Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

"ATTACK MOSQUITOES" DEMAM BERDARAH MASYARAKAT DESA NGAMPEL KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO Akbar Khayudin, Bayu; Fitria Kurniati, Mei; Kristian Julianto, Errix; Ardianti, Ikha; Efendi, Yusuf
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tanda gejala meliputi demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet (rumple lead) positif, bintik merah di kulit (petekie), mimisan, gusi, berdarah dan lain sebagainya. Pada tahun 2020 terdapat penurunan yaitu 78 kasus dan 1 meninggal dunia. Manajemen pengendalian vektor secara umum yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor. Mengingat obat dan untuk mencegah virus Dengue hingga saat ini belum tersedia, maka cara utama yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan pengendalian vector penular (Aedes aegypti). Pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk intervensi dan inovasi dalam mendorong masyarakat agar siap bermitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri. Kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh orang awam. Masyarakat sehat dan cerdas adalah dampak yang diharapkan terwujud dengan di lakukannya program PerSaga secara terus menerus. Dalam hal ini masyarakat akan diberikan program inovasi untuk mencegah perkembang biakan nyamuk di rumah. Program ini dinamakan Ovitrap, yang merupakan jebakan nyamuk yang digunakan dengan alat dan bahan yang sederhana. Dengan inovasi ini diharapkan akan dapat mencegah terjadinya penyakit DBD di desa Ngampel, Kapas, Bojonegoro. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Keluarga yang didampingi sejumlah 11 keluarga binaan. Pelaksanaan pendampingan akan dilaksanakan berdasarkan POA (Planning Of Action) yang telah dibuat. Dosen bersama mahasiswa akan mengunjungi keluarga binaan sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati sebelumnya. Pendampingan keluarga yang dilakukan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana mampu melakukan perawatan diri terutama pada lingkup keluarga. Dalam hal ini adalah pencegahan penyakit demam berdarah yang ada di Kota Bojonegoro dengan metode ovitrap. Sehingga keluarga memahami tentang kebutuhan dan kemampuan meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan melakukan pencegahan pada penyakit.
BUDAYA YANG DIMILIKI IBU SAAT HAMIL, MENYUSUI DAN MERAWAT BALITA STUNTING Ardianti, Ikha
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA - Suplement
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i1.271

Abstract

Banyak faktor yang memengaruhi status gizi anak. Budaya merupakan salah satu faktor tidak langsung yang memengaruhi status gizi anak. Pada masa kehamilan, pasca proses persalinan, serta dalam pengasuhan balita, perilaku ibu sangat dipengaruhi oleh budaya, tradisi, atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat seperti pantangan makan, dan pola makan yang salah dapat mengakibatkan munculnya masalah gizi terutama bagi balita. Hal ini dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian yaitu mengetahui Mengetahui budaya yang dimiliki ibu hamil, menyusui dan merawat balita dengan Stunting di Desa Sumberagung, kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian menggunakan metode korelasi dengan pendekatan retrospektif dan analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang terdaftar di posyandu 01 Desa Sumberagung, kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sample dalam penelitian ini berjumlah 7 informan, dengan tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019-Februari 2020. Hasil penelitian dianalisis menggunakan tehnik analisis kualitatif deskriptif. Hasil Penelitian ini diketahui 3 tema. Tema (1); Budaya ibu saat hamil; memiliki pantangan makanan yaitu ikan, biasa mengkonsumsi jamu udekan, gemar mengkonsumsi makanan mengandung pengawet, mengkonsumsi obat tanpa resep dokter, minum minyak kelapa. (2)Budaya saat menyusui; memberikan sufor pada bayi <6 bulan, memiliki pantangan makanan telur, ikan, daging dan ayam, pemberian makanan prelaktal. (3) Budaya saat merawat balita; sering memberikan makanan instan pada anak, memberikan obat pada anak tanpa resep dokter, memberikan ramuan jamu-jamuan yang dibuat sendiri, menu makanan anak tidak mengandung semua unsur zat gizi yang dibutuhkan. Budaya pantangan makan pada ibu saat hamil dan menyusui berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Kepercayaan pantangan makan yang sangat ketat dapat mengganggu pertumbuhan janin. Gangguan gizi selama kehamilan dapat mengakibatkan bayi prematur, dan berat badan lahir rendah. Bayi dengan berat badan lahir rendah berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas janin dan neonatal, gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan kognitif dan penyakit kronis di kehidupan yang akan datang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

