Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SIGNIFIKANSI PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DALAM MENJAMIN KEPATUHAN SYARIAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA Rachman, Abdul; Sunardi, Sunardi; Rahmawati, Elis; Jannah, Lailatul; Billah, Sasa
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 2 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i2.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam menjamin kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran penting dalam menjaga kesesuaian operasional bank dengan prinsip-prinsip syariah. Dewan Pengawas Syariah (DPS) bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bank syariah mengikuti prinsip-prinsip etika Islam, termasuk larangan riba (bunga), spekulasi, dan aktivitas yang diharamkan. Penelitian ini menggunakan depskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka sebagai metode untuk mengumpulkan informasi dan analisis literatur terkait peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam menjamin kepatuhan bank syariah. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang terdiri dari berbagai artikel, buku, dan laporan terkait perbankan syariah, Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan prinsip syariah yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dewan Pengawas Syariah (DPS) memiliki peran sentral dalam menjaga kepatuhan bank syariah terhadap prinsip syariah melalui pengawasan operasional, pengambilan keputusan, pendidikan dan pelatihan, serta komunikasi dengan masyarakat. Namun, tantangan dalam pemilihan anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS), otoritas dan independensi, serta pembaruan pengetahuan terkait perbankan syariah dapat ditingkatkan agar eksistensi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dapat lebih efektif dalam menjalankan perannya sebagai pengawas kepatuhan bank syariah di Indonesia.
Implementasi Program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Serang: Evaluasi Efektivitas Kebijakan Jannah, Lailatul; Pratiwi, Cintabi Dwi; Arwati; Nazwa, Sabita
JIAPI: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Pemerintahan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jiapi.v5i2.9172

Abstract

Research objective: to make people obedient and obedient in traffic.  Seeing that traffic styles on the road are becoming more complex daily, as well as rampant violations, drivers who obey only when there are traffic officers have influenced the presence of the Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) policy. Serang City, as the central government in Banten Province, became the first city/district to implement ETLE, specifically in Jalan Veteran Serang City, in April 2021. As the years go by, ETLE in the jurisdiction of the Banten Regional Police continues to increase. The addition of ETLE location points in Serang City is becoming increasingly massive, so implementing the ETLE policy faces many challenges. This research was designed using qualitative methods based on the Policy Implementation theory by Merilee S. Grindle. The ETLE policy is a step taken by the government to create traffic discipline and order to minimize violations that occur on the highway. The research results stated that the implementation of the ETLE policy in Serang City was considered successful as measured by the quality of the implementation process, which was in accordance with what was stipulated and the achievement of policy objectives by what was targeted.  This research also shows that the implementation of ETLE has had a significant positive impact on society. The community has a habitual pattern of obeying traffic and transparent law enforcement.
MEMBANGUN KARAKTER DAN KECAKAPAN BERBAHASA MELALUI LITERASI PAGI BERBASIS PIDATO Maharani, Nabilla; Hardi, Rahmat Sulhan; Jannah, Lailatul; Komala, Yulia; Embunsari, Nur; Rupiarti, Riski Mini; Setiawan, Rudi; Syah, Yogi Darman; Mansurudin, Mansurudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34912

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan kegiatan literasi pagi berbasis pidato pada siswa tingkat MA adalah untuk meningkatkan kecakapan berbahasa sekaligus membangun karakter siswa melalui pembiasaan berbicara di depan umum. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato ini dilakukan di MA NW Keruak yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum, waktu kegiatan dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan melibatkan seluruh siswa secara bergiliran. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato diikuti oleh siswa-siswi dari setiap kelas dengan pendampingan guru sebagai fasilitator. Kegiatan ini didasarkan atas kondisi siswa yang cenderung masih memiliki kepercayaan diri rendah serta keterampilan berbicara yang belum optimal. Guru-guru juga mengalami hambatan dalam menggerakkan siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi, khususnya berbicara di depan umum. Padahal, siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan gagasan secara runtut, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa dalam berbicara, keterampilan menyusun naskah pidato, serta terbentuknya budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Karakter; Kecakapan Bahasa; Literasi Pagi; Pidato. ABSTRACTWrite The purpose of the morning literacy activity based on speeches for high school students is to improve language skills and build character through public speaking practice. This morning literacy activity based on speeches is carried out at MA NW Keruak, located in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In general, the activity is carried out routinely every morning before classes begin, involving all students in turns. The morning literacy activity based on speeches is attended by students from each class with the assistance of teachers as facilitators. This activity is based on the condition of students who tend to have low self-confidence and suboptimal speaking skills. Teachers also experience obstacles in motivating students to be active in literacy activities, especially speaking in public. In fact, students have enormous potential for development. This activity is expected to encourage students to get used to expressing their ideas coherently, confidently, and responsibly. The evaluation results of this activity show an increase in students' courage in speaking, their speech writing skills, and the formation of a sustainable literacy culture in the school environment. Keywords: Character; Language Profiency; Morning Literacy; Speech.