Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence Sebagai Sumber Belajar Mitigasi Bencana Terhadap Minat dan Motivasi Belajar Siswa Vibonansi, Zahra Syalindri; Banowati, Eva; Findayani, Aprillia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i3.31408

Abstract

Penggunaan artificial intelligence di kalangan siswa menjadi fenomena yang sering dijumpai akibat dari berkembangnya teknologi dan kebiasaan penggunaan gadget. Sementara itu, minat dan motivasi belajar menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh antara penggunaan artificial intelligence sebagai sumber belajar pada materi mitigasi bencana terhadap minat belajar dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendakatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana di mana data didapatkan dari kuesioner dan angket yang disebar ke 136 siswa kelas XI SMAN 2 Ungaran yang mendapat mata pelajaran geografi. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikasi untuk penggunaan artificial intelligence terhadap minat belajar adalah 0,428 dan nilai signifikasi untuk penggunaan artificial intelligence terhadap motivasi belajar adalah 0,836 yang mana kedua nilai tersebut lebih dari 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh antara penggunaan artificial intelligence sebagai sumber belajar pada materi mitigasi bencana terhadap minat belajar dan motivasi belajar siswa.
Analisis Kerentanan Pesisir Di Pantai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang: Analysis of Coastal Vulnerability in Tanjung Lesung Beach, Pandeglang Regency Azzahra, Aura Syifa; Findayani, Aprillia; Tjaturahono Budi Sanjoto; Vina Nurul Husna
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.26738

Abstract

Pantai Tanjung Lesung, sebagai bagian dari KEK pariwisata di Pandeglang, mengalami tekanan lingkungan yang meningkatkan kerentanannya terhadap perubahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah kondisi parameter kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung serta menganalisis bagaimanakah tingkat kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung. Penelitian ini menggunakan metode Coastal Vulnerability Index, dengan 6 parameter utama yakni geomorfologi, kemiringan, perubahan garis pantai, pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut. Analisis dilakukan pada 17 sel dengan total 34 transek menggunakan citra satelit, data sekunder, serta survei lapangan yang diolah melalui SIG dan DSAS. Hasil menunjukkan bahwa nilai CVI berkisar 14,43–39,53 dengan 70% wilayah tergolong rentan hingga sangat rentan. Akresi terjadi di area yang dilindungi struktur seperti revetment dan breakwater, abrasi tetap dominan di zona terbuka seperti tanjung, belakang breakwater, area wisata tanpa vegetasi, dan sekitar dermaga kecil. Faktor oseanografi seperti pasang surut mikro, gelombang 2,28 m, dan kenaikan muka air laut 4,4 mm/tahun turut memperburuk kondisi. Oleh karena itu, strategi zonasi kerentanan, penguatan vegetasi pantai, serta pengendalian pembangunan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.
Penguatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Karangpakis Dalam Menghadapi Risiko Megathrust Melalui Pendekatan Konservasi Ekosistem Hayati, Rahma; Husna, Vina Nurul; Findayani, Aprillia; Nurpratiwi, Hani; Ananta, Radite Rangga; Azzahra, Muzakia; Kamil, Fadillah; Rahardiyan, Moh Rayya Ilham
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 11 (2025): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/z08c9x52

Abstract

Kawasan pesisir Jawa merupakan wilayah yang rentan terhadap ancaman megathrust yang berpotensi menyebabkan gempa bumi dan tsunami. Desa Karangpakis di Kabupaten Cilacap termasuk dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan tinggi sehingga diperlukan upaya untuk penguatan kapasitas masyarakat setempat dalam menghadapi risiki tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan konservasi ekosistem pesisir. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknik penanaman mangrove dan ketapang laut, pengelolaan sampah pesisir, serta simulasi evakuasi berbasis perlindungan alami. Penekatan partisipatif digunakan agar masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat hingga 90% dengan keterlibatan lebih dari 60 orang dalam sosialisasi, serta terealisasinya penanaman 200 bibit ketapang laut yang melebihi target. Selain itu, dibentuknya KMPL menandai adanya kemandirian komunitas dalam menjaga ekosistem sekaligus mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas berbasis konservasi ekosistem dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir tehadap ancaman megathrust secara berkelanjutan.
Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini sebagai Upaya Penurunan Angka Putus Sekolah di SMP Negeri 4 Reban SATAP Kabupaten Batang Findayani, Aprillia; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Putri, Dwi Tiga; Saptarini, Desi Yanuar; Kamil, Fadillah; Azzahra, Muzakia; Rehardiyan, Moh Rayya Ilham; Ananta, Radite Ranggi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.16345

