Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIVITAS TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA SISWA KELAS VIII SMP Azam, Ismul; Astuti, Farida Herna; Jaswandi, Lalu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9825

Abstract

ABSTRACT Higher Order Thinking Skill (HOTS) can be understood as a higher-level thinking ability that involves critical, logical, and creative thinking processes. This ability is reflected in cognitive activities such as analyzing, evaluating, and creating. The problem underlying this research is the still low level of higher-order thinking skills among students, which may affect their readiness to face various learning challenges in the 21st century. This study aims to analyze the effectiveness of applying the mind mapping technique in improving students’ Higher Order Thinking Skills. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control group design. The population of this study consisted of 239 eighth-grade students at SMP Negeri 8 Mataram in the 2022/2023 academic year. The sample in this study consisted of 68 students, including 34 students in the experimental class and 34 students in the control class. The sample was determined using the simple random sampling technique. Data collection in this study used questionnaires as the main method, while observation, interviews, and documentation were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the t-test to identify differences in HOTS abilities between the two groups. The results of the data analysis showed that the calculated tvalue (tcount) of 6.485 was greater than the ttable value at the 5% significance level, which was 2.262 (6.485 > 2.262). Therefore, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Based on these findings, it can be concluded that the application of the mind mapping technique is proven to be effective in significantly improving the Higher Order Thinking Skills of eighth-grade students at SMP Negeri 8 Mataram in the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Higher Order Thinking Skill (HOTS) dapat dipahami sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mencakup proses berpikir kritis, logis, serta kreatif. Kemampuan ini tercermin melalui aktivitas kognitif seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa, yang berpotensi memengaruhi tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknik mind mapping dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experiment berupa nonequivalent control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 239 siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram pada Tahun Pelajaran 2022/2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 siswa, yang terdiri atas 34 siswa pada kelas eksperimen dan 34 siswa pada kelas kontrol. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dimanfaatkan sebagai metode pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t-test untuk mengidentifikasi perbedaan kemampuan HOTS antara kedua kelompok. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 6,485 lebih besar dari nilai nilai ttabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,262 (6,485 > 2,262), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik mind mapping terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skill siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023 secara signifikan.
PENGARUH TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP PERILAKU AGRESIVITAS VERBAL SISWA KELAS VIII SMP Ilmi, Nurul; Astuti, Farida Herna; Irfan, Ahmad Zainul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.9831

Abstract

ABSTRACT Verbal aggressive behavior is an act of hurting others through words such as shouting, speaking harshly, using offensive language, or insulting, which can damage a person's mental and psychological condition. This behavior can be influenced by various factors, including biological factors related to genetic influences on emotions and behavior, as well as family factors such as harsh parenting patterns that increase the tendency of children to behave aggressively. These conditions may trigger the emergence of deviant behavior, including verbal aggression among students. This study aims to determine the effect of the self management technique on verbal aggressive behavior among students of class VIII 6 at SMPN 4 Mataram in the 2022/2023 academic year. This research employed a quantitative approach using an experimental method. The population of the study consisted of 32 students, while the sample included 10 students selected as research subjects. Data collection techniques used questionnaires as the main method, while observation, documentation, and interviews were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the t test to determine the difference before and after the treatment. The results of the study showed that the t value was 7.491, which was higher than the t table value of 2.262 at the 5 percent significance level, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that the self management technique has a significant effect on reducing verbal aggressive behavior among students of class VIII 6 at SMPN 4 Mataram in the 2022/2023 academic year.  ABSTRAK Perilaku agresivitas verbal merupakan tindakan menyakiti orang lain melalui kata-kata seperti membentak, berkata kasar, berkata kotor, atau menghina yang dapat merusak kondisi mental dan psikis seseorang. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor biologis yang berkaitan dengan pengaruh genetik terhadap emosi dan perilaku, serta faktor keluarga seperti pola asuh orang tua yang cenderung keras sehingga meningkatkan kecenderungan anak berperilaku agresif. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya perilaku menyimpang, termasuk agresivitas verbal pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self management terhadap perilaku agresivitas verbal pada siswa kelas VIII 6 di SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 32 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 10 siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode pokok, sedangkan observasi, dokumentasi, dan wawancara digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t-hitung sebesar 7,491 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5 persen, sehingga hipotesis nihil ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik self management berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku agresivitas verbal pada siswa kelas VIII 6 SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
KETERKAITAN SELF REGULATION DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Armilyana, Yanti; Astuti, Farida Herna; Rayani, Dewi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9811

