Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pemanfaatan Ampas Kopi Sebagai Bahan Filler Pembuatan Sabun Batang Nadya, Nova; Ibrahim, Ishak; ZA, Nasrul; Muhammad Syam, Azhari; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.14772

Abstract

Ampas kopi merupakan produk sampingan dari penggunaan minuman secara luas, namun juga merupakan sumber daya yang dapat didaur ulang. Pembuatan sabun adalah salah satu aplikasi yang menarik. Dengan tujuan mengembangkan barang ramah lingkungan dan berkualitas tinggi, penelitian ini menyelidiki kelayakan penggunaan ampas kopi sebagai bahan utama dalam produksi sabun. Agar proses pengolahan ampas kopi dapat menghasilkan sabun yang diinginkan, perlu dilakukan pengeringan, penggilingan, dan penambahan komponen tambahan yang tepat. Untuk mengetahui kandungan nutrisi yang dapat mempengaruhi karakteristik sabun, susunan kimiawi bubuk kopi dianalisis. Meskipun penelitian serupa telah dilakukan di masa lalu, waktu pencampuran satu, dua, dan tiga menit dengan massa ampas kopi yang bervariasi belum pernah diuji . Berdasarkan temuan, kisaran pH ideal adalah 8-11, kadar air sabun batangan menurun seiring dengan bertambahnya massa bubuk kopi, dan konsentrasi bebas alkali berkisar antara 0,060% hingga 0,85%. Menggunakan temuan ini pada kulit masih sepenuhnya aman. Temuan percobaan menunjukkan bahwa gilingan kopi dapat diubah menjadi bahan dasar sabun yang efektif membersihkan dan melembabkan. Penggunaan bahan kimia alami yang terurai di alam pada sabun semakin menunjukkan pelestarian lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ampas kopi untuk membuat sabun merupakan solusi yang saling menguntungkan: mengurangi sampah organik dan menghasilkan produk ramah lingkungan yang mungkin menjadi pesaing di pasar perawatan pribadi dan kosmetik.
Kinetika Reaksi Hidrolisis Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Menjadi Glukosa Menggunakan Katalisator Asam Klorida. Sinaga, Ahmad Roihan; Meriatna, Meriatna; Sylvia, Novi; ZA, Nasrul; Ibrahim, Ishak; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15309

Abstract

Biji bunga matahari memiliki kandungan gula sebesar 2,62 gr dan kandungan karbohidrat sebesar 24 gram. Metode hidrolisis adalah proses pembentukan gula dari karbohidrat. Menggunakan asam klorida sebagai katalis dan menyesuaikan suhu dan waktu hidrolisis adalah metode yang digunakan untuk membuat penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kecepatan di mana pati diubah menjadi glukosa, mekanisme yang mendasari reaksi hidrolisis, dan bagaimana pati diekstraksi dari biji bunga matahari. Menggunakan katalis asam klorida, hidrolisis akan dilakukan dalam serangkaian alat hidrolisis. Penelitian ini pernah dilakukan dengan jenis katalis yang berbeda tetapi hanya menggunakan satu suhu dan waktu reaksi, maka untuk melihat perbandingan yang terjadi akan dibuat penelitian dengan variasi suhu dan waktu reaksi dan jenis katalis yang berbeda serta membuatnya kedalam studi kinetika reaksi. Beberapa variasi suhu reaksi yang akan digunakan adalah 75,80,85,90, dan 95 °C. Waktu hidrolisis dijalankan selama 30,45,65,75, dan 90 menit. Hidrolisis biji bunga matahari dengan asam klorida, menurut hasil peneltian yang telah dilakukan, adalah reaksi orde satu semu dengan konversi glukosa tertinggi didapat pada kondisi waktu selama 90 menit dan pada suhu hidrolisis 95 °C. Didapat energi aktivasi 17,806 J/mol dengan beberapa nilai konstanta kecepatan reaksi hidrolisis biji bunga matahari yaitu 1,88 x 10-3, 2,24 x 10-3, 2,38 x 10-3, 2,50 x 10-3, dan 2,69 x 10-3 menit-1. Tingkat glukosa tertinggi adalah 5,23 mg/ml dengan konversi tertinggi sebesar 34,83 %.
PEMBUATAN PEKTIN DARI LIMBAH KULIT SEMANGKA SUGAR BABY (Citrullus Lanatus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI Pelawi, Erisantana; Ibrahim, Ishak; Muhammad, Muhammad; Sulhatun, Sulhatun; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15372

