Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Serang: Evaluasi Efektivitas Kebijakan Jannah, Lailatul; Pratiwi, Cintabi Dwi; Arwati; Nazwa, Sabita
JIAPI: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Pemerintahan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jiapi.v5i2.9172

Abstract

Research objective: to make people obedient and obedient in traffic.  Seeing that traffic styles on the road are becoming more complex daily, as well as rampant violations, drivers who obey only when there are traffic officers have influenced the presence of the Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) policy. Serang City, as the central government in Banten Province, became the first city/district to implement ETLE, specifically in Jalan Veteran Serang City, in April 2021. As the years go by, ETLE in the jurisdiction of the Banten Regional Police continues to increase. The addition of ETLE location points in Serang City is becoming increasingly massive, so implementing the ETLE policy faces many challenges. This research was designed using qualitative methods based on the Policy Implementation theory by Merilee S. Grindle. The ETLE policy is a step taken by the government to create traffic discipline and order to minimize violations that occur on the highway. The research results stated that the implementation of the ETLE policy in Serang City was considered successful as measured by the quality of the implementation process, which was in accordance with what was stipulated and the achievement of policy objectives by what was targeted.  This research also shows that the implementation of ETLE has had a significant positive impact on society. The community has a habitual pattern of obeying traffic and transparent law enforcement.
Transformasi Struktural dalam Perekonomian Indonesia: Tinjauan Literatur terhadap Perkembangan Ekonomi Modern di Negara Berkembang Junaedi, Deddy; Zuhri, Nadia Muthiah; Febriani, Dewi Alfiah; Taggyah, Istiana Kudsi Falqi; Putri, Dita Utari Yulia; Widiyanto, Karin Syafira; Jannah, Lailatul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan struktural yang terjadi dalam ekonomi Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang dan menilai sejauh mana perubahan tersebut mencerminkan ciri-ciri ekonomi modern. Transformasi struktural dimaknai sebagai pergeseran komposisi produksi dan tenaga kerja dari sektor primer dengan produktivitas rendah ke sektor industri dan layanan yang memberikan nilai tambah lebih tinggi. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur (systematic literature review) dengan menelaah jurnal ilmiah, buku referensi, laporan Badan Pusat Statistik (BPS), serta publikasi terkait dari World Bank. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri dan layanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat, sementara peranan relatif sektor pertanian cenderung mengalami penurunan, meskipun tetap signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Namun demikian, pergantian struktur produksi tersebut masih belum sepenuhnya diiringi dengan transformasi struktur ketenagakerjaan dan peningkatan produktivitas yang optimal. Mayoritas tenaga kerja masih terakumulasi di sektor informal dan sektor dengan produktivitas rendah, sehingga pertumbuhan produktivitas keseluruhan berjalan relatif lambat. Selain itu, penerapan teknologi dan digitalisasi, termasuk dalam konteks Revolusi Industri 4.0, belum tersebar secara merata di seluruh sektor ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi struktural di Indonesia masih bersifat parsial dan cenderung lebih didorong oleh perubahan output dibandingkan dengan perubahan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pengembangan yang terintegrasi, berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan industrialisasi berbasis inovasi, serta modernisasi sektor pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.