Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Architectural Style of Riverside Settlements in Banjarmasin City afdholy, Amar rizqi; Wulandari, Lisa Dwi; Utami, Sri
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 11 No. 2 (2019): July 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v11i2.2961

Abstract

Riverside settlements in Banjarmasin City can be classified as a part of vernacular architecture, this classification was made by the initial researchers. This classification underlying the research about architecture style in one of the riverside settlements in Banjarmasin City which still has strong riverside culture, the focus point of this research is at the riverside settlements of Bromo Island Delta, Mantuil, Banjar Selatan subdistrict, Banjarmasin City. The determination of this assessments refers to vernacular architecture style using a qualitative research method and purposive sampling technique. From 25 samples, we found 2 styles of architecture on the riverside settlements in Bromo Island Delta. They are vernacular architecture and semi vernacular architecture style. Addition of space function, the change of foundation structure and material, economy and community knowledge about recent technology are the development factors of vernacular houses changes into semi vernacular houses. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v11i2.2961
STRATEGI DESAIN RUANG KOMUNAL TERHADAP KETERBATASAN LAHAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN Amar Rizqi Afdholy; Bayu Teguh Ujianto; Adhi Widyarthara; Hamka
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6135

Abstract

Urbanisasi yang pesat di kota-kota besar Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, menyebabkan keterbatasan lahan untuk pembangunan fasilitas komunal yang mendukung kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Pengabdian ini bertujuan merancang Gedung Serbaguna di RW XII, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), pengabdian ini melibatkan masyarakat dalam proses perancangan untuk memastikan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Desain Gedung Serbaguna mengintegrasikan konsep ruang multifungsi, modularitas, dan pemanfaatan ruang vertikal, memungkinkan pemakaian lahan yang lebih efisien dan fleksibel. Selain itu, penerapan zonasi aktivitas untuk memisahkan ruang sosial dan ruang privat, serta penggunaan material ekspos seperti beton dan batu alam, diusulkan untuk mengurangi biaya pembangunan dan pemeliharaan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa desain ini mampu meningkatkan efisiensi ruang, memperkuat interaksi sosial masyarakat, dan mengurangi biaya operasional jangka panjang. Pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan desain ruang komunal yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman padat penduduk.
Konsep arsitektur tepi air pada Permukiman Tepian Sungai Kampung Biru Arema, Tridi dan Warna-Warni Jodipan Kota Malang Hamka Hamka; Amar Rizqi Afdholy
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v5i1.590

Abstract

Kampung Biru Arema, Kampung Tridi dan Kampung Warna-Warni Jodipan merupakan kampung wisata yang berada di DAS Brantas, namun ketiganya belum menjadikan sungai sebagai orientasi dan pusat kegiatan warga dan wisatawan. Permukiman yang langsung berbatasan dengan tanggul sungai berpotensi berbahaya terkena banjir ataupun longsor. Tujuan kajian ini adalah untuk memberikan rekomendasi konsep penataan permukiman tepian sungai berdasarkan prinsip-prinsip arsitektur tepian air yang mendukung kegiatan warga dan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif analisis. Pengumpulan data melalui observasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi fisik lingkungan yang kemudian dikaji berdasarkan variabel aspek fisik lingkungan berdasarkan prinsiparsitektur tepi air. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga kampung wisata ini perlu peningkatan kualitas lingkungan permukiman untuk mendukung fungsi kampung wisata dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan warga yang berada diarea tepian sungai, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk menerapkan aturan yang berlaku.