Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Berbasis Web Studi Kasus Pada Restoran Billiechick Sopian, Adi; Dharmalau, Andy; Lindawati, Lindawati
Syntax Idea Vol 2 No 5 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i5.388

Abstract

Informasi adalah salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh dalam mewujudkan dunia usaha yang dinamis, terkendali dan berkembang dengan cepat. Perkembangan dunia bisnis saat ini sangat pesat, seiring dengan kemajuan teknologi. Restoran Billiechick adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang kuliner yaitu penjualan makanan, minuman serta cake. Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, ditemukan masalah dalam operasionalnya yaitu pelanggan harus menunggu lama dalam memesanan menu dan kesulitan pengelola dalam mengontrol operasionalnya, untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka dirancanglah sebuah aplikasi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang dialami oleh restoran Billiechick. Sebuah sistem aplikasi pemesanan berbasis web yang diaplikasikan pada restoran Billiechick diharapkan dapat mengatasi permasalahan operasionalnya. Aplikasi pemesanan berbasis web yang dirancang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan dan mempermudah perusahaan mengontrol pelayanan dan transaksi yang terjadi. Aplikasi pemesanan berbasis web dapat menjadi parameter penilaian untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Meningkatnya mutu pelayanan diharapkan dapat menjalin hubungan baik untuk menciptakan pelanggan yang loyal. Rancangan Sistem Pemesanan berbasis web telah diimplementasikan dan berjalan dengan baik sehingga dapat memudahkan pelanggan serta karyawan dalam proses pemesanan di restoran Biliechick.
Enterprise Architecture on Moral-based School Education Information Systems Sopian, Adi; Karlina, Haura; Saefurridjal, Achmad; Fatkhullah, Faiz Karim
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 7 No. 1 (2023): Articles Research Volume 7 Issue 1, 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i1.11974

Abstract

Indonesia has a diversity of cultures, hospitality, and people who have good ethics. Moral problems often occur and are commonplace, such as corruption, collusion, nepotism, promiscuity and drug abuse, sexual harassment, theft, and murder. The Indonesian nation experienced moral degradation. Moral education refers to the concept of Moral Behavior. Ethical behavior is grouped into three parts: Moral Attitudes, Moral Feelings, and Moral Thoughts. Moral education is very dependent on how to educate parents, association, and the community environment. Moral issues are not enough just to do an analysis of moral education, such as the perspective of religion, philosophy, psychology, and sociology. But also provide solutions so that moral improvement can occur. One of the solutions for improving morale is, of course, by providing education for moral improvement, such as establishing a school with the aim of improving morale. This is what drives the establishment of schools based on moral education, which use the perspectives of religion, philosophy, psychology and sociology. One of the proposals is moral-based education with the help of information technology. Information technology is capable of performing tasks such as controlling the behavior of students, teachers, and being able to control content that is not in line with the educational curriculum. The results of monitoring students can be reported online at any time. This research aims to provide moral improvement solutions by establishing a moral-based school, with the help of Enterprise Architecture as a Framework. This Enterprise Architecture output is an Information Technology Blueprint for system development in schools. The approach used is the Framework from The Open Group Architecture Framework.
PENYULUHAN DAN LAYANAN DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR BAGI MASYARAKAT KELURAHAN ROA MALAKA Sucahyo, Nur; Artini, Ni Made; Tatyana, Tatyana; Darwanti, Dhenok; Rochendi, Teddy; Broto, Satrio; Sari, Jamah; Kurniati, Ike; Dharmalau, Andy; Sopian, Adi; Septiana, Ristasari Dwi
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2024): SWADIMAS EDISI JANUARI 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol2no1.443