Abstract

ABSTRACT The use of social media in daily life has psychological impacts on students, one of which is Fear of Missing Out (FOMO), defined as the feeling of anxiety about missing information or activities experienced by others on social media. This condition has the potential to increase anxiety, making strong self-regulation skills necessary for students to control their social media usage behavior. This study aims to analyze the relationship between self-regulation and Fear of Missing Out among eleventh-grade students of SMA Nurul Falah Perina in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire as the primary instrument and analyzed using the Product Moment correlation formula. The results of the analysis showed a negative relationship between self-regulation and FOMO, with a correlation coefficient (r) of -0.746 at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the higher the students' self-regulation ability, the lower the level of FOMO experienced. Therefore, self-regulation plays an important role in minimizing students' tendency toward FOMO. ABSTRAK Penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak psikologis bagi siswa, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi atau aktivitas orang lain di media sosial. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecemasan sehingga diperlukan kemampuan self regulation yang baik agar siswa mampu mengendalikan perilaku penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self regulation dengan Fear of Missing Out pada siswa kelas XI SMA Nurul Falah Perina Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif antara self regulation dan FOMO dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,746 pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan regulasi diri siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Dengan demikian, self regulation berperan penting dalam meminimalkan kecenderungan FOMO pada siswa.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PENDEKATAN REALITA UNTUK MENINGKATKAN SELF CONFIDENCE SISWA Aini, Sopiana Nisa; Astuti, Farida Herna
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9813

Abstract

ABSTRACT Self-confidence is an important aspect of student development as it influences their ability to interact, make decisions, and face various challenges in the learning process. Low self-confidence can be influenced by both internal and external factors, such as lack of family support, low learning motivation, and an unsupportive social environment. These conditions highlight the importance of effective guidance and counseling services to help students develop optimal self-confidence. This study aimed to analyze the effect of group counseling using the reality approach on students’ self-confidence at SMPN 3 Keruak in the 2023/2024 academic year. The research employed a one-group pre-test post-test design. The population consisted of all eighth-grade students totaling 61 students, with a sample of 13 students who had low levels of self-confidence based on the pre-test results selected through purposive sampling. Data were analyzed using the t-test to determine differences in self-confidence levels before and after the intervention. The results showed that the calculated t value (28.738) was greater than the t table value (2.179) at the 5% significance level, indicating that Ho was rejected and Ha was accepted. These findings indicate that group counseling with a reality approach is effective in improving students’ self-confidence and can be used as an intervention strategy in school guidance and counseling services. ABSTRAK Sikap percaya diri merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa karena memengaruhi kemampuan mereka dalam berinteraksi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Rendahnya kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya perhatian keluarga, rendahnya motivasi belajar, serta lingkungan pergaulan yang kurang mendukung. Kondisi ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang efektif untuk membantu siswa mengembangkan kepercayaan diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realitas terhadap kepercayaan diri siswa di SMPN 3 Keruak Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 61 siswa, dengan sampel sebanyak 13 siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah berdasarkan hasil pre-test dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan diri sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung sebesar 28,738 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,179 pada taraf signifikansi 5%, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realitas efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dan dapat digunakan sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PENGARUH TEKNIK ART THERAPY TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI MARAH PADA SISWA Wahyuni, Titi Eka; Astuti, Farida Herna; Hadi, M. Samsul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9814

