Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Ketersediaan Obat Hipertensi Terhadap Rujukan Pasien Hipertensi Ringan Dan Sedang Di Puskesmas Oktiano, Dwi; Sarnianto, Prih; Utami Ramadaniati, Hesty
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2284

Abstract

DKI Jakarta masuk dalam 10 besar Provinsi dengan tingkat prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia. Tinggi nya prevalensi penyakit hipertensi diiringi dengan meningkatnya ketidak terkendalian hipertensi. Obat sebagai salah satu komponen dalam pelayanan kesehatan memiliki fungsi sosial. Permasalahan terkait akses obat adalah belum optimalnya pengelolaan obat pada fasilitas kesehatan , yang ditandai dengan tingkat ketersediaan obat yang masih rendah. Ketidaktersediaan obat dapat memperburuk kesehatan pasien, membuat rancu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan dan menyebabkan pemindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan obat hipertensi terhadap rujukan pasien hipertensi ringan dan sedang di Puskesmas Kecamatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2019. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dari Oktober sampai Desember 2020, menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif melalui pengambilan data kuantitatif dan kualitatif, dengan lokasi penelitian di 20 puskesmas. Data kuantitatif dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berupa data ketersediaan obat, data kunjungan hipertensi, data rujukan hipertensi. Data sekunder berupa hasil wawancara mendalam. Sampel penelitian adalah 20 Puskesmas Kecamatan dengan pembagian dari masing masing wilayah kota administrasi sebanyak 4 Puskesmas Kecamatan, Hasil Penelitian menunjukan pada tahun 2019 sebanyak 10 Puskesmas memiliki ketersediaan obat hipertensi ≥1 bulan (kriteria “aman”), 8 Puskesmas memiliki ketersediaan obat ≤0,5 - <1 bulan (kriteria “kurang aman”), dan 2 Puskesmas memiliki ketersediaan < 0,5 bulan (kriteria “bahaya”, dimana pada puskesmas dengan kriteria “aman” memiliki persentase rujukan rata-rata sebesar 6,03%, sedangkan puskesmas dengan kriteria “kurang aman” memiliki persentase rujukan rata -rata sebesar 8,68%, dan puskesmas dengan kriteria “bahaya” memiliki persentase rujukan rata-rata sebesar 12,06 %. Puskesmas Taman Sari dengan kriteria ketersediaan obat “kurang aman” pada amlodipin 10 mg berdampak meningkatkan rujukan hipertensi sebesar 0,49 %-0,69% dari rata- rata rujukan perbulan sebesar 0,88 %, dan peningkatan kunjungan hipertensi sebesar 0,66 % - 5,22% dari rata-rata kunjungan perbulan sebesar 12,05%. Puskesmas Makasar dengan kriteria ketersediaan obat “bahaya” pada amlodipin 10 mg berdampak meningkatkan rujukan hipertensi sebesar 0,8% dari rata- rata rujukan perbulan sebesar 1,05 %, dan peningkatan kunjungan hipertensi sebesar 6,83 % dari rata-rata kunjungan perbulan sebesar 28,38 % . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidaktersediaan obat hipertensi di Puskesmas Kecamatan Provinsi DKI Jakarta masih terjadi dengan hambatan terbesar disebabkan ketidak mampuan suplai oleh penyedia, berdampak pada ketidaktersediaan obat dan meningkatkan persentase rujukan dan kunjungan hipertensi
Dampak Konseling Apoteker, Ketersediaan Obat, Dan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Pasien Dwi Aryanti, Anindita; Kumala, Shirly; Ramadaniati, Hesty Utami
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17533

Abstract

The increase of hospitals in DKI Jakarta from 2018-2020 was followed by increased competition between hospitals, Kartini Hospital need to develop strategies to increase patient satisfaction and loyalty to compete with other hospitals. The purpose of this study to analys pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services to increase patient satisfaction and its impact on patient loyalty. The design in this reasearch was an analytic observational study with a cross-sectional. The sample of this study were patients who had received counseling services. Data analysis using questionary that had been tested for validity and reliability, as well as secondary data is measurement of Pharmacy Quality from Komite Mutu Rumah Sakit . Analysis methods with Structural Equation Modeling (SEM) using LISREL 8.8 software. The results of this study concluded that pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services could increase patient satisfaction of 47% (R2 = 0.4678). Pharmacist counseling, availability of medication, and quality of pharmaceutical services and patient satisfaction also have an impact on patient loyalty with a contribution of 52% (R2 = 0.5204).
Analysis Of Risk Factors For Acute Kidney Injury (AKI) With The Use Of Favipiravir And Remdesivir In Covid-19 Patients At Fatmawati Central General Hospital Nurlela Nurlela; Hesty Utami Ramadaniati; Yusi Anggriani; Ahmad Subhan
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition April - June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 patients are very vulnerable to complications of Acute Kidney Injury (AKI), there are many factors causing complications one of which is kidney toxic therapy, antiviral therapy is considered potentially toxic to the kidneys because most of it is excreted through the kidneys. This study was conducted to examine the risk factor profile of AKI in COVID-19 patients taking antivirals Remdesivir and Favipiravir. This study is an observational study with a cross-sectional design at Fatmawati Hospital. The sampling method uses total sampling during the period August 2020-July 2021. The data used is medical record. Bivariate analysis uses Chi-square, and multivariate analysis uses logistic regression. a sample of 208 patients who met the inclusion criteria in the period August 2020-July 2021 in the COVID-19 isolation room of Fatmawati Hospital. 135 patients using Favipiravir, 37 identified as having an AKI event and 73 patients using Remdesivir, 19 were identified as having an AKI event. Multivariate analysis with logistic regression showed that male sex and severity of severe to critical severity significantly influenced the incidence of AKI. The use of Favipiravir and Remdesivir in COVID-19 patients is not a risk factor for AKI.
Quality and Potency of Government-subsidized Antibiotics in Hospitals Across Jakarta, Indonesia Khairani, Sondang; Ramadaniati, Hesty Utami; Sarnianto, Prih; Kristin, Erna; Anggriani, Yusi
Sciences of Pharmacy Volume 3 Issue 1
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0301198

