Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Namorambe, Deli Serdang: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Namorambe, Deli Serdang Sari Saraswati Purba; Nababan, Agnes Sry Vera
Pena Medika : Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): PENA MEDIKA: JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pmjk.v15i1.5917

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects children's physical growth and cognitive development. Deli Serdang Regency is one of the regencies with the highest prevalence, namely 33.8% in 2023. This study aims to analyze the factors that influence the incidence of stunting in toddlers aged 1–5 years in the Namorambe Health Center working area, Deli Serdang. This study used a cross-sectional design, with a sample of 91 respondents randomly selected from a total population of 1,005 toddlers. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between parenting patterns (p = 0.000), maternal knowledge (p = 0.000), and infectious diseases (p = 0.013) with the incidence of stunting. However, there was no significant relationship between family income and the incidence of stunting. The recommendation is that comprehensive interventions are needed, including nutrition education and improving basic health services, to reduce the incidence of stunting
Faktor resiko kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Moro’o Demitri, Athira; Waruwu, Dirman Wati; Nababan, Agnes Sry Vera; Purba, Tuty Hertaty
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.332

Abstract

Anaemia occurs when haemoglobin levels in the blood fall below the typical 12 g/dl. The lack of iron, folic acid, vitamin B12, or protein can cause anaemia. Anaemia is mainly caused by low erythrocyte production and bleeding. This study aims to determine the risk factors of anaemia among female adolescents at SMAN 2 Moro'o. This study employed observational analytics using a case-control design. The population of this study was female adolescents, with a sample size of 64 respondents consisting of a case group of 32 respondents and a control group of 32 respondents, sampled using random procedures with a simple random sampling approach. The data was analysed using univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test and odds ratio. The results showed that there was a risk of knowledge p-value = 0.020 and OR 4.048, iron intake p-value = 0.016 < 0.05 and OR 12.130, menstruation p-value = 0.045 < 0.05 and OR 3.215, and obedience Fe tablets consumption p-value = 0.000 < 0.05 and OR 93.000. This research concludes that knowledge, iron intake, menstruation, and obedience to Fe tablets consumption are the risk factors for anaemia among adolescent females at SMAN 2 Moro'o.
Pengaruh EMO DEMO Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Posyandu Rangkaian Melati Yulita, Yulita; Jairani, Eka Nenni; Nababan, Agnes Sry Vera
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 4 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i4.610

Abstract

The problem of stunting does not only occur in Indonesia, but is also a global issue. The high rate of stunting in children under 5 years of age requires serious attention because it can affect their growth and development. Infant and young child feeding practices (PMBA) have great benefits in preventing stunting and supporting optimal growth and development processes. Inappropriate feeding in infants and toddlers can be one of the factors causing growth and development disorders known as stunting. This study aims to determine the effect of infant and young child feeding through emo-demo as an effort to prevent stunting in toddlers. The type of research is a quasi-experiment, with a one-group pretest-posttest design with a sample size of 30 mothers of toddlers. The results showed that there was an increase in the median score of maternal knowledge before and after being given an emo demo with a P-value of 0.000. The conclusion is that there is an effect of the emo demo about MP-ASI on changes in maternal knowledge before and after being given an emo demo at Posyandu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DAN ASUPAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI BADUTA Yulita, Yulita; Jairani, Eka Nenni; Lestari, Wanda; Nababan, Agnes Sry Vera
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v6i2.4058

Abstract

Nutritional deficiencies continue to be a public health issue in Indonesia, particularly in Posyandu Lasoni in Hilizoi Village. Inadequate dietary intake has a severe influence on children if it is not balanced; in the short term, it affects brain development and impairs physical growth, while in the long term, it reduces cognitive capacity and immunity. The study aimed to find out the associated mothers' knowledge of the first 1000 days of life and food intake with toddler nutritional status in Posyandu Lasoni, Hilizoi Village, Gido District, Nias Regency. This research was cross-sectional. Mothers with children aged 6 to 24 months were recruited from Posyandu. Chi-square analysis was used to analyze the data. The results showed that there was a relationship between the mother's knowledge about the first 1000 days of life and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.010 (p <0.05), and there is a relationship between food intake for children under five and the nutritional status of children aged 6-24 months with a p-value = 0.013 (p <0.05). It was to expand the understanding of Posyandu cadres, health professionals should be provided training relating to the first 1000 days of life, and it is intended that mothers with under-five children would seek more health information and be more diligent in participating in Posyandu events every month.
Hubungan Picky Eater Dan Pengetahuan Gizi Terhadap Status Gizi Remaja Di SMP Al-Ihsan Mulia Medan Agnes Sry Vera Nababan; Samaria Daeli; Eka Nenni Jairani; Yulita Yulita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5139