Abstract

Pektin ialah polimer yang terdiri dari ikatan 1,4-α-glikosidik yang terikat pada asam galakturonat. Buah-buahan dan sayuran adalah salah satu dari sekian banyak makanan yang secara alami mengandung pektin. Lapisan lamella tengah dan dinding sel utama tanaman mengandung komponen serat pektin.. Pektin memiliki kemampuan untuk mengubah karakteristik fungsional produk makanan, termasuk emulsifikasi, pengentalan, dan pembentukan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter optimal untuk pengaruh variasi waktu dan suhu selama proses ekstraksi terhadap karakteristik pektin akhir. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah variasi suhu ekstraksi dan waktu ekstraksi. Ekstraksi pektin akan dilakukan dengan menggunakan bahan baku kulit buah semangka (Citrullus Lanatus) menggunakan pelarut asam sitrat 7% dan prosedur ekstraksi. Asam sitrat adalah pelarutnya, dan periode ekstraksi adalah 60, 90, 120, dan 140 menit. Kriteria yang diteliti meliputi rendemen, uji FTIR, kandungan asam galakturonat, kandungan metoksil, dan kandungan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi 90°C dan durasi ekstraksi 120 menit memberikan hasil terbaik. Kandungan metoksil, galakturonat, air, dan rendemen pektin yang dihasilkan secara berurutan adalah 8,37%, 94,68%, 6,83%, 26,66%.
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis) DENGAN PROSES KARBONISASI Sandi, Nazlia Armita; muarif, agam; ibrahim, ishak; za, nasrul; sylvia, novi; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20548

Abstract

Penelitian sebelumnya yaitu jenis aktivator, konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi, yaitu menggunakan aktivator H3PO4 dengan konsentrasi 8%, 10%, 12%, dan 14% dengan waktu aktivasi 24 jam. Variasi ini memungkinkan pengujian karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit menentukan perbandingan yang optimal antara activator dan waktu aktivasi serta variasi konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas karbon aktif. Ada empat proses diantaranya: tahap persiapan bahan baku, tahap karbonisasi, tahap aktivasi dan tahap analisa karateristik karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit. Variabel pada penelitian dalam proses adalah konsentrasi aktivator NaOH (0,5, 1,0, 1,5, 2, dan 2,5 N), dan waktu aktivasi (18, 20, 22, dan 24 jam). Pengujian terhadap sampel meliputi moisture, ash, volatile matter, daya serap iodin, fixed karbon dan uji SEM. Hasil pengujian diperoleh kadar air berkisar antara 0,432-0,874 %, kadar abu berkisar antara 0,713-0,998 %, kadar zat terbang berkisar antara 0,420-0,948% , fixed karbon berkisar antara 97,387-97,907 % daya serap iod berkisar antara 510,17-837,60 mg/g. Citra Permukaan SEM karbon aktif menggunakan NaOH menghasil permukaan objek yang gelap. Gelapnya objek pada hasil uji SEM menunjukan kedalaman . Semakin gelap permukaan maka semakin dalam sehingga mudah dalam menyerap limbah.Kata kunci: Aktivasi, aktivator, karbonasi, karbon aktif, uji SEM
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ARANG AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR ZAT PEWARNA DALAM AIR fajarani, auliya; Mulyawan, Rizka; Ibrahim, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.21986

Abstract

Tebu merupakan tanaman bahan baku pembuatan gula yang hanya dapat ditanam di daerah beriklim tropis yang digunakan untuk pembuatan gula yang menghasilkan ampas tebu sekitar 35-40% dari satu kali proses ekstraksi. Methylene blue dan Rhodamine b merupakan zat warna yang banyak dipakai industri tekstil dan senyawa ini sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan oleh padatan terhadap zat pewarna yang terjadi pada permukaan zat padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh aktivator NaOH dan HNO3 dalam melakukan aktivasi adsorben terhadap efisiensi dan kapasitas adsorpsi. Pembuatan adsorben dilakukan dengan karbonisasi pada suhu 300oC selama 1 jam kemudian di aktivasi menggunakan larutan NaOH dan HNO3 dengan variasi konsentrasi aktivator masing-masing 0,8%; 1%; 1,2%; 1,4%; 1,6%. Adsorben sebanyak 5 gram dicampur dengan adsorbat methylene blue dan rhodamin b dengan konsentrasi 20 ppm kemudian diaduk selama 60 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Kemudian diuji kadar air, analisa UV-Vis, analisa FT-IR. Uji kadar air sesuai standar SNI 06-3730-1995 dengan nilai 5,86%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna methylene blue tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3977 mg/gr dan 99,44% dan pada aktivator HNO3 1,6% sebesar 0,3974 mg/gr dan 99,34%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna rhodamine b tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3927mg/gr dan 98,18% dan pada HNO3 1,6 % sebesar 0,3969 mg/gr dan 99,22%.  Luas permukaan tertinggi pada adsorben teraktivasi NaOH 1,6% sebesar 1472,27 m2/g. Hasil uji FT-IR menunjukkan bahwa ada gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C=C, C-N.
Pembuatan Briket dari Campuran Batu Bara Aceh dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Menggunakan Metode Karbonisasi Laurentia, Seni; Ginting, Zainuddin; Ibrahim, Ishak; Sylvia, Novy; ZA, Narul; Fazira, Zetta
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang memiliki unsur karbon tinggi, memiliki nilai kalor yang tinggi serta dapat menyala dalam waktu yang lama.  Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi berat campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan variasi perbandingan perekat tepung tapioka serta untuk menganalisis karakteristik briket dari campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Pada penelitian ini batubara Aceh dikarbonisasi dengan suhu 500ËšC selama 60 menit dan tempurung kelapa dikarbonisasi dengan suhu 400ËšC selama 90 menit. Batubara Aceh dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket masing masing dihaluskan dan diayak hingga lolos ayakan 80 dan tertahan di 100 mesh selanjutnya dicampur dengan variasi persentase komposisi bahan baku batubara Aceh:tempurung kelapa (0:100, 25:75,  50:50,  75:25 dan 100:0). Selanjutnya campuran serbuk briket dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk silinder. Kualitas briket yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat serta nilai kalor briket berdasarkan SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbandingan bahan baku 50:50 gram antara batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan kadar air terendah yaitu 2,384%, kadar abu terendah didapat pada perbandingan 0:100 gram dengan perekat 5% yaitu 1,432%, kadar zat menguap terendah tercapai pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7,799%, kadar karbon terikat tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 88,300% dan nilai kalor tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7007,892 cal/gr.
Pembuatan Briket dari Campuran Limbah Ampas Tebu (Bagasse) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Metode Karbonisasi Vinky Lorenza; Ibrahim, Ishak; Suryati; Hasfita, Fikri; Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dilakukan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi persen perekat serta pengaruh perbandingan berat limbah ampas tebu juga tempurung kelapa terhadap kualitas briket. Penggunaan variabel penelitian briket ini yaitu perbandingan berat arang ampas tebu juga tempurung kelapa (w/w %) 0:100; 25:75; 50:50; 75:25; dan 100:0 serta persen perekat tepung tapioka (w/w) yaitu 5%, 15%, 25% dan 35%. Cara pembuatan bahan bakar berupa briket memiliki beberapa langkah, seperti persiapan bahan, karbonisasi, penumbukan, pencampuran, pencetakan hingga pengeringan dan analisis produk. Briket dengan kualitas terbaik terdapat pada perbandingan arang ampas tebu juga tempurung kelapa 50:50 serta penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5%. Briket hasil akhir memiliki kadar udara 6,01%, kadar abu 5,68%, kandungan zat terbang 28,14%, kadar karbon terikat 60,17%, kerapatan 1,08% serta nilai kalor tertinggi mencapai 5333,89 kal/g. Sementara itu, laju pembakaran tercepat ditemukan pada briket dengan perbandingan berat 100:0 dari arang campuran limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dan penggunaan perekat tepung tapioka sebanyak 5% sebesar 0,19 gr/menit. Kata Kunci: Briket, ampas tebu, tempurung kelapa, karbonisasi, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, kerapatan, laju pembakaran daln nilai kalor
Pembuatan Bioetanol dari Air Limbah Cucian Beras Menggunakan Metode Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi Damayanti; Bahri, Syamsul; Eddy Kurniawan; Fikri Hasfita; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23721

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang dibuat dengan fermentasi bahan baku nabati. Penggunaan bioetanol tidak hanya dapat mengurangi tingkat polusi tetapi juga dapat menghemat lebih banyak bahan bakar fosil. Air limbah cucian beras yang mengandung karbohidrat dapat diubah menjadi etanol. Jika dikelola dengan baik, air limbah cucian beras ini dapat menjadi salah satu sumber bahan baku potensial untuk produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi, densitas, dan tingkat bioetanol tertinggi, melihat bagaimana volume enzim glukoamilase meningkatkan kadar glukosa, dan menghitung jumlah bioetanol yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, air cucian beras 300 mililiter digunakan dengan enzim glukoamilase 6 gram, 9 gram, dan 12 gram, serta massa ragi 4 gram dengan waktu fermentasi 2, 4 dan 6 hari. Metode yang digunakan adalah hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kadar glukosa, densitas dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini didapatkan kadar glukosa pada enzim glukoamilase 12 gram sebanyak 22% , densitas terbaik yaitu pada waktu fermentasi 144 jam sebesar 0,7893 %. Dan kadar bioetanol tertinggi dicapai pada lama fermentasi yang sama yaitu 144 jam sebesar 15,7633 %. peningkatan enzim glukoamilase dengan adanya penambahan massa ragi dan durasi fermentasi akan mempercepat proses fermentasi.
Pembuatan Kitosan dari Limbah Kulit Udang serta Pemanfaatannya sebagai Adsorben Kolesterol pada Lemak Kambing Ulfa, Raudhatul; Zubaidah Sirait, Siti; Insani, Annisya; Wusnah; Suryati; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26443

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alami hasil deasetilasi kitin yang memiliki potensi besar sebagai adsorben karena adanya gugus amina dan hidroksil aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis kitosan dari limbah kulit udang serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi NaOH dan suhu deasetilasi terhadap karakteristik kitosan, serta aplikasinya dalam menurunkan kadar kolesterol pada lemak kambing. Proses sintesis kitosan dilakukan melalui tahapan demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi menggunakan larutan NaOH dengan variasi konsentrasi. Karakteristik kitosan yang dijelaskan meliputi kadar udara, kelarutan, derajat deasetilasi, dan gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH berpengaruh terhadap peningkatan derajat deasetilasi kitosan, dengan nilai tertinggi sebesar 74,17% pada konsentrasi NaOH 55%. Kitosan yang dihasilkan memiliki kadar air rendah sebesar 0,01–0,09% dan kelarutan dalam asam asetat 1% sebesar 73,00–83,00%, yang persyaratan memenuhi mutu kitosan berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas kitosan, yaitu gugus OH dan NH, serta penurunan intensitas gugus tengah yang menandakan keberhasilan proses deasetilasi. Aplikasi kitosan sebagai adsorben menunjukkan kemampuan yang baik dalam menurunkan kadar kolesterol pada lemak kambing dengan efisiensi penurunan mencapai 82,6%. Dengan demikian, kitosan dari limbah kulit udang berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alami untuk meningkatkan kualitas lemak hewani.