Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS REFLEKSI PADA PEMBELAJARAN: REVIEW REASEARCH Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah; Enade Perdana Istyastono; Yosef Wijoyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.64 KB)

Abstract

Profesionalisme guru penting dalam menunjang proses pembelajaran di kelas. Indonesia adalah negara dengan kualitas pendidikan yang belum baik. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Salah satu faktor adalah Sumber Daya Manusia, Guru. Seorang pendidik di sekolah dituntut memiliki 3 kompetensi wajib  yaitu  pedagodik,  social  dan professional. Pada  kompetensi  pedagogic menjadi kebutuhan mutlak bagi seorang guru. Untuk menjadi guru yang mampu mengajar di kelas dengan baik membutuhkan pengalaman yang cukup banyak dan waktu yang lama. Namun, jika harus demikian makan kebutuhan guru di lapangan  akan  sulit  terpenuhi.  Ada  salah  satu  cara  yang  mampu  untuk membantu meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar. Alternatif tersebut berupa kemampuan refleksi diri seorang guru. Kebiasaan refleksi yang saat ini ada  pada  beberapa  guru  di  Indonesia  masih  sedikit,  salah  satunya  “Lesson study”, namun jumlah komunitas ini tidak begitu banyak, Oleh karena itu untuk mengetahui berbagai bentuk relfeksi guru yang ada di Indonesia diperlukan suatau  penelitian  untuk  memetakan  kondisi  tersebut.  Penelitian  ini  adalah Review Reasearch dengan objek berbagai artikel hasil penelitian di Indonesia yang meneliti tentang “refleksi” guru dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil review   artikel   penelitian   diperoleh   banwa   bentuk-bentuk   refleksi   yang dilakukan  guru  di  Indonesia  berupa:  jurnal  reflksi,  refleksi  wawancara, konfrensi observasi temanejawat, diskusi group, Video, Blok, dan portofolio elektronik. Kata Kunci : Refleksi, Pembelajaran
ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU MATA PELAJARAN KIMIA DI SMA NEGERI 9 SEMARANG Setyani Setyani; Eko Yuliyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.402 KB)

Abstract

The process of teaching and learning is a core of the educational process with the teacher as the primary role holder. The teacher as a person who transfering knowledge to someone or a group of people must have special skills, knowledge, abilities and can carry out required tasks and its role in professional in their job as a teacher and educators. The purpose of this research is to know the social of competence chemistry teacher in SMA Negeri 9 Semarang. The method of research used the qualitative descriptive method with a detailed questionnaire data capture techniques, observation, interviews, and documentation. Analysis of the results of the research competence of social chemistry teacher at SMA Negeri 9 Semarang  showed that the chemistry teacher had a good social competencies. Teachers are already carrying out communication manners, empathetic, and effective; appreciate the students, teachers, and schools; being able to use information and communication technology functionally; able to demonstrate a mature private and goodattitude, and have a work ethic, high responsibility, and have a sense of pride in being a teacher. Keywords :Social Competence, Quantitative, Chemistry Teacher, Students
IbM PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA ASINAN DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI WISATA ALAM RAWA PENING Eko Yuliyanto; Andari Puji Astuti; Agustin Rahmawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.472 KB)

Abstract

Pemuda merupakan komponen penting dalam kemajuan. Keberadaan pemuda sangat diharapakan memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Salah satunya di Desa Asinan. Desa asinan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Desaini memili potensi alam yang melimpah berupa pemandangan alam rawa pening, enceng gondok, perikanan, pertanian, kompos enceng gondok dan potensi wisata alam kebun kopi. Adanya banyak potensi tersebut seharusnya pemuda asinan mendapatkan manfaatan dari potensi alam tersebut.Namun, di desa Asinan pemuda yang terhimpun dalam karang taruan belum memiliki progran yang menunjang kemajuan Desa Asinan. Hal ini disebabkan sebagian besar pemuda bekerja buruh di Industri. Hal ini karena orientasi dan paradigma pemuda desa berbeda dengan pemangku desa. Sedangkan desa Asinan memiliki visi “Terwujudnya desa Asinan yang sejahtera dan indah di tahun 2015  dengan dukungan SDM mandiri berkualitas  melalui pembangunan”. Oleh karena itu diperlukan perubahan paradigma pemuda setempat untuk dapat mengembangkan potensi desa. Adapun prioritas permasalahan mitra adalah  paradigma pemuda desa Asinan masih terorientasimencari kerja di luar desa dan tidak mengetahui perkembanga desanya; Kegiatan Penyuluhan danPengembangan karang taruna tidak ada; Pemuda di desa Asinan belum memahami potensi alam desa dengan optimal, sehingga potensi alam tidak bermanfaat; Kemandirian membangun usaha masih rendah; Referensi acuan pengembangan potensi desa belum ada; serta Belum adanyasarana promosi kegiatan wisata di Desa Asinan, oleh karena itu diperlukan solusi.  Solusi yang ditawarkan dan telah dilakuakan dalam pengabdian kami adalah penyamaan paradigm desa ekowisata dan studi banding di desa ekowisata. Selain itu kegiatan studi banding Pemuda desaAsinan untuk dapat mengenali potensial wisatanya, juga dilakukan dengan cara sharing dipendopo Dusun Nglanggeran. Hasil studi banding menghasilkan rencana pengembangan desa Asinan menjadi desa Ekowisata, akan tetapi masih ada beberapa kendala yaitu adanya rencana pembangunan jalur rel PT KAI pada bibir rawa pening. Oleh karena itu dalam waktu dekat tim IbM dan perangkat desa akan membicarakan tentang pembangunan rek KAI dan berdiskusi dengan BAPEDA. Kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk menunjang promosi Desa Asinanyaitu akan diadakannya festival dayung yang akan dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2015. Harapannya festival yang dilakukan ini dapat menambah semarak dan geliat desa Ekowisata di Asinan. Pihak Tim Ibm nantinya akan membantu dalam publikasi festival dayung di desa Asinan.  .Kata kunci: IbM, Karang taruna, Asianan, Wisata alam
Development of “Pop-Up Book for Kids” as a Learning Media Science theme “Perubahan Cuaca” for Student of Class 3 Elementary School Johara Aulia Zaeni; Eny Winaryati; Eko Yuliyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.509 KB)

Abstract

This study aims to develop “Pop-Up Book for Kids” as a learning media science worthy of use of theme “Perubahan Cuaca” for student of 3rd grade primary school. The model of this research is the development of Borg and Gall procedural methods.   Data were obtained from two specialist material lecturers, two specialist media, two elementary school science teacher as reviewer and students as respondents. In this study, there were three and  five students of class 3  in  limited test  from SD Negeri Kedungmundu. Techniques of data collection were observation, questionnaires, and interviews. the results of the above tests can be concluded that the Pop-Up Book for Kids media can attract students interest in the learning process, this is based on the results of observations that have been done. Based on the results of interviews with one of the subjects of research, according to him learning with this media is very fun because many colors and interesting with the existence of some Pop-Up Book techniques that appear this way studentthinks easier in understanding the material.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA ASINAN MELALUI BUDIDAYA JAMUR MERANG MENGGUNAKAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) RAWA PENING Andari Puji Astuti; Eko Yuliyanto; Agustin Rahmawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi alam yang melimpah di desa Asinan adalah eceng gondok, namun pengolahannya belum optimal. IbM ini bertujuan dapat memberdayakan karang taruna desa Asinan untuk memanfaatkan kompos enceng gondok untuk budidaya jamur. Jamur yang dikembangkan di desa Asinan adalah jamur merang. Alasan budidaya jamur merang adalah karena jamur ini dapat tumbuh pada substrat eceng gondok. Selain itu, jamur merang juga memiliki pangsa pasar yang luas sedangkan ketersediaan stok jamur merang masih sangat terbatas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat kepada karang taruna desa Asinan melalui budidaya jamur merang menggunakan eceng gondok sebagai media tumbuhnya secara rinci dijelaskan pada tahapan- tahapan berikut:: Sosialisasi kegiatan pengabdian masyarakat tentang pengembangan potensi desa Asinan, Penyuluhan dan pengembangan karang taruna, Pemberian materi budidaya jamur merang, Studi banding ke desa jamur di yogyakarta, Praktik budidaya jamur merang di desa Asinan. Hasil panen pertama kumbung satu pada tanggal 23 November 2016 didapatkan 8 kg jamur merang. tahap selanjutnya perawatan pasca panen dan dijual kepada masyarakat sekitar dan beberapa dosen di UNIMUS.Keywords: Eceng gondok, jamur merang, karang taruna,
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA ASINAN MELALUI BUDIDAYA JAMUR MERANG MENGGUNAKAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) RAWA PENING Andari Puji Astuti; Eko Yuliyanto; Agustin Rahmawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.973 KB)

Abstract

The abundant natural potency in Asinan village is water hyacinth, but its processing is not yet optimal.IbM is aimed at empowering the Asinan village cadars to utilize the composting of hyacinth for mushroom cultivation. Mushrooms developed in the village of Asinan are mushroom. The reason for the cultivation of mushroom is because this mushroom can grow on water hyacinth substrate. In addition, mushroom also has a large market share while the availability of mushroom stocks are still very limited. The method of the implementation of community service activities to the Asinan village youth cultivators through the cultivation of mushrooms using water hyacinth as a growth medium in detail described in the following stages: 1.Socialization of community service activities about the potential development of Asinan village, Counseling and development of youth, giving mushroom cultivation materials merang, comparative study to mushroom village in yogyakarta, Practice of mushroom cultivation in village of Asinan.Hasil first harvest kumbung oneon 23 November 2016 got 8 kg mushroom. the next stage of post-harvest and post-harvest care for a community around the world and some of the World Bank's competitors. Keywords: Eceng gondok, mushroom, reef yam,
ANALISIS MOTIVASI KERJA GURU DI SMA NEGERI 9 SEMARANG Moh. Makhbub Aly; Eko Yuliyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.679 KB)

