Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penerapan Skema Automatic Cell Planning (ACP) untuk Meningkatkan Coverage Area Jaringan 4G-LTE pada Perumahan Bukit Kalibagor Indah Ayuningtyas, Retno Dwi; Praja, Muhammad Panji Kusuma; Romadhona, Shinta; Pradana, Zein Hanni
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i1.1188

Abstract

Peningkatan permintaan akses internet telah menyebabkan perkembangan cepat dari teknologi jaringan 4G LTE. Namun, coverage area jaringan masih terbatas, terutama di daerah perumahan, salah satunya perumahan Bukit Kalibagor Indah,Banyumas. Hal ini diperoleh dari simulasi eksisting yang dilakukan dan didapatkan bahwa setiap nilai Key Performance Indicator (KPI) berupa nilai Received Signal Reference Power (RSRP), Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Throughput masih tergolong buruk. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah optimasi jaringan, salah satunya menggunakan teknik optimasi Automatic Cell Planning (ACP) dengan menggunakan frekuensi 2100 MHz dan Base Transceiver Station (BTS) dengan 3 antena sektoral yang mempunyai nilai azimuth serta tilting yang berbeda. ACP merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan cakupan jaringan dengan mempertimbangkan parameter kunci seperti RSRP, SNR, dan Throughput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ACP skenario 1, nilai RSRP meningkat dari -131,46 dBm menjadi -110,64 dBm, SNR meningkat dari 2,09 dB menjadi 10,35 dB, dan Throughput meningkat dari 6187,74 kbps menjadi 17424,26 kbps. Pada ACP skenario 2, nilai RSRP mencapai -118,64 dBm, SNR mencapai 5,7 dB, dan Throughput mencapai 9190,41 kbps. Sedangkan pada ACP skenario 3, nilai RSRP mencapai -120,09 dBm, SNR mencapai 4,72 dB, dan Throughput mencapai 8346,81 kbps. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan skema ACP secara signifikan meningkatkan cakupan area jaringan 4G-LTE di perumahan Bukit Kalibagor Indah.
pada Chatbot-based Information Service using RASA Open-Source Framework in Prambanan Temple Tourism Object Zein Hanni Pradana; Hanin Nafi'ah; Raditya Artha Rochmanto
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 6 No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.66 KB) | DOI: 10.29207/resti.v6i4.3913

Abstract

The pandemic has caused a shift in the tourism industry's drive towards comprehensive digitization. This approach is used to prevent the spread of the Covid-19 virus. The impact of Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) limiting the mobility of tourists who will vacation in Indonesia causes losses and foreign exchange earnings of the state in the tourism industry sector of 20.7 billion. So, to survive in the current situation, industry players must be able to adapt and rise by providing more effective innovations. This study aims to develop a Question Answering System or a digital question and answer system using a chatbot (ChatterBot). The chatbot is used as an information service provider that can make it easier for tourists who are looking for information about tourist attractions. Chatbot-based information service systems can work 24 hours or all day, reducing the intensity of direct physical contact with officers and saving operational costs. The chatbot implementation is built on the Machine Learning Framework using RASA Open Source with the Python programming language. The knowledge base of the chatbot system is trained based on the FAQ (Frequently Asking Question) dataset with a case study of the Prambanan Temple tourist attraction as a sample of Indonesian tourism. The results of the evaluation and system performance based on data testing obtained the level of model accuracy is 0.91. Furthermore, the weighted average value in the Confusion Matrix produces a precision of 0.97, a recall of 0.94, and an F1-score of 0.95. The training and testing model processes locally using the Visual Studio Code software.
Analisa Performansi Jaringan 5G pada Kondisi Line-of-Sight Menggunakan Frekuensi 3.3 GHz di Sawahan, Surabaya Solichah Larasati Larasati; Khoirun Ni'amah; Zein Hanni Pradana
Journal of Information Technology and Its Utilization Vol 5 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jitu.5.2.4892

Abstract

This research is expected to be the beginning of the initial design for the implementation of 5G technology in Indonesia especially in Area Sawahan, Surabaya based on the coverage area with the frequency of 3.3 GHz. Performance analysis with line-of-sight (LOS) conditions using propagation model urban macro (uMa) according to the recommendation of 3GPP (3rd Generation Partnership Project) TR 38.901. This research based on four scenarios, outdoor-to-outdoor (O2O) for downlink and uplink, and outdoor-to-indoor (O2I) scenario for uplink and downlink. Performance of 5G network simulated using Atoll 3.4 and shown the pathloss values ​​of 105.405 dB for uplink and 101.405 dB for downlink. The performance results in the O2O scenario for the uplink direction require 5 gNodeB and 8 gNodeB in the downlink direction. In the O2I scenario, the uplink direction requires as many as 6 gNodeB and the downlink direction as much as 9 gNodeB. The simulation parameters analyzed in this research are based on the signal strength received by the user (SS-RSRP) and signal quality (SS-SINR). The best result of SS-RSRP in the O2I uplink scenario is -89 dBm and the SS-SINR parameter in the O2O scenario is 0.93 dBm. These results show that in the city of Sawahan a 5G system can be applied.
Pemberdayaan Kader Dalam Penatalaksanaan Tuberculosis Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Kebocoran Netra Wirakhmi, Ikit; Ningrum, Ema Wahyu; Kristianto, Giovanny Bangun; Wahyuningrum, Tenia; Nugroho, Catur; Pradana, Zein Hanni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0md4z211

