Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA SMA Nurhikmah, Nurhikmah; Astuti, Farida Herna; Jaswandi, Lalu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9963

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the low level of students’ learning discipline, as reflected in delays in submitting assignments, lack of focus during lessons, and low academic responsibility influenced by peer environments. The study aims to analyze the effect of group counseling services on improving students’ learning discipline at SMAN 5 Mataram in the 2024/2025 academic year. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 10 students selected purposively based on their low level of learning discipline. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test after the prerequisite tests were fulfilled. The results showed that the value of tₕᵢₜᵤₙg = 7.138 was greater than tₜₐᵦₗₑ = 2.262 at a 5% significance level, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings confirm that group counseling is effective in improving students’ learning discipline through the utilization of group dynamics. Therefore, group counseling can be considered a relevant intervention strategy to develop students’ disciplined behavior and academic responsibility more optimally. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan belajar siswa yang tercermin dari keterlambatan pengumpulan tugas, kurangnya fokus saat pembelajaran, serta rendahnya tanggung jawab akademik yang dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan konseling kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa di SMAN 5 Mataram tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan paired sample t-test setelah uji prasyarat terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t<sub>hitung</sub> = 7,138 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 2,262 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menegaskan bahwa layanan konseling kelompok efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa melalui pemanfaatan dinamika kelompok. Dengan demikian, konseling kelompok dapat dijadikan sebagai strategi intervensi yang relevan untuk mengembangkan perilaku disiplin dan tanggung jawab belajar siswa secara lebih optimal.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR VISUAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Timor, Rizki Ananda; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9964

Abstract

ABSTRACT Learning outcomes are an important indicator for assessing the success of the learning process, which is influenced by various factors, including students’ learning styles. However, not all students fully understand their own learning styles, which may affect the achievement of their learning outcomes. This study aims to analyze the relationship between visual learning styles and the learning outcomes of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 351 students, with a sample of 30 students selected using simple random sampling. Data were collected through questionnaires as the primary instrument, supported by documentation. Data analysis was conducted using the product moment correlation test at a 5% significance level. The results showed that the correlation coefficient was 0.153, which falls into a very low category. This value is lower than the r-table value (0.153 < 0.361), indicating that the alternative hypothesis was rejected and the null hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that there is no significant relationship between visual learning styles and students’ learning outcomes. These findings suggest that learning outcomes may be influenced by other factors beyond visual learning styles. ABSTRAK Hasil belajar merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya belajar siswa. Namun, belum semua siswa memahami gaya belajar yang dimilikinya secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gunungsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 351 siswa, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, didukung oleh dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi product moment pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,153 yang berada pada kategori sangat rendah. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan dengan r tabel (0,153 < 0,361), sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual dengan hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar gaya belajar visual.
EFEKTIVITAS TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIKA DALAM MENGURANGI KECEMASAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Apriliani, Apriliani; Astuti, Farida Herna
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9965

Abstract

ABSTRACT Test anxiety is a common problem experienced by students and can negatively affect concentration and academic performance when it occurs excessively. This study aims to examine the effect of systematic desensitization techniques on the anxiety levels of eighth-grade students at SMPN 14 Mataram. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population consisted of 60 students, with a sample of 8 students identified as having high levels of anxiety based on initial assessments. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using a t-test to determine differences in anxiety levels before and after the treatment. The results showed a decrease in students’ anxiety levels after the implementation of systematic desensitization techniques. This is evidenced by the calculated t-value of 7.031, which is higher than the t-table value of 2.365 at a 5% significance level (df = 7). Therefore, it can be concluded that systematic desensitization techniques have a significant effect on reducing students’ anxiety in facing examinations. These findings indicate that the technique can be used as an alternative strategy in guidance and counseling services in schools. ABSTRAK Kecemasan dalam menghadapi ujian merupakan masalah yang umum dialami siswa dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi serta performa akademik apabila terjadi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik desensitisasi sistematika terhadap tingkat kecemasan siswa kelas VIII di SMPN 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui model one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 60 siswa, dengan sampel sebanyak 8 siswa yang memiliki tingkat kecemasan tinggi berdasarkan hasil pengukuran awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah penerapan teknik desensitisasi sistematika. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 7,031 yang lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5% (db = 7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik desensitisasi sistematika berpengaruh signifikan dalam menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA SMA Alfarizin, Alfarizin; Astuti, Farida Herna; Utami, Wiwiek Zainar Sri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9966

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.