Abstract

ABSTRACT Art therapy is a therapeutic approach that integrates artistic activities with psychological processes to help individuals express and manage emotions. Anger in students often arises as an emotional response to situations perceived as disturbing or uncomfortable, thus requiring appropriate interventions through guidance and counseling services. This study aims to determine the effect of art therapy techniques on anger among eighth-grade students at SMPN 5 Praya in the 2022/2023 academic year. The study employed a one-group pre-test–post-test design. The population consisted of 64 eighth-grade students at SMPN 5 Praya, while the sample included 7 students who demonstrated high levels of anger based on the pre-test results, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary method, supported by observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a t-test to compare students’ anger scores before and after the implementation of art therapy. The results showed that the calculated t-value of 6.687 was higher than the t-table value at the 5% significance level of 2.447, indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that the application of art therapy techniques effectively helps students express emotions more positively and reduces their levels of anger. The implication of this study suggests that art therapy can be utilized as an alternative strategy within school guidance and counseling services to support students in developing more adaptive emotional regulation. ABSTRAK Art therapy merupakan pendekatan terapi yang menggabungkan aktivitas seni dengan proses psikologis untuk membantu individu mengekspresikan dan mengelola emosi. Emosi marah pada siswa sering muncul sebagai respons terhadap situasi yang dianggap mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan sehingga perlu penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik art therapy terhadap emosi marah pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Praya Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian menggunakan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 64 siswa kelas VIII SMPN 5 Praya, sedangkan sampel penelitian berjumlah 7 siswa yang memiliki tingkat emosi marah tinggi berdasarkan hasil pre-test dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t untuk membandingkan skor emosi marah sebelum dan sesudah perlakuan art therapy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 6,687 lebih besar dibandingkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,447 sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik art therapy efektif dalam membantu siswa mengekspresikan emosi secara lebih positif dan menurunkan tingkat emosi marah yang dialami. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa art therapy dapat dimanfaatkan sebagai strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan pengelolaan emosi yang lebih adaptif.
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS XI Kusmawati, Ruhil; Astuti, Farida Herna; Huda, Khairul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9790

Abstract

ABSTRACT Responsibility is an important character trait that needs to be developed in students because it is closely related to discipline, commitment to tasks, and awareness in carrying out learning responsibilities. However, in educational practice, there are still students who demonstrate low levels of responsibility, such as failing to complete assignments on time and showing a lack of compliance with school regulations. One approach that can be used to help develop this attitude is group guidance using the role playing technique, which provides students with opportunities to understand various social situations through role-playing activities. This study aims to determine the effect of the role playing technique on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram in the 2021/2022 academic year. This research employed a quantitative approach with a one group pre-test–post-test design. The population consisted of 41 students, while the sample included 7 students who had low levels of responsibility and were selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test to determine the difference between scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t-value (5.474) was higher than the t-table value (2.447) at a 5% significance level with 6 degrees of freedom. Based on these findings, it can be concluded that the application of the role playing technique in group guidance has a significant effect on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram. ABSTRAK Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan pada siswa karena berkaitan dengan kedisiplinan, komitmen terhadap tugas, serta kesadaran dalam melaksanakan kewajiban belajar. Namun dalam praktik pendidikan masih ditemukan siswa yang menunjukkan tingkat tanggung jawab yang rendah, seperti tidak menyelesaikan tugas tepat waktu dan kurang mematuhi aturan sekolah. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan sikap tersebut adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami berbagai situasi sosial melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 41 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 7 siswa yang memiliki tingkat tanggung jawab rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,474 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,447 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 6. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram.
PENGARUH TEKNIK REEDUKASI TERHADAP STRES AKADEMIK PADA SISWA KELAS VIII Ayuni, Dinda Tri; Astuti, Farida Herna; Sarilah, Sarilah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.9788

Abstract

ABSTRACT Academic stress is one of the psychological problems frequently experienced by students at the junior high school level due to learning demands, pressure to achieve high grades, and expectations from both the school environment and family. If not properly addressed, this condition may lead to decreased learning motivation and students’ psychological well-being. This study aims to analyze the effect of the reeducation technique on the level of academic stress among eighth-grade students at SMPN 1 Sumbawa Besar in the 2024/2025 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest Design. The research subjects consisted of eight students selected through purposive sampling from a total population of 63 students based on the results of the initial academic stress assessment. The treatment was provided through group counseling services using the reeducation technique conducted in three sessions. Data were collected using an academic stress questionnaire based on a Likert scale, while data analysis was carried out using a t-test to compare scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t value was 7.84, which was higher than the t table value of 2.365 at a 5% significance level with 7 degrees of freedom. These findings indicate that the application of the reeducation technique has a significant effect in reducing students’ academic stress. Therefore, the reeducation technique can be considered an alternative intervention strategy in group counseling services to help students manage academic pressure more adaptively. ABSTRAK Stres akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami siswa pada jenjang sekolah menengah pertama akibat tuntutan belajar, tekanan nilai, serta ekspektasi dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Kondisi tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar dan kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknik reedukasi terhadap tingkat stres akademik siswa kelas VIII di SMPN 1 Sumbawa Besar Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen berupa One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari total populasi 63 siswa berdasarkan hasil pengukuran awal tingkat stres akademik. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik reedukasi yang dilaksanakan dalam tiga sesi pertemuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket stres akademik berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan uji t untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 7,84 lebih besar dibandingkan nilai t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 7. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik reedukasi memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat stres akademik siswa. Dengan demikian, teknik reedukasi dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi intervensi dalam layanan bimbingan kelompok untuk membantu siswa mengelola tekanan akademik secara lebih adaptif.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Hipziah, Hipziah; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9960

