Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SINGKONG Muhid, Abdul; Yudiarini, Nyoman; Susanti, Ida Ayu Made Dwi; Javandira, Cokorda; Hammad, Rifqi; Zulfikri, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36560

Abstract

Abstrak: Singkong merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Lombok Utara, namun pemanfaatannya masih terbatas dan bernilai tambah rendah. Keterbatasan keterampilan dan inovasi pengolahan menyebabkan potensi singkong belum dimanfaatkan secara optimal Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) ITB Asri di, Lombok Utara dalam mengembangkan diversifikasi produk olahan singkong sebagai upaya peningkatan kemandirian dan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Community Empowerment melalui tahap perencanaan, edukasi, praktik produksi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan kenaikan pre-test dan post-test hingga 46% pada aspek produksi serta 26% pada aspek digital marketing. Beberapa produk unggulan seperti tepung mocaf, keripik singkong, dan brownies singkong berhasil dikembangkan dan diproduksi secara mandiri oleh KWT, didukung oleh pendampingan dalam pengemasan, branding, dan pemanfaatan pemasaran digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan, motivasi kewirausahaan, dan kapasitas ekonomi KWT, sehingga memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan potensi lokal dan penguatan usaha berbasis pangan.Abstract: Cassava is a local food commodity abundant in North Lombok, but its utilization is still limited and has low added value. Limited skills and processing innovations mean that cassava's potential has not been optimally utilized. This community service activity aims to increase the capacity of the ITB Asri Women's Farmers Group (KWT) in Berangan Hamlet, Kayangan Village, North Lombok in developing diversified cassava processed products as an effort to increase independence and the local economy. The implementation method uses a participatory community empowerment approach through the stages of planning, education, production practice, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, with a pre-test and post-test increase of up to 46% in the production aspect and 26% in the digital marketing aspect. Several superior products such as mocaf flour, cassava chips, and cassava brownies were successfully developed and produced independently by the KWT, supported by mentoring in packaging, branding, and the use of digital marketing. Overall, this activity succeeded in increasing the skills, entrepreneurial motivation, and economic capacity of the KWT, thus having a positive impact on utilizing local potential and strengthening food-based businesses. 
Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Budidaya Jamur Tiram melalui Pelatihan Teknologi Smart Mushroom Growing Berbasis Internet of Things di Kampung Tampeng Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Zulfikri, Muhammad; Thonthowi Jauhari, Muhammad; Tanashur, Panji
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2502

Abstract

Budidaya jamur tiram di Kampung Tampeng (Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat) menghadapi masalah ketidakstabilan suhu–kelembapan kumbung, penyiraman manual, serta literasi teknologi yang belum merata pada komunitas Petani Jamur Milenial. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan penerapan Smart Mushroom Growing (SMOG) berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan dan pengendalian lingkungan kumbung secara real-time. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 (sosialisasi manfaat IoT) serta 27–28 Agustus 2024 (pelatihan penerapan IoT dan pendampingan operasional). Evaluasi menggunakan observasi, dokumentasi, pre–post test sederhana, dan kuesioner respons peserta (n=15). Hasil menunjukkan peningkatan produktivitas rata-rata 0,70 menjadi 0,85 kg/baglog (≈21,43%) dan peningkatan pendapatan bulanan mitra dari Rp3,5 juta menjadi Rp4,2 juta (≈20%). Peningkatan pemahaman pengendalian faktor lingkungan kumbung naik dari 6,7% menjadi 100% (N-gain=1,00), disertai efisiensi waktu kerja harian dan meningkatnya kesiapan adopsi teknologi (minat menggunakan IoT: 66,7% “ya”, 33,3% “belum yakin”). Program juga menghasilkan SOP operasional, penunjukan local champion, dan rencana pemeliharaan perangkat sebagai strategi keberlanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi transfer teknologi dengan capacity building mempercepat adopsi IoT dalam budidaya jamur tiram berbasis komunitas.