Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

DAMPAK KEBIJAKAN TERHADAP OPTIMALISASI POTENSI LAHAN BASAH DI DESA JEJANGKIT MUARA KALIMANTAN SELATAN Rajis Maulana Rasyid; Taufik Arbain
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 19, No 2 (2021): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.842 KB) | DOI: 10.46730/jiana.v19i2.7994

Abstract

Dampak kebijakan optimalisasi potensi lahan basah program Hari Pangan Sedunia di desa Jejangkit Muara. Di antara isu-isu tersebut apakah lahan rawa lebak mampu menghasilkan produksi hasil padi yang tinggi sebagaimana harapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan apakah terjadi peningkatan terhadap etos kerja petani setempat yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Tujuan Penelitian ini antara lain peneliti ingin menganalisis dan mengidentifikasi sejauh mana dampak yang telah terjadi di masyarakat melihat pada sisi dampak sosial ekonomi, sosial kemasyarakatan dan lingkungan yang terjadi di masyarakat setelah kebijakan ini di implementasi.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan paradigma empiris yang terjadi secara langsung pada masyarakat di Desa Jejangkit Muara. Hasil dari penelitian ini adalah : Dampak ini dilihat semenjak hadirnya program Hari Pangan Sedunia yang dimulai pada tahun 2018. Dalam dampak sosial ekonomi seperti banyaknya manfaat dari infrastruktur jalan, penggunaan teknologi pertanian seperti pompa air, traktor, dan pemakaian mesin combine. Dampak dari sosial kemasyarakatan dalam lingkup organisasi yang berjalan baik sedangkan dalam pola tani 2 kali setahun, masih belum bisa diterapkan karena kendala belum efektifnya infrastruktur pengairan sawah yang dibangun, distribusi pupuk, dan hama. Dampak lingkungan meningkatnya keasaman air setelah terjadinya pengerukan tanah besar-besaran selama proses pembuatan cetak sawah HPS. Berdasarkan dari hasil penelitian disarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan: (1) mengutus birokrat yang memang ahli pada bidangnya dan melakukan pembicaraan bersama masyarakat Jejangkit Muara untuk langkah selanjutnya pada bidang pertanian dan saluran air (2) melakukan perbaikan pembenahan lingkungan (3) membantu menyelesaikan permasalahan virus tungru pada lahan padi.
KUALITAS PELAYANAN UJI BERKALA KENDARAAN BERMOTOR PADA UPT. PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DI TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH Dedy Saputra; Taufik Arbain; Muhammad Riduansyah Syafari
Jurnal PubBis Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.682 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v5i1.282

Abstract

This study aims to analyze Motorized Vehicle Testing Service Quality at the UPT PKB Kabupaten Barito Timur and to analyze what are the supporting factors and inhibitors of Motorized Vehicle Testing Services at the UPT PKB Kabupaten Barito Timur.The research approach used is descriptive qualitative method, to describe the condition of the subject / object of research based on facts that appear or as they are. Data collection is done by observation, interview, and documentation techniques.Motorized Vehicle Testing Services at UPT PKB at Barito Timur Transportation Service is one of the public service institutions that carries out services on vehicle feasibility testing. As a public institution, it is mandatory to provide quality services, so as to provide satisfaction to the recipients of the service. The definition of Motorized Vehicle Testing (PKB) itself is an examination of the vehicle condition, whether the vehicle meets the requirements of land-worthy or not, including the completeness of vehicle documents, given the enormous benefits of public or non-public transportation equipment helping mobility of community activities.The results showed that the service quality of UPT PKB Kabupaten Barito Timur was inadequate or still low, because it was found that most of the five quality indicators were still low, especially indicators of reliability, responsiveness, assurance and empathy. The factors that influence are internal factors and external factors . Internal factors consist of organizational structure, human resources / apparatus, small service and financial systems, while external factors are in the form of budgeting policies and placement of personnel from related institutions without looking at needs and competencies.
Kajian Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat Program Corporate Social Responsibility PT. Adaro Indonesia Taufik Arbain; Muhammad Noor; Muhammad Riyandi Firdaus; Leni Marlina; Aan Nurhadi
Jurnal PubBis Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/pubbis.v5i2.441