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in early childhood education that plays a significant role in stimulating optimal cognitive development. However, in practice, the limited variation of learning media in early childhood education often results in low student engagement in the learning process. This study aims to analyze the effect of block play on the cognitive skills of children aged 5–6 years. The research employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test experimental design. Data were collected through observation as the primary instrument and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement in children's cognitive skills after the treatment, with the calculated t-value (17.27) exceeding the t-table value (1.833) and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that block play is effective in enhancing children's thinking skills, problem-solving abilities, and conceptual understanding. Therefore, block play can be used as an innovative and effective learning medium to support cognitive development in early childhood. This study also provides practical contributions for teachers in optimizing play-based learning in early childhood education settings. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam pendidikan anak usia dini yang berperan dalam menstimulasi perkembangan kognitif secara optimal. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, penggunaan media yang kurang bervariasi menyebabkan keterlibatan anak dalam proses belajar belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan permainan balok terhadap keterampilan kognitif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kognitif yang signifikan setelah perlakuan, dengan nilai t hitung (17,27) lebih besar dibandingkan t tabel (1,833) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa permainan balok efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep anak. Dengan demikian, permainan balok dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis bermain di lingkungan PAUD.
PENGARUH MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP KREATIVITAS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sahuriah, Sahuriah; Astuti, Farida Herna; Kartiani, Baiq Sarlita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9961

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in children’s lives that plays a significant role in stimulating various aspects of development, including creativity. However, in early childhood education (ECE) practices, children's creativity has not been optimally developed due to the limited use of engaging and varied learning media. This study aims to analyze the effect of using pictorial story media on the creativity of children aged 5–6 years at PAUD Kuncup Harapan Kopang, Central Lombok. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. Data were collected through observation as the primary technique, supported by documentation and interviews, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average creativity score from 54.2 to 79.6, with a difference of 25.4 or 46.86%, and the calculated t-value (9.761) was higher than the t-table value (1.833) at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the use of pictorial story media has a significant effect on improving children's creativity. Therefore, pictorial story media can be considered an effective alternative learning strategy to enhance creativity in early childhood. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang berperan dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan, termasuk kreativitas. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, kreativitas anak belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media cerita bergambar terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun di PAUD Kuncup Harapan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai teknik utama yang didukung dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kreativitas dari 54,2 menjadi 79,6 dengan selisih 25,4 atau sebesar 46,86%, serta diperoleh nilai t hitung (9,761) lebih besar dari t tabel (1,833) pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI KELOMPOK B Hariyanti, Deni; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9962

Abstract

ABSTRACT Parenting style is one of the key factors influencing the emotional development of early childhood. However, the widespread use of authoritarian parenting has the potential to hinder the development of children's emotional abilities. This study aims to analyze the relationship between authoritarian parenting and the emotional intelligence of Group B children at PAUD Taman Bangsa Gegutu in the 2019/2020 academic year. The research employed a quantitative approach with a correlational design, involving 15 children as the sample. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the product moment correlation technique. The results revealed a significant relationship with a very strong correlation between authoritarian parenting and children's emotional intelligence. These findings indicate that higher levels of authoritarian parenting are associated with less optimal emotional development in children. Therefore, parenting style plays a strategic role in supporting children's emotional development, highlighting the need for more adaptive and responsive parenting approaches. ABSTRAK Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan emosional anak usia dini. Namun, penerapan pola asuh otoriter yang masih banyak ditemukan berpotensi membatasi perkembangan kemampuan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan kecerdasan emosional anak kelompok B di PAUD Taman Bangsa Gegutu tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 15 anak sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh otoriter dan kecerdasan emosional anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter, maka kecenderungan perkembangan kecerdasan emosional anak menjadi kurang optimal. Dengan demikian, pola asuh orang tua memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan emosional anak, sehingga diperlukan penerapan pola asuh yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan anak.