Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT DAERAH PENYANGGA TERHADAP FUNGSI EKOLOGI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Firnanda, Edo; Harianto, Sugeng P.; Winarno, Gunardi Djoko; Wulandari, Christine; Dewi, Bainah Sari; Fitriana, Yulia Rahm
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i3.20561

Abstract

Perception significantly influences an individual's behavior towards their environment. An accurate understanding of forest conservation typically leads to a positive attitude toward environmental protection efforts. This relationship suggests that perception shapes attitudes and behaviors, encouraging active participation in forest conservation and ecological protection. In Margomulyo Village, a buffer village of Bukit Barisan Selatan National Park (BBSNP), community perceptions play a critical role in conservation efforts. Understanding these perceptions is vital for assessing awareness of forest sustainability, which is essential for maintaining ecosystem balance. This study aimed to: 1) Evaluate the level of community perception, and 2) Explore the relationship between social characteristics and community perceptions of the ecological function of the BBSNP forest. Research was conducted in Margomulyo Village, Semaka District, Tanggamus Regency, from March to April 2020. Data were collected through direct observation and interviews with 60 respondents selected by purposive sampling, with random sampling applied for respondent selection. Spearman Rank correlation analysis was used to investigate the relationship between social characteristics and perceptions. Results indicated generally high community perceptions of the forest’s ecological function, with environmental aspects rated at 3.8, economic aspects at 3.7, and socio-cultural aspects at 3.5 on the Likert scale. Significant positive correlations were found with age (correlation value of 0.465, significance value of 0.007) and formal education level (correlation value of 0.816, significance value of 0.005).
Penyuluhan Edukasi Mangrove Kepada Siswa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama di Merak Belantung Kalianda Lampung Selatan Dewi, Bainah Sari; Harianto, Sugeng P.; Gayatri, Komang Intan; Tsani, Machya Kartika; Surnayanti, Surnayanti; Takahashi, Tasuku; Fadhila, Safira Cahya
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9902

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran vital bagi ekosistem pesisir, termasuk dalam menjaga keseimbangan ekosistemnya. Habitat unik yang dimiliki ekosistem mangrove yaitu antara daratan dan lautan berfungsi sebagai pelindung garis pandtai dari erosi, menyerap karbon, serta tempat spesies berkembang biak seperti udang, kepiting, dan ikan-ikan kecil. Melihat fungsi hutan mangrove, pengetahuan tentang mangrove bagi siswa SD dan SMP sangat penting sebagai penerus generasi dalam melestarikan mangrove. Penyuluhan hutan mangrove merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan melibatkan mereka dalam konservasi hutan mangrove. Kegiatan ini dilakukan guna menyadarkan siswa pentingnya mangrove. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang mangrove. Pengecekan kesehatan pada guru juga dilakukan dalam pengabdian ini. Metode yang digunakan pada kegiatan adalah ceramah dan diskusi oleh pemateri serta dan pre test dan post test. Hasil menunjukkan bahwa siswa dapat memahami tentang mangrove dengan adanya peningkatan hasil pada post test yaitu pada SD meningkat dari 72,5 menjadi 85,82 dan SMP meningkat dari 74,41 menjadi 89,56. Hasil juga menunjukkan bahwa guru SD memiliki rata-rata gula darah sesaat dan asam urat yang tinggi.
Pelatihan Pembuatan Kuliner Berbahan Dasar Porang Winarno, Gunardi Djoko; Safe’i, Rahmat; Kaskoyo, Hari; Darmawan, Arief; Asmarahman, Ceng; Harianto, Sugeng P.; Wulandari, Christin; Setiawan, Agus; Dewi, Bainah Sari; Riniarti, Melya; Hidayat, Wahyu; Salsabila, Sahda; Fitriana, Yulia Rahma; Hilmanto, Rudi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9905

Abstract

Pemanfaatan porang sebagai bahan dasar kuliner sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas rasa produk. Selama ini porang masih belum digunakan oleh petani walaupun mereka mempunyai bahan umbi porang. Kondisi ini terjadi karena mereka tidak tahu bagaimana pengolahan porang dan meramunya untuk kuliner. Tujuan Pelatihan adalah membangun ketrampilan petani dalam membuat kuliner berbahan dasara porang. Pelatihan dilakukan di Desa Hanura Pesawaran Lampung. Jumlah peserta yang dilatih sebanyak 30 orang yang berasal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari Hanura Pesawaran Lampung. Peran mitra (kelompok tani Sistem Hutan Kerakyatan Lestari adalah penyedia umbi porang yang selama ini tidak dimanfaatkan karena harga umbinya sangat rendah hingga mencapai Rp 2.500. Kelompok tani berharap tanaman porang dapat dikembangkan di areal kelola mereka.  Untuk peningkatan hasil panen diharapkan adanya mesin pengolah umbi porang menjadi glukomanan sehingga nilai jual porang menjadi meningkat melalui pengolahan porang menjadi berbagai kuliner seperti bakso dan mpek-mpek. Para petani diharapkan menjadi pioneer untuk membuat tepung porang dan bakso. Dampak yang akan terjadi adalah petani yang selama ini memiliki tanaman porang menjadi terampil dalam mengolah porang kuliner yang dapat dikonsumsi ataupun di pasarkan. Sehingga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani desa Hanura dan sekitarnya.
Penyuluhan Agrowisata di Desa Hanura Pesawaran Lampung Winarno, Gunardi Djoko; Harianto, Sugeng P.; Safe’i, Rahmat; Darmawan, Arief; Salsabila, Sahda
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2025): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i1.11073