Abstract

Community satisfaction is a very important factor and determines the success of a business entity because the community is the consumer of the product or service it produces. This Community Satisfaction Index Research aims to measure the Community Satisfaction and Expectation Index towards the Corporate Social Responsibility Programs of PT. Adaro Indonesia in 2020 both partially and cumulatively in Education, Health, Real Income Level, Economic Independence, Social Culture, Environmental Management, Community Institutional Formation and Infrastructure Development. This research uses a mixed method approach (quantitative and qualitative) using indicators according to the Regulation of the Minister for Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform Number 14 in 2017 concerning Guidelines for Compilation of Community Satisfaction Surveys combined with additional indicators based on pre-survey results. The variables of this Community Satisfaction Index Survey concept consist of expectations and reality, while the data collection techniques are (1) Interview, (2) Documentation, Observation and field survey, (3) Secondary Data Collection, and (4) Focus Group Discussion. The findings of the community satisfaction survey of the beneficiaries of the Corporate Social Responsibility Programs of PT. Adaro Indonesia in 2020, namely: (1) The value of the community satisfaction survey on the Corporate Social Responsibility program of PT. Adaro Indonesia in 2020 in its Operational Area achieved an average value of community satisfaction of 86,12 and the value of community expectations of 34,52 with the service quality of the Corporate Social Responsibility program of PT. Adaro Indonesia in 2020 in its operational area is included in the "B" category with Good performance. And (2) the value of the community satisfaction survey on the Corporate Social Responsibility program of PT. Adaro Indonesia in 2020 in its Operational Area achieved an average community satisfaction score of 85,49 and a community expectation value of 33,00. The quality of service for the Corporate Social Responsibility program of PT. Adaro Indonesia in 2020 in its operational area is included in the "B" category with Good performance.
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIK LENGKAP DI WILAYAH KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TABALONG Dede Rahman; Muhammad Riduan Syafari; Taufik Arbain
Jurnal PubBis Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.285 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v6i1.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kualitas pelayanan program pendaftaran tanah sistematik lengkap/PTSL di wilayah Kantor Pertanahan Kabupaten Tabalong dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat program pendaftaran tanah sistematik lengkap/PTSL di wilayah Kantor Pertanahan Kabupaten Tabalong. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan standar kualitas pelayanan publik bahwa kualitas pelayanan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) yang dilakukan di internal Kantor Pertanahan telah sesuai dengan standar pelayanan publik karena merupakan suatu rangkaian kegiatan pelayanan dan kualitas pelayanan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) yang memerlukan respon publik telah memenuhi standar pelayanan publik. Berdasarkan ciri kualitas pelayanan publik yang baik bahwa kualitas pelayanan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) yang dilakukan di internal Kantor Pertanahan telah memenuhi ciri kualitas dalam hal ketepatan waktu dan kualitas pelayanan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) yang memerlukan respon publik telah memenuhi ciri pelayanan publik yang baik yaitu ketepatan waktu, akurasi pelayanan, kesopanan, kemudahan dalam pelayanan, kenyamanan dalam pelayanan. Berdasarkan dimensi kualitas pelayanan publik atau SERVQUAL, kualitas pelayanan pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) yang dilakukan Kantor Pertanahan telah memenuhi dimensi tangiables (fisik), dimensi reliability (kehandalan), dimensi responsiveness (daya tanggap), dimensi assurance (jaminan), dimensi emphaty (memahami). Faktor penghambat dalam pelayanan program pendaftaran tanah sistematik lengkap di wilayah Kantor Pertanahan Kabupaten Tabalong : kurang pemahaman terhadap prosedural kegiatan PTSL, pelaksanaan asas Kontradiktur Delimitasi di lapangan, pemanfaatan teknologi informasi dan SDM, sarana dan prasarana pendukung kegiatan PTSL dan pengaruh pandemi Covid 19. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap, Standar Kualitas Pelayanan Publik
PENGAWASAN DISTRIBUSI GAS LPG 3 KG PADA SUB AGEN DI KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG Rahmadi; Rahma Yuliani; Taufik Arbain
Jurnal PubBis Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.012 KB) | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v6i2.635

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze and describe the supervision of the distribution of 3 kg lpj gas in sub-agents in Kelua District, Tabalong Regency and identify inhibiting and supporting factors in the process of supervising the distribution of 3 Kg LPG gas in sub-agents. The method used is a descriptive qualitative research method with three data collection techniques, namely interviews, observations and documentation. The results showed that the supervision carried out was still low, judging from the lack of supervision when setting implementation standards in distribution. Weak supervision when determining the measurement of the implementation of activities in gas distribution. At least supervisory activities are carried out to measure the implementation of lpg gas distribution activities. Low supervision in the comparison of the implementation of activities with the standards of implementation and evaluation of deviations in the distribution of 3 kg lpg gas to sub-agents. However, for the taking of corrective measures against sub-agents when the distribution of lpg gas by the disperindag is good. Influencing factors are inadequate human resources, lack of government coordination with society, public awareness. Supporting factors are adequate human resources, and coordination. The results of this study suggest that sub-agents exist in each village evenly, increase human resources, carry out regular and continued supervision, provide rewards to sub-agents and the community, give a stern warning when there is a violation.
PERAN PENDAMPING LOKAL DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA BABAI KECAMATAN KARAU KUALA KABUPATEN BARITO SELATAN Latifah; Taufik Arbain; Muslih Amberi
Jurnal PubBis Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.243 KB) | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v6i2.642