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Desa Kebocoran, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah dengan prevalensi TBC cukup tinggi dan keterbatasan pemahaman kader posyandu mengenai pencegahan serta penatalaksanaan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TBC melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan menu bergizi berbasis buah melon sebagai potensi pangan lokal. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan, penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik, serta pelatihan praktik pembuatan menu melon. Sebanyak 31 kader TBC mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 88,25 meningkat menjadi 92,16 pada post-test. Kader juga mampu membuat dua menu berbasis melon (smoothies dan pudding) yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan pasien TBC. Program ini mendapat tanggapan positif dari peserta dan pemangku wilayah, meskipun masih diperlukan kolaborasi lanjutan dengan petani lokal untuk penyediaan bahan baku melon secara berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan kader TBC dalam pencegahan serta penatalaksanaan TBC melalui pendekatan edukatif dan inovasi gizi berbasis potensi lokal. Pemberdayaan kader dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.
Desain Dan Implementasi Teknologi Iot Untuk Optimalisasi Budidaya Jamur Enoki Di Lingkungan Perkotaan Husaini, M. Arif; Hanni Pradana, Zein; Aly Afandi, Mas
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur enoki (Flammulina velutipes) merupakantanaman yang termasuk dalam kingdom Fungi, divisiBasidiomycota, kelas Agaricomycetes, ordo Agaricales, danfamili Physalacriaceae. Dalam budidaya Jamur enokiterdapat beberapa fase dimulai dari fase pemijahan dimanamiselium dari bibit yang diinokulasi mulai mengkolonisasisubtrat baru, fase batang tubuh jamur mulai terbentuk, fasepembuahan dan terakhir fase panen. Indonesia memilikikekayaan Sumber daya alam yang besar dan berpotensiuntuk pengembangan budidaya jamur. Namun, potensitersebut masih terhambat oleh kondisi suhu rata-rata diIndonesia yang kurang mendukung, Budidaya jamur enokimemerlukan kondisi lingkungan yang spesifik, yaitu suhurendah dan kelembapan tinggi, yang sering kali menjaditantangan di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Jakarta,sebagai ibu kota Indonesia, memiliki iklim tropis dengan suhuyang relatif tinggi dan kelembapan yang tidak cukup untukmendukung pertumbuhan optimal jamur enoki. Kondisi inimenyebabkan tantangan besar bagi para petani yang inginmembudidayakan jamur enoki di wilayah ini. Dalam prosesbudidayanya, jamur enoki membutuhkan suhu yang idealberkisar antara 10- 16 °C, kelembapan yang tinggi sekitar 90-95%, dan intensitas cahaya 20-50 lux agar dapat tumbuhdengan optimal. Meskipun demikian, solusi yang dapatmembantu mengatasi kendala tersebut dengan penggunaanteknologi Internet of Things (iot) dalam sistem budidaya.Dalam tugas akhir ini, telah dirancang sebuah alat yangberfungsi untuk melakukan pemantauan dan pengendalianotomatis secara realtime menggunakan teknologi Internet ofThings (iot). Alat ini mengintegrasikan sensor kelembapandan suhu udara DHT11, sensor intensitas cahaya BH1750,serta nodemcu sebagai mikrokontroler. Hasil pengukuranakan dikirimkan ke database firebase. Selain itu, sistem inijuga dilengkapi dengan pompa air DC yang terhubung kenozzle sprayer untuk menjaga kelembapan di kumbung jamurenoki.Kata Kunci — Jamur enoki, Internet of Things, Kelembaban,Suhu, Intensitas cahaya
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Mahardika; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Talenta Pasaribu, Tabitha; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Rizky Ramadhan, Raffi; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen.
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Rizqy Adzani, Seftira; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen
Urban 5G NR Deployment: A Techno-Economic Case Study in Semarang Khoirun Ni'amah; Solichah Larasati; Zein Hanni Pradana; Shinta Romadhona
Jurnal Teknik Elektro Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jte.v17i1.27119

Abstract

The deployment of 5G networks in provincial capitals such as Semarang presents challenges related to high user demand, coverage requirements, and investment costs. This research aims to evaluate the network coverage and techno-economic feasibility of 5G implementation in Semarang. Using an urban macro propagation model, two scenarios were analysed: Uplink Non-Line-of-Sight (UL-NLOS) and Downlink Non-Line-of-Sight (DL-NLOS). The UL-NLOS scenario requires 11 sites, while the DL-NLOS scenario requires 6 sites to achieve full coverage of the city. The average Synchronization Signal–Reference Signal Received Power (SS-RSRP) is −125.74 dBm, indicating sufficient signal strength. A techno-economic analysis reveals that the UL-NLOS scheme yields an NPV of IDR 292.566.473.678 with an IRR of 110.25%, while the DL-NLOS scheme yields an NPV of IDR 300.000.000.000 with an IRR of 115.38%. These results confirm that both scenarios are technically feasible and economically viable. The findings suggest that 5G deployment in Semarang can yield profitable returns, providing valuable insights for mobile operators in planning future investments.