Abstract

Pernikahan usia dini menjadi permasalahan yang banyak terjadi di daerah terutama yang memiliki akses dan fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Jika tidak dicegah, permasalahan ini akan dapat meningkatkan angka putus sekolah serta menimbulkan permasalahan lain yang jauh lebih kompleks seperti kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu dan anak, stunting, hingga kemiskinan. Permasalahan yang dialami oleh mitra dalam tiga tahun terakhir, ada enam siswa di SMP Negeri 4 Reban Satap yang mengundurkan diri karena menikah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja dalam hal ini siswa di SMP Negeri 4 Reban Satap tentang Kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan usia dini. Kegiatan ini terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu edukasi tentang pernikahan usia dini, sosialisasi tentang risiko yang bisa ditimbulkan dari pernikahan usia dini dari segi sosiologi serta kesehatan, serta pemberdayaan siswa untuk bisa berupaya mengatasi masalah tersebut. Dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan dini.
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Ancaman Bencana Banjir di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu Azhari, Azhar; Findayani, Aprillia; Erni Suharini
Geo-Image Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Indramayu Tahun 2019 - 2023, Desa Situraja memiliki risiko bencana banjir yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) memetakan ancaman bencana banjir terhadap permukiman di Desa Situraja; (2) mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja; dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran (mixhed methods) dengan desain penelitian concurrent embedded. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 KK, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Situraja memiliki ancaman bencana banjir dengan klasifikasi rendah, sedang, dan tinggi. Secara keseluruhan, tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Situraja masuk dalam klasifikasi "Hampir Siap" dengan indeks nilai 59. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa pengalaman banjir, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan memiliki nilai Pvalue > 0,05, yang artinya tidak ada hubungan statistik yang signifikan antara faktor-faktor tersebut dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Situraja.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Longsor di Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu Anifahtun; Findayani, Aprillia; Tjahjono, Heri; Hanafi, Fahrudin
Journal of Edugeography Vol. 13 No. 2 (2025): VOL 13 NO 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v13i2.24376

Abstract

Tingkat pendidikan menjadi jalur stategis yang dapat ditempuh oleh masyarakat guna memperbaiki pola pikir dan meningkatkan kesiapsiagaan yang dimilikinya, terutama bagi mereka yang mendiami daerah rawan bencana seperti di Desa Tengklik. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat Desa Tengklik, (2) untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik, dan (3) untuk mengukur pengaruh tingkat pendidikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian berupa cross-sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 118 kepala keluarga. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis deskriptif persentase, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% tingkat pendidikan masyarakat Desa Tengklik termasuk tamatan sekolah dasar. Sementara kesiapsiagaan yang dimiliki masyarakat Desa Tengklik dalam menghadapi bencana longsor tergolong dalam kriteria “siap” dengan nilai indeks sebesar 65%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan persamaan berupa Y = 26,769 + 8,588X dan hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,460. Artinya, terdapat pengaruh tingkat pendidikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor di Desa Tengklik dengan besaran pengaruh 46%.
Micro-Documentary Learning (Mdl): Pengembangan Video Berbasis Microlearning Sebagai Media Komunikasi Risiko Megathrust Bagi Masyarakat Pesisir Khoirul Anwar; Aprillia Findayani; Rahma Hayati; Wahyu Setyaningsih; Ariyani Indrayati; Dian Purbo Utomo; Rakhan Azzurry Yulianto; Nurfinda Ami Safina; Dwi Septiarini Nurfathonah
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.47