Abstract

Pendahuluan: Status gizi merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan, terutama pada masa remaja yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan pesat. Faktor yang dapat memengaruhi status gizi remaja antara lain perilaku picky eater dan tingkat pengetahuan gizi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara perilaku picky eater dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja di SMP Al-Ihsan Mulia. Metode: menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi remaja (p = 0,031) serta hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi remaja (p = 0,028). Hal ini membuktikan bahwa kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: perilaku picky eater dan pengetahuan gizi memiliki hubungan yang bermakna dengan status gizi remaja. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan gizi melalui edukasi, penyuluhan, serta pembiasaan pola makan beragam dan seimbang sangat diperlukan agar remaja mampu menjaga status gizinya dengan baik.
KARAKTERISTIK FISIK DAN MUTU KIMIA PEMBUATAN COOKIES UBI JALAR KUNING (Ipomea Batatas L) DENGAN PENAMBAHAN JANTUNG PISANG (Musa Paradisiaca) Tuty Hertati Purba; Agnes Sry Vera Nababan; Zumiartati
SCIENTIA JOURNAL Vol. 9 No. 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kekurangan vitamin A diperkirakan menyebabkan 250 juta anak prasekolahmengalami kebutaan dan separuh anak meninggal dalam waktu 12 bulan, serta meningkatkan resikokematian ibu. Ubi jalar dan jantung pisang mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan dansumber vitamin A. Tujuan Peneliti adalah untuk mengetahui minat keluarga dan masyarakat terhadapcookies ubi jalar kuning (Ipomea Batatas L) dengan penambahan jantung pisang (Musa Paradisiaca).Jenis penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak lengkap. Sampel dalam penelitian iniadalah cookies ubi jalar kuning (Ipomea Batatas L) dengan penambahan jantung pisang (MusaParadisiaca). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh mutu fisik cookies terhadap warna, tekstur,rasa, aroma, mutu hedonik warna, cookies. Hasil penelitian juga menunjukkan ada pengaruh mutuhedonik cookies terhadap rasa dan aroma cookies. Hasil ini menyimpulkan bahwa berdasarkan ujiorganoleptic dari penilaian uji hedonic warna, tekstur,rasa dan aroma yaitu cookies F2 denganperbandingan (tepung terigu 20% : ubi jalar kuning 75% : tepung jantung pisang 5%) paling disukaidan terpilih menjadi yang terbaik. Kadar kandungan gizi cookies terbaik adalah kadar air 7,74% ,lemak 35,05% , serat 2,10% , karbohidrat 7,10% , protein 6,30% , abu 4,0643% , dan betakaroten3,7454 mg/g. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar melakukan metode berbeda untuk melihatproduk dengan nilai gizi dan daya terima yang baik, serta melakukan penelitian lebih lanjut tentangpengaruh cookies terhadap penyakit degenerative.
Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Instagram terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja: Studi Intervensi pada Siswa SMA di Kabupaten Simalungun Eka Nenni Jairani; Bella Ramadhona; Winda Sauci; Wanda Lestari; Agnes Sry Vera Nababan; Sari Saraswati Purba
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12698

Abstract

Latar Belakang: Gizi seimbang adalah pola konsumsi pangan harian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh secara optimal dengan memperhatikan keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemeliharaan berat badan normal. Namun, rendahnya pengetahuan dan sikap remaja terhadap konsep gizi seimbang dapat menjadi hambatan dalam penerapan perilaku gizi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang melalui media Instagram terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa remaja di SMA Swasta Budi Luhur Maligas Bayu, Kabupaten Simalungun Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel secara quota sampling. Sampel terdiri dari 25 siswa yang memiliki akun Instagram. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan edukasi gizi seimbang melalui Instagram. Nilai signifikansi (p-value) pada variabel pengetahuan dan sikap masing-masing sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Edukasi gizi seimbang melalui media Instagram efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa di SMA Swasta Budi Luhur Maligas Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun.
Hubungan Pola Makan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Kauko Yulita Yulita; Agnes Sry Vera Nababan; Eka Nenni Jairani; Elda Puput Julriang Zebua
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.239