ABSTRAK Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri. Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN NORMA AGAMA DAN NORMA KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Ardianti, Ikha; Kristian Julianto, Errix
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.340

Abstract

ABSTRAK Degenerasi nilai dan norma di era digitalisasi yang mengglobalisasi memiliki dampak negatif yang sulit dibendung. Khususnya yang berkaitan dengan perilaku seksual pada remaja yang berujung aborsi, bunuh diri bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh remaja pasangannya. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara tingkat pendidikan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-September 2023 di desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Penelitian menggunakan design korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 remaja. Teknik sampling menggunakan metode nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Proses Analisa data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian ini, setelah dianalisis menggunakan uji Spearman rho menunjukan hasil nilai P- value pada kolom sig (2 tailed ) didapatkan nilai 0.002 lebih kecil dari level of significant ? 0,05 ( 0,002 < 0,05 ). Sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara Pengetahuan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seksual pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, dalam menerapkan norma-norma keluarga orangtua harus memberikan penjelasan sehingga anak paham dampaknya dan kenapa harus mematuhi norma-norma dalam keluarga yang telah ditetapkan. Pada saat anak bertumbuh menjadi remaja, orangtua memposisikan diri untuk memahami perubahan hormonal dan ketertarikan remaja pada lawan jenis sehingga remaja lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan masalahnya pada orangtua.
ANTI STRESS BRAIN GYM THERAPY Al Faqih, Mohamad Roni; Ardianti, Ikha; Julianto, Errix Kristian; Nurfitriani, Yuzita
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dan isu kesehatan mental hingga saat ini masih menjadi suatu hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal kesehatan mental merupakan bagian terpenting untuk kondisi kesehatan seseorang. Masa remaja merupakan masa yang unik dan formatif. World Health Organization menyatakan bahwa secara global, diperkirakan 1 dari 7 (14%) anak usia 10–19 tahun mengalami kondisi kesehatan mental. Faktor risiko bunuh diri mempunyai banyak aspek, termasuk penggunaan alkohol yang berbahaya, pelecehan di masa kanak-kanak, stigma terhadap pencarian bantuan, hambatan dalam mengakses layanan kesehatan dan akses terhadap sarana untuk bunuh diri. Kasus bunuh diri dari sejumlah remaja yang terjadi sepanjang tahun 2023 ini meningkat. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari kunjungan pertama melaksanakan pengkajian terkait status keluarga dan mengisi kuisioner tentang Mental Health Screening (Skrining Kesehatan Jiwa). Hal tersebut merupakan salah satu upaya tim PkM dalam membantu meminimalisir tingkat stress pada remaja atau sasaran program. Pertemuan ke-lima yaitu mengimplementasikan hasil pengkajian Kesehatan Jiwa yaitu dengan kegiatan Brain Gym untuk meminimalisir tingkat stress remaja. Pertemuan terakhir yaitu mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan terkait keberhasilan kegiatan. Pelaksanaan pendampingan keluarga ini untuk mengetahui sejauh mana keluarga dalam menangani permasalahan kesehatan yang ada. Dalam hal ini salah satu masalah yang dimaksud adalah terkait dengan kondisi psikologi pada remaja. Sehingga tim PkM memberikan intervensi berupa Brain Gym Therapy untuk membantu mengatasi tingkat stress.
Studi Fenomenologi Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Autis Di Sdlb Sumbang 3 Bojonegoro Ardianti, Ikha; Bayu Akbar Khayudin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Autisme merupakan ganguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial dan afek, komunikasi verbal (bahasa) dan non–verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup interest (minat), dan kognitif. Yayasan Autis Indonesia tahun 2010 memperoleh indikator peningkatan jumlah anak autis yang diperoleh dari catatan praktek dokter yang dari menangani 3-5 pasien baru per tahun, kini menangani 3 pasien baru setiap hari. Salah satu hal yang membantu keberhasilan dalam melakukan penanganan pada penyandang autis adalah kesiapan dari orang tua si anak untuk menerima keadaan anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk sikap penerimaan orang tua terhadap anak autis di SDLB Sumbang 3 Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sampel diambil menggunakan tehnik snow ball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bentuk – bentuk sikap penerimaan orang tua terhadap anak autis meliputi keluhan (grief), perasaan bersalah (guilt), kemarahan (anger) dan menerima (acceptance). Kata kunci: Autis, sikap penerimaan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN NORMA AGAMA DAN NORMA KELUARGA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Ardianti, Ikha; Kristian Julianto, Errix
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.340

