Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH AKUNTANSI HIJAU DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Setiawati, Erni; Hormati, Asrudin; Malik, Mahardika Catur Putriwana
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/h7kbvn58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akuntansi hijau dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan dan untuk mengetahui apakah profitabilitas mampu memoderasi pengaruh akuntansi hijau dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini berfokus pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 11 perusahaan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan software Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel akuntansi hijau tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh akuntansi hijau terhadap nilai perusahaan, namun mampu memoderasi pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan terhadap nilai perusahaan.
STUDI KOMPARATIF KINERJA WIRAUSAHA/PELAKU ‎UMKM DALAM ‎PERSFEKTIF GENDER PADA INDUSTRI ‎KREATIF DI KOTA SAMARINDA Setiawati, Erni; Rudy Syafariansyah; Siti Rohmah; Agus Riyanto; Linda Memi Zhara; Chrisna Monica Asa
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja wirausaha/pelaku UMKM ‎perempuan ‎dan ‎laki-laki dalam industri kreatif. Melalui pendekatan kuantitatif, ‎penelitian ini akan ‎menganalisis ‎perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua ‎kelompok. Subjek penelitian ‎adalah para ‎‎wirausaha/pelaku UMKM yang bergerak ‎di sektor industri kreatif yang ada di 10 ‎‎Kecamatan di ‎Kota Samarinda. ‎Penentuan jumlah sampel secara proporsional, sehingga ‎terdapat minimal 100 ‎‎hingga maksimal 150 orang responden. ‎Sumber data penelitian ini ‎menggunakan ‎sumber data ‎primer yang dikumpulkan secara langsung dari para ‎‎wirausaha/pelaku ‎UMKM di Kota ‎Samarinda. Instrumen pengumpulan data menggunakan ‎‎kuisioner. Untuk variabel dependen ‎‎(kelompok yang ingin diprediksi) bersifat ‎kategorik ‎‎(skala ‎nominal atau ordinal) dan variabel ‎independen (variabel prediktor) ‎‎bersifat numerik (skala ‎interval atau rasio). Untuk ‎pertanyaan ‎terbuka memberikan ‎ruang bagi responden untuk ‎memberikan ‎jawaban yang lebih bebas dan ‎rinci. ‎Penelitian ini menggunakan ‎Analisis ‎Komparatif Deskriptif dan Analisis ‎Komparatif ‎Inferensial, menggunakan uji statistik Uji-t ‎‎Independen (Independent ‎Samples t-Test) dan Uji ‎Mann-Whitney U‎. Variabel-variabel dalam ‎penelitian ini ‎adalah variabel dependen yaitu ‎kinerja ‎wirausaha UMKM sebagai variabel ‎‎dependen kategorikal dengan pengelompokan Group 1 ‎‎adalah wirausaha laki-laki ‎dan Group 2 ‎adalah wirausaha perempuan. Untuk ‎variabel ‎independen Usia (X1), ‎Pendidikan ‎‎(X2), ‎Frekuensi Pelatihan (X3), Skala Usaha (X4), Lama ‎Usaha (X5), ‎Jumlah ‎Tenaga Kerja (X6), ‎Omset Usaha (X7). ‎ Penelitian ini melibatkan 150 ‎‎responden pelaku UMKM industri kreatif ‎di ‎Kota Samarinda, terdiri dari 68 ‎wirausaha laki-laki ‎‎(45,3%) dan 82 ‎wirausaha perempuan ‎‎(54,7%). Industri kreatif ‎yang mendominasi adalah ‎‎kuliner (35%), fashion (30%), kerajinan ‎tangan (20%), ‎dan jasa digital (15%). ‎Berdasarkan hasil ‎uji statistik Uji-t ‎Independen dan Uji ‎‎Mann-Whitney U‎; Usia (X1); secara rata-rata dan standar ‎deviasinya, wirausaha ‎laki-laki ‎memiliki usia ‎sedikit lebih tua (34,5 ± 7,2 tahun) dibandingkan ‎wirausaha ‎perempuan ‎‎(32,1 ± ‎‎6,8 tahun). Pendidikan (X2);‎ tingkat pendidikan formal ‎wirausaha ‎laki-laki secara rata-rata ‎sedikit ‎lebih tinggi (3,8 ± 0,9 D3/S1) ‎dibandingkan wirausaha ‎perempuan (3,5 ± 0,8 SMA/D3). ‎‎Frekuensi Pelatihan ‎‎(X3)‎; wirausaha perempuan rata-rata ‎mengikuti lebih banyak ‎pelatihan ‎‎(5,3 ± 2,1 ‎kali) dibandingkan wirausaha laki-laki (4,1 ± 1,8 ‎‎kali). Skala Usaha (X4);‎ wirausaha ‎laki-laki memiliki skala ‎usaha yang sedikit lebih besar (2,9 ± ‎‎0,7 rata-‎rata mendekati usaha ‎‎menengah) dibandingkan wirausaha perempuan (2,5 ± 0,6 ‎rata-rata ‎‎mendekati usaha kecil). ‎Lama Usaha (X5); wirausaha laki-laki memiliki ‎rata-rata lama usaha (6,2 ‎‎± 3,1 ‎tahun), ‎sedangkan wirausaha perempuan (5,8 ± 2,9 ‎tahun). Jumlah Tenaga Kerja (X6); ‎wirausaha ‎laki-‎laki mempekerjakan rata-rata ‎‎(7,8 ± 4,3 orang), sedangkan wirausaha ‎perempuan ‎‎mempekerjakan rata-rata (5,1 ± ‎‎3,2 orang). Omset Usaha (X7); omset usaha bulanan ‎wirausaha ‎‎laki-laki secara rata-‎rata lebih tinggi (35,2 ± 18,5 juta Rupiah) ‎dibandingkan wirausaha ‎‎perempuan ‎‎(28,7 ± 15,9 juta Rupiah).‎
Pengaruh Literasi Keuangan, Digital Payment, dan Pengelolaan Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Berbasis Behavioral Finance Dachlan, Rudy Syafariansyah; Wahyuti, Sri; Abbas, Muhammad Astri Yulidar; Setiawati, Erni; Lathif, Naufal Yumna
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 15 No. 1 (2026): Maret (In Press)
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v15i1.3931

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan dan penggunaan sistem pembayaran digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa yang cenderung lebih adaptif terhadap inovasi finansial. Dalam perspektif behavioral finance, kemudahan transaksi digital dapat memengaruhi perilaku konsumsi individu, terutama ketika tidak diimbangi dengan tingkat literasi dan pengelolaan keuangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, penggunaan digital payment, dan pengelolaan keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pengelolaan keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, sedangkan penggunaan digital payment berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi dan kemampuan pengelolaan keuangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan kecenderungan konsumtif di era transaksi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian behavioral finance, khususnya dalam memahami dinamika perilaku konsumsi mahasiswa di tengah transformasi sistem pembayaran digital.