Abstract

In Indonesia, the mortality rate due to non-communicable diseases (NCDs) is increasing. Non-communicable diseases (NCDs) are types of diseases that are not caused by germ infections. It is a chronic or catastrophic disease that can cause economic disruption for the sufferer due to the length of treatment and can cause limb disabilities. Various non-communicable diseases like heart disease, cancer, diabetes, stroke, and others. Routine basic health checks are one way to prevent non-communicable diseases. The community service program provides free basics health services in collaboration with the Puskesmas of Roa Malaka village by providing health services including checking blood pressure, blood sugar, uric acid, and cholesterol. The results of this community service activity carried out by ITB Swadharma are beneficial for the Roa Malaka health center to detect diseases that may appear in the community so that preventive action can be taken by providing various drugs needed.Di Indonesia, angka kematian akibat dari penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan jenis penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman. Penyakit ini termasuk kronik atau katastropik yang dapat menyebabkan gangguan ekonomi bagi penderitanya karena lamanya perawatan dan dapat menyebabkan cacat pada anggota tubuh. Macam penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, stroke dan lain lain. Pemeriksaan kesehatan dasar secara rutin, merupakan salah satu cara pencegahan berbagai macam penyakit tidak menular. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan menyediakan layanan kesehatan dasar secara gratis bekerja sama dengan Puskesmas kelurahan Roa Malaka dengan memberikan layanan kesehatan diantaranya pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh ITB Swadharma ini sangat membantu puskesmas Roa Malaka untuk mendeteksi penyakit yang kemungkinan muncul di masyarakat, sehingga dapat diambil tindakan preventif dengan menyediakan berbagai obat yang dibutuhan.
PENINGKATAN KOMPETENSI TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI BAGI SISWA SMK MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI PRAKTIS Usanto, Usanto; Sopian, Adi; Suhanda, Yogasetya; Sucahyo, Nur; Nurlaela, Lela; Ningtyas, Septiana
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2024): SWADIMAS EDISI JULI 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol2no2.596

Abstract

Communication through networks has entered a new era, where information technology and computer networking have become crucial in the business world. Mastery of this technology will determine the success of institutions and industries in the era of globalization, requiring human resources capable of quickly adapting to developments in information and communication technology (ICT). For this reason, SMK Tunas Harapan Jakarta, which offers a major in Computer Network and Telecommunication Engineering, collaborates with ITB Swadharma in providing training as part of the Community Service (PKM) activities. This training includes materials on local network design, wireless network installation, IP subnetting, switch configuration, and the latest technologies such as software-defined networking (SDN) and the P4 protocol. Using the Cisco Packet Tracer application, this training prepares students for competency exams and the workforce. The training method, combining lectures, Q&A sessions, and hands-on practice, has proven effective, with an average score increase of 30 points from pre-test to post-test. The results show that students acquire understanding and skills relevant to industry needs, better preparing them for competency exams and the workforce. Additionally, this activity strengthens the relationship between ITB Swadharma and SMK Tunas Harapan Jakarta, demonstrating the university's commitment to supporting vocational education. With sustainable support, it is hoped that the students of SMK Tunas Harapan Jakarta can continue to grow and contribute positively to the ICT field. Suggestions for future PKM activities include adding materials on network security and IT project management, integrating the latest technology trends such as the Internet of Things (IoT) and artificial intelligence (AI), and providing advanced training. Additionally, developing soft skills and organizing workshops or seminars in the technology field are recommended. With these steps, PKM activities can continue to provide significant benefits to students and strengthen vocational education in computer network engineering.Komunikasi melalui jaringan telah memasuki era baru, di mana teknologi informasi dan jaringan komputer menjadi krusial dalam dunia bisnis. Penguasaan teknologi ini akan menjadi penentu kesuksesan institusi dan industri di era globalisasi, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Untuk itu, SMK Tunas Harapan Jakarta yang menawarkan jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, bekerja sama dengan ITB Swadharma dalam memberikan pelatihan sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pelatihan ini mencakup materi pembuatan desain jaringan lokal, pemasangan jaringan nirkabel, IP Subnetting, konfigurasi switch, dan teknologi terbaru seperti Software-Defined Networking (SDN) dan Protokol P4. Menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer. Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi Uji Kompetensi dan dunia kerja. Metode pelatihan yang menggabungkan ceramah, tanya jawab, dan praktek langsung terbukti efektif, dengan peningkatan rata-rata nilai peserta sebesar 30 poin dari pre-test ke post-test. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, yang mempersiapkan mereka lebih baik untuk Uji Kompetensi dan dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini mempererat hubungan antara ITB Swadharma dan SMK Tunas Harapan Jakarta, serta menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan vokasi. Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan siswa SMK Tunas Harapan Jakarta dapat terus berkembang dan berkontribusi positif di bidang TIK. Saran untuk kegiatan PKM di masa mendatang meliputi penambahan materi tentang keamanan jaringan dan manajemen proyek TI, integrasi tren teknologi terbaru seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), serta pelatihan lanjutan. Selain itu, pengembangan soft skills dan penyelenggaraan workshop atau seminar di bidang teknologi. Dengan langkah-langkah ini, kegiatan PKM dapat terus memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dan memperkuat pendidikan vokasi di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi.
The Leadership Of The Head Of The Study Program In Efforts To Improve Lecturer Performance Sopian, Adi; S, Usanto; Sauri, R. Supyan
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 3 (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i3..9452