Abstract

ABSTRACT Village development that is still not optimal is a problem that is closely related to the role of lokal assistants that are not optimal. This can be seen from the village development process how the role of the lokal village assistant as a facilitator and communicator and what obstacles are faced by the role of the village lokal companion which causes his role as a companion is still not optimal. The results showed that the role of lokal assistants in Babai Village was still not optimal, judging from their role as facilitators and communicators. As a facilitator in the planning, community empowerment and evaluation stages, it has been going well but in the implementation stage, this is still lacking, as can be seen from the lack of community participation during the implementation of development. As a communicator in the stage of community empowerment and development evaluation is quite good but in the planning and implementation stage of development is still not good, this can be seen when lokal village assistants are unable to provide solutions in planning and implementing development in the village. Influencing factors are coordination, workload and quality of human resources as lokal companions to the village. The results of this study are suggested to form an assessment team to conduct evaluations, openness in the process of recruiting lokal village assistants, the need for accurate village mapping and adjusting to the residence of lokal village assistants, providing supporting work facilities and infrastructure and socialization. Keywords :The role; lokal village assistants; Village Development
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sungai Di Kota Banjarmasin Anjani; Muhammad Riduansyah Syafari; Taufik Arbain
Jurnal Niara Vol. 14 No. 3 (2022)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.644 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i3.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam kebijakan pengelolaan sungai di Kota Banjarmasin dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pengelolaan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan masih belum optimal hal ini dikarenakan jumlah sungai dengan sumber daya manusia tidak berbanding lurus dengan anggaran yang tersedia, dukungan dari pihak-pihak yang terlibat kurang, Masyarakat acuh terkait kebijakan tersebut, dan pengetahuan mereka terkait pengelolaan sungai sangat sedikit.
PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA DI DESA PULAU KERASIAN KABUPATEN KOTABARU Irna Oktavianita; Taufik Arbain
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 19, No 1 (2021): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jiana.v19i1.7962

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab rendahnya partisipasi partisipasi pasangan usia subur dalam pelaksanaan program KB Kampung di Desa Pulau Kokasian Kecamatan Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Kemudian diuraikan dan dianalisis dari determinan keberhasilan implementasi implementasi kebijakan publik menurut Edward III yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi untuk mencapai tujuan penelitian peneliti menggunakan metode kuantitatif, dengan analisis deskriptif. Variabel yang digunakan adalah komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian dari 37 pertanyaan dianalisis menggunakan analisis parsial yang ditabulasi dan frekuensi menghasilkan analisis pengaruh komunikasi sebesar 33%, sumber daya sebesar 47%, disposisi sebesar 36%, struktur birokrasi sebesar 32%. Kesimpulannya, penyebab paling dominan rendahnya partisipasi pasangan usia subur dalam pelaksanaan program Desa Keluarga Berencana adalah Sumberdaya karena memiliki pengaruh sebesar 47% terhadap rendahnya partisipasi pasangan usia subur dalam pelaksanaan KB Desa. Program di Desa Pulau Kerasian, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru.
PENERAPAN SISTEM PELAYANAN PERIZINAN BERUSAHA TERINTEGRASI SECARA ELEKTRONIK PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN BALANGAN Windayani Fachria Santi; Asmu'i Asmu'i; Taufik Arbain
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2023): (Mei) AS SIYASAH - Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v8i1.10084

Abstract

Dari pedoman utama berdasarkan peraturan presiden no 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik terdapat 7 hal dalam penerapan pelayanan perizinan yaitu pendaftaran, penerbitan izin uasaha komersil, pemenuhan komitmen, pembayaran biaya, fasilitas, masa berlaku dan pengawasan. faktor yang mempengaruhi sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, sosialisasi OSS, koordinasi, NSPK dan pemahaman tofuksi
KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM C) DI KANTOR SATUAN LALU LINTAS KEPOLISIAN RESORT HULU SUNGAI UTARA anna Maryati; Taufik Arbain; Muhammad Riduansyah Syafari
Jurnal Administrasi Publik dan Pembanguan Vol 5, No 1 (2023): JANUARI - JUNI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpp.v5i1.7893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan dan menganalisa kualitas pelayanan pembuatan SIM C dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pelayanan pembuatan SIM C di Kantor Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Hulu sungai Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Secara keseluruhan kualitas pelayanan pembuatan SIM C di Kantor Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Hulu Sungai Utara dinilai sudah cukup baik, hal ini dapat dilihat dari pelayanan pendaftaran yang melakukan pelayanan dengan baik hanya saja untuk tempat parkir masih kurang memadai. Pembayaran di Loket BRI sudah melaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hanya saja untuk entry data dan foto SIM pelayanannya agak lambat dan ruang tunggu pelayanan kurang nyaman dikarenakan pendingin atau AC ruangan rusak. Pelaksanaan Ujian teori dan ujian praktek SIM pelayanannya sudah baik, hanya saja lapangan untuk pelaksanaan praktek agak bergelombang. Pelayanan penerbitan SIM sudah baik. Faktor yang berkaitan dengan kualitas pelayanan pembuatan SIM C di Kantor Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Hulu Sungai Utara adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketidakpastian waktu pelayanan, sistem jaringan eror dan pemadaman listrik. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pembuatan SIM C, penulis menyarankan kepada Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Hulu Sungai Utara untuk meningkatkan lagi bagian sarana dan prasarana terutama untuk pendingin ruangan, tempat parkir, dan lapangan untuk ujian praktek. Meningkatkan lagi kehandalan petugas dalam melayani dengan cepat. Menambah sumber daya manusia (petugas) dan perlunya memperbaiki atau membeli ginset, agar saat terjadi pemadaman listrik tidak menjadi kendala saat melakukan proses pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi.