Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JIF

Incentive Spirometry dan Chest Therapy Efektif Dalam Mengurangi Kekambuhan Pada Kondisi Asma Bronkial Diki Ananda; Nova Relida Samosir
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Fisioterapi (JIF)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.889 KB) | DOI: 10.36341/jif.v3i2.1441

Abstract

Latar Belakang: Asma bronchial merupakan penyakit respiratorik yang ditandai inflamasi kroniks aluran napas yang melibatkan bermacam sel inflamasi dan mediator yang saling berinteraksi sehingga menghasilkan perubahan fisiologis dan struktur jalan napas. Prevalensi kasus asmadi Indonesia berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan bahwa umur 25-34 tahun mempunyai prevalensi asma tertinggi sebesar 5,7% dan umur <1 tahun memiliki prevalensi asma terendah sebesar 1,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian Incentive Spirometry dan Chest Therapy untuk mengurangi gejala kekambuhan yang diukur dengan Asthma Control Test dan Incentive Spirometry. Metode penelitian adalah studi kasus yang disajikan dalam bentuk narasi deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari satu sampel Asma bronchial dengan derajat persisten sedang yang memenuhi kriteria sampel/ penelitian ini dilakukan 16 kali terapi dimulai pada tanggal 04 februari 2020 s/d 02april 2020 di Laboratorium Manual Terapi I DIII Fisioterapi Universitas Abdurrab. Hasil: Evaluasi dengan menggunakan Asthma Control Test didapatkan hasil adanya penurunan gejal akekambuhan dan peningkatan kontrol asma dari skor 16 (asmatidakterkontrol) menjadi skor 22 (asma terkontrol sebagian). Kesimpulan studi kasus penggunaan modalitas Incentive spirometry dan Chest therapy didapatkan hasil bahwasanya terjadi penurunan gejala kekambuhan dan peningkatan nilai force vital capacity (FVC) dan force expired volume in one second (FEV¹) pada fungsi paru-paru. Kata kunci :Asma bronchial persisten sedang, Incentive Spirometry, Chest therapy, Postural Drainage, Tapotement, Asthma Control test (ACT)
Peranan Fisioterapi pada Kasus Hallux Valgus (Bunion) dengan Intervensi NMT dan Strengthening untuk Mengurangi Nyeri Ismaningsih Ismaningsih; Nova Relida Samosir; Maulidya Maulidya
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 4 No 01 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.523 KB) | DOI: 10.36341/jif.v4i01.1733

Abstract

Background Hallux valgus (HV), also known as bunion is one of the most common foot deformities. It manifests with the proximal phalanx deviating laterally and the first metatarsal head deviating medially, usually due to adduction of the first metatarsus, called the metatarsus primus varus. The deformity is sometimes red in color and very painful to daily activities. If identified and treated properly the symptoms will improve. The exact etiology is not fully understood. It tends to occur more frequently in women and those who wear shoes or tight heels, hallux valgus is found in 58% of women and 25% of men. HV deformities can usually be diagnosed by physical examination. This deformity is sometimes red in color and painfully interferes with daily activities. If identified and treated properly the symptoms will improve. The aim of this study was to determine the effect of neuromuscular taping intervention and strengthening exercise on pain reduction. The Research Method is a literature study consisting of sources -the research source used the final evaluation, namely the Visual Analogue Scale (VAS). The results in the literature study showed a reduction in pain after neuromuscular taping and strengthening exercises. From this literature study it can be concluded that the intervention of neuromuscular taping and strengthening exercise is effective in reducing pain. , increases the strength of M. Abductor hallucis muscles as well as reduces the hallux valgus angle.
CASE STUDY: SPRAIN ANKLE FASE AKUT DENGAN PENERAPAN MANUAL LYMPHATIC DRAINAGE MASSAGE DAN NEUROMUSCULAR TAPING UNTUK MENGURANGI NYERI DAN OEDEM Rizal, Yose; Samosir, Nova Relida
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4429

Abstract

Lateral Sprain Ankle merupakan cedera yang terjadi karena penguluruan berlebihan (overstretching dan hypermobility) atau trauma pada ligamen kompleks lateral, oleh adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba ketika sedang berolahraga, aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Penelitian ini menggunakan metode Case Study. Sampel penelitian ini adalah seorang pria usia 16 tahun yang diberikan intervensi fisioterapi berupa kombinasi Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) yang dilakukan di Klinik ADA Physiotherapy Pekanbaru dengan tindakan fisioterapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu. Nilai nyeri diukur dengan Visual Analog Scale (VAS), sementara untuk bengkak diukur dengan menggunakan pita ukur (meterline). Setelah 6 kali terapi didapati adanya pengurangan nilai nyeri dari 7 menjadi 3 skala Visual Analog Scale (VAS), lingkar bengkak dari 54,8 cm menjadi 53,2 cm dengan teknik Figure of Eight. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Manual Lymphatic Drainage Massage dan Neuromuscular Taping (NMT) dapat mengurangi nyeri dan bengkak pada kondisi Lateral Sprain Ankle.