Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Interaksi sosial berhubungan dengan kualitas hidup Lansia di RW 16 Desa Tamansari, Kota Bandung: Studi cross-sectional Fazriana, Erlina; Arsya, Nur Soviah; Pratama, Oktarian
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Kualitas hidup Lansia merupakan salah satu aspek kesehatan yang memerlukan perhatian, dan terutama masalah kesehatan di masyarakat yang mengalami penuaan yang cepat (1). Interaksi sosial telah diakui sebagai penentu mendasar QoL, memengaruhi berbagai aspek kesejahteraan seperti kesehatan fisik, keadaan emosional, dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini mengkaji hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup (QoL) Lansia di RW 16, Desa Tamansari, Kota Bandung. Metode Sejumlah 60 responden dipilih dari keseluruhan populasi 147 orang lanjut usia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-OLD dan Interaksi Sosial dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil Korelasi positif yang signifikan antara interaksi sosial dan QoL (p = 0,001, r = 0,767), menunjukkan bahwa tingkat interaksi sosial yang lebih tinggi dikaitkan dengan QoL yang lebih tinggi. Mayoritas responden (71,7%) memiliki tingkat interaksi sosial sedang, sementara 85% melaporkan QoL tinggi. Kesimpulan dan Saran Studi ini menekankan pentingnya keterlibatan sosial di antara para Lansia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Intervensi berbasis komunitas, seperti kegiatan sosial, program literasi kesehatan, dan inisiatif perawatan diri, dapat secara efektif mempromosikan interaksi sosial. Selain itu, membangun sistem evaluasi penuaan yang sehat dengan berbagai dimensi, termasuk kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan hubungan sosial, dapat membantu menyesuaikan intervensi dengan area tertentu yang memengaruhi QoL. Mendorong partisipasi sosial melalui latihan kelompok, kegiatan sosial yang terorganisir, dan interaksi dengan teman dapat lebih meningkatkan kesejahteraan Lansia. Memperkuat jejaring sosial untuk memerangi kesepian, mempromosikan aktivitas sehari-hari untuk keterlibatan sosial secara teratur, dan membentuk jaringan dukungan dengan teman sebaya dan anggota keluarga juga dianjurkan. Memanfaatkan pendekatan inovatif, seperti instruksi tari sosial dan solusi berbasis teknologi, dapat menyediakan sistem yang dipersonalisasi dan interaktif untuk mendukung keterlibatan dan kesejahteraan Lansia. Temuan ini menyoroti peran penting interaksi sosial dalam meningkatkan QoL di kalangan Lansia, menginformasikan inisiatif kesehatan masyarakat dan penelitian di masa depan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN TINGKAT 4 DI STIKes DHARMA HUSADA Fitra Herdian; Wafiyah , Ghina; Pratama, Oktarian
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6058

Abstract

Mahasiswa Sarjana Keperawaatan akan lebih termotivasi untuk belajar apabila dukungan sosial yang diterimanya semakin banyak. Prestasi belajar yang menurun, kemalasan dalam menyelesaikan kegiatan yang diberikan, dan hasil yang tidak diharapkan lainnya dapat terjadi akibat kurangnya dukungan dari diri sendiri maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan dukungan sosial pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasi kuantitatif. Pendekatan sampling lengkap digunakan untuk mengumpulkan 76 responden yang menjadi sampel penelitian. Hasil uji peringkat Spearman dalam penelitian ini menunjukkan Nilai P sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan belajar dengan dukungan sosial. Mayoritas responden sebanyak 36 orang (47,0%) menyatakan memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi. Mayoritas responden sebanyak 43 orang (57,0%) termasuk dalam kelompok motivasi belajar sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada, dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan. Menurut temuan penelitian, siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka memiliki dukungan sosial yang lebih besar. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan layanan konseling teman sebaya untuk para mahasiswa di STIKes Dharma Husada untuk meningkatkan dukungan sosial serta juga dapat membentuk sosial support dalam lingkungan kampus STIKes Dharma Husada. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Motivasi Belajar
Implementasi Self-Hypnosis Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dan Tingkat Kecemasan Lansia Penderita Osteoartritis Di Kelurahan Babakan Surabaya Sulistiyawati, Arie; Pratama, Oktarian
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6117

