Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Consumer Protection in Illegal Online Lending Practices: A Private Law Analysis and Enforcement Efforts Ratih Agustin Wulandari; Toni Nieta; Ahmad Taufik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2848

Abstract

This research critically examines consumer protection within the context of illegal online lending practices in Indonesia, analyzed through the lens of private law. The proliferation of unauthorized online lending platforms has exposed individuals to severe financial and psychological harm due to exorbitant interest rates, hidden fees, and coercive collection methods, highlighting a pressing need for robust legal safeguards. Employing a normative legal research methodology, this study primarily analyzes relevant statutes, legal doctrines, and case law pertaining to contract law, consumer protection, and torts. It identifies the inherent violations of private law principles by illegal lenders and scrutinizes the effectiveness of existing legal remedies and enforcement efforts by regulatory bodies and law enforcement. The findings reveal persistent challenges in applying current legal frameworks to the complex nature of illegal online lending, emphasizing the need for clearer legal interpretations, enhanced inter-agency coordination, and strengthened mechanisms for data protection and digital evidence. This study aims to contribute to legal scholarship and inform policy recommendations for more effective consumer protection against illicit online lending activities.
Perlindungan Hukum Bagi Mahasiswa Penggunaan Shopee Paylater Dewi Pramita; Ratih Agustin Wulandari; Gisha Dilova
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3166

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi finansial (fintech) dan e-commerce di Indonesia telah melahirkan berbagai inovasi layanan keuangan, salah satunya adalah layanan beli sekarang, bayar nanti (BNPL) yang populer. Shopee PayLater, sebagai layanan BNPL terkemuka, menawarkan kemudahan bertransaksi dengan sistem "beli sekarang, bayar nanti" yang sangat diminati oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi mahasiswa Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) sebagai pengguna Shopee PayLater dan mengevaluasi tingkat kesadaran hukum mereka. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan 50 mahasiswa UNDHARI, serta studi dokumen peraturan terkait. Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara tingginya penggunaan layanan dan rendahnya pemahaman hukum. Mayoritas mahasiswa belum sepenuhnya memahami risiko gagal bayar, sanksi, dan peraturan perundang-undangan, seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Secara normatif, siswa dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan POJK, tetapi implementasi perlindungan ini belum efektif karena minimnya literasi hukum dan keuangan di antara mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan penyedia layanan untuk meningkatkan edukasi dan literasi keuangan digital guna menciptakan perlindungan konsumen yang optimal bagi siswa.