Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Usadha

Formulasi dan Evaluasi Mutu Fisik Lip balm dari Ekstrak Kulit Buah Hylocereus lemairei dengan Variasi Konsentrasi Cera Alba Suena, Ni Made Dharma Shantini; Intansari, Ni Putu Ocha Indira; Suradnyana, I Gede Made; Mendra, Ni Nyoman Yudianti; Antari, Ni Putu Udayana
Usadha Vol 1 No 3 (2022): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v1i3.5583

Abstract

Red dragon fruit skin (Hylocereus lemairei) contains flavonoid compounds (polyphenols), and vitamins C and E which play the main role as antioxidants, so they are good for moisturizing, nourishing, and maintaining skin health. Lip balm is a cosmetic preparation with main components such as waxes, fats, and oils from natural or synthesized extracts to prevent dryness by increasing lip moisture. The stability of preparation is very important in maintaining the physical quality of the preparation until it reaches the consumer. This study aims to determine the concentration of Cera alba as a stiffening agent needed to produce lip balm preparations of red dragon fruit skin extract (Hylocereus lemairei) with good physical quality. The response observed was the physical quality of the lip balm preparation which included organoleptic, homogeneity, pH, adhesion, and mechanical strength of the lip balm. Data analysis was carried out descriptively. This research begins with the extraction process of red dragon fruit skin using an ultrasonic wave-assisted maceration method using 96% ethanol and 1% HCl. In this study, a lip balm formulation was made from red dragon fruit peel extract with various concentrations of Cera alba 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3) as a stiffening agent. The resulting preparations were stored for 28 days, and their physical quality was observed. The results showed that lip balm preparations F3 produced good physical quality of lip balm preparations during storage. Dragon fruit peel extract can be properly formulated using Cera alba at a concentration of 15% to become a lip balm preparation that has high-quality physical characteristics and has the potential to be developed into a cosmetic preparation that is able to maintain skin moisture, especially the lips.
Potensi Tanaman Obat Terhadap Epitelisasi dalam Penyembuhan Luka Bakar Suratmini, Putu Ayu; Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Suena, Ni Made Dharma Shantini
Usadha Vol 1 No 1 (2021): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burns are damage to the skin caused by fire, hot water, electricity, chemicals and radiation. In wound healing, epithelialization plays an important role in the regeneration of epithelial cells. Increased epithelialization causes wounds to close faster and improves the wound healing process. Treatment of burns must be done properly so that the healing process is not disturbed and infection is avoided. However, treating wounds using conventional drugs requires relatively more expensive costs, so alternatives are needed in treating burns by utilizing medicinal plants. This article review aims to determine the potential of medicinal plants for epithelialization in healing burns. The method used in this article is a literature review of scientific research journals that have been published from 2011 to July 10, 2021 in the Google Scholar, PubMed, Sciencedirect and Plos One databases. 11 Indonesian and English scientific research journals were obtained, then these journals were screened. From the results of the review of the articles, it was found that several medicinal plants have the potential for epithelialization in healing burns, including: Ampelopsis japonica, Ananas comosus, Anredera cordifolia, Bixa orellana, Carica papaya, Carissa spinarum, Curcuma longa, Phyllanthus niruri, Poincianella pluviosa, Rhaphidophora pinnata, and Solanum tuberosum.
Potensi Tanaman Herbal terhadap Peningkatan Jumlah Fibroblas dalam Penyembuhan Luka Bakar Devi, Putu Ika Divta Candra; Wardani, I Gusti Agung Ayu Kusuma; Suena, Ni Made Dharma Shantini
Usadha Vol 1 No 1 (2021): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan bentuk kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh peristiwa perpindahan panas, yang sumber panasnya dapat bervariasi seperti kontak langsung atau tidak langsung dengan api, listrik, bahan kimia, gesekan atau radiasi. Luka bakar dapat terjadi pada semua kalangan mulai dari anak kecil dan orang tua yang merupakan populasi yang beresiko tinggi untuk mengalami luka bakar. Penyembuhan luka akan melewati beberapa fase yaitu fase haemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi Fibroblas sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Jumlah fibroblas mengalami peningkatan selama fase proliferasi. Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman tradisional potensial sebagai agen penyembuhan luka di samping pengobatan medis untuk luka bakar ringan sampai sedang. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi tanaman herbal terhadap peningkatan jumlah fibroblas dalam penyembuhan luka bakar. Review ini menggunakan metode literatur review pada beberapa jurnal penelitian yang telah dipublikasi, digunakan 4 database termasuk Pubmed, Cochrane, Elsivier dan Google Scholar disaring dan dikumpulkan pada tahun 2011-2021 (hingga Juli). Didapatkan bahwa terdapat tanaman herbal beserta senyawa aktifnya yang berpotensi untuk penyembuhan luka bakar dengan meningkatkan jumlah fibroblas yakni Biji Kakao (flavonoid dan prosianidin), Daun Sirih (saponin, tannin, flavonoid), Daun Melati (saponin, tannin, flavonoid), Daun Remek Daging (flavonoid, tannin, saponi, dan fenol), Bij Edamame (isoflavon dan saponin), Daun Lidah Buaya (Acemannan), Daun Kaktus (alkaloid dan flavonoid), Batang Dan Daun Suruhan (flavonoid, alkaloid, tannin dan saponin), Bunga Saffron (Crocin, picrocracin dan safranal), Bunga Delima (tannin), Daun Kelapa Sawit (flavonoid).
Peran Metabolit Sekunder Tumbuhan dalam Pembentukan Kolagen pada Kulit Tikus yang Mengalami Luka Bakar Giri, I Made Deny Sapta; Kusuma Wardani, I Gusti Agung Ayu; Suena, Ni Made Dharma Shantini
Usadha Vol 1 No 1 (2021): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar (Combustio) merupakan sebuah kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi karena adanya panas (api, cairan/lemak panas, uap panas), radiasi, sengatan listrik dan bahan kimia. Kolagen merupakan protein yang memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan luka bakar. Kolagen berfungsi sebagai agen hemostatis, pembentuk matriks ekstraseluler, pembentukan scar, meningkatkan growth factor dan mendorong proses fibroplasia. Senyawa metabolit sekunder tumbuhan merupakan senyawa yang diketahui berfungsi untuk meningkatkan kepadatan kolagen pada kulit tikus yang mengalami luka bakar. Artikel review ini bertujuan untuk membahas peran metbaolit sekunder tumbuhan untuk meningkatkan kepadatan kolagen kulit tikus yang mengalami luka bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review yang dipublikasikan di database seperti Google Scholar, PUBMED, NCBI, Research Gate dan Science Direct. Hasil pencarian dan review artikel diperoleh beberapa senyawa yang diketahui berperan dalam meningkatkan kepadatan kolagen kulit tikus yang mengalami luka bakar yaitu senyawa flavonoid, saponin, alkaloid dan tannin.