs at the SD level at the State SLB Pembina North Sumatra Province. This is shown based on the results of a simple linear regression test with a value shown at a significance level of 0.000 <0.05. This means that the more positive a person's self-concept, the higher the resilience or conversely the more negative a person's self-concept, the lower the resilience.
KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PENCAPAIAN AKADEMIK SISWA DI SMP NEGERI 1 DELITUA Nehe, Yantrina; Ningsih, Siska Dwi
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v6i1.5239

Abstract

Perubahan energi yang terjadi pada diri seseorang, yang ditandai dengan "perasaan" dan didahului dengan tanggapan terhadap tujuan, dikenal sebagai motivasi. Motivasi dapat memainkan peran penting dalam setiap hal, termasuk belajar. Tidak ada kegiatan yang nyata jika tidak ada motivasi. Prestasi adalah bukti keberhasilan. Prestasi belajar adalah hasil terbaik setelah melakukan upaya belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendorong keinginan dan keinginan para siswa untuk meningkatkan prestasi belajar mereka sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan dapat dicapai dan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi; maksudnya adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel indenpenden dan variabel dependen. dengan sampel 63 orang yang dipilih oleh peneliti sendiri. Hasil penelitian motivasi belajar menunjukkan bahwa rxy = 0,135; P = (-145) (< 0,05), yang menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa lebih baik. Ada juga hasil korelasi antara motivasi belajar dan prestasi siswa di SMP Negeri 1 Delitua, dengan angka 0,470 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel tersebut signifikan.
PENGARUH EKSPRESI EMOSI INFORMAL CAREGIVER TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA BINA KARSA SUMATERA UTARA Ningsih, Siska Dwi; Sihombing, Ronika Cantika
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v7i1.5256

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu penyakit mental kronis yang seringkali menyebabkan kekambuhan dan membutuhkan waktu lama untuk diobati. Oleh karena itu, merawat pasien skizofrenia seringkali menjadi beban bagi pemberi perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekspresi emosi caregiver terhadap kemungkinan relaps pada pasien skizofrenia rawat jalan di RSJ Bina Karsa Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif random sampling. Kelompok sasaran penelitian ini terdiri dari caregiver pasien skizofrenia yang berobat di Klinik Piro RSJ Bina Karsa, Sumatera Utara, yang berjumlah 56 responden.  Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Kambuhnya pasien skizofrenia rawat jalan di RSJ Binakarsa Sumut. Klasifikasi sangat berkorelasi.
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES PASCA PERCERAIAN ORANG TUA PADA REMAJA DI SMK NAHDLATUL ULAMA MEDAN Ningsih, Siska Dwi; Sari, Inggrit Puspita; Ramadhani, Sri; Gafar , Sierly Anita
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i1.5974

Abstract

Remaja Sekolah Menengah Kejuruan (selanjutnya disingkat SMK) Nahdlatul Ulama (selanjutnya disingkat NU) Medan yang orang tuanya bercerai berdampak negatif seperti tidak disiplin masuk sekolah, membolos, malas belajar, sehingga mengakibatkan penurunan nilai secara akademik, hal ini membuktikan bahwa remaja mengalami stres pasca perceraian orang tuanya. Stres yang terjadi mempengaruhi kelangsungan kehidupan siswa di rumah dan di sekolah. Setiap remaja memiliki cara yang berbeda dalam merespon stressor yang ada. Individu yang mampu bertahan tentu memiliki sikap dalam menghadapi stres sehingga setiap remaja harus mampu menjadi resilien, yaitu mampu beradaptasi, mampu bertahan, dan bangkit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh resiliensi terhadap stres pasca perceraian pada remaja di SMK NU Medan. Subjek dalam penelitian. ini berjumlah 31 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur instrumen penelitian dengan lembar kuesioner stres dan resiliensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh resiliensi terhadap stres pasca perceraian orang tua dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,410 yang berarti 41% stres pasca perceraian orang tua dipengaruhi oleh resiliensi dengan nilai signifikasi 0,000 ≤ 0,05
STUDI KOMPARASI KECERDASAN EMOSIONAL BERDASARKAN TINGKAT PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 FARMASI UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Meliala, Sinarsi; Tobing, Laksana; Ningsih, Siska Dwi; Timoty, Ivan
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v5i1.3270

Abstract

Students’ issues in maintaining motivation, dividing study and play time, having no goals, being unable to cope with lecturer pressure, laziness, and other factors such as family environment can be an obstacle in achieving a GPA. GPA, on the other hand, is significant because it can serve as a first impression and a key role in securing employment. As a result, in addition to having great academic intelligence, students must also be able to overcome challenges, understand emotions, and regulate their emotions in order to fully utilize their learning talents. This research is entitled "Comparative Study of Emotional Intelligence Based on Academic Achievement Level of Students of the Bachelor of Pharmacy Study Program, Sari Mutiara University of Indonesia" with the aim of determining the differences or comparisons between students' emotional intelligence and their academic accomplishment levels. The researcher's measuring tool is based on Daniel Goleman's five characteristics of emotional intelligence: detecting one's own emotions, controlling emotions, motivating oneself, understanding other people's emotions, and developing relationships. The respondents in this study were 84 active students of Sari Mutiara University's Pharmacy Study Program in Indonesia. The research was descriptive in nature, with a comparative study design. The validity of the items was determined by the measuring device to be in the range from 0.218 to 0.480. The emotional intelligence measuring instrument employed in this study had a reliability of 0.886. According to the findings of a survey of 84 students, a high degree of student academic accomplishment is closely linked to their emotional intelligence. It is suggested that future researchers deal with a bigger number of samples while employing more diversified variables.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA RESIDEN REHABILITASI DI LRPPN BHAYANGKARA INDONESIA MEDAN Ningsih, Siska Dwi; Mora, Indo; Ramadhani, Sri; Tarihoran, Mia Solistika
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v5i1.3272

Abstract

After receiving the status of being a resident and undergoing the rehabilitation process, the negative stigma they received from the community had an impact on their self-assessment. During the pandemic, which limits the scope of socialization and activities as well as government programs for lock down, of course it will limit the number of visits by family members, reducing resident interactions with people from outside rehabilitation. Research This research on "The Relationship between Family Support and Self-Acceptance in Rehabilitation Residents at LRPPN Bhangkara Indonesia Medan" aims to see the relationship between family support and self-acceptance of Rehabilitation residents. The type of research used is quantitative research. It is called quantitative because the research data is in the form of numbers and data analysis uses statistics. The sample taken in this study is the rehabilitation resident of LRPPN Bhayangakara Indonesia, Medan who has undergone the rehabilitation process with a total of 26 people. Based on the results of the study, the value of R = 0.331 indicates the relationship between the two variables is in the low category. The resident's family support is not related to the self-acceptance of the rehabilitation resident of LRPPN Bhyangkara Indonesia Medan