Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN PAI Jatmiko, Agus; Muhammad Adib; Elsa Al Khansa; Ahmad Ikhlas; Herlina; Meriyati; Chairul Amriyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23589

Abstract

The learning process of Islamic Religious Education (PAI) is not only focused on cognitive understanding but also includes affective and psychomotor aspects to ensure that students can apply Islamic teachings in their daily lives. The primary goal of PAI learning is to instill faith and piety, shape noble character, and equip students with worship skills and a comprehensive understanding of Islam. Several factors influence the effectiveness of PAI learning, including the role of teachers, student characteristics, and supporting facilities. Teachers serve as educators and mentors who not only transfer knowledge but also act as role models in religious life. Moreover, innovative teaching strategies and methods are required to create an engaging and meaningful learning environment. Evaluation in PAI learning is a crucial aspect in assessing students’ success in understanding, internalizing, and practicing Islamic teachings through various methods such as written tests, observations, and direct worship practices. Therefore, effective PAI learning requires synergy between teachers, students, the learning environment, as well as the appropriate use of teaching methods and evaluation. The success of Islamic religious education is not only measured by academic comprehension but also by how well students internalize and practice Islamic values in their daily lives.
KONSEP DASAR STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN PAI DI SD/MI Vera Yantika, Ade; Elsa Al Khansa; Muhammad Adib; Bagas Armayoga; Siti Zulaikhah; Imam Syafe’i
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23751

Abstract

The strategies and methods of Islamic Religious Education (PAI) learning in elementary schools (SD) and Islamic elementary schools (MI) play a crucial role in shaping students' character and religious knowledge. This study aims to explore the basic concepts of strategies and methods of PAI learning applied in SD and MI. The basic concepts of PAI learning strategies include approaches focused on the development of religious values, skills, and noble character. The methods used in learning should be adjusted to the students' needs, cognitive development, as well as their social and cultural environment. In PAI learning, effective interaction between teachers and students is expected through various methods, such as lectures, discussions, Q&A sessions, and religious practices. The selection of appropriate strategies and methods can enhance students' understanding of PAI material and strengthen the application of religious values in daily life.
STRATEGI PROGRAM ECO-PESANTREN DALAM MENGHADIRKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN TERHADAP PONDOK PESANTREN MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Fifi Risana; Hamidah; Muhammad Adib; Azet Sampurna; A.Ikhlas Muhtar Hadi; Ali Murtadho; Baharudin; Ikhsan Mustofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 December 2024 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20908

Abstract

This article discusses the strategies implemented by the Malahayati Islamic Boarding School in Bandar Lampung in forming environmentally conscious characters through the eco-boarding school program. As an Islamic-based educational institution, the Malahayati Islamic Boarding School in Bandar Lampung has an important role in instilling Islamic values ​​that also include aspects of caring for nature. The eco-boarding school program implemented in this boarding school aims to integrate character education with environmental conservation values. This study uses a qualitative method with an observation approach and in-depth interviews conducted with the Mudir (boarding school leader) and educators at the boarding school. Data obtained from interviews and documentation were analyzed using descriptive analysis techniques. The results of the study indicate that the eco-boarding school program implemented in the Malahayati Islamic Boarding School in Bandar Lampung has proven effective in increasing students' awareness and concern for the environment. Some of the main activities in this program include planting gardens, inter-class cleanliness competitions, and maintaining aquariums in students' rooms, which directly involve students in maintaining the cleanliness and sustainability of nature. This program also plays an important role in forming the character of students who are disciplined, responsible, and have a high sense of concern for the environment around them. It is expected that the implementation of this eco-pesantren program can be adopted by other Islamic boarding schools as an educational model that combines religious aspects with environmental preservation
URGENSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KESHALEHAN EKOLOGIS SANTRI DI PONDOK PESANTREN BERBASIS ECO-PESANTREN (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG) Fifi Risana; Hamidah; Muhammad Adib; Azet Sampurna; A.Ikhlas Muhtar Hadi; Ali Murtadho; Baharudin; Ikhsan Mustofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20983

Abstract

Krisis ekologi global yang meliputi perubahan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan telah menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kehidupan di bumi. Dalam konteks ini, pendidikan memiliki peran strategis untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab secara ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi pendidikan Islam dalam membentuk keshalehan ekologis santri melalui pendekatan eco-pesantren. Eco- pesantren merupakan inovasi pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan praktik keberlanjutan lingkungan, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, dan kompetisi kebersihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi eco-pesantren berhasil menciptakan perilaku santri yang peduli lingkungan. Nilai-nilai kebersihan, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang diajarkan melalui pendekatan holistik berbasis Islam terbukti efektif dalam membangun budaya keberlanjutan di lingkungan pesantren. Santri yang terlibat aktif dalam program ini menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku mereka, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa eco-pesantren memiliki potensi besar sebagai model pendidikan Islam yang berkelanjutan. Untuk meningkatkan dampaknya, diperlukan penguatan kolaborasi dengan instansi lingkungan, perluasan kurikulum berbasis ekologi, dan pengembangan sarana pendukung. Dengan pendekatan ini, pesantren dapat menjadi pusat pembentukan generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren
Adaptasi Santri Baru terhadap Budaya Pesantren: Studi Multidisiplin di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Juwairiyah; Illu Huril Firdaus; Sutriyahningsih; Izzal Fauzi; Muhammad Adib
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v3i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses adaptasi santri baru terhadap budaya pesantren serta mengidentifikasi faktor-faktor multidisipliner yang memengaruhi terjadinya fenomena boyong pada masa awal mondok di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum Malang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan santri baru, santri yang boyong, pengurus, dan ustaz pesantren. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi santri baru merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, kultural, dan pendidikan keislaman yang saling berkelindan. Fenomena boyong terjadi sebagai akibat dari ketidakmampuan santri mengelola tekanan psikologis, lemahnya integrasi sosial, serta belum optimalnya pendampingan adaptasi berbasis nilai-nilai pesantren. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan santri baru perlu dirancang melalui pendekatan multidisiplin agar proses adaptasi berjalan lebih humanis dan berkelanjutan.