Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Empowering Women and Families in Early Detection of Hypertension Complications in Pregnancy Rasyid, Puspita Sukmawaty; Podungge, Yusni; Olii, Nancy; Noor, Hajah Salmah Haji Mohd
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 4 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss4.1479

Abstract

Hypertension is the main cause of death for pregnant women, which is 31,90% in 2022. Early detection of hypertension complications tends to be actively carried out by health workers rather than empowering mothers, husbands, and families. This study aims to identify the differences in knowledge and attitudes of pregnant women regarding the early detection of hypertensive complications and the role of family support in hypertension prevention, before and after receiving intervention through the use of booklets. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design with 60 hypertensive pregnant women. Participants completed questionnaires measuring knowledge and attitudes about hypertension. After receiving a hypertension booklet to read for three days, follow-up evaluations were conducted on family support (day 10), early detection of complications, and blood pressure (day 14). Data were analyzed using paired sample tests. The research results show that the knowledge significantly improved after the intervention (mean increase of 2.47, p=0.000), while no significant change was found in attitudes (p=0.214). Family support roles increased significantly (mean increase of 2.02, p=0.000). Additionally, 88.3% of respondents could detect early hypertension complications, and 81.7% had normal blood pressure after the intervention. The conclusion is there are differences in the knowledge of pregnant women and the role of family in the prevention of pregnancy hypertension before and after receiving the booklet intervention. There is no difference in the attitude of pregnant women before and after receiving the booklet intervention. Suggestions for researchers further need to formulate strategies related to early detection of pregnancy hypertension starting from the family level by involving a network of cooperation between the government and community organizations to prioritize health education at the family level.
PEMBINAAN IBU HAMIL DENGAN VIDEO EDUKASI STOP ANEMIA DALAM PENCEGAHAN ANEMIA Violentina, Yollanda Dwi Santi; Rasyid, Puspita Sukmawaty; Pombaile, Veny Delvia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27948

Abstract

Abstrak: Desa Dunggala merupakan salah satu desa yang memiliki masalah anemia pada ibu hamil yang masih tinggi. Rendahnya pengetahuan ibu hamil dan kader dalam pencegahan anemia memberikan dampak tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kader tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan pembinaan ibu hamil dan kader menggunakan video Edukasi Stop Anemia (ESA). Metode pengabdian masyarakat yaitu membentuk kelas ibu hamil, kemudian melakukan pretest tentang pengetahuan anemia ibu hamil, melakukan edukasi ibu hamil dengan video ESA, membagikan leaflet sebagai panduan, melakukan pengecekan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah dilakukan pembinaan, kemudian melakukan evaluasi dengan melakukan posttest tentang materi pembinaan menggunakan kuesioner. Mitra pada pengabmas ini yaitu kader sebanyak 2 orang dengan sasarannya ibu hamil berjumlah 15 orang. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan bahwa pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan meningkat dari 12,20% menjadi 14,40%. Dari 15 orang ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin terdapat 81% ibu hamil yang berada dalam kategori normal setelah dilakukan pembinaan ibu hamil.Abstract: Pregnant women in Dunggala Village continue to face a significant anemia problem. The low knowledge of pregnant women and cadres in preventing anemia has an impact on the high incidence of anemia in pregnant women. The aim of community service is to increase the knowledge of pregnant women and cadres about preventing anemia in pregnant women by providing guidance to pregnant women and cadres using the Stop Anemia Education (SAE) video. The community service method is to form a class for pregnant women, then provide guidance for pregnant women with SAE videos, distribute leaflets as a guide, check hemoglobin levels before and after the guidance, then carry out an evaluation by conducting a post-test on the guidance material using a questionnaire. The partners in this community service are a cadre of 2 people, with the target being 15 pregnant women. The results of community service showed that cadres' knowledge before and after training increased from 12.20% to 14.40%. Of the 15 pregnant women whose hemoglobin levels were checked, 81% of the pregnant women were in the normal category after providing guidance for pregnant women. 
PENCEGAHAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA REMAJA PUTRI MELALUI PROGRAM BELIA BESTARI Rasyid, Puspita Sukmawaty; Astuti, Siti Choirul Dwi; Abdul, Nurnaningsih Ali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27458

