Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita santiwi, Agus; Juliana, Diena; Nisma, Nisma
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v5i1.210

Abstract

Pendahuluan : Masa tumbuh kembang balita merupakan periode penting yang berlangsung cepat dan tidak akan terulang. Pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, bahasa, emosi dan sosial, sehingga balita memerlukan gizi yang cukup dan seimbang agar mencapai tumbuh kembang yang optimal. Tujuan : untuk mengetahui status gizi balita dan faktor yang berhubungan di Wilayah Kerja Puskesmas Jungkat. Metode :  Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Jungkat. Adapun teknik pengambilan sample menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 72 balita dengan analisis bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil : penelitian ini menemukan hasil bahwa balita gizi buruk sebesar 12,5 persen, faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah sosial ekonomi meliputi tingkat pendidikan ibu (p=0,007;OR=0,11), pekerjaan ibu (p=0,025;OR=0,025), pendapatan keluarga (p=0,023;OR=7,000) dan pemberian ASI eksklusif (p=0,026;OR=0,18), jarak kelahiran anak (p=0,029;OR=5,31), jumlah anak (p=0,004;OR=0,072). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosial ekonomi, ASI eksklusif, jarak kelahiran anak, jumlah  balita dengan status gizi balita.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS FUN AND COMMUNICATIVE LEARNING UNTUK ANAK-ANAK KURANG MAMPU DI KELURAHAN MANNURUKI KOTA MAKASSAR Indira, Fibri; Nisma, Nisma
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v1i3.2737

Abstract

Di era globalisasi ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting. Bahasa Inggris bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga sebagai sarana untuk mengakses berbagai pengetahuan, teknologi, dan informasi dari seluruh dunia. Menguasai bahasa Inggris membuka peluang untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai belahan dunia, memperluas jaringan profesional, serta mempermudah pemahaman terhadap literatur ilmiah yang sebagian besar ditulis dalam bahasa tersebut. Oleh karena itu, belajar bahasa Inggris bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu kebutuhan yang mendesak. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelurahan Mannuruki, rata-rata penguasaan Bahasa Inggris anak remaja disana masih kurang, olehnya itu penulis melakukan pengabdian masyarakat di lokasi ini dengan judul Pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode tertentu bagi anak anak yang kurang mampu di daerah ini. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman Bahasa Inggris bagi anak anakkurang mampu. Selain itu dampak positif yang terlihat adalah meningkatnya rasa percaya diri para guru/tutor dalam mengajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode/strategi pembelajan yang telah diberikan. Disamping itu, hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa pengajaran Bahasa Inggris dapat dilihat dari berbagai aspek, baik dalam hal peningkatan keterampilan bahasa peserta didik maupun dampak positif lainnya yang dirasakan oleh peserta pembelajaran.
Efektifitas Model Terapi Modalitas dan Komplementer Seft terhadap Penurunan Tingkat Stres Pasca Bencana Pada Remaja Penyintas Bencana Gempa Bumi di Ponpes Minhajul Karomah Kabupaten Cianjur Hidayah, Nurul; Florensa, Florensa; Seprian, Dwin; Nisma, Nisma; Fathudin, Yogasliana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13234

Abstract

Bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi, biasanya terjadi dengan cepat dan tanpa peringatan sebelumnya. Gempa yang telah terjadi di Cianjur pada Senin, 21 November 2022 kekuatan 5,6 Magnitudo berdampak merusak, sampai ratusan orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. Cianjur salah satu wilayah di Jawa Barat yang terkena musibah di tahun ini, dan menambah daftar panjang bencana yang terjadi di Jawa Barat pada 2022. Kondisi ini dapat membuat korban bencana menjadi lebih rentan mengalami trauma. Penyitas bencana memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan fisik dan psikologis. Masalah ini dapat terjadi karena terbatasanya sumber-sumber dukungan sosial, material, dan personal. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui efektifitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat stres pasca bencana pada remaja penyintas bencana gempa bumi di Ponpes Minhajul Karomah Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan one group pretest posttest design. Analisa data menggunakan paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi SEFT mampu menurukan tingkat stres pasca bencana remaja penyintas bencana gempa bumi.
Pendampingan Penerapan Model Terapi Modalitas Dan Komplementer Seft (Spiritual Emotional Freedom Tecnique) Dengan Pendekatan Manajemen Stres Hidayah, Nurul; Seprian, Dwin; Nisma, Nisma; Jamil, Nurul; Wati, Kurnia; Fathudin, Yogasliana
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i1.604

Abstract

Bencana merupakan kejadian yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dapat disebabkan oleh faktor alam dan/atau non alam, sehingga timbul korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta, dan dampak psikologis. Penyitas bencana memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan fisik dan psikologis. Masalah ini dapat terjadi karena terbatasanya sumber- sumber dukungan sosial, material, dan personal. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan Tingkat Stres Pada Remaja Penyintas Bencana serta meningkatkan pengetahuan remaja penyintas bencana dalam melakukan terapi modalitas dan komplementer SEFT.Hasil Pre test dengan menggunakan Kessler Psychological Distress Scale menunjukan bahwa 9 dari 15 remaja mengalami stres ringan dengan skore 20-24, dan setelah diberikan pelatihan SEFT menunjukan 15 orang remaja penyintas bencana dapat melakukan terapi SEFT dengan menerapkan 5 kunci yakni Yakin, Khusyu, Ikhlas, Pasrah dan Syukur, hal ini membuktikan bahwa SEFT ini mempunyai peranan dalam mengatasi berbagai masalah fisik maupun psikologis, terutama untuk penurunan trauma pada korban bencana seperti gempa bumi dan hasil pre test dari kegiatan ini dengan menggunakan alat ukur yang sama yakni Kessler Psychological Distress Scale menunjukan 15 orang remaja rata -rata memperoleh skore dibawah 20 yakni tidak mengalami stress setelah melakukan terapi SEFT.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan di Puskesmas Tambelan Sampit Nisma, Nisma; Hidayah, Nurul; Jamil, Nurul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.143 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10478

Abstract

ABSTRACT The morbidity and mortality that occurs in pregnant women is due to a lack of knowledge regarding the causes, effects and management of complications that occur during pregnancy. Lack of knowledge of pregnant women causes mothers to be unable to carry out early detection because they do not recognize the danger signs of pregnancy so that complications of pregnancy are often handled late. This study aims to identify mother's knowledge about early detection of danger signs of pregnancy at the Tambelan Sampit Health Center. This type of research is a type of descriptive research. Sampling in this study using total sampling. Research respondents were pregnant women who checked their pregnancies at the Tambelan Sampit Health Center. The research instrument was a questionnaire regarding the knowledge of pregnant women regarding the detection of danger signs of pregnancy. The results of the study showed that the majority of respondents had sufficient knowledge of 17 respondents (33.3%), had good knowledge of 7 respondents (23.3%) and a small portion had less knowledge of 6 respondents (20%). The conclusion of this study is that the majority of mothers who check their pregnancies at the Tambelan Sampit Health Center have sufficient knowledge about early detection of danger signs of pregnancy.  Keywords: Knowledge, Pregnancy, Early Detection  ABSTRAK Mordibitas dan mortalitas yang terjadi pada ibu hamil disebabkan masih kurangnya pengetahuan mengenai sebab, akibat dan penanggulangan komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil menyebabkan ibu tidak dapat melakukan deteksi dini karena tidak mengenali tanda bahaya kehamilan sehingga seringkali penanganan komplikasi kehamilan terlambat tertangani. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan  di Puskesmas Tambelan Sampit. enis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Pengembilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Responden penelitian adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Tambelan Sampit. Instrument penelitian berupa kuesioner tetang pengetahuan ibu hamil tetang deteksi tanda bahanya kehamilan. Hasil penelitian menujukan responden Sebagian besar berpengetahuan cukup sebanyak 17 responden (33,3%),berpengetahuan baik sebanyak 7 responden (23,3%) dan sebagian kecil berpengetahuan kurang sebanyak 6 responden (20%).Simpulan penelitian ini ialah bebagian besar ibu yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Tambelan Sampit memiliki pengetahuan cukup tetang deteksi dini tanda bahaya kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Kehamilan, Deteksi Dini
Pengalaman Supportive Environtment Dalam Tiap Tahap Recovery Survivor Skizofrenia di Kalimantan Barat Hidayah, Nurul; Rahmawati, Nadia; Nisma, Nisma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13175