Abstract

Higher education is a critical sector in the advancement of a nation, and the caliber of instruction provided within this domain is predominantly dictated by the effectiveness of lecturers. Enhancing the performance of lecturers has the potential to elevate both the standard of education and instruction. In order for educational institutions to attain commendable benchmarks for performance and eligibility, they must be guided by a Head of Study Program who possesses thorough expertise in the field of leadership. Data for this study were collected via direct interviews with the Head of the Study Program and indirect and direct observation. The findings of this study indicate that the Head of the Business Study Program at Swadarma Institute of Technology has implemented various strategies to enhance lecturer performance. Among these is the provision of professional development opportunities, including workshops, training, and mentoring, which assist lecturers in refining their teaching abilities and remaining current with the most recent trends and optimal methodologies.
APLIKASI INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA BERBASIS WEB PADA SMKN 11 JAKARTA Sopian, Adi; Efendy, Abdul Aziz; Prasetyo, Eko
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 4, No 1 (2024): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol4no1.433

Abstract

Facilities and infrastructure equipment at SMKN 11 Jakarta is currently recorded in books and recapitulated into Microsoft Excel. It has problems controlling the inventory data of school facilities and infrastructure in detail. Sometimes items recorded in the admin do not match the number of items in the warehouse, resulting in the slow preparation of inventory reports on facilities and infrastructure at the school. This research aims to design an inventory system for facilities and infrastructure at SMKN 11 Jakarta. This research uses a qualitative method using a field research approach and library research in the data collection method. The result is a prototype of the facilities and infrastructure inventory system application at SMKN 11 that passed the testing, and there are no errors and can run well according to the needs.Sistem persediaan peralatan sarana dan prasarana pada sekolah SMKN 11 Jakarta pada saat ini masih dicatat dalam buku dan direkap kembali ke dalam Microsoft Excel. Sehingga memiliki kendala untuk mengontrol data inventarisasi sarana dan prasarana sekolah secara detail. Terkadang jumlah barang yang tercatat di admin tidak sesuai dengan jumlah barang yang ada di gudang, mengakibatkan lambatnya pembuatan laporan inventarisasi sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem inventarisasi sarana dan prasarana yang ada pada sekolah SMKN 11 Jakarta.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (Field Research) dan penelitian kepustakaan (Library Research) dalam metode pengumpulan datanya. Hasilnya berupa purwarupa aplikasi sistem inventarisasi sarana dan prasarana di SMKN 11 yang setelah diuji tidak terdapat kesalahan dan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan.
PENGEMBANGAN FRAMEWORK DATA MINING BERBASIS DEEP NEURAL NETWORK DENGAN EKSPLORASI TEKNIK TRANSFER LEARNING UNTUK PREDIKSI DAN KLASIFIKASI DATA Nurlaela, Lela; Suhanda, Yogasetya; Sopian, Adi; Dewi, Christine Sientta; Syahrial, Riza
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 5, No 1 (2025): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol5no1.723

