Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENCEGAHAN KEJADIAN HIPOTENSI PASCA ANESTESI SPINAL PADA PEMBEDAHAN SEKSIO SESAREA Djari, Tesalonica Oryza Sativa; Artawan, I Made; Woda, Rahel Rara; Sihotang, Jojor; Riwu, Magdarita
Cendana Medical Journal Vol 9 No 1 (2021): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.813 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v9i1.4938

Abstract

Seksio caesarea adalah tindakan pembedahan melalui insisi dinding abdomen dan uterus. Pembedahan seksio sesarea difasilitasi dengan anestesi spinal, salah satu komplikasi dari anestesi spinal adalah hipotensi. Pengobatan untuk mencapai stabilitas hemodinamika selama anestesi spinal menjadi salah satu tantangan dalam anestesiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencegahan apa saja yang dilakukan untuk mengurangi hipotensi pasca anestesi spinal. Metodelogi penelitian literature review dengan metode pencarian menggunakan situs literatur jurnal yang terakreditasi. Jenis penelitian randomizes controlled trial, subyek pasien seksio sesarea. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi 2015-2020. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan vasopressor fenilefrin mengurangi hipotensi, insiden hipotensi secara signifikan lebih tinggi pada preload dibandingkan co-loading (
HUBUNGAN VAKSINASI COVID-19 DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA PASCA VAKSINASI DI PANTISOSIAL BUDI AGUNG KOTA KUPANG Jahang, Yohanes Christofel; Sasputra, I Nyoman; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6805

Abstract

Prevalensi dan angka kematian selama pandemic corona virus disease 2019 (COVID-19) secara global maupun nasional semakin meningkat setiapharinya sehingga dilakukan berbagai intervensi untuk memutus penyebaran COVID-19 yang salah satunya adalah vaksinasi. Indonesia sendiri membagi bebera pake lompok penerima vaksinasi yang dilihat berdasarkan risiko tinggi terinfeksi COVID-19 salah satunya adalah kelompok lanjut usia (lansia). Berdasarkan hasil survey penerimaan vaksin bahwa terdapat 7,6% masyarakat menolak vaksin karena cemas dengan keamanan dan efektifitas dari vaksin ditambah lagi dengan adanya mutasi dari corona virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan vaksinasi COVID-19 dengan tingkat kecemasan pada lansia pasca vaksinasi di Panti Sosial Budi Agung Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 53 subjek penelitian. Dari hasil uji menggunakan uji chi-square, tidak terdapat hubungan antara vaksinasi COVID-19 dengan tingkat kecemasan lansia pasca vaksinasi dengan nilai p=0,071. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara vaksinasi COVID-19 dengantingkatkecemasanlansiapascavaksinasi di PantiSosial Budi Agung Kota Kupang.
HUBUNGAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA SAAT MASA PANDEMI COVID-19 Bao, Maria Melania Nogo; Rante, Su Djie To; Woda, Rahel Rara; Manafe, Derri Tallo
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6828

Abstract

Stres sering dialami oleh manusia dan menimbulkan gangguan. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa stres menjadi penyakit urutan ke empat (4) di dunia dan lebih dari 350 juta penduduk dunia mengalami stres. Masalah stres kini semakin meningkat karena pandemi COVID-19 (Corona virus disease 2019). Sebagian dari penduduk dunia yang mengalami stres merupakan mahasiswa. Mahasiswa yang tidak dapat mengatasi stres dengan baik dapat berdampak buruk bagi perkuliahannya, sehingga memerlukan perhatian. Olahraga dapat bermanfaat untuk kesehatan mental dan adaptasi terhadap stres karena adanya perubahan kimia di otak setelah berolahraga, dimana neurotransmiter di otak akan meningkat terutama serotonin dan dopamin karena pengaruh sekresi endorfin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Penelitian dilakukan dengan mengisi kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kuesioner kebiasaan berolahraga oleh 138 responden dari angkatan 2017, 2018 dan 2019 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil dari 138 responden, 21 (15.2%) responden memiliki kebiasaan berolahraga dan 117 (84.8%) responden tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Pada tingkat stres terdapat 4 (2.9%) responden mengalami stres sangat berat, 53 (38.4%) responden stres berat, 66 (47.8%) mengalami stres sedang dan 15 (10.9%) mengalami stres ringan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi square diperoleh hasil p=0.272 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana saat masa pandemi COVID-19
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Charina, Maria Selviana; Sagita, Sidarta; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6829