Abstract

Intrinsic and extrinsic motivation is a factor that can affect the performance of the teacher. Motivation work encouragement against the teachers so that the resulting teacher performance can be more optimally. The purpose of this research is to find out how big the motivation of working teachers in SMA Negeri 9 Semarang.   This research uses a quantitative approach and Descriptive Survey method. The population in this study are all teachers at SMA Negeri 9 Semarang. The sample in this study is 20 teachers were taken based on table Krecjie. The techniques used in sampling that is using Random Sampling System Technique. The variable in this study is the motivation of working as free variables (X) using data collection Techniques, observation, question form, interview and documentation. Data processing in this research using SPSS software. from research that has been done can conclude that intrinsic motivation as a teacher in the SMA Negeri 9 Semarang earns an average score of 81.78 can be categorized veryhigh. While for Extrinsic Motivation gain score with average of 77.88% and can be categorized high. Keywords: Motivation of working, teachers, qualitative approach, SMA Negeri 9 Semarang
ENTERPREUNERSHIP KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA WARGA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.991 KB)

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan universitas. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Sampah baik jenis organik maupun anorganik, sesungguhnya dapat dilakukan proses lanjut menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah organik dapat diolah melalui proses fermentasi dapat diubah menjadi kompos, biogas, pakanikan dll. Limbah anorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual dan diolah lanjut misal menjadi berbagai bentuk keterampilan. Berbagai teknologi telah dikembangkan, agar limbah ini menjadi produk yang bernilai ekonomi dan punya nilai yang lebih bermanfaat. Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kampus. Lingkungan yang ada di sekitar kampus diantaranyaadalah: SMA Negeri 15, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dan Warga PKK RW 2. Tujuannya ada dua yaitu pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair dan limbah anorganic menjadi berbagai keterampilan. Metode pelaksanaan pemberdayaannya lebih diarahkan pada edukasi dan penyelesaian, melalui pemberdayaan, pelatihan dan kemungkinan solusinya. Keberhasilan kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar kampus, meliputi masyarakat warga PKK dan masyarakat pendidikan yaitu sekolah. Tahapan kegiatannya adalah pelatihan keterampilan bahan anorganik, pelatihan bank sampah, dan cara penanganan danpembuatan kompos cair dari bahan rumah tangga atau kantin. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan tujuan kegiatan tersebut yaitu a). Adanya Sosialisasi pengelolaan sampah di sekitar kampus telah dilakukan yaitu dilakukan ke SMA Negeri 15 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang dan Ibu ibu PKK Rt 3 Rw 2 Semarang. b). Adanya eduksi lingkungan pada siswa SMA N 15 dan SMA M 1 Semarang. c). dilakukannya pelatihan Bank Sampah pada warga RT 3 Rw 2 Kedungmundu. d). Produk-produk kerajinan dari sampah telah diproduksi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kata kuci: Enterpreunership, Lingkungan, Sekolah
KEUNGGULAN PEMBELAJARAN REFLECTIVE PEDAGOGY PARADIGM (RPP) UNTUK PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah; Enade Perdana Istyastono; Yosef Wijoyo; Titien Siwi Hartayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.747 KB)

Abstract

Pendidikan di perguraun tinggi merupakan pembelajaran sangat berbeda dengan pembelajaran tingkat SMA. Namun, hal itu juga menjadi perhatiankhusus supaya proses transfer ilmu pengetahuan dari dosen ke mahasiswaberlangsung dengan baik. Tujuan penelitian ini mengetahu keunggulan RPPdalam penerapan pembelajaran di tingkat perguruan tinggi. Metode penelitianini menggunakan kajian referensi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi memerlukan perhatiankhusus terutama pada metode-metode yang digunakan. Adanya keunggulanRPP diharapkan dapat membuka pengetahuan para dosen untuk mampumelakukan pembelajaran RPP: membangu konteks, penglaman,refleksi, aksidan evaluasi, sehingga kebermaknaan belajar para mahasiswa akan tertatadengan baik dan sesuai dengan outcome yang diharapkan oleh program studi.    Keywords: Reflective Pedagogy Paradigm, Keunggulan, Pembelajaran,Perguruan Tinggi
Case Study: Future Home Design Project for Developing Pro-Environmental Attitudes Eko Yuliyanto
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 8, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.737 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v8i1.4393

Abstract

The results of the learning evaluation indicate that many students do not apply to pro-environmental attitudes. This case study research investigated the potential of making future home designs to develop a pro-environmental attitude. The study was conducted in two stages and involved thirty-five students. In the first stage, the students discussed plants, water, electricity, and garbage at home. The results of the discussion were formulated to be future home designs. In the second stage, the students designed future homes. The results show that the students can implement their ideas into 2-dimensional (2D). The results indicate that most of the students can implement their ideas as much as 86%. The students enthusiastically participated in the learning process. The results show that all students have plants, 11% use Light Emitting Diode (LED), 6% use solar lighting, 71% use proper water sanitation, 54% apply waste management, and 81% have bio pores. It can be concluded that future home design project has the potential to develop a pro-environment attitude.