Abstract

Several pharmaceutical companies have long complained that the price of medicines that win the e-catalogue tender is too low, in some cases even below the cost of production. However, it should not be a concern that only pharmaceutical products with regulation of Indonesian food and drug (BPOM) distribution licenses are eligible for the price tender, as they are of good quality. This study aims to determine the quality and potency of three antibiotic drugs based on their highest utilization (DU 90%) in pneumonia patients at two hospitals, A (ceftriaxone, azithromycin tablet) and B (ceftriaxone, levofloxacin infusion) compared to brand name. The quality of the samples was evaluated following the Indonesian Pharmacopoeia 6th Edition (FI-VI). Antibiotic potency was assessed using the Plate-Cylinder Method with K. pneumonia from human and S. pneumonia ATCC 10015 as the test bacteria evaluated following CLSI. All samples meet the criteria of FI-VI antibiotic content, weight uniformity, dissolution. Antibiotic potency all samples test S.pneumonia and K.pneumonia were sensitive but ceftriaxone test with K.pneumonia was resistance. All antibiotic tablets and injections studied met the requirements of the Indonesian Pharmacopoeia Edition 6 for active medicinal ingredient content, dosage weight uniformity, and dissolution. All drugs from hospitals (INN) have lower antibiotic potency than branded drugs. This highlight the importance of conducting microbiological testing on antibiotic preparations.
ANALISIS PROFIL PENGOBATAN, BIAYA PERSPEKTIF RUMAH SAKIT DAN HROQoL PADA PASIEN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP FATMAWATI JAKARTA Rahmani, Neni; Sarnianto, Prih; Ramadaniati, Hesty Utami
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.38-46

Abstract

Latar belakang  :Hemodialisis adalah suatu cara untuk memperbaiki kelainan fungsi ginjal,  dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis. Terapi hemodialisis membutuhkan waktu yang lama dan biaya mahal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup.Tujuan Penelitian Mengetahui manajemen profil pengobatan Eritropetin, biaya perspektif rumah sakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisis rawat jalan di RSUP Fatmawati.Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analisis Cross-Sectional  dengan rentang penelitian 2 bulan, pada pasien dewasa yang minimal 12-36 bulan menjalani hemodialisis Pengumpulan data dilakukan dengan retrospektif dari dokumen, untuk menilai kesesuaian manajemen profil pengobatan Eritropoetin dan secara prospektif dari pengisian kuesioner EQ-5D-5L dan VAS (Visual Analogue Scale) kemudian dilakukan analisis data secara deskriptif dan menggunakan analisis Regresi linier berganda untuk mendapatkan korelasi antara karakteristik terhadap kualitas hidup (VAS dan Utility).Hasil Penelitian : Selama periode 2 bulan jumlah pasien sebanyak 100 orang. Jumlah laki-laki lebih banyak (57 pasien), usia 50-59 tahun sebanyak 30%, 55% bekerja sebagai karyawan, 50% pendidikan SMA, 54% pendapatan kurang Rp 2.000.000,-. Hasil kesesuaian terapi Eritropoetin sudah 100% sesuai menurut pernefri. Biaya riil untuk tindakan hemodialisis sebesar Rp910.570,- lebih kecil dibanding biaya INA-CBGs Rp 982.400,- . Analisis regresi linier VAS menunjukan 3 variabel yang signifikan : depresi (p= 0,003), jenis kelamin (p=0,028), lama hemodialisis (p=0,035). Analisis regresi linier utility ada 1 variabel yang signifikan yaitu pendapatan tiap bulan (p = 0,023).Kesimpulan  : kesesuaian terapi untuk menejemen anemia di sesuai dengan standar terapi menurut pernefri. Biaya persepektif rumah sakit lebih kecil daripada biaya INA-CBGs. Ada tiga variabel yang mempengaruhi kualitas hidup VAS yaitu depresi, jenis kelamin dan lama hemodialisis sedangkan kualitas hidup dari aspek utility hanyak dipengaruhi faktor pendapatan per bulan. Â