Abstract

ABSTRACT The treatment of mental disorders in Indonesia currently still relies on the principle of cure alone as the main therapy. In fact, the causes of mental disorders are multicomplex and do not stand alone, starting from genetic factors, birth conditions, brain injury, trauma, social pressure, and stress can cause mental disorders. Therefore, there is a need for a solution to overcome this disease by empowering patients, through a recovery process with support from those closest to them (supportive environment). Supportive environments have an important role in mental disorders, whether they are the cause of mental disorders or the process of treating and healing individuals or family members who experience mental disorders. The recovery process that patients undergo is not just to recover from illness, but to make the lives of people who experience limitations due to their illness more meaningful. Recovery emphasizes that although individuals cannot control the symptoms of their illness, they can control their lives. This research is to explore the life experiences of supportive environment components in each stage of recovery of schizophrenia survivors in West Kalimantan. This research design uses descriptive qualitative with a descriptive phenomenological approach. The population in the research is the supportive environment component. The number of participants was determined using a purposive sampling technique, namely 6 participants consisting of 4 families who cared for schizophrenia survivors and 2 nurses in charge of social welfare programs at the Community Health Center. Supportive environment experiences were explored through in-depth interviews and data analysis using the Colaizzi method. 3 themes were obtained from the research, namely: 1) Economic and psychological burden on families as caregivers, 2) Lack of knowledge of nurses in carrying out early detection of mental health and 3) Lack of completeness of supporting human health services at Community Health Centers. Keywords: Recovery, Supportive Environment, Schizophrenia Survivor  ABSTRAK Penanganan gangguan jiwa yang ada di Indonesia saat ini masih mengandalkan prinsip cure  saja sebagai terapi utama. Padahal, penyebab gangguan jiwa itu multikompleks tidak berdiri sendiri mulai dari faktor genetis, kondisi para-kelahiran, cedera otak, trauma, tekanan sosial, hingga stres bisa menyebabkan gangguan mental. Oleh sebab itu perlu adanya solusi untuk mengatasi penyakit tersebut dengan cara melakukan pemberdayaan pada pasien, melalui sebuah proses recovery dengan dukungan dari orang terdekat (supportive environtment). Supportive environtment memiliki peranan penting terhadap gangguan jiwa entah menjadi penyebab dari gangguan jiwa ataupun proses pengobatan dan penyembuhan individu atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Proses recovery yang dijalani pasien bukan hanya untuk sekadar pulih dari penyakit, tapi untuk membuat kehidupan orang yang mengalami keterbatasan akibat penyakitnya menjadi lebih berarti. Recovery menekankan bahwa meskipun individu tidak bisa mengontrol gejala penyakitnya tapi mereka bisa mengontrol kehidupan mereka. Penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi pengalaman hidup komponen supportive environtment dalam tiap tahap recovery survivor skizofrenia di Kalimantan Barat. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu komponen supportive environtment. Jumlah partisipan ditentukan  melalui teknik purposive sampling yakni 6 partisipan yang terdiri dari 4 orang keluarga yang merawat survivor skizofrenia  dan 2 orang perawat penanggung jawab program keswa di Puskesmas. Pengalaman supportive environtment digali melalui wawancara mendalam dan analisa data menggunakan metode Colaizzi. Penelitian diperoleh 3 tema yaitu : 1) Beban ekonomi dan psikologis keluarga sebagai caregiver, 2) Kurangnya pengetahuan perawat dalam melakukan deteksi dini Kesehatan jiwa dan 3) Kurangnya kelengkapan penunjang pelayanan keswa di Puskesmas. Kata Kunci: Recovery, Supportive Environtment, Survivor Skizofrenia 
Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia di Bawah Dua Tahun Melalui Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di Puskesmas Telok Melano Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma; Fitriah, Fitriah; Popy, Popy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.809

Abstract

Anak usia di bawah dua tahun merupakan periode emas dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berkembang dengan pesat. Namun masih banyak ibu tidak mengetahui cara menstimulasi anak sehingga anak berpotensi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Minimnya ak­­ses terhadap informasi yang benar dan kurangnya edukasi mengenai pola asuh yang sesuai menjadi hambatan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengabdian ini adalah menggunakan metode edukasi dan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil menunjukkan bahwa hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi terdapat 73,08% yang mempunyai pengetahuan yang baik dan setelah edukasi meningkat menjadi 88,46%. Sedangkan pengetahuan yang kurang dari 7,69% hingga setelah diberikan edukasi tidak ada responden yang masuk dalam kategori pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang terhadap Perkembangan Anak Usia di Bawah Dua Tahun Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma; Popy, Popy
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.430

Abstract

Background: Children under two years old are in a golden age, a time of rapid development. Efforts to achieve optimal development must be balanced with optimal growth and developmental stimulation. However, many mothers still do not know how to stimulate growth and development in children. The role of a mother in providing stimulation to children has a significant influence, so it’s very importand to have a good knownledge to encourage children growth optimally. Objective: The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal knowledge about growth and development with the developmental status of children under two years old. Method: The study design used a cross-sectional. The study was conducted at the Banjar Serasan Community Health Center with a sample of 77 mothers who had children under two years old selected accidental sampling with the inclusion criteria of this study, namely with the inclusion criteria of mothers who had children aged 0-24 months, mothers who attended posyandu activities and were willing to be respondents, while the exclusion criteria were mothers with children with special needs. Data collection used research instruments consisting of a maternal knowledge questionnaire and KPSP. Result: The results of statistical tests using the Spearman Rank test showed that there was a positive relationship between maternal knowledge about growth and development stimulation and the development of children under two years of age with a p value of 0.010 (p<0.05) and a correlation coefficient (R) of 0.292. Conclusion: There was a significant relationship between maternal knowledge and the development of children under two years old.