Abstract

Background : In Indonesia, anaemia is a public health issue that requires attention due to its dietary deficiencies. The low compliance of pregnant women with taking blood supplement pills is one of the reasons of anaemia in pregnant women. Pregnant women's noncompliance with taking blood supplement pills may indicate how severe their anaemia will be. In addition, a poor diet that results in insufficient consumption of foods high in iron is one of the reasons of anaemia during pregnancy. Objective : This study is to ascertain the association between the occurrence of anaemia in pregnant women at the UPTD Public Health Centre in Kauko and diet and adherence to using blood supplement tablets. Mehods : This kind of study used a cross-sectional design and quantitative methodology. 74 pregnant women in all were sampled using this approach. Chi-square analysis was done on the data. Result : At Unit of Kauko Community Health Centre, Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, the study's findings demonstrated a link between food and the prevalence of anaemia in pregnancy, with the chi-square test yielding a value of (p = 0.00). At Kauko Community Health Centre, Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, there was a correlation between the occurrence of anaemia in pregnant women and their adherence to taking blood supplement pills; the chi-square test results yielded a value of (p = 0.00). Conclusion : It was concluded that the incidence of anaemia in pregnant women was correlated with diet and compliance with taking blood supplement pills throughout pregnancy. It was advised that the Kuko Community Health Centre in Gunungsitoli District step up community education, particularly for expectant mothers, on the significance of dietary modifications and the use of blood supplement pills
Uji Organoleptik dan Uji Kimia Cupcake dengan Penambahan Tepung Daun Bangun Bangun dan Tepung Kacang Merah Athira Demitri; Tuty Hertati Purba; Agnes Sry Vera Nababan; Theresia Limbong
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 3 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v4i3.242

Abstract

Latar Belakang: Cupcake merupakan salah satu makanan selingan yang banyak dijumpai di industri makanan. Cupcake pada dasarnya berbahan baku terigu yang dapat dibuat dari beberapa jenis tepung dengan tingkat penggunaan hingga 100%. Produk cupcake yang dikonsumsi sampai saat ini masih memiliki kandungan gizi yang terbatas, sehingga perlu ditambahkan beberapa bahan pangan untuk melengkapi kandungan gizi cupcake. Tujuan: mengetahui pengaruh penambahan tepung daun bangun bangun dan tepung kacang merah terhadap kesukaan panelis, mutu fisik, serta mutu kimia dari cupcake. Metode: menggunakan Eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan sehingga menghasilkan 6 rancangan percobaan. Uji daya terima dilakukan oleh 25 panelis tidak terlatih. Uji mutu kimia dilakukan di Laboratorium Pengembangan Teknologi Kimia Industri Medan. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan Bonferonni. Hasil: Hasil penelitian uji hedonik didapatkan formulasi terbaik yaitu F2 dengan nilai rata-rata sebesar 3,77 dengan kategori suka, dan untuk uji mutu hedonik didapatkan formulasi terbaik yaitu F2 dengan nilai rata-rata sebesar 3,81 dengan kategori warna hijau pekat, aroma daun bangun bangun kuat, rasa manis, dan tekstur lembut. Kandungan gizi cupcake pada formulasi F2 yaitu karbohidrat 287,35 mg/g, protein 2,98%, lemak 11,38%, vitamin A 0,206 mg/g dan kalsium 4,02 mg/g. Kesimpulan: F2 (10 gram tepung daun bangun-bangun dan 10 gram tepung kacang merah merupakan formula terbaik berdasarkan uji hedonik, mutu hedonik dan uji kimia.
Pengaruh Penyuluhan Sarapan Pagi Terhadap Kadar Hemoglobin dan Pengetahuan pada Siswi MAN 2 Aceh Tamiang Agnes Sry Vera Nababan; Wanda Lestari; Eka Nenni Jairani; Yulita Yulita; Wan Indah Salsabila
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 1 No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v1i2.11

Abstract

Female students are at risk for anemia, and one of the reasons of anemia is not having breakfast. Knowledge is one of the variables that impact schoolchildren's breakfast. The study aimed to see how breakfast counseling affects the hemoglobin levels and knowledge of students at MAN 2 Aceh Tamiang. This study was pre-experimental, using a one-group pre-test and post-test design. The Wilcoxon analysis test was used to evaluate the data.According to the Wilcoxon analysis test results, the breakfast counselingvariable on hemoglobin levels has a P value of 0.001, indicating that there was an effect of breakfast counseling on hemoglobin levels, whereas the breakfast counseling variable on knowledge has a p-value of 0.000, indicating that there was no effect of breakfast counseling on knowledge. There is a significant effect between breakfast counseling on hemoglobin levels and knowledge of students at MAN 2 Aceh Tamiang.