Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Dan Pendampingan Uji T-Test Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Dalam Mendukung Penyusunan Skripsi Ike Ate Yuviska; Linawati Novikasari
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25849

Abstract

Kemampuan memilih, menjalankan, dan menginterpretasikan uji statistik merupakan kebutuhan penting bagi mahasiswa kesehatan masyarakat dalam penyusunan skripsi, khususnya ketika menganalisis perbedaan rerata dua kelompok atau dua pengukuran. Hasil diskusi awal dengan mahasiswa menunjukkan masih terdapat kesulitan dalam membedakan one-sample t-test, independent sample t-test, dan paired sample t-test, memeriksa prasyarat normality dan homogeneity, serta menafsirkan output perangkat lunak statistik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa kesehatan masyarakat dalam menerapkan uji t-test secara tepat untuk mendukung penyusunan skripsi. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, praktik terpandu, dan pendampingan interpretasi output dengan peserta mahasiswa semester akhir yang sedang menyiapkan proposal atau skripsi. Bahan yang digunakan meliputi slide materi, contoh data penelitian kesehatan masyarakat, laptop, proyektor, dan lembar evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta lebih mampu menentukan jenis uji t-test sesuai desain penelitian, melakukan uji prasyarat, menjalankan analisis pada software statistik, dan menyusun narasi hasil uji dalam format skripsi. Kegiatan ini disimpulkan bermanfaat dalam memperkuat literasi statistik terapan mahasiswa. Disarankan agar pendampingan serupa dilakukan secara berkala dan dilengkapi klinik data skripsi berbasis kasus mahasiswa.
Aplikasi Posisi Semi Recumbent Terhadap Saturasi Oksigen Dan Tingkat Kenyamanan Pada Anak Dengan Pneumonia Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Oza Khoirul Zata; Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1107

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian anak dengan sekitar 740.000 kematian balita (14% dari total kematian global). Di Indonesia, kasus pneumonia pada anak meningkat dari 715.760 pada 2023 menjadi 857.483 pada 2024. Salah satu intervensi keperawatan mandiri adalah posisi semi-recumbent untuk meningkatkan oksigenasi dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan: Mengetahui pengaruh posisi semi-recumbent terhadap saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 12 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, dan tingkat kenyamanan dinilai menggunakan Comfort Behavior Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 94,75% (hipoksia ringan) menjadi 96,50% (normal), dan kenyamanan meningkat dari 1,67 (tidak nyaman) menjadi 2,58 (nyaman). Uji statistik menunjukkan bahwa posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen (p = 0,002) dan kenyamanan (p = 0,015) pada anak dengan pneumonia. Kesimpulan: Posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan dalam meningkatkan saturasi oksigen dan kenyamanan anak dengan pneumonia. Intervensi ini efektif, mudah, dan aman sehingga direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test-post-test, dilakukan pada 10 Desember 2025–10 Januari 2026 di ruang anak Alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, dengan sampel minimal 12–25 responden.
Efektivitas Fisioterapi Dada Terhadap Tingkat SpO2 Dan Rr Pada Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2026 Ferdika Agustianysah; Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1285

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama di bawah usia lima tahun. Kondisi ini menyebabkan gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen (SpO₂) dan peningkatan  respiratory  rate (RR). Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah fisioterapi dada yang bertujuan membantu pengeluaran sekret dan meningkatkan fungsi pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen (SpO₂) dan penurunan respiratory rate (RR) pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest -posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 15 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi fisioterapi dada menggunakan pulse oximeter untuk SpO₂ dan pengukuran RR menggunakan  ari timer. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi 94,20% (hipoksia ringan) meningkat menjadi 97,07% (normal) setelah intervensi. Rata-rata nilai respiratory rate menurun dari 24,13x/menit (takipnea) menjadi 22,73 x/menit (mendekati normal). Uji statistik menunjukkan p-value =0,000 untuk saturasi oksigen, dan p-value = 0,017 untuk respiratory rate (p<0,05). Kesimpulan: fisioterapi dada efektif secara signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan respiratory rate pada anak dengan pneumonia. Disarankan tenaga kesehatan dapat menjadikan fisioterapi dada sebagai salah satu intervensi pendukung dalam penatalaksanaan pneumonia pada anak.
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Tersedak Terhadap Keterampilan Keluarga Dalam Menangani Tersedak Pada Anak Di TK Setia Kawan Panjang Bandar Lampung Tahun 2026 Chicha Bella Ayuni; Rilyani Rilyani; Linawati Novikasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1344

Abstract

Pendahuluan: Tersedak menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak sengaja pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 100.000 kematian anak setiap tahunnya terjadi akibat aspirasi benda asing di saluran pernapasan. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, kejadian tersedak menjadi masalah yang cukup signifikan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 8,1% anak usia 1-4 tahun pernah mengalami cedera rumah tangga, dengan tersedak sebagai salah satu penyebab utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh edukasi pertolongan pertama tersedak terhadap keterampilan keluarga dalam menangani tersedak pada anak di TK Setia Kawan Panjang Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan pre- eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 40 ibu yang memiliki anak usia TK di TK Setia Kawan Panjang, Bandar Lampung, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis SOP untuk mengukur keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama tersedak. Hasil: Sebagian besar responden berusia 31-40 tahun (78%) dan memiliki latar belakang pendidikan SMA (58%). Sebelum edukasi, seluruh ibu tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai dalam menangani tersedak. Setelah diberikan edukasi, rata- rata skor keterampilan meningkat secara signifikan. Skor rata-rata keterampilan sebelum edukasi adalah 6.15 (SD 1.406), sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 19.45 (SD 3.929). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dalam keterampilan ibu (Z = -5.515, p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi pertolongan pertama tersedak terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan keluarga, khususnya ibu, dengan hasil uji Wilcoxon p-value = 0,000 < 0,05.