Abstract

Osteoartritis adalah bentuk rematik atau artritis yang persisten dan tidak dapat disembuhkan yang menyerang orang lanjut usia. Gejala utama osteoartritis pada persendian adalah nyeri. Masalah tidur, stres psikologis, dan fungsi motorik semuanya dapat terhambat oleh ketidaknyamanan tersebut. Farmakoterapi telah menjadi andalan manajemen nyeri bagi orang dewasa yang lebih tua dengan osteoartritis sejauh ini. Self-hypnosis adalah teknik terapi tambahan karena penyakit psikologis seperti kesedihan dan kecemasan berkontribusi terhadap kekambuhan nyeri. Karena Self-hypnosis sederhana, murah, dan diarahkan sendiri, Self-hypnosis sering digunakan sebagai terapi tambahan. Studi ini berupaya untuk memastikan bagaimana Self-hypnosis memengaruhi tingkat nyeri dan kecemasan yang dialami oleh orang dewasa yang lebih tua dengan osteoartritis. Dengan menggunakan modul intervensi Self-hypnosis, studi kuantitatif ini menggunakan desain kelompok kontrol pra-tes-pasca-tes acak kuasi-eksperimental untuk menurunkan tingkat kecemasan dan nyeri pada orang dewasa yang lebih tua dengan osteoartritis. Komite etik rumah sakit telah memberikan izinnya untuk proyek ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa skor pra-tes dan pasca-tes pasien osteoartritis lanjut usia yang menerima obat pereda nyeri dan kecemasan berbeda secara signifikan. Skor NRS (nyeri) rata-rata kelompok perlakuan pra-tes adalah 1,47 ± 0,57, sedangkan skor pasca-tes adalah 0,97 ± 0,72, dengan nilai-p 0,001 < 0,05. Skor TMAS (kecemasan) rata-rata kelompok perlakuan pra-tes adalah 13,13 ± 2,27, sedangkan skor pasca-tes adalah 10,93 ± 3,35, dengan nilai-p 0,000
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN PADASUKA Lukitasari, Depi; Pratama, Oktarian; Nurhidayah, Ikeu
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6119

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Status gizi pada anak balita merupakan satu diantara indikator utama dalam mengevaluasi kondisi kesehatan. Satu diantara aspek yang beredampak kepada hal tersebut ialah keterlibatan orang tua, terutama peran ibu dalam memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi serta layanan kesehatan anak secara optimal. Tujuan: Tujuan daripada studi ini ialah guna menganalisis keterkaitan antara Peran ibu dengan status gizi anak balita yang tinggal di Kelurahan Padasuka Metode: Riset ini menerapkan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi studi ini ialah 95 ibu yang mempunyai balita berusia 12-59 bulan. Riset ini melibatkan 77 orang ibu yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data diakumulasikan dengan mengimplementasikan instrumen berupa kuesioner terkait peran ibu, serta penilaian status gizi yang dilandaskan kepada indikator BB/U serta TB/U sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. Validitas dan reliabilitas instrumen telah diuji (CVI > 0,80; ? = 0,821). Pengolahan data dijalankan melalui analisis univariat serta bivariat. Guna menilai keterkaitan antara peran ibu dengan status gizi balita, diterapkan uji chi-square pada analisis bivariat. Hasil: Terdapat korelasi yang signifikan antara peran ibu dengan status gizi balita (p = 0,000). Ibu dengan peran yang baik cenderung mempunyai balita dengan status gizi yang baik (OR = 8,18; RR = 2,20). Kesimpulan: Peran ibu memiliki kontribusi yang signifikan kepada status gizi balita. Peningkatan peran ibu dalam aspek edukatif, afektif, dan instrumental sangat krusial dalam menunjang perkembangan anak yang positif.
PENGARUH SENAM PROLANIS (PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH KLIEN HIPERTENSI DI KLUB PROLANIS PUSKESMAS GRIYA ANTAPANI Pratama, Oktarian; Aisah, Siti
Jurnal Sehat Masada Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v19i2.566

