Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pengaruh Penambahan Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica (L). Urb) dan Decyl Glucoside terhadap Karakteristik dan Aktivitas Bakteri Staphylococcus Aureus pada Sabun Pembersih Wajah Allawiyah, Annisa Zaen; Suryati, Suryati; Nurlaila, Rizka; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Julinawati, Julinawati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19568

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk analisa karakteristik sabun pembersih wajah anti bakteri Staphyloccocus Aureus dari ekstrak pegagan dan decyl glucoside. Metode ekstraksi pegagan akan menggunakan teknik ekstraksi maserasi. Ekstrak pegagan divariasikan 10%, 15%, 20%, 25%, dan decyl glucoside 10%, 15%, 20% dan 25%. Karakteristik produk akan dievaluasi densitas, viskositas, stabilitas busa dan aktivitas bakteri Staphyloccocus Aureus pada sabun.. Hasil penelitian ini memiliki 16 sampel yang telah diuji dan menghasilkan sabun cair wajah yang memenuhi standart SNI menurut densitas, viskositas dan stabilitas busa. Sabun wajah diuji aktivitas hambat bakterinya terhadap 4 sampel terbaik terhadap bakteri Staphyloccocus aureus yaitu  pada konsentrasi 10% menghasilkan nilai hambat sebesar 12,5 mm, pada 15% yaitu 14 mm, pada konsentrasi 20% yaitu 15mm dan pada konsentrasi 25% yaitu 24 mm. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri perawatan kulit yang semakin mendukung tren penggunaan produk alami dan berkelanjutan.
EFEKTIFITAS PENGOLAHAN AIR SUMUR MENGGUNAKAN MEDIA ZEOLIT, PASIR SILIKA DAN KARBON AKTIF PADA ALAT ROUGHING FILTER ALIRAN HORIZONTAL Utari, Paramita; Masrullita, Masrullita; Ishak, Ishak; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6023

Abstract

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan air salah satu sumber yang digunakan adalah air tanah dengan menggunakan sumur gali.. Parameter yang terdapat adalah kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe sehingga sebelum digunakan air sumur memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu pengolahan pendahuluan pada air sumur yaitu dengan memakai reaktor roughing filter aliran horizontal. Roughing Filter merupakan salah satu jenis pengolahan pendahuluan yang paling umum dipakai untuk penyediaan air bersih. Roughing filter menggunakan media dengan ukuran yang jauh lebih kasar dibandingkan dengan slow filtration maupun rapid filtration. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari reaktor roughing filter dalam menurunkan kadar kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe dengan variasi ketinggian media, dan waktu operasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan roughing filter aliran horizontal,  menggunakan media filter zeolit, pasir silika dan karbon aktif. Variabel media zeolit 5 cm : gpasir silika 15 cm, karbon aktif  15 cm (PI) : zeolit 10 cm : pasir silika 15 cm, karbon aktif  15 cm (P2) zeolit 15 cm : pasir silika 15 cm, karbon aktif 15 cm (P3). Variasi waktu operasional roughing filter dari 4,6,8,dan 10 jam, dimulai saat air sumur masuk pada alat roughing filter. Metode analisa yang dipakai untuk mengetahui kekeruhan digunakan turbidimetri, kesadahan digunakan titrasi, pH menggunakan pH meter dan kadar Fe menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa roughing filter aliran horizontal dengan media zeolit, pasir silika dan karbon aktif memiliki kemampuan dalam menurunkan kandungan kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe. Roughing filter aliran horizontal dengan menggunakan media zeolit, pasir silika dan karbon aktif efektif menurunkan konsentrasi kekeruhan, kesadahan, pH dan kadar Fe air sumur Desa Blang Pulo masing-masing sebesar 99,27%, 23,38%, 6,99 % dan 68,12%.
PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT TRASNPARAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda Citrifolia) SEBAGAI BAHAN ANTIOKSIDAN Meliyani Harahap, Nazwa; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Masrullita, Masrullita; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.11142