Abstract

The digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 has driven the adoption of deep learning technology for data analysis across various sectors, including healthcare, education, and agriculture. This study aims to develop a data mining framework based on deep neural networks by exploring transfer learning techniques to enhance the accuracy and efficiency of prediction and classification processes. The research employs a research and development (R&D) approach with systematic stages, including a literature review, framework design, data collection and processing, framework implementation, and performance evaluation. The developed framework was tested in three primary data domains: healthcare, education, and agriculture. The data underwent cleaning, normalisation, and augmentation to improve quality and variety. The framework was implemented using the TensorFlow library, leveraging pre-trained models such as ResNet50 and InceptionV3. The evaluation used accuracy, precision, recall, F1-score, and training time efficiency metrics. The results demonstrate that the framework achieved an average accuracy of over 90%, improving training time efficiency by up to 60% compared to training from scratch. The transfer learning technique enabled the utilisation of pre-trained models to enhance prediction performance while requiring smaller training datasets. This study also identified key challenges in implementing deep learning technology in Indonesia, including limited infrastructure and low interpretability of analytical results. Consequently, the framework was designed to support interpretability through intuitive data visualisation and flexibility to adapt to various sectors. This framework is not only academically relevant but also practical, providing significant contributions to data-driven decision-making and improving organisational competitiveness in Indonesia.Transformasi digital di era revolusi industri 4.0 telah mendorong penggunaan teknologi deep learning untuk analisis data di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan agrikultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan framework data mining berbasis deep neural networks dengan eksplorasi teknik transfer learning untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi proses prediksi serta klasifikasi data. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan tahapan sistematis, termasuk studi literatur, perancangan framework, pengumpulan dan pengolahan data, implementasi framework, dan evaluasi kinerja. Framework yang dikembangkan diuji pada tiga domain data utama: data kesehatan, pendidikan, dan agrikultur. Data yang digunakan melalui tahapan pembersihan, normalisasi, dan augmentasi untuk meningkatkan kualitas dan variasi data. Implementasi framework dilakukan menggunakan pustaka TensorFlow dengan memanfaatkan model pra-latih seperti ResNet50 dan InceptionV3. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan efisiensi waktu pelatihan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa framework ini mencapai akurasi rata-rata di atas 90%, dengan efisiensi waktu pelatihan meningkat hingga 60% dibandingkan metode pelatihan dari awal. Teknik transfer learning memungkinkan pemanfaatan model pra-latih untuk meningkatkan kinerja prediksi dengan kebutuhan data pelatihan yang lebih kecil. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan teknologi deep learning di Indonesia, seperti keterbatasan infrastruktur dan rendahnya tingkat interpretabilitas hasil analisis. Oleh karena itu, framework ini dirancang untuk mendukung interpretabilitas melalui visualisasi data yang intuitif, serta fleksibilitas untuk diadaptasi di berbagai sektor. Framework ini tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga aplikatif, memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan peningkatan daya saing organisasi di Indonesia.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI LI-FI (LIGHT FIDELITY) SEBAGAI PENDUKUNG OPTIMALISASI KONEKSI IOT PADA SMART HOME S, Usanto; Sopian, Adi; Dewi, Christine Sientta; Syahrial, Riza; Ningtyas, Septiana; Nurlaela, Lela
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 5, No 2 (2025): JEIS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol5no2.772

Abstract

Communication technology continues to advance, with Light Fidelity (Li-Fi) emerging as an innovation offering high transmission speeds, low latency, and energy efficiency. This study aims to evaluate the potential of Li-Fi as a connectivity solution for the Internet of Things (IoT) in smart homes in Indonesia, considering the limitations of Wi-Fi, which often experiences interference, high latency, and significant energy consumption. The research employs a field experiment approach in a smart home simulation that encompasses IoT devices, such as bright lights, security cameras, and thermostats, alongside interviews with users, developers, and technology practitioners. The findings reveal that Li-Fi achieves an average speed of 8.5 Gbps with a latency of 1.2 milliseconds, significantly outperforming Wi-Fi, which only reaches 450 Mbps and a latency of 15 milliseconds. Li-Fi also demonstrates superior energy efficiency, requiring just 0.2 watts per GB of data compared to Wi-Fi's 1.5 watts. Furthermore, network interference is virtually undetectable with Li-Fi, making it an ideal solution for densely populated urban environments. Interviews indicate that smart home users desire fast and stable connectivity but identify initial costs and a lack of education as key challenges. The study concludes that Li-Fi has significant potential to address IoT connectivity challenges in smart homes, offering benefits such as energy efficiency, high speed, and connection stability. However, its implementation requires the development of new hardware, user education, and adequate regulatory support. With a holistic strategy, Li-Fi could become a cornerstone in the development of efficient, secure, and sustainable smart homes, while also supporting other sectors such as education and healthcare in Indonesia.Teknologi komunikasi terus berkembang, dengan Light Fidelity (Li-Fi) muncul sebagai inovasi yang menawarkan kecepatan transmisi tinggi, latensi rendah, dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi Li-Fi sebagai solusi konektivitas Internet of Things (IoT) dalam rumah pintar (smart home) di Indonesia, mengingat keterbatasan Wi-Fi yang sering mengalami interferensi, latensi tinggi, dan konsumsi energi besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen lapangan pada simulasi rumah pintar yang mencakup perangkat IoT seperti lampu pintar, kamera keamanan, dan termostat, serta wawancara dengan pengguna, pengembang, dan praktisi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Li-Fi mencapai kecepatan rata-rata 8,5 Gbps dengan latensi 1,2 milidetik, jauh lebih baik dibandingkan Wi-Fi yang hanya mencapai kecepatan 450 Mbps dan latensi 15 milidetik. Li-Fi juga lebih hemat energi, hanya membutuhkan daya 0,2 watt per GB data, dibandingkan Wi-Fi yang memerlukan 1,5 watt. Selain itu, interferensi jaringan hampir tidak terdeteksi pada Li-Fi, menjadikannya solusi ideal untuk lingkungan urban yang padat perangkat. Wawancara mengungkapkan bahwa pengguna rumah pintar menginginkan konektivitas yang cepat dan stabil, namun mengidentifikasi biaya awal dan kurangnya edukasi sebagai tantangan utama. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Li-Fi memiliki potensi besar untuk mengatasi kendala konektivitas IoT pada rumah pintar, dengan manfaat yang mencakup efisiensi energi, kecepatan tinggi, dan stabilitas koneksi. Namun, implementasi Li-Fi membutuhkan pengembangan perangkat keras baru, edukasi pengguna, dan dukungan regulasi yang memadai. Dengan strategi yang holistik, Li-Fi dapat menjadi pilar utama dalam pengembangan rumah pintar yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
PELATIHAN OPTIMALISASI DIRI DENGAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, MANAJEMEN WAKTU, DAN MOTIVASI MENUJU DUNIA KERJA Usanto S, Usanto S; Sopian, Adi; Suhanda, Yogasetya; Syahrial, Riza; Dewi, Christine Sientta; Sari, Jamah; Nurlaela, Lela
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.858

