Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

A Review of Termite for Sustainable Green Building Kusumawardhani, Dina Tiara; Almulqu, Aah Ahmad
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v7i1.20704

Abstract

Although 3106 termite species have been documented worldwide, little information is available on those in Indonesia. In this review, the Google Scholar search platform was used to obtain information on termite species. From the 34 reviewed sources, they were identified in 4 provinces across Indonesia. Among these sites, we found 106 termite species from the islands of Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, and Java. The most predominant species in all regions were Macrotermes sp, Microtermes sp, and Coptotermes sp.
Asosiasi Jenis Vegetasi Di Wilayah Suaka Margasatwa Egon Ilimedo Provinsi Nusa Tenggara Timur Wibison So, Kristianto; Almulqu, Aah Ahmad; Pobas, Melkianus; Ina Kleruk, Flora Evalina; Putri, Lora Septrianda
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6266

Abstract

Suaka Margasatwa Egon Ilimedo berada dalam wilayah Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere, Bidang KSDA Wilayah II Ruteng pada Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur. Kawasan konservasi ini memiliki kekayaan sumberdaya alam diantaranya potensi wisata lama dan jasa lingkungan, potensi fauna, serta keragaman jenis vegetasinya. Dalam rangka mempertahankan keanekaragaman jenis flora dan fauna pada areal ini, maka perlu dilakukan penelitian tentang struktur dan komposisi vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Jenisi-jenis tumbuhan yang ingin dilestarikan dapat lebih dikembangkan dengan mengendalikan jenis-jenis pesaingnya, atau tidak dapat berinteraksi dengannya. Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa asosiasi yang terbentuk pada tingkat pohon terdapat jenis yaitu Calophyllum brasiliens dengan Drypetes longifolia, Calophyllum brasiliense dengan Pometia pinnati dan Eugenia macromyrtus dengan Garcinia marophylla berasosiasi negative, sedangkan pada pasangan jenis Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica, Aglaia elliptica dengan Elaeocarpus floribundus dan  Aglaia elliptica dengan Drypetes longifolia memiliki asosiasi yang positif. Komposisi yang menyusun pengelompokan alami pada  tingkat pohon terdapat Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica dan Guloa diplopetala dengan Elaeocarpus floribundus.
Kondisi Tempat Tumbuh dan Simpanan Karbon Diatas Permukaan Tanah pada Tegakan Jati di Taman Wisata Alam Camplong Provinsi Nusa Tenggara Timur Pathibang, Meilyn Renny; Matatula, Jeriels; Aryani, Ni Kade Ayu Dewi; Selanno, Frenly Marvi; Oktaviani, Eva; Silaban, Rosalia; Almulqu, Aah Ahmad; Kleruk, Flora Evalina; Wardhana, Laurentius D. Wisnu; Lamanda, Sukriati Andesti; Rusadi, Nusrah; Nababan, Badia Roy Ricardo
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.17235

Abstract

Forests store biomass and carbon in the form of living trees, forest floor detritus (e.g. litter falls), soil and wood products. This study describes inventory results of the above ground biomass of teak (Tectona grandis L.f.). By determining the site condition and developing allometric method, the inventory was designed to estimate the potential of above ground biomass of teak. This study aims to determine the characteristics or site qualities, carbon stock and find out whether the characteristics of the soil has a high or low correlation to the carbon stored in teak forest in Taman Wisata Alam Camplong, East Nusa Tenggara Province. Carbon stored in teak forests are 45.53 ton/ha and 104.35 ton/ha for IV and V age classes, respectively. The correlation between soil characteristics and carbon stock is obtained that the P and K soil has a positive correlation to carbon stock in the teak forest. The equation model for the relationship between growing conditions and aboveground carbon stocks is Y=25.182-4.149X1-172.231X2 + 2.046X3 + 32.711X4 + 0.297X5-28.330X6-1.746X7 +0.171X8.
Model Estimasi Volume Tegakan Eucalyptus Urophylla di Hutan Lindung Lelogama, Nusa Tenggara Timur Pathibang, Meilyn Renny; Matatula, Jeriels; Almulqu, Aah Ahmad; Adrin, Adrin; Ora, Yudhistira; Ari, Maria Patrisia; Nufus, Mitha Rabiyatul; Kusumawardhani, Dina Tiara
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.22377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi tegakan, mengembangkan model estimasi volume tegakan ampupu, dan menghitung potensi tegakan berdasarkan model terbaik. Model estimasi volume tegakan ampupu (Eucalyptus urophylla S.T. Blake) di kawasan Hutan Lindung Lelogama disusun berdasarkan 130 pohon contoh, 70 pohon sebagai pohon model, dan 60 pohon sebagai validasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tegakan ampupu di Hutan Lindung Lelogama berkisar antara 41.133,28 m³ – 42.123,58 m³ dengan rata-rata volume per Ha = 269,02 m³. Model terbaik dalam pemodelan dipilih berdasarkan koefisien determinasi maksimum (R²), bias terkecil (SEE), dan validasi model berdasarkan simpangan baku (SR), simpangan agregat (SA), akar kuadrat rata-rata simpangan baku dan bias (e). Berdasarkan model terbaik untuk estimasi volume ampupu adalah V=5,81D1,678T-0,032, dengan nilai R2 = 81,5%, SEE= 0,123, SR= 0,214%, SA=-0,267%, RMSE=-0,205 dan e=-0,183. Estimasi volume tegakan yang dihitung berdasarkan model terbaik (V=5,81D1,678T-0,032) berkisar antara 47.109,49 m³ - 48.190,96 m³ dengan volume rata-rata per hektar sebesar 307,94 m³.
ANALISIS POTENSI SIMPANAN KARBON BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) Ahmad Almulqu, Aah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3426