Abstract

ABSTRAK Degenerasi nilai dan norma di era digitalisasi yang mengglobalisasi memiliki dampak negatif yang sulit dibendung. Khususnya yang berkaitan dengan perilaku seksual pada remaja yang berujung aborsi, bunuh diri bahkan pembunuhan yang dilakukan oleh remaja pasangannya. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi atau hubungan antara tingkat pendidikan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-September 2023 di desa Bulu Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Penelitian menggunakan design korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 remaja. Teknik sampling menggunakan metode nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Proses Analisa data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian ini, setelah dianalisis menggunakan uji Spearman rho menunjukan hasil nilai P- value pada kolom sig (2 tailed ) didapatkan nilai 0.002 lebih kecil dari level of significant ? 0,05 ( 0,002 < 0,05 ). Sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara Pengetahuan, norma agama dan norma keluarga dengan perilaku seksual pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, dalam menerapkan norma-norma keluarga orangtua harus memberikan penjelasan sehingga anak paham dampaknya dan kenapa harus mematuhi norma-norma dalam keluarga yang telah ditetapkan. Pada saat anak bertumbuh menjadi remaja, orangtua memposisikan diri untuk memahami perubahan hormonal dan ketertarikan remaja pada lawan jenis sehingga remaja lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan masalahnya pada orangtua.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri.  Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
INDIKATOR KINERJA UTAMA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PENGAKUAN INTEGRITAS DAN DAYA SAING LULUSAN PADA PRODI KEBIDANAN DAN ILMU KEPERAWATAN PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN ISTEK ICSADA BOJONEGORO Jariyatin, Nurul; Bisri, Hasan; Ardianti, Ikha
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/fbs2yp10

Abstract

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan instrumen strategis untuk mengukur keberhasilan perguruan tinggi dalam mencapai sasaran pengakuan integritas dan daya saing lulusan. Penelitian ini berfokus pada penerapan IKU di Program Studi Kebidanan dan Ilmu Keperawatan Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pengakuan profesional, dan daya saing global lulusan. Metode penelitian diskriptif kuantitatif. dengan megukur penilian kinerja ini menggunkan tahapan dari Renstra yang dijabarkan kedalam rencana kerja dan anggaran tahunan pada masing-masing kegiatan Tri Darma yang sesuai dengan visi dan misi yang diukur dengan base line dan capaian pada setiap tahun akademik. Dalam tahapan pengukuran tersebut menggunakan quisener atau alat ukur yang akunatabel pada tiap tahapan pengukurannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi IKU mendorong peningkatan kualitas kurikulum, penyelenggaraan program magang di institusi kesehatan terkemuka, dan pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan mitra menjadi salah satu faktor pendukung daya saing lulusan di tingkat global. Pendekatan integratif antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat juga berperan dalam membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam dunia kerja.