Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI PADA BALITA WAST (WASTING– STUNTING) DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Ginting, Ignasia Agatha Br; Aulia, Nurhanna Putri; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2025): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan zat gizi dan penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan secara langsung dengan stunting dan wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kecukupan asupan zat gizi makro dan kejadian penyakit infeksi pada balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting) di Kota Semarang. Studi analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Subjek dipilih dengan metode consecutive sampling sebanyak 72 subjek yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu normal, stunting, wasting, dan WaSt (Wasting-Stunting). Analisis perbedaan dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis (data tidak berdistribusi normal) dengan uji lanjutan Mann-Whitney, tingkat kepercayaan 95% dan hasil signifikan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kecukupan asupan zat gizi meliputi energi, protein, lemak, dan karbohidrat (p < 0,001) dan kejadian penyakit infeksi (p = 0,007) antara kelompok balita dengan dan tanpa WaSt (Wasting-Stunting). Kecukupan asupan energi kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok stunting dan normal. Kecukupan asupan protein kelompok WaSt (Wasting-Stunting) berbeda dengan kelompok wasting. Kejadian penyakit infeksi pada kelompok WaSt lebih tinggi dibandingkan kelompok wasting, stunting dan normal (secara berturut-turut sebesar 38,9%; 16,7%; 5,6%; dan 0%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok WaSt mempunyai riwayat kejadian penyakit infeksi dan kecukupan asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak, dan karbohidrat) yang berbeda dengan kelompok lainnya.  
Analisis Prediksi Body Roundness Index untuk Prediabetes pada Orang Dewasa di Indonesia: Assessing the Predictive Accuracy of the Body Roundness Index for Prediabetes in Indonesian Adults Pramono, Adriyan; Nursari, Elia Nawang; Dieny, Fillah Fithra; Kurniawati, Dewi Marfu'ah; Rahadiyanti, Ayu
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.689-697

Abstract

Background: Anthropometric measurements for identifying body fat could be used to screen individuals with prediabetic risk. Objectives: To evaluate and compare the diagnostic accuracy of body roundness index (BRI), conicity index (C-index), body mass index (BMI), waist circumference, and waist-to-height ratio (WHtR) as predictors of prediabetes in the adult population of Indonesia. Methods: This study employs a cross-sectional design and uses secondary data from the Baseline Health Research (Ind: Riskesdas) 2018. As many as 12.327 samples were subjected to descriptive analysis, and the area under the curve (AUC) was utilised to assess the diagnostic potential of anthropometric measures in predicting prediabetes. Results: The five anthropometric parameters have a very weak ability as a prediabetic predictor. The WHtR and BRI (AUCmen=0.571; AUCwomen=0.573) were significantly better than the other anthropometric parameters. In contrast, the C-index values for women (AUCwomen=0.548) were considerably lower than other anthropometric parameters. However, there was no significant difference between the C-index for men (AUCmen=0.560) and the waist circumference (AUC=0.564) and BMI (AUC=0.559) values. Conclusions: The body roundness index has the same ability to predict prediabetes with WHtR, while the C-index in women is weaker than waist circumference and BMI.