Abstract

Hutan mengabsorpsi CO2 selama proses fotosintesis dan menyimpannya sebagai materi organik dalam biomassa tanaman, begitu pula dengan tanaman bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biomassa dan karbon bambu betung (Dendrocalamus asper) di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan dua tahap kegiatan, yaitu tahap pertama pengambilan data di lapangan dan tahap kedua menganalisa karbon terikat bagian-bagian tanaman dilakukan di laboratorium. Peubah yang diukur di lapangan adalah berat basah, sedangkan di laboratorium yang diukur adalah kadar air, kadar zat terbang, kadar abu dan kadar karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbon terikat bambu bambu betung (Dendrocalamus asper) masing-masing sebesar 30,17 %, 21,06 % dan 19,13 % untuk bagian akar, batang dan daun.
STRATEGI PENGEMBANGAN JASA LINGKUNGAN EKOWISATA DIWILAYAH SEMI ARID NUSA TENGGARA TIMUR Almulqu, Aah Ahmad; Sinaldi, Kristina; Darmawan, Haryadi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7624

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Baumata is one of the natural tourism located in Kupang. The purpose of this study is to analyze the TWA Baumata current performance towards competitors, analyzing the strengths and weaknesses factors, as well as opportunities and threats of the TWA Baumata. Lastly, formulates a proper alternative strategy for the TWA Baumata. Based on the results of qualitative analysis, the TWA Baumata current performance, there are remain several aspects that need to be improved. The SWOT matrix analysis generates several alternative strategies, including: resource management related to zoning, area function boundaries, improving infrastructure, optimizing natural potential, and capacity development of local communities to actively participate in TWA Baumata management.
Identifikasi Kesehatan Pohon Johar (Cassia siamea) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Sisimeni Sanam, Kabupaten Kupang Koten, Romanus Beki; Kusumawardhani, Dina Tiara; Kristinawati, Ika; Aryani, Ni Kade Ayu Dewi; Ranta, Febianus; Almulqu, Aah Ahmad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22776

Abstract

Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) telah ditetapkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan serta kepentingan religi dan budaya setempat. Tegakan yang mendominasi di KHDTK Sisimeni Sanam adalah tegakan johar. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, pohon harus dapat dipastikan dalam kondisi sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kondisi dan faktor penyebab kerusakan serta tingkat kesehatan dan tipe-tipe kerusakan pohon johar yang terjadi di KHDTK Sisimeni Sanam. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Data hasil pengamatan didapatkan jumlah kerusakan sebanyak 146 kasus terdiri 5 tipe kerusakan yaitu resinosis atau gumosis (89 pohon), luka terbuka (30 pohon), kanker (18 pohon), cabang patah atau mati (5 pohon) dan hilangnya pucuk dominan/mati pucuk (4 pohon). Persentasi tingkat keparahan kerusakan pohon  johar  tertinggi berada  pada nilai ambang keparahan kerusakan 10-19%. Pada penilaian tingkat klaster nilai cluster plot level (CLI) sebesar <5 yang berarti tegakan johar di KHDTK Sisimeni Sanam masih masuk kriteria sehat dan kerusakan yang dialami masih dalam kategori rendah.