Abstract

Gizi merupakan faktor terpenting dalam indikator kesehatan manusia terutama pada masa anak-anak dan remaja. Ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh (intake) dengan kebutuhan zat gizi untuk metabolisme tubuh akan mempengaruhi keadaan status gizi. Masalah gizi pada mahasiswa, tidak boleh dianggap sepele karena mempengaruhi produktivitas mahasiswa, hal ini tentu berkaitan dengan peran mahasiswa kedokteran sebagai calon dokter dalam promosi kesehatan terutama di masa pandemi sekarang ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan semi-quantitative food frequency questionnaire . Jumlah sampel 158 orang dari angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat 99 (62,6%) responden memiliki pengetahuan gizi cukup. Pola konsumsi baik sebanyak 64 (40,5%) responden, sedangkan pola konsumsi kurang baik sebanyak 94 (59,4%%) responden. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu sebanyak 123(77,8%). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana.
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Perubahan Fisik pada Masa Pubertas dengan Tingkat Stres Remaja Putri di SMP Negeri 10 Kupang Toumeluk, Ega Monica; Soegianto, Sugi Deny P.; Woda, Rahel Rara; Legoh, Dickson
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10718

Abstract

Background : Physical changes are certain things that will be faced when individuals reach adolescence. This phase causes feelings from fear, shame, anxiety, to psychological stress, especially in adolescent girls when they first face menstruation. Adolescent knowledge related to these physical changes is thought to affect the stress level of adolescents. Objective : To determine the relationship between knowledge about physical changes during puberty and the stress level of adolescent girls at SMP Negeri 10 Kupang. Methods : An observational analytic study with a cross sectional design involving 108 respondents which was carried out at SMP Negeri 10 Kupang, East Nusa Tenggara in August 2022. The research data was obtained through a Questionnaire Level of Knowledge of Physical Changes and DASS 42. Results : From 108 respondents, it was found that 50% of respondents had suffiicient knowledge about physical changes during puberty and 50,9% of respondents did not experience stress. The results of the analysis showed that there was a relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty and stress levels (p < 0,02). Conclusion : There is a relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with stress levels.
Hubungan Konsumsi Makanan Berserat dengan Pola Defekasi pada Siswa SMA Negeri 1 Taebenu Fahri, Rifka Annisa; Wungouw, Herman Pieter Pieter Louis; Woda, Rahel Rara; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus
Cendana Medical Journal Vol 11 No 1 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i1.10719

Abstract

Latar Belakang : Serat merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat, memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus manusia serta mengalami fermentasi sebagian atau keseluruhan di usus besar. Sumber serat paling mudah ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan. Salah satu fungsi serat adalah menyehatkan saluran cerna, Hal ini mendorong konsumsi serat makanan menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi karena serat dapat membantu memelihara kesehatan. Kebutuhan serat yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk remaja usia 16-18 tahun adalah 29 g/hari sampai 37 g/hari. Asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi, dapat mempengaruhi pola defekasi. Apabila konsumsi serat dalam makanan tidak terpenuhi maka akan menimbulkan gangguan di saluran pencernaan yaitu konstipasi. Pada usia remaja, dapat terjadi konstipasi, salah satu penyebab dikarenakan pola makan remaja yaitu kurang serat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara konsumsi makanan berserat dengan pola defekasi pada Siswa SMAN 1 Taebenu. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang. Pengumpulan data konsumsi serat menggunakan Formulir Food Recall 24 jam di ambil 2 hari tidak berturut-turut dan pola defekasi menggunakan kuesioner catatan pola defekasi disertai bristol stool chart untuk analisis data yang digunakan uji korelasi Rank Spearman’s Hasil : Dari hasil uji menggunakan uji korelasi Rank Spearman’s , terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan konsistensi feses atau p<0,05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan frekuensi defekasi dan nyeri saat defekasi atau p>0,05 Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan konsistensi feses tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan frekuensi defekasi dan nyeri saat defekasi
Uji Potensi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Bahan Aktif Hand Sanitizer Alami Thaal, Mario Bernardo; Pakan, Prisca Deviani; Woda, Rahel Rara
Cendana Medical Journal Vol 11 No 2 (2023): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v11i2.13917

