Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH KADAR GARAM YANG BERBEDA TERHADAP PEREBUSAN IKAN TERI HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI KELURAHAN SIBOLGA ILIR KECAMATAN SIBOLGA UTARA Banurea, Juni Susanti; Sinaga, Irnawati; Pasaribu, Riski Parsaulian
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan teri asin merupakan makanan rakyat yang mudah didapat dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium terbaik yang tahan dan tidak mudah larut dalam air yang bermanfaat untuk mencegah pengeroposan pada tulang yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jenis ikan teri yang biasa diperjualbelikan adalah ikan teri nasi, ikan teri toge, ikan teri jengki, dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar garam terhadap uji organoletik berdasarkan uji hedonik warna, uji hedonik rasa, uji hedonik tekstur, uji hedonik aroma ikan teri dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penambahan garam terbaik pada proses perebusan ikan teri. Penelitian ini dilakukan di tempat Perebusan Nelayan Bagan Tancap di Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan I dengan kadar garam 20% garam, perlakuan II dengan kadar garam 30% garam dan perlakuan III dengan kadar garam 40% garam. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu semakin banyak penambahan kadar garam terhadap perebusan ikan teri maka jumlah garam yang paling efektif dan efesien akan memberikan pengaruh terhadap perebusan ikan teri.
PENGKAYAAN EKSTRA BETA KAROTEN DARI SUMBER BAHAN YANG BERBEDA TERHADAP PENINGKATAN WARNA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio) santikawati, Susi; Banurea, Juni Susanti; Laoli, Wajar Sucralinus
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio) Merupakan salah satu jenis ikan hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kegiatan budidaya ikan mas koi sangat pontesial untuk di kembangkan.salah satu faktor penentu keberhasilan adalah Kecerahan warna. Kecerahan warna dapat miningkatkan daya Tarik dari konsumen. Penelitian ini di lakukan di Balai Benih Ikan Air Tawar Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Kegiatan penelitian ini meliputi seleksi ikan uji, pemberian pakan dan pengukuran warna. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Susunan perlakuan adalah P0 (Kontrol), P1 (Tepung Wortel 10%), P2 (Labu Kuning 30%) dan P3 (Spirulina 1%).Analisis datanya menggunakan sidik ragan (ANOVA), Kemudian di lakukan uji beda nyata terkecil ( BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh signifikan kecerahan warna terhadap ikan mas koi (Cyprinus carpio) dengan F Hitung (28,91) > F Tabel (3,49). Dari hasil uji BNT yang di lakukan di peroleh bahwa P0 (11,3) dan P3 (11,3) Tidak berbeda nyata sedangkan P2 (13,6) dan P1 (11,6) Berbeda nyata.
PENGARUH DOSIS PROBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KONVERSI PAKAN UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE MUTIARA (CLARIAS GARIEPINUS) SISTEM BIOFLOK Purba, Sakti Yonni Hamongan; Banurea, Juni Susanti; Zalukhu, Septiman
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan lele mutiara merupakan salah satu komoditas air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan hasil produksi. Pada budidaya ikan lele mutiara terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh para pembudidaya, terutama karena tingginya biaya pakan sehingga tidak sesuai dengan harga jual ikan lele mutiara. Upaya alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan probiotik pada pakan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi biaya pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis probiotik terhadap pertumbuhan dan konversi pakan untuk budidaya ikan lele mutiara (Clarias gariepinus) yang dibudidayakan dengan sistem bioflok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2022 di balai perikanan budidaya air tawar Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga yang terletak di Sibuluan, Kabupaten Tapanauli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini dilakukan dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Adapun perlakuannya yaitu P0 (tanpa probiotik EM4), P1 (dosis EM4 sebanyak 8 ml//kg pakan), P2 (10 ml/kg pakan), dan P3 (12 m/kg pakan). Pemeliharaan ikan dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan konversi pakan ikan lele mutiara.
Analisis Nilai Ekonomi Usaha Ikan Teri Rebus Kering di Pintu Angin Banurea, Juni Susanti; Sinaga, Irnawati; Afriani, Afni; Lumbangaol, Sondang Nauli
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Analisis Nilai Ekonomi Usaha Ikan Teri Rebus Kering yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keuntungan saja yang didapatkan oleh pelaku usaha pengolahan ikan teri rebus kering di pintuagin dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pengolahan ikan teri rebus kering. Hasil dari penelitian ini yaitu Total biaya tetap perbulannya pada usaha pengawetan ikan teri rebus kering yaitu sebesar Rp. 3.204.000, biaya Variabelnya selama setahun sebesar Rp. 65.976.000, biaya total selama setahun yaitu sebesar Rp.87.730.000, Keuntungan usaha pengawetan ikan teri rebus kering dalam satu tahun sebesar Rp. 21.875.000 dan kendala yang dihadapi pada usaha pengawetan ikan teri adalah cuaca (hujan). Kendala lain yang dihadapi produsen pengolahan pengawetan ikan teri rebus kering adalah ketersediaan bahan baku ikan yang tergantung musim
EFEKTIVITAS HASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PANDARATAN PERAIRAN TAPANULI TENGAH Afni Afriani; Juni Susanti Banurea; Ronisokhi Waruwu
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v6i1.217

