Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

NILAI KERUGIAN BANGUNAN RUMAH TINGGAL AKIBAT BANJIR PASANG DI MUARA BARU (Studi kasus: Kelurahan Penjaringan, Kota Jakarta Utara) Farodhiyah, Siti Nurfatimatul; Chayati, Nurul; Hariati, feril
ASTONJADRO Vol. 5 No. 2 (2016): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.837

Abstract

Muara Baru merupakan salah satu sentra perikanan laut, kawasan industri, serta pemukiman warga. Setiap tahun kawasan ini mengalami peristiwa banjir pasang, yaitu banjir yang diakibatkan pasang tinggi yang disertai dengan gelombang tinggi. Selain itu, bila terjadi kenaikan debit sungai di bagian hulu, yang biasanya mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta, dan bersamaan waktunya dengan pasang tinggi, maka banjir pada wilayah ini tidak dapat dihindari. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membangun tanggul untuk menahan masuknya air dari laut serta pompa untuk memindahkan air dari Waduk Pluit ke laut. Tujuan penelitian ini melakukan penilaian terhadap kerugian fisik rumah tinggal di kawasan Muara Baru akibat banjir pasang, menghitung prosentase keruskan fisik tiap komponen bangunan terhadap biaya investasi pembangunan suatu rumah tinggal. Kerugian bangunan rumah akibat kenaikan muka air laut dapat ditinjau berdasarkan fungsi fisik bangunan rumah dan kerugian akibat hilangnya biaya investasi rumah. Kedua jenis kerugian ini selanjutnya dapat diakumulasikan terhadap kerugian total yang terjadi pada suatu kawasan tertentu. Kerugian biaya investasi yang terjadi dari hasil survei di Muara Baru adalah berkisar 18% sampai 91.5% dari total biaya rumah. Kerugian bangunan fisik berkisar antara 7.13% sampai dengan 34.19% dari fungsi fisik rumah secara utuh. Sedangkan dari nilai rata-rata kerugian fisik 11.23% untuk struktur, 2.00% untuk arsitektur, dan 6.72% untuk utulitas. Bahwa prosentase ini lebih banyak terjadi karena struktur
PERENCANAAN SISTEM PERPIPAAN AIR BERSIH KELURAHAN ABADI JAYA KECAMATAN SUKMAJAYA KOTA DEPOK Hasibuan, Agus Fahrudi; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol. 6 No. 2 (2017): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v6i2.2263

Abstract

Kebutuhan air bagi manusia selalu meningkat dari waktu ke waktu, bukan saja karena meningkatnya jumlah manusia yang memerlukan air tersebut, melainkan juga karena meningkatnya intensitas dan ragam dari kebutuhan akan air. Hal ini dikarenakan pertambahan jumlah penduduk akibat arus urbanisasi. Tercatat banyak penduduk Kota Depok pada tahun 2013 mencapai 1.962.160 jiwa, sedangkan pada tahun 2014 mencapai 2.033.508 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh jumlah kebutuhan air bersih bagi  masyarakat dan memperoleh perencanaan jaringan pipa air bersih. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan jaringan distribusi air dengan memasukan data primer yang berupa node, debit masuk/keluar dari reservoir,  panjang  pipa  dalam  sistem,  elevasi  node,  diameter  pipa,  dan  data-data  lain,  dan pengolahan data dengan program Aplikasi Epanet 2.0. Hasil penelitian menunjukan Jumlah penduduk 10 tahun kedepan mencapai 50.218 jiwa, dan untuk  proyeksi  kebutuhan  air  yaitu  kebutuhan  air  domestik,  non  domestik,  dan  kehilangan  air mencapai 17,196 liter/detik, kebutuhan air harian maksimum mencapai 19,775 liter/detik, kebutuhan air jam puncak mencapai 30,093 liter/detik. Perencanaan melalui software Epanet 2.0 dimulai dengan memasukan data input yang berupa background, Junction memiliki elevation yang berbeda-beda dan kebutuhan air 17,196, untuk  pipa memiliki panjang 100 m, berdiameter 500mm, dan nilai kekasaran 100, reservoir memiliki total head 95,sedangkan pompa memiliki curva yang memiliki flow 30,haed 20, tangki air memiliki kapasitas penampungan 5m3. Data yang keluar (output) dari software epanet 2.0 berupa demand, haed, pressure, flow, haedloss, friction factor, time hours, dan graph Selection.
Simulasi Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Laju Erosi Lahan Menggunakan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciseel Hariati, Feril; Muhammad Libasut Taqwa, Fadhila; Alimuddin, Alimuddin; Salman, Nurcholis; Fadhillah Sulaeman, Nur Handika
Tameh Vol. 11 No. 1 (2022): Tameh: Journal of Civil Engineering
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/tameh.v11i1.185

Abstract

One of the causes of the silting of the Sagara Anakan, estuary of Citanduy River is due to sedimentation caused by changes in land use, which causes the erosion rate to become uncontrollable. To predict the rate of surface erosion of the Ciseel watershed, one of Citanduy tributary, the USLE (Universal Soil Loss Equation) method was used, while the Geographic Information System was used to assist in the analysis of spatial data. The results of the analysis of the rate of erosion in the Ciseel watershed show that in 2006 it was 28 tons/ha/yr, in 2012 it was 44.2 tons/ha/yr and in 2016 it was 49.9 tons/ha/yr, so it belongs to the erosion hazard class II/mild. based on the USDA classification. From the results of this study, it can be shown that the rate of surface erosion in the Ciseel watershed has a small contribution to sedimentation in Sagara Anakan. The simulation of land use change as an effort to reduce the rate of erosion from dry agricultural land to rice fields is expected to reduce the rate of erosion up to 24.7% in 2016.
Kajian Penggerusan (Scouring) pada Dinding Saluran Air Waringin Jaya Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor Chika Restu Maulidina, Chika; Hariati, Feril; Nandiasa, Jantiara Eka; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Tameh Vol. 13 No. 1 (2024): Tameh: Journal of Civil Engineering
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/tameh.v13i1.149

Abstract

The Waringin Jaya river is a tributary of the Ciliwung river that passes through Waringin Jaya village. Although it is not classified as a river with a large discharge, it is capable of eroding riverbanks and retaining walls, endangering the community. This study aims to analyze the magnitude and depth of local scour that occurs on gabion-type retaining walls, located in the Waringin Jaya River basin, Kec. Bojonggede, Kab. Bogor using the Hec-Ras computer application. The calculation of the discharge plan for the return period of 2 years, 5 years, 10 years, 20 years, 25 years, 50 years, and 100 years using the rational method was carried out based on daily rainfall data at the Citeko Meterological Station and the West Java Climatology Station with a data length of 2007 - 2021. Based on the calculations that have been carried out, the water level on the retaining wall with a flood return period of 2 years, 5 years, 10 years, 20 years, 25 years, 50 years, and 100 years is 0.92 m; 0.99 m; 1.03 m; 1.04 m respectively; 1.06 m; 1.08 m; and 1.10 m, while based on the analysis conducted with Hec-Ras bridge scour, the scour that occurs at each return period flood discharge is 1.24 m; 1.32 m; 1.35 m; 1.39 m; 1.40 m; 1.44 m; and 1.46 m, respectively.