Abstract

Abstract Background: Antiseptic hand sanitizers can prevent the transmission of infectious diseases. Antiseptic hand sanitizer consists of alcohol and synthetic chemicals which are relatively expensive. It is necessary to look for antiseptics from natural ingredients as active ingredients in hand sanitizers which are relatively cheaper, safe, effective and easily available to all levels of society. One of the plants cultivated as a medicinal plant is the Moringa oleifera. Objective: This research was conducted to determine the potential of Moringa oleifera leaf extract as an active ingredient in natural hand sanitizers. Methods : The type of research used is true experimental design with posttest only control group design. The treatment group in the study consisted of positive control for alcohol-based hand sanitizer, negative control for sterile aquadest, and a group of moringa oleifera leaf extract concentrations of 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5%, 1% with 3 repetitions for each group against Staphylococcus aureus and Escherichia coli test bacteria. Data analysis used the One Way Anova statistical test with a confidence degree of 95%. Results : Based on the results of testing the antibacterial potential of Moringa oleifera leaf extract against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli showed that the extracts had antibacterial potential. One Way Anova test analysis showed that the value of p = 0.000 was smaller than α = 0.05 which means that there is a significant difference in the mean diameter of the inhibition zone between the treatment groups. Conclusions : Moringa oleifera leaf extracts have the potential as an active ingredient in natural hand sanitizers.
PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK INSTALASI AIR BERSIH SISTEM HIDROSTATIK BAGI RUKUN WARGA BERISIKO BALITA STUNTING DI DESA KUALIN, KABUPATEN TTS Lada, Christina Olly; Woda, Rahel Rara; Lidia, Kartini; Johannis, Amanda Jelita Eka Riani
Jurnal Media Tropika Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Media Tropika
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mediatropika.v5i2.23855

Abstract

Water is a basic human need and access to clean water will improve a person’s health. However, some communities have limited access to clean water. Difficulty in obtaining clean water will increase the risk of infectious disease transmission and reduce the food security of families and communities, especially in rural areas. These two things certainly increase the risk of stunting in children. This is also a problem in Kualin Village. Therefore, Kualin Village became a Community Service Intervention Village particularly in providing clean water. The activity was carried out in Hamlet 4, Kualin Village, South Central Timor Regency with involvement of participants such as Kualin Village residents, JPM staff and experts, and from FKKH Undana lecturers. The IbM project was divided into few stages, began with an initial survey to determine the initial condition of the damaged water network. Subsequently, a follow-up survey was carried out to determine and calculate the analysis of equipment and tools requirements related to the damaged water network. This activity was preceded by community outreach to inform the position and location of the damaged plumbing system and repair plans. The survey results were then used as standards for improving and implementing clean water installations. After the water installation was repaired, a trial of its use was carried out, which was then followed by the formation of a work team and water committee comprised of the officials and residents of Kualin Village to ensure the continuity of this project, which is expected to improve the well-being and health of Kualin Village residents
Effect of turmeric (Curcuma longa L.) extract on gastric histopathology of diclofenac sodium-induced rats Lie, Melania; Amat, Anita Lidesna Shinta; Woda, Rahel Rara; Lidia, Kartini
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2025): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.210

Abstract

Background: Prolonged use of diclofenac sodium can cause gastric mucosal damage through cyclooxygenase inhibition and oxidative stress. Turmeric (Curcuma longa L.) contains curcumin and other bioactive compounds with potential gastroprotective properties. Objective: To determine the dose-dependent gastroprotective effect of turmeric extract against diclofenac sodium-induced gastric mucosal injury in rats. Methods: This experimental study used 28 male Sprague-Dawley rats randomly allocated into four groups (n=7): normal control, negative control (diclofenac 10 mg/kgBW for 7 days), and two treatment groups receiving turmeric extract at 100 mg/kgBW (P1) or 200 mg/kgBW (P2) for 14 days following diclofenac induction. Gastric tissues were evaluated histopathologically using a qualitative description. Results: The negative control group showed severe erosion and inflammatory infiltration. Both treatment groups demonstrated gastroprotective effects with minimal epithelial damage and no inflammatory changes. The 200 mg/kgBW dose showed superior protection compared to 100 mg/kgBW. Conclusion: Turmeric extract provides dose-dependent gastroprotection against diclofenac-induced gastric injury, with 200 mg/kgBW demonstrating superior efficacy.