Abstract

The threat of a megathrust earthquake in the seismic gap zone of the southern coast of Java demands the strengthening of risk communication that is easily understood, accessible, and remembered by the lay public, including the coastal community of Karangpakis Village, Cilacap Regency. This article aims to develop and present Micro-Documentary Learning (MDL), a conceptual framework for developing short-duration documentary videos that integrate the principles of microlearning, Cognitive Theory of Multimedia Learning, and Disaster Risk Communication for disaster education in coastal communities. The activity was carried out through eight stages: need assessment, risk communication analysis, microlearning design, script development, documentary production, post-production, community dissemination, and reflection, conducted in collaboration with the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) of Singkil Indah Beach, Karangpakis Village. The results indicate that MDL is capable of condensing complex disaster materials into short viewing units with a single clear learning objective, integrated with local narratives such as biogas potential and MSME activities, thereby making mitigation messages more acceptable without causing excessive panic. MDL is positioned as a conceptual framework bridging seismic studies, multimedia learning sciences, and disaster risk communication practices, with the potential for replication in other coastal villages facing similar threats. The main contribution of this article is the introduction of MDL as a media development framework that can be utilized by community service institutions, village governments, and community groups to design contextual and sustainable disaster education videos.
Penguatan Kapasitas Warga Sekolah dalam Mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Inklusif di SLB Negeri Jepon Kabupaten Blora Aprillia Findayani; M Fikri Amrullah; Jamhur
Peduli: Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kapasitas warga sekolah dalam kesiapsiagaan bencana merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi risiko di lingkungan pendidikan. SLB Negeri Jepon Kabupaten Blora merupakan sekolah yang menghadapi tantangan ganda, yaitu risiko bencana banjir yang tinggi serta populasi peserta didik berkebutuhan khusus yang rentan terhadap dampak bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Inklusif. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif, inklusif, dan komprehensif melalui asesmen risiko, sosialisasi, edukasi, serta simulasi kebencanaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, siswa, serta staf sekolah mengenai kesiapsiagaan bencana. Pembentukan satuan tugas SPAB juga memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model dalam implementasi SPAB inklusif bagi sekolah luar biasa lainnya di Indonesia. 
Edukasi “Bencana Longsor” Di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Heri Tjahjono; Fahrudin Hanafi; Aprillia Findayani
Peduli: Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara historis kejadian tanah longsor di Kabupaten Semarang mempunyai frekuensi yang tinggi. Pada tahun 2013 terjadi 44 kali, dan pada tahun 2014 terjadi 123 kali. Kenaikan kejadian longsor selalu diikuti dengan meningkatnya kerugian baik berupa korban jiwa maupun harta benda. Bencana longsor telah terjadi beberapa kali di Desa Banyukuning. Dalam rentang waktu tahun 2012 sampai dengan 2017 telah terjadi bencana longsor 9 kali. Pada tahun 2018 sampai dengan 2021 terjadi bencana longsor 6 kali. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti tahun 2023 menunjukkan bahwa Desa Banyukuning 102,72 Ha wilayahnya termasuk memiliki tingkat bahaya longsor tinggi, 485,84 Ha memiliki tingkat bahaya sedang, dan hanya 283,21 Ha dari wilayahnya memiliki tingkat bahaya longsor rendah. Analisis situasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang bencana longsor masih rendah. Begitu juga kapasitas masyarakat juga masih rendah. Edukasi “bencana longsor” belum pernah diadakan. Padahal hal ini sangat penting guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana longsor. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka dipandang perlu untuk dilaksanakan pengabdian masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bencana longsor, (2) meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana longsor, dan (3) Memberi keterampilan tentang cara mengurangi risiko bencana longsor. Solusi yang ditawarkan adalah melalui Ceramah tentang Pengetahuan bencana longsor dan risiko bencana longsor, Latihan “Simulasi Bencana Longsor” guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, dan mengadakan FGD (Focus Group Discussion). Metode dan pendekatan yang digunakan berupa pendekatan partisipatif, pendekatan kegiatan berbasis masyarakat (dari masyarakat-oleh masyarakat-untuk masyarakat), dan pendekatan komprehensif. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi tentang bencana longsor, tahap pelaksanakan kegiatan FGD dan simulasi bencana longsor. Dengan kegiatan itu diharapkan warga masyarakat akan dapat melakukan mitigasi bencana longsor guna mengurangi kerugian akibat bencana longsor.