Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Plastik Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa di Sekolah Dasar Manan, Manan; Irwan, Irwan; Agusalim, Agusalim; Kamarudin, Kamarudin; Agus, Jufri; Suarti, Suarti; Sumantri, Sri; Tria, Tria
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.384

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah plastik untuk meningkatkan kreatifitas  siswa di SD Negeri 45 Buton.  Metode dilakukan dengan sosialisasi, menyampaikan materi, mendemonstrasikan kegiatan serta melakukan ecalusi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa untuk menumbuhkan jiwa keterampilan dan kreatifitas siswa sekolah dasar dan untuk menggerakan kesadaran siswa dalam pengelolaan limbah yang ada di sekitar agar menjadi barang yang bermanfaat bahkan memiliki nilai jual. Selain menjadi barang yang bermanfaat, dapat pula mengurangi sampah yang ada di sekitar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan limbah yang bermanfaat yang ada di lingkungan sekitar menjadi barang yang bermanfaat dan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat khususnya siswa sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuannya dan berkarya sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar Manan, Manan; Nur Aidah, Wa Ode
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 1 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i1.4907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap pembelajaran pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metodologinya. Dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data, maka prosedur pengumpulan data merupakan tahapan yang paling strategis dan penting. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik sebagai berikut: 1) Wawancara (Interview); 2) Observasi; 3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak penggunaan gadget terhadap pembelajaran siswa dapat disimpulkan berbagai dampak negatif dari penggunaan gadget yang timbul diantaranya beberapa siswa menjadi seseorang yang individualis, lalai terhadap kewajibannya seperti belajar, tidak memperdulikan apapun sampai melupakan waktu seperti bermalas-malasan untuk mengaji, pembangkang dan siswa sering membantah orang tua. Hal ini sangat mempengaruhi tanggung jawab dan sikap religius siswa. Dampak tersebut disebabkan siswa yang terlalu sering menggunakan gadget dengan durasi yang terlalu lama dan kurangnya pengawasan dari orang tua yang membuat siswa menjadi kecanduan dan membuat siswa menjadi malas melakukan hal yang lebih bermanfaat.
Peran Platform Youtube Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Di Sekolah Dasar Irwan, Irwan; Manan, Manan; Kamarudin, Kamarudin; Nur Aidah, Wa Ode
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8188

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran platform youtube dalam meningkatkan literasi digital siswa di kelas V SD Negeri 1 Lamangga. Konteks penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yakni deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ada semua siswa kelas V. Teknik analisis data penelitian dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian peran platform youtube dalam meningkatkan literasi digital siswa di kelas V SD Negeri 1 Lamangga menunjukkan bahwa peran platform youtube dapat menciptakan ketertarikan peserta didik serta guru lebih kreatif dalam penggunaan teknologi, pendayagunaan sumber belajar yang  up to date, keterampilan siswa mengunakan media baru, siswa memperoleh  berbagai infromasi yang lebih luas, dan siswa memiliki pengalaman dari internet sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi digital siswa dengan memenuhi kompetensi berupa kemampuan teknis, pemahaman kritis, dan kemampuan berkomunikasi serta berpartisipasi aktif di kelas.
DESAIN POJOK BACA INSPIRATIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BAUBAU Akbar, Azaz; Manan, Manan; Masri, Masri; Muna, Viqah Akmalia Subardin Azis; Lista, Lista
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30206

Abstract

Artikel ini merupakan hasil pengabdian kolaborasi dengan SD Negeri 1 Baubau pada tahun 2024, dengan topik Desain Pojok Baca Inspiratif Di Sekolah Dasar Negeri 1 Baubau. Bertujuan untuk menambah fasilitas pendukung peningkatan literasi baca siswa dan meningkatkan pelaksanaan program kreatif pojok baca dalam peningkatan pemanfaatanya. Berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan minat baca dan peningkatan literasi siswa. Desain pojok baca ini memanfaatkan ruang yang ada dengan optimal, memperhatikan faktor kenyamanan, estetika, dan fungsionalitas. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, analisis ruang, dan konsultasi dengan pihak sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kegiatan sebelum dilakukan tindakan, minat baca di SD Negeri 1 Baubau masih rendah namun setelajh dilakukan penambahan koleksi di beberapa pojok baca yang sudah tersedia, maka animo peserta didik dalam menggunakan bahan bacaan semakin baik. Kondisi yang kedua adalah tentang sarana pojok baca yang kurang memadai, setelkah dilakukan tindakan, SD Negeri 1 Baubau mengalami penambahan fasilitas sarana pojok baca. Kondisi ketiga yaitu tentang ruang kelas yang kurang termanfaatkan, dengan dilakukan tindakan berupa pembuatan pojok baca, ruang kelas di SD Negeri 1 Baubau dari segi pemanfaatan ruangan lebih efektif dan efisien..
Memupuk Nasionalisme Dalam Industri Pertahanan Manan, Manan; Gunadi, Gathut Imam; Deksino, George Royke
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3025

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan komitmen dalam membangun kapabilitas dalam bidang pertahanan, Indonesia melakukan berbagai upaya dalam menetapkan sasaran pokok jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan UU no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tidak hanya itu saja, Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri pertahanan atau sering disebut dengan KKIP yang bertugas mewujudkan kemandirian Industri pertahanan yang menghubungkan kedua belah pihak yang mmbutuhkan yaitu Alpalhankam dan bagian pengembangan industri strategis dalam negeri. Nasionalisme dalam bidang Industri pertahanan mempunyai kemampuan memproduksi Alpalhankam yang tidak bergantung pada negara lain merupakan target pemerintah Indonesia dalam bidang industri pertahanan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan militer dengan melihat kapasitas industri pertahanan yang ada di Indonesia. Salah satu strategi lainnya adalah dengan membangun dan menanamkan nilai nasionalisme dalam industri pertahanan sehingga upaya tersebut dapat membangun industri pertahanan nasional yang tidak hanya mengembangkan Alpalhankam melalui pengadaan namun juga melalui pemberdayaan industri pertahanan dengan cara penanaman rasa nasionalisme dan bela negara.Kata Kunci: Nasionalisme, Industri Pertahanan, Alpalhankam AbstractIndonesia is currently trying to realize its commitment to building defense capabilities by setting long-term main goals to build the independence of the defense industry. In addition to issuing Law no. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, the government also established the Defense Industry Policy Committee (KKIP) which is tasked with realizing the independence of the defense industry by bridging the needs of Alpalhankam and the development of domestic strategic industries. The military embargo imposed by the United States from 1995 to 2005 has made the Indonesian government aware of the importance of the nationalism of strategic industries for the defense system. The nationalism of the defense industry or the ability to produce its defense and security equipment without relying on other countries is one of the targets of the Indonesian government in the defense sector. Nevertheless, there are still some challenges in meeting military needs with the capacity of the defense industry. One strategy in responding to these challenges is to build and instill the values of nationalism in the defense industry so that efforts to empower the national defense industry will not only develop defense equipment through procurement but also through empowering the defense industry by inculcating the values of nationalism in the people involved. in the whole process of activities in the defense industry to state revenue.Keywords: Nationalism, Defense industry, Alpalhankam.