Pendahuluan: Tersedak menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak sengaja pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 100.000 kematian anak setiap tahunnya terjadi akibat aspirasi benda asing di saluran pernapasan. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, kejadian tersedak menjadi masalah yang cukup signifikan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 8,1% anak usia 1-4 tahun pernah mengalami cedera rumah tangga, dengan tersedak sebagai salah satu penyebab utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh edukasi pertolongan pertama tersedak terhadap keterampilan keluarga dalam menangani tersedak pada anak di TK Setia Kawan Panjang Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan pre- eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 40 ibu yang memiliki anak usia TK di TK Setia Kawan Panjang, Bandar Lampung, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis SOP untuk mengukur keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama tersedak. Hasil: Sebagian besar responden berusia 31-40 tahun (78%) dan memiliki latar belakang pendidikan SMA (58%). Sebelum edukasi, seluruh ibu tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai dalam menangani tersedak. Setelah diberikan edukasi, rata- rata skor keterampilan meningkat secara signifikan. Skor rata-rata keterampilan sebelum edukasi adalah 6.15 (SD 1.406), sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 19.45 (SD 3.929). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dalam keterampilan ibu (Z = -5.515, p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi pertolongan pertama tersedak terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan keluarga, khususnya ibu, dengan hasil uji Wilcoxon p-value = 0,000 < 0,05.