Abstract

Abstrak: Remaja putri banyak mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 0,04% karena kurangnya pengetahuan terkait gizi seimbang sehingga belum memiliki kemandirian dalam perilaku kesehatan. Untuk itu diperlukan program meningkatkan kemandirian remaja melalui program belia bestari. Dalam program belia bestari melakukan pendekatan dengan karang taruna dan kader untuk turut serta terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan KEK melalui peningkatan keterampilan pengukuran lingkar lengan secara mandiri. Metode edukasi tentang KEK pada remaja putri, pelatihan pemeriksaan antropometri pada remaja putri, demonstrasi pengolahan bahan pangan lokal yang melibatkan mitra karang taruna dan kader sebanyak 9 orang serta mitra sasaran sebanyak 17 remaja putri. Evaluasi dilakukan dengan melakukan penilaian pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, penilaian keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan dan demonstrasi. Hasilnya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang KEK dari 70% baik menjadi 96% baik, peningkatan keterampilan remaja putri dalam pemantauan antropometri dari 0% menjadi 100% baik dan peningkatan keterampilan pengolahan bahan pangan lokal dari 0% menjadi 100% baik. Selama 7 bulan dilakukan monitoring sebanyak 3 kali menggunakan ceklis ketrampilan pengukuran lingkar lengan. Luaran kegiatan selama monitoring menurunnya kejadian KEK pada remaja putri.Abstract: Adolescent girls experience chronic energy deficiency (CED) as much as 0.04% due to lack of knowledge related to balanced nutrition so that they do not have independence in health behavior. For this reason, a program to increase the independence of adolescents is needed through the bestari youth program. In the youth program, bestari approaches youth organizations and cadres to participate in the implementation and supervision. The purpose of this activity is to reduce energy shortages through improving arm circumference measurement skills independently. Educational methods on CED in adolescent girls, anthropometric examination training for adolescent girls, demonstration of local food processing involving partners youth organizations and cadres of 9 people and target partners as many as 17 adolescent girls. Evaluation is carried out by conducting knowledge assessments before and after education, skills assessments before and after training and demonstrations. The results were an increase in the knowledge of adolescent girls about CED from 70% good to 96% good, an increase in adolescent girls' skills in anthropometric monitoring from 0% to 100% good and an increase in local food processing skills from 0% to 100% good. For 7 months, monitoring was carried out 3 times using the arm circumference measurement skill check. Activity outcomes during monitoring decreased incidence of chronic energy deficiency in adolescent girls.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGAPLIKASIAN BABY MASSAGE Mopangga, Nurfitri; Suherlin, Ika; Porouw, Hasnawatty Surya; Amu, Melisawati; Rasyid, Puspita Sukmawaty; Mohamad, Selvi; Yulianingsih, Endah; Violentina, Yollanda Dwi Santi; Olii, Nancy; Podungge, Yusni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20386

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) jumlah stunting di Kabupaten Gorontalo memiliki persentase yang tertinggi hingga mencapai angka 30,8. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Memberikan edukasi pada orang tua tentang pencegahan stunting melalui pengaplikasian baby massage terhadap pertumbuhan dan berat badan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dengan hasil koordinasi bersama mitra pendukung yang terkait dalam hal ini yaitu kader kesehatan, bidan desa dan kepala desa. Data yang diperoleh dari hasil koordinasi yaitu jumlah bayi sebagai sasaran yaitu 13 orang bayi yang bersedia mengikuti pengabdian masyarakat yang didampingi langsung oleh orang tua (ibu) yang menjadi sasaran kegiatan. Bentuk evaluasi yang dilakukan berupa tanya jawab secara langsung antara pemateri dengan sasaran. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh peningkatan pengetahuan dari 61,5% menjadi 93% terhadap ibu yang memiliki bayi berusia satu hingga dua belas bulan tentang pijat.Abstract: Stunting is a problem that causes linear growth impairment in toddlers caused by chronic undernourishment. According to data for the Indonesian nutrition status survey (ssgi) the number of stfalls in gorontalo districts has a highest percentage to reach 30.8. The aim of this society is to educate parents about stunting prevention through a baby massage application for growth and weight. Community service is carried out by means of a method of counseling with coordination with the associated partners in this issue of the health of a village midwife and the village head. Data obtained from coordination indicates that the number of babies will be the target of 13 babies willing to participate in community service accompanied by a parent (mother) who is the target of activity. A direct evaluation takes place between a question and a target. The results of community dedication have increased knowledge from 61.5% to 93% of mothers with one-to twelve-month-old babies on massage.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN RUJUKAN MATERNAL Rasyid, Puspita Sukmawaty; Ibrahim, Fatmawati; Agustini, Rahma Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19878

Abstract

Abstrak: Keterlambatan rujukan merupakan penyumbang kematian maternal. Hasil pemantauan lapangan menunjukan satu kasus kematian ibu usia kehamilan 36 minggu dengan eklampsia disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, keluarga dan kelompok masyarakat mengenal secara dini tanda, gejala, risiko, komplikasi maternal serta ketidakmampuan mengambil keputusan merujuk/menghubungi bidan/tenaga kesehatan. Tujuan pengabdian adalah membentuk kelompok masyarakat mandiri yang mampu mendeteksi tanda gejala kegawatdaruratan maternal untuk mencegah keterlambatan rujukan maternal. Metode kegiatan pengabdian terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap 1 memberikan pretest dan penyuluhan serta demonstrasi penggunaan lembar pemantauan deteksi dini kegawatdaruratan maternal kepada mitra sasaran, tahap 2 tim pengabmas melakukan pendampingan dan pembinaan pada mitra di rumah menggunakan lembar pemantauan, dan tahap 3 melakukan evaluasi kegiatan menghadirkan mitra dan posttest dengan 20 butir soal kuesioner. Mitra Pengabdian adalah tokoh masyarakat, kader, keluarga yang tinggal serumah, dan ibu hamil berjumlah 40 orang. Hasil yang diperoleh terdapat peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebesar 53% dan adanya kemampuan melakukan pemantauan deteksi dini kegawatdaruratan maternal menggunakan lembar pemantauan 100%.Abstract: Delays in maternal referral can lead to maternal mortality. A 36-week pregnant woman with eclampsia died due to a lack of knowledge among the mother, family, and community in recognizing early signs, maternal risks, complications, and the inability to make referral decisions or contact healthcare professionals. This community service aims to develop self-sufficient community organizations to avoid maternal referral delays. The activities are divided into three stages: Pretesting, counseling, and showing the use of early detection monitoring sheets are all part of Stage 1. Stage 2 directs and supports the target partners in their homes using monitoring sheets. The activities are evaluated in Stage 3 with the participation of target partners, followed by a post-test. Community leaders, community health workers, co-residing family members, and 40 pregnant women are among the project’s collaborators. The results demonstrate a 53% increase in knowledge and a 100% ability to monitor early identification of maternal emergencies utilizing the monitoring sheets.