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has brought significant changes to various aspects of life, including the world of education and job preparation for Vocational High School (SMK) students. However, many vocational high school students still face challenges in time management, learning motivation, and effectively utilising technology. This activity aims to enhance vocational high school students' skills through training in time management, self-motivation, and the application of AI technology, thereby increasing productivity and readiness for the workforce. The method used is a participatory-educational approach, involving 80 students in grades XI and XII from the Computer and Network Engineering, Accounting, and Online Business and Marketing departments at SMK Kartika X West Jakarta. The training was conducted over one week, offline, with interactive sessions, group discussions, hands-on practice, and reflection. The material covered an introduction to AI, time management strategies, techniques for maintaining motivation, and the application of AI for enhancing learning and productivity. The training results demonstrated significant improvements in students' time management skills, learning motivation, and proficiency in AI technology. Participants became more adept at managing time effectively, maintaining learning motivation, and utilising AI applications to support learning activities and job preparation.Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan persiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, banyak siswa SMK masih menghadapi tantangan dalam manajemen waktu, motivasi belajar, dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan diri siswa SMK melalui pelatihan pengelolaan waktu, motivasi diri, dan pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif, melibatkan 80 siswa kelas XI dan XII dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Akuntansi, serta Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Kartika X Jakarta Barat. Pelatihan dilaksanakan selama satu minggu secara luring dengan sesi interaktif, diskusi kelompok, praktik langsung, dan refleksi. Materi mencakup pengenalan AI, strategi manajemen waktu, teknik menjaga motivasi, dan pemanfaatan AI untuk produktivitas belajar. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan manajemen waktu, motivasi belajar, serta literasi teknologi AI siswa. Peserta menjadi lebih mampu mengelola waktu secara efektif, menjaga motivasi belajar, dan menggunakan aplikasi AI untuk mendukung aktivitas belajar dan persiapan kerja.
Internal Quality Assurance System to Improve Lecturer Performance and Its Relevance to Education Quality at ITB Swadharma Warta, Waska; S, Usanto; Sopian, Adi
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci2329

Abstract

To improve teacher performance and education quality at ITB Swadharma, this research explains the Internal Quality Assurance System (IQAS). The qualitative case study research focuses on ITB Swadharma's Quality Assurance Institute (QAI). Data collection methods include direct observation, document and archival searches, and interviews. The research shows that IQAS at ITB Swadharma improves education through research and innovation. ITB Swadharma can improve inclusivity, relevance, and comprehensiveness by focusing on program evaluation, student empowerment, technology implementation, industry collaboration, internal quality monitoring, stakeholder engagement, and best practices adoption. The institution can better adapt to education sector and student needs with IQAS. ITB Swadharma can improve educational quality by incorporating students, alumni, staff, the local community, and industry partners. According to ITB Swadharma's QAI's academic and quality documents, the IQAS Cycle implements IQAS policies and ideas. Leadership commitment, auditor shortages, and IQAS routineness are issues. Quality assurance expertise, auditor training, and a culture of quality assurance address these issues. The results of annual IQAS examination are used to promote quality. Quality management criteria from the National Accreditation Board for Higher Education (BAN PT) and the Independent Accreditation Agency (LAM) influence IQAS implementation.