Abstract

Agrowisata sangat penting bagi Desa Hanura sebagai upaya konservasi sekaligus untuk memberikan peluang kerja dan peningkatan perekonomian masyarakat setempat.  Namun pada saat ini masyarakat belum memahami bagaimana potensi kebun dapat dijadikan kegiatan agrowisata.  Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Hanura khususnya Dusun Siliwangi yang sebagian besar masyarakatnya sangat bergantung pada sumber daya perkebunan yang lokasinya berada di Reg. 19 Gunung Betung.  Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek penanaman bibit durian dan porang.  Pada umumnya  mereka sebagian belum memahami dan tidak yakin akan kegiatan tanaman kebun yang dapat dijadikan wisata.  Melalui pengabdian ini akhirnya mereka semua dapat memahami dan yakin pentingnya agrowisata ini untuk masyarakat.
IDENTIFIKASI DAERAH JELAJAH SIAMANG (Symphalangus syndactylus) DI RHINO CAMP RESORT SUKARAJA ATAS, TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Mujahid, Ahmad; Hilmanto, Rudi; Harianto, Sugeng P.; Akbar, Fawwaz
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v4i2.8952

Abstract

TNBBS merupakan aset Nasional yang harus dijaga kelestariannya. Indikator kelestarian hutan tersebut adalah keanekaragaman flora dan fauna baik yang hidup di atas tanah maupun di bawah tanah. Salah satu satwa yang ada di TNBBS adalah Siamang (Symphalangus syndactylus). Alih fungsi lahan dari hutan menjadi kebun banyak dilakukan masyarakat hal ini dikarenakan kurangnya lahan untuk kegiatan pertanian. Kerusakan hutan juga cenderung disertai dengan menurunnya tutupan hutan akibat peralihan fungsi hutan (deforestation), baik untuk pemukiman penduduk maupun untuk perluasan areal pertanian dan Perkebunan. Pola pergerakan Siamang dapat berubah seiring berjalannya waktu tergantung pada ketersediaan sumber pakan, air, perubahan iklim, dan persaingan antar kelompok serta beberapa masalah perubahan habitat. Penelitian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daerah jelajah Siamang di Rhino Camp Sukaraja Atas  TNBBS. Daerah jelajah Siamang dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang ada pada suatu wolayah. Kelompok 1 diketahui memiliki daerah jelajah harian 6564,78 m/hari (Januari), 6830,27 m/hari (Februari), dan 2794,51 m/hari (Maret).
RESPONS PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) Damayanti, Wangga Lasmi; Surnayanti, Surnayanti; Harianto, Sugeng P.; Tsani, Machya Kartika
Journal of People, Forest and Environment Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v5i2.12210

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan kopi yang banyak ditanam di Provinsi Lampung terutama di Tahura Wan Abdul Rachman. Meskipun demikian, limbah kulit kopi mengandung berbagai unsur hara yang dapat ditransformasi menjadi kompos. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari budidaya kopi di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan bibit sengon dan menemukan proporsi campuran yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan pada April hingga September 2025 di rumah kaca Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan campuran kompos dan tanah: M0 (tanah 100%), M1 (tanah 75% + kompos 25%), M2 (tanah 50% + kompos 50%), M3 (tanah 25% + kompos 75%), dan M4 (kompos 100%), masing-masing dengan empat kali pengulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M3 menghasilkan pertumbuhan tertinggi dengan tinggi akhir 52 cm, diameter 5,8 mm, dan 6-8 helai daun, diikuti oleh M1, M2, dan M0. Perlakuan M3 dan M1 telah memenuhi standar SNI 8420:2018 untuk tinggi minimal bibit sengon (35 cm), sementara semua perlakuan melampaui standar diameter minimal (2 mm). Berdasarkan kesimpulan, perlakuan M2 menunjukkan pertumbuhan yang paling stabil pada diameter batang dan jumlah daun, menjadikannya proporsi campuran terbaik untuk mendukung pertumbuhan bibit sengon. Penelitian ini membuktikan bahwa kompos limbah kulit kopi memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan bibit sengon dan dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah organik di kawasan konservasi. Kata kunci: bibit sengon, kompos kulit kopi, media tanam, Paraserianthes falcataria, Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.