Abstract

 Bubu lipat adalah alat tangkap ikan yang dipasang dipasang pada berbagai kedalaman di perairan, tergantung pada tujuan penangkapan dan kebiasaan. Berdasarkan survei dilapangan umumnya nelayan Tapanuli Tengah mengoperasikan bubu lipat pada kedalaman 5 - 7 Meter. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis hasil tangkapan ikan pada kedalaman yang lebih rendah. Metode yang digunakan adalah penelitian experimental, dengan 3 perlakuan kedalaman peletakan bubu lipat ( P1= 1m; P2= 3 m; P3= 5m) stiap perlakuan diulang 3 kali. Selanjutnya dilakukan uji signifikan data dengan menggunakan Analisis Of Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan ada 5 jenis hasil tangkapan yaitu, Kepiting Rajungan (Portonus pelagicus), Kepiting Batu (Thalamita sp), Kerapu (Epinephelus), Lele laut (Hemiarius stormii), dan Lencam. Keanekaragaman hasil tangkapan tertinggi terdapat pada kedalaman 5 meter yaitu 0.92 > 0.3 yang berarti berpotensi tinggi. Sedangkan untuk keanekaragaman terendah terdapat pada kedalaman 1 meter. Kedalaman yang paling efektif pada hasil tangkapan bubu lipat terdapat pada kedalaman 5 meter dengan jumlah jenis ikan sebanyak 69 ekor dengan nilai efektifitas 47%.
ANALISIS PENGELOLAAN HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE TERHADAP SUMBERDAYA IKAN PELAGIS YANG BERKELANJUTAN DI PPN SIBOLGA Juni Susanti Banurea; Irnawati Sinaga; Sarimawanti Nababan
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v6i1.218

Abstract

Pengembangan perikanan tangkap di Pantai Barat Sumatra, khususnya penggunaan metode penangkapan ikan purse seine, memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan akan hasil laut. Penelitian ini berfokus pada analisis pengelolaan penangkapan ikan dengan metode purse seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Perumusan strategi yang melibatkan partisipasi pemerintah dan investor akan membantu dalam meningkatkan pendapatan nelayan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Penting untuk memastikan bahwa penggunaan metode purse seine tidak merusak lingkungan laut dan mendukung ekonomi masyarakat setempat. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengelolaan perikanan purse seine. Berdasarkan analisis SWOT, terdapat banyak potensi yang dapat dimanfaatkan, seperti perkembangan teknologi perikanan tangkap yang mampu meningkatkan hasil tangkapan, dan pasar ekspor yang masih terbuka. Namun, terdapat juga ancaman, seperti penggunaan purse seine yang merusak habitat laut dan konflik antar sektor. Oleh karena itu, strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keberlanjutan ekosistem harus diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hasil tangkapan metode purse seine mengalami fluktuasi selama lima tahun terakhir, dengan penurunan produksi pada tahun 2022. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti overfishing, perubahan lingkungan, kerusakan ekosistem, dan biaya perawatan kapal yang tinggi. Simpulannya pengelolaan perikanan purse seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga memiliki potensi untuk pengembangan yang signifikan, asalkan dilakukan dengan bijak dan berkelanjutan. Diperlukan kerjasama antara nelayan, pemerintah, dan pihak investasi untuk mencapai tujuan ini, sambil tetap memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan ekosistem laut.
BIOLOGI DAN REPRODUKSI IKAN KEMBUNG (Rastrelliger spp.) HASIL TANGKAPAN GILLNET YANG DI DARATKAN DI MUARA LUBUK TUKKO TAPANULI TENGAH Irnawati Sinaga; Juni Susanti Banurea; Zebua, Putra Yaman
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v6i1.219

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan salah satu ikan yang tergolong dalam ikan pelagis kecil. Ikan kembung banyak ditemukan di perairan pantai maupun lepas pantai dan umumnya banyak tersebar di bagian tengah wilayah Indonesia. Alat tangkap gillnet merupakan alat tangkap pasif sangat ramah lingkungan karena memiliki selektivitas yang tinggi. Proses reproduksi pada ikan kembung dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, salinitas, ketersediaan makanan dan juga faktor-faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi dan reproduksi ikan gembung hasil tangkapan Gillnet, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengamatan lansung terhadap sumberdaya ikan kembung hasil tangkapan gillnet yang didaratkan di Perairan Lubuk Tukko Tapanuli Tengah. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi linear setelah melakukan transformasi (Ln), dimana W = a berat ikan (gram) dan b = Ln panjang total ikan (mm). Hasil pengukuran diperoleh hubungan panjang dan berat ikan kembung adalah: W = 0,077L1,493 dimana nilai a = 0,077 dan nilai b = 1,493 nilai dengan nilai R2= 0,964, ini menunjukkan ada korelasi nyata antara Panjang dan berat ikan. Hasil analisis reproduksi ikan kembung (lasrelliger spp) diperoleh: rasio kelamin ikan kembung (lasrelliger spp) adalah 0,22 : 1 dimana jantan sebanyak 11 ekor dan betina 39 ekor yang artinya komposisi jantan dan betina tidak seimbang.
ASPEK BIOLOGI DAN REPRODUKSI IKAN TERI (Stolephorus Sp) HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP DI PERAIRAN TELUK TAPIAN NAULI Irnawati Sinaga; Juni Susanti Banurea; Simatupang, Sry Puspita Sari
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v7i1.245

Abstract

Kota Sibolga yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera, membujur sepanjang pantai dari utara ke selatan dan berada pada kawasan teluk yang bernama Teluk Tapian Nauli, sekitar ± 350 km dari kota Medan. Berdasarkan Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga, (2018) penduduk nelayan sibolga mencapai 8.310 (10%) orang dari total penduduk 87.090 jiwa, sehingga banyak masyarakat sibolga yang berprofesi sebagai nelayan dimana para nelayan menggunakan bagan tancap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi dan reproduksi ikan teri (stolephorus sp) hasil tangkapan bagan tancap di perairan teluk tapian nauli. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Juni sampai dengan Juli 2024 di perairan Teluk Tapian Nauli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang dianalisis secara deskritif. Hasil yang diperoleh selama penelitian menunjukan bahwa Aspek biologi ikan teri diperairan Teluk Tapian nauli terdiri dari struktur ukuran tubuh yang meliputi jumlah selang kelas sebesar 9, panjang interval 7 dan modus 72 dimana. Lc 50% atau layak tangkap sebesar 65mm, hubungan panjang berat allometrik negatif pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat ikan. Aspek reproduksi ikan teri terdiri dari tingkat kematangan gonad dimana dari jumlah sampel 205 ekor, ikan teri yang memiliki TKG I dan TKG II berjumlah 189 ekor dan TKG III dan IV berjumlah 16 ekor. Rata-rata fekunditas diperoleh berkisar 352-710 butir dengan hubungan korelasi antara fekunditas dengan panjang dan berat merupakan hubungan yang sangat kuat.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP BERDASARKAN WARNA CAHAYA LAMPU PUTIH DAN HIJAU DI PERAIRAN SIBOLGA Juni Susanti Banurea; Afni Afriani; Sihombing, Irvan Daniel
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi perbandingan hasil tangkapan ikan pada bagan tancap yang menggunakan lampu putih dan lampu hijau di perairan Sibolga. Melalui eksperimen lapangan, kedua jenis lampu diuji untuk menentukan efektivitasnya dalam menarik ikan. Jumlah hasil tangkapan selama penelitian dengan menggunakan warna cahaya lampu putih sebanyak 184,4 kg, sedangkan warna cahaya lampu kuning 117,8 kg. Jenis dan hasil tangkapan utama menggunakan warna cahaya lampu putih yaitu ikan teri dan cumi-cumi dengan rasio hasil tangkapan 80,69%, sedangkan sedangkan rasio hasil tangkapan utama menggunakan lampu hijau adalah sebanyak 78,69%. Jenis hasil tangkapan sampingan tertinggi dengan menggunakan warna cahaya lampu hijau yaitu ikan baronang, peperek, selar, ikan serinding, tembang dengan rasio hasil tangkapan 21,31%. Tingkahlaku ikan terhadap warna cahaya lampu putih di menit ke 15 mendekati cahaya lampu putih, sedangkan warna cahaya lampu hijau pada menit ke 21 ikan mendekati cahaya lampu hijau.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR Siagian, Philips Pasca G; Sitinjak, Ladestam; Banurea, Juni Susanti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7728

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah fungsi trigonometri dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualtitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa baru di FMIPA Universitas Negeri Medan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan terbesar yang dialami mahasiswa yaitu kesalahan konsep, yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap sifat, aturan, penggunaan rumus dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Kemudian diikuti dengan kesalahan prinsip, yaitu kurangnya pemahaman dan manipulasi syarat atau aturan untuk menentukan langkah penyelesaian masalah. Selanjtunya ada banyak penyebab kesalahan operasi, yaitu kurangnya pemahaman konsep dan prinsip, serta kesalahan dalam melakukan perhitungan. Oleh karena itu, peneliti akan lebih menekankan pemahaman konsep mahasiswa dalam pembelajaran fungsi trigonometri.