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa potensi kandungan buah mengkudu sebagai bahan antisoksidan pembuatan sabun mandi transparan, menganalisa kualitas sabun mandi transparan sesuai standar mutu yang dihasilkan dan mengkaji pengaruh waktu fermentasi pengolahan ekstrak buah mengkudu terhadap karakteristik sabun mandi padat transparan. Penelitian dilakukan dengan metode panas (fullboiled) proses saponifikasi yaitu memanaskan minyak kelapa dengan suhu 70„ƒ, selanjutnya direaksikan dengan larutan NaOH diaduk dengan magnetic stirrer. Ditambahkan asam stearat, etanol, gliserol, glukosa, dan DEA lalu dihomogenkan. Kemudian ditambahkan ekstrak buah mengkudu dengan variasi volume yaitu 10%, 20%, 30%, dan 40%. Dengan variasi waktu fermentasi ekstrak buah mengkudu 21 hari, 28 hari, 35 hari, 42 hari, dan 49 hari. Penelitian pembuatan sabun mandi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah penambahan ekstrak buah mengkudu sebagai bahan baku dalam penelitian sabun antioksidan. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan pH sabun transparan yang paling baik diperoleh pada sediaan waktu fermentasi 28 hari dengan volume ekstrak 40% sebesar 9,33, kadar air terendah ditujukan pada sediaan waktu fermentasi ekstrak 49 hari dengan variasi volume esktrak 10% sebesar 1,16%. Stabilitas busa tertinggi pada perlakuan persentase volume ekstrak buah mengkudu 40% dengan lama waktu fermentasi 49 hari, dan antioksidan kuat terdapat pada perlakuan variasi waktu fermentasi 49 hari sebesar 29,2%. Hasil penelitian ini adalah semakin tinggi persentase volume ekstrak buah mengkudu yang digunakan, maka pH yang dihasilkan semakin rendah begitu pula dengan stabilitas busa dan kadar air semakin tinggi persentase volume ekstrak buah mengkudu yang digunakan maka akan semakin tinggi.Kata Kunci :Antioksidan, Ekstrak, Mengkudu, Minyak, Sabun, Transparan, Persentase
KARAKTERISASI METIL ESTER DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE REINW) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KULIT JENGKOL (ARCHIDENDRON PAUCIFLORUM) Sitorus, Ika Pratiwi Berliana; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11968

Abstract

Metil ester adalah salah satu jenis ester yang dapat digunakan sebagi bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang terdiri dari ester monoalkil dari minyak nabati atau minyak hewani. Minyak nabati yang gunakan adalah Minyak kepayang (Pangium Edule Reinw). Penelitian tentang metil ester sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan metil ester dari minyak kepayang (pangium edule reinw) dengan menggunakan katalis kulit jengkol dengan suhu kalsinasi 500oC dan waktu 4 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memakai katalis heterogen yang didapat dari kulit jengkol yang di furnace pada suhu 500°C selama 4 jam untuk menghasilkan metil ester dari minyak kepayang. Metil ester dan gliserol diproduksi dari minyak dan metanol dengan proses transesterifikasi. Setelah itu, gliserol dan metil ester dipisahkan dan dimurnikan. Pengaruh dari variabel waktuk respons dan  dosis katalis di amati dalam penelitian ini. Yield maksimum pada 100 menit dan jumlah dosis katalis 5%, densitas hasil terbaik 0,878 mg/ml selama waktu reaksi 80 menit jumlah dosis katalis 4%,  dan viskositas yang terbaik adalah 2,52 cSt yang  merupakan karakteristik dari metil ester. Kadar air yang diproleh sebeser 0,02% selama waktu reaksi 60 menit Dengan berbagai jenis permainan yang lengkap, mulai dari poker, blackjack, hingga slot bertema menarik, indohoki77 memanjakan para pemain dengan beragam pilihan dengan jumlah dosis katalis 5% selama waktu reaksi 100 menit. Penelitian ini menunjukan bahwa katalis berbasis kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk produksi metil ester.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SARING SEBAGAI ARANG AKTIF DALAM MENYERAP LOGAM KHROMIUM VI (Cr6+) Prasatia, Ridha; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12128

Abstract

Kromium VI (kromium heksavalen) adalah bentuk senyawa dari unsur yang dihasilkan oleh proses industri. Logam berat ini dianggap sebagai karsinogen manusia dan berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan. Paparan kromium VI dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, dan kontak kulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh logam berat terlarut adalah adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruhi waktu dan massa terhadap pemurnian logam Cr6+, serta mengetahui model isotherm yang digunakan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan adsorben dari kopi robusta dan menyerap logam Cr6+ dalam limbah cair batik, pada penelitian ini menggunakan ampas kopi saring dan larutan kalium dichromate. Adapun variabel yang divariasikan pada proses adsorbsi ini dengan massa 2,5; 3 dan 3,5 gram pada waktu 30, 60, 90, 120, 150 menit. ampas kopi saring dihaluskan terlebih dulu, kemudian dimasukkan kedalam furnace pada suhu 300°C selama 4 jam setelah itu diaktivasi dengan HCl. Larutan kalium dikhormate disiapkan kemudian dimasukkan adsorben yang telah diaktivasi sesuai dengan variasi massa yang telah ditentukan, aduk menggunakan stirrer dengan kecepatan 150 rpm sesuai dengan variasi waktu yang telah ditetapkan. Hasil terbaik dari penelitian diperoleh penurunan konsentrasi larutan kalium dikhromate 4,9386 ppm, kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 0,191548 mg/g, efisiensi adsorpsi sebesar 8,231%, hasil terbaik  didapatkan pada variable massa adsorben 3,5 gram, dan waktu adsorpsi 150 menit. Model isotherm yang digunakan adalah isotherm Freundlich dengan nilai R2 0,9943. Pengujian FTIR ampas kopi saring memiliki gugus fungsi dari mineral karbonat, alkana, gugus C-C, C-O, CºN, C-Br yang dapat berperan penting dalam proses adsorpsi.
PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN OBAT NYAMUK BAKAR DENGAN PENAMBAHAN BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus L.) Adli, Muhammad Fathur; Sylvia, Novy; Masrullita, Masrullita; Nurlaila, Rizka; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14898

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kembali sisa kertas yang tidak terpakai lagi menjadi sebuah produk yaitu obat nyamuk bakar dan untuk mengkaji pengaruh perbandingan volume bubur limbah kertas HVS dengan volume batang serai terhadap pembuatan obat nyamuk bakar. Penelitian ini menggunakan metode sederhana dengan variabel bebas  limbah bubur kertas HVS 65 gr, 70 gr, 75 gr, 80 gr dan batang serai wangi 20 gr, 25 gr, 30gr, 35 gr dengan jumlah perekat tepung tapioka 20 gr. Penelitian pembuatan obat nyamuk bakar ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan sebelumnya adalah kandungan bahan baku yang digunakan yaitu bahan baku limbah HVS dan batang serai wangi dengan penambahan perekat tepung tapioka sebagai bahan baku dalam pembuatan dalam penelitian obat nyamuk bakar. Hasil yang didapatkan yaitu dari uji Resistance Index (SRI) menghasilkan produk obat nyamuk bakar yang memiliki ketahanan atau tidak mudah patah saat dijatuhkan dari ketinggian 1 meter. Berat satuan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki berat persatuan berkisar 12,2-14,7 gr. Sedangkan perlakuan 60 gr (20 gr, 25 gr, 30 gr, 35 gr) belum memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan masing-masing sebesar 10-11,3 gr. Kadar air produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 1 % sampai 3,5 %. Lama bakar produk telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang dihasilkan memiliki waktu terbakar selama 7 jam 5 menit - 7 jam 41 menit. Keutuhan produk dengan telah memenuhi standar industri indonesia (SII) dengan produk obat nyamuk bakar yang utuh atau tidak mudah patah. Kesimpulan yang di dapat pengaruh perbandingan antara volume bubur limbah kertas, serai wangi dan perekat sangat mempengaruhi terhadap produk yang dihasilkan yang memenuhi standar industri indonesia (SII). 
KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KAOLIN Salsabil, Safyra Qathrunnada; Masrullita, Masrullita; Suryati, Suryati; Kamar, Iqbal; Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Safriwardy, Ferri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14965

Abstract

Bioplastik adalah jenis plastik yang terbuat dari bahan-bahan alam yang fungsinya sama seperti plastik konvensional, tetapi dapat terurai secara alami dan lebih cepat dengan bantuan mikroorganisme. Karena memiliki sifat yang dapat terurai dengan cepat dialam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan baku pati sagu dengan penambahan sorbitol 30% sebagai plasticizer dan filler kalsium silikat dan kaolin dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12% dari berat pati. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat dan kaolin serta kualitas bioplastik manakah yang terbaik antara penambahan kedua filler tersebut. Penambahan filler pada bioplastik berguna untuk menyempurnakan sifat mekanik yaitu meningkatkan kuat tarik dan menurunkan sifat penyerapan bioplastik terhadap air. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, bioplastik dari pati sagu dengan penambahan sorbitol serta  filler kalsium silikat dan kaolin diharapkan menjadi suatu material yang dapat diperbaharui sehingga dapat mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan. Pada penelitian ini diperoleh hasil biodegradasi terbaik yaitu pada variasi bioplastik dengan  filler kaolin dengan konsentrasi 3% dan 6%, kemudian uji swelling terbaik diperoleh pada  variasi bioplastik dengan filler kaolin 12% dimana nilai swellingnya sebesar 11,10 % , dan hasil uji kuat tarik terbaik diperoleh pada variasi bioplastik dengan filler kalsium silikat 6% dimana nilai kuat tarik diperoleh sebesar 1.49 MPa. 
KARAKTERISASI BIOBRIKET DARI TEMPURUNG KEMIRI Nissah, Khairun; sulhatun, sulhatun; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15088

Abstract

Biobriket adalah padatan yang dibuat melalui kompresi dan tekanan yang menghasilkan sedikit asap saat dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat-sifat biobriket cangkang kemiri seperti densitas, nilai kalor, kandungan volatil, dan kandungan karbon padat. Penelitian ini sebelumnya telah dilakukan dengan memproduksi biobriket dari cangkang kemiri dengan menggunakan proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, proses pirolisis tidak digunakan dalam penelitian ini. Bahan dasar cangkang kemiri dijemur di bawah sinar matahari selama 48 jam kemudian digiling dengan crusher. Ukuran partikel cangkang kemiri divariasikan dengan ukuran sebagai berikut: 50 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Biobriket diproduksi dengan perbandingan perekat yang berbeda-beda yaitu 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105„ƒ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biobriket cangkang kemiri densitas tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 0,965 g/cm3) dan kandungan volatil tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 14,54%). Kandungan karbon padat tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 74,923% dan nilai kalor tertinggi terdapat pada sampel D4 yaitu 5239,08 kal/gr.
ADSORPSI RHODAMIN B MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF DARI DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA Frandica, Dandy; Masrullita, Masrullita; Ulfa, Raudhatul; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15141

Abstract

Adsorpsi ialah proses penyerapan molekul terlarut pada permukaan pori-pori. Daun ketapang mempunyai kandungan senyawa tanin, gugus hidroksil, dan gugus karboksil. Rhodamine B yang digunakan secara berlebihan dapat mempengaruhi fotosintesis dan pH air.Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa pengaruh ukuran partikel dan massa adsorben terhadap persen penyerapan dan kapasitas penyerapan serta uji gugus fungsi. Penelitian ini mengkaji kemampuan adsorben daun ketapang untuk menyerap zat pewarna sintetik rhodamin B dengan memvariasikan massa dan ukuran partikel adsorben daun ketapang yang teraktivasi asam fosfat (H3PO4).Proses pembuatan adsorben daun ketapang dikarbonisasi dengan suhu 300oC selama 1 jam, diayak dengan ukuran 40, 60, 80 dan 100 mesh, diaktivasi dengan asam fosfat 10% selama  24 jam. Daun ketapang yang telah diaktivasi dengan variasi massa adsorben 0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 gram. Adsorpsi berlangsung 90 menit dan adsorbansi diukur dengan alat spektofotometer UV-Vis. Karakterisasi karbon aktif diuji dengan alat FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukan kapasitas adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 3321,62 mg/g,. Efisiensi adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 99,87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah massa adsorben berbanding terbalik terhadap kapasitas penyerapan sedangkan ukuran partikel berbanding lurus dengan kapasitas penyerapan dan massa serta ukuran partikel adsorben berbanding lurus dengan efesiensi penyerapan. 
Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) Dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Menggunakan Enkapsulasi Kitosan Nuraini Hutagaol, Intan; Ginting, Zainuddin; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Masrullita, Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.17483

Abstract

Limbah padat merupakan limbah yang tidak terpakai dan jumlahnya sangat banyak. Ketersediaan limbah nilam padat mempunyai potensi yang besar untuk diolah menjadi bubuk cair, karena mengandung komponen organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan dan suhu pengeringan terhadap kadar udara, rendemen , densitas curah dan keasaman (pH) tepung asap cair yang diperoleh. Metode penelitian menggunakan proses pengeringan yang dilakukan pada variasi suhu pengeringan 130, 135, 140, dan 145ËšC dan konsentrasi kitosan 10%, 20% dan 30%. Dari penelitian diperoleh nilai kadar air terendah pada kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 3,73%. Hasil tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 25%. Kepadatan massal tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 0,8 gr/ml. Keasaman (pH) terendah pada konsentrasi kitosan 30% yaitu sebesar 4,27.