Abstract

Hypertension, commonly referred to as high blood pressure, is defined as having a systolic blood pressure >140 mmHg or a diastolic blood pressure >90 mmHg. In Indonesia, hypertension is one of the leading non-communicable diseases, with a reported 185,857 cases. Prolanis exercise is a non-pharmacological treatment method for reducing blood pressure, organized by BPJS Kesehatan. In the Prolanis Club at the Griya Antapani Health Center, there are 150 members diagnosed with hypertension. This study aims to determine the effect of Prolanis Exercise (Chronic Disease Management Program) on lowering blood pressure in patients with hypertension. This is a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 members of the Prolanis Club, selected using purposive sampling. Data collection was conducted using observation sheets, sphygmomanometers, and stethoscopes. The results, analyzed using the Wilcoxon test, showed that Prolanis exercise had a significant effect on reducing blood pressure. The average blood pressure before participating in Prolanis exercise was 146.50/96.00 mmHg, while after the exercise, it was 127.50/82.50 mmHg. The results of statistical tests obtained a p value of 0.001 (<0.05), so it can be concluded that there is a significant effect of prolanis exercise (chronic disease management program), indicating a significant effect on blood pressure and a significant difference between pre- and post-intervention measurements. It is recommended that nurses at health centers incorporate Prolanis exercise into their regular programs to improve the quality of life for patients with hypertension.
Qualitative Study Of Elderly Independence In Fulfilling Daily Living Activities In Sindang RW 03 Margasari Village Tasikmalaya District Pratama, Oktarian; Putri Puspitasari
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aging process occurs naturally. This can lead to physical, mental, social, economic and psychological problems. Physical changes in the elderly will affect, especially in fulfilling the activities of daily life of the elderly themselves. Objective: This study aims to determine the level of independence of the elderly in fulfilling daily living activities in Kp. Sindang RW 03 Margasari Village. Method: the method used in this research is analytical descriptive research with a qualitative approach, using source triangulation techniques, where the instruments were interview form and observation form. Results: Key respondents need the help of others or loved ones to carry out their daily activities. Conclusion: The capacity of key respondents in fulfilling the needs of daily living activities requires several other people, because it is influenced by the physical condition of the elderly themselves due to falls. Suggestion: It is recommended for families to provide support to the elderly in order to increase the independence of the elderly in activities, especially in the elderly with dependence so that the quality of life of the elderly is getting better
Analisis Hubungan Tingkat Cognitive Flexibility Perawat terhadap Akurasi Identifikasi Shock Index pada Penanganan Pasien Trauma di RSUD Sumedang Sulistiyawati, Arie; Pratama, Oktarian; Herdian, Fitra; Rahima, Dea Gheriya; Pamella , Diva
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Vol : 3 No : 2 (2024 ) : Periode Juli 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i2.7536

Abstract

Cognitive flexibility merujuk pada kapasitas individu untuk beralih di antara skema berpikir, menyesuaikan respons terhadap kondisi yang berubah, serta mengintegrasikan informasi baru secara efisien. Pada konteks kegawatdaruratan, kemampuan ini berperan dalam penalaran klinis, pengenalan pola vital sign yang abnormal, dan respons cepat terhadap perubahan fisiologis pasien trauma. Namun, hubungan langsung antara tingkat cognitive flexibility perawat dan akurasi identifikasi Shock Index masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya pada rumah sakit daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasien trauma di RSUD Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengukuran cognitive flexibility melalui instrumen baku dan penilaian akurasi identifikasi SI menggunakan studi kasus terstandar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa perawat dengan skor cognitive flexibility lebih tinggi memiliki tingkat akurasi penilaian SI yang lebih baik. Temuan ini mempertegas bahwa kemampuan kognitif adaptif merupakan determinan penting dalam kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan klinis pada situasi trauma. Implikasi penelitian memberikan landasan bagi rumah sakit untuk mempertimbangkan integrasi pelatihan cognitive flexibility dalam program pengembangan kompetensi perawat IGD. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan melalui penguatan kapasitas kognitif tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan kognitif perawat bukan hanya atribut individual, tetapi juga faktor yang berkontribusi langsung pada keselamatan pasien, khususnya pada fase emas penanganan trauma
Pengaruh Terapi Komplementer SICRING terhadap Kualitas Tidur pada Pasien dengan Insomnia Ringan hingga Sedang di Wilayah Kerja Puskesmas Arcamanik Sulistiyawati, Arie; Hartiningsih, Siti Sugih; Pratama, Oktarian; Maulana, Fitriyani; Apriliana, Zahra
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Vol : 4 No : 2 : Periode Juli 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i2.7537

Abstract

Gangguan insomnia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan kelelahan, dan memengaruhi fungsi kognitif seseorang. Berbagai pendekatan komplementer mulai digunakan dalam pelayanan kesehatan primer untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, salah satunya adalah terapi spiritual coherence healing (SICRING) yang mengintegrasikan teknik olah napas, olah tubuh, healing touch, dan penguatan spiritual untuk mencapai relaksasi mendalam serta keseimbangan tubuh–pikiran–jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi komplementer SICRING terhadap kualitas tidur pada pasien dengan insomnia ringan hingga sedang di wilayah kerja Puskesmas Arcamanik. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre–post test with control group. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan responden berusia 18–60 tahun yang mengalami insomnia berdasarkan Insomnia Severity Index (ISI) kategori ringan hingga sedang. Kelompok intervensi mendapatkan terapi SICRING selama 4 sesi dalam 7 hari, yang meliputi latihan olah tubuh, pernapasan koheren, healing touch, dan relaksasi spiritual terpandu, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan edukasi sleep hygiene standar. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney, dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi SICRING (p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna (p > 0,05). Perbandingan antarkelompok juga menunjukkan perbedaan signifikan pada skor PSQI post-test (p < 0,001), yang berarti terapi SICRING lebih efektif dibandingkan edukasi sleep hygiene standar dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan insomnia ringan hingga sedang. terapi komplementer SICRING terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi komplementer dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya pada pasien dengan gangguan insomnia ringan hingga sedang. Integrasi terapi ini berpotensi mendukung pendekatan holistik dan promotif di Puskesmas Arcamanik
Pengetahuan dan Sikap Lansia tentang Booster COVID-19 di Desa Sukajaya Wilayah Kerja Puskesmas Cikondang Kabupaten Cianjur Lusinda Pebrian; Hery Prayitno; Oktarian Pratama
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.411

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2020 World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa COVID-19 dikategorikan sebagai pandemi. COVID-19 terus mengalami mutasi membentuk varian baru. Varian baru yang terdeteksi adalah varian Omicron. Vaksin merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID 19 adalah dengan melakukan vaksinasi. Pada Januari 2022 Indonesia sudah memulai program vaksin dosis ketiga atau booster. Program ini merupakan upaya lanjutan dari vaksinasi primer. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan Vaksinasi Booster COVID-19 pada Lansia di Desa Sukajaya Wilayah Kerja Puskesmas Cikondang Kabupaten Cianjur. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian 36,7% memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang vaksinasi Booster COVID-19, 57,8% memiliki sikap positif terhadap vaksinasi Booster COVID-19 dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan Vaksinasi booster COVID-19 dengan p Value 0,000. Kesimpulan: Pengetahuan Lansia tentang Vaksinasi Booster COVID-19 di Desa Sukajaya Wilayah Kerja Puskesmas Cikondang Kabupaten Cianjur Tahun 2022 menunjukkan 55 responden (61,1%) baik. Sikap lansia terhadap vaksinasi Booster COVID-19 menunjukkan 52 responden (57,8%) positif. Ada Hubungan Pengetahuan Dengan Vaksinasi Booster COVID-19 di Desa Sukajaya Wilayah Kerja Puskesmas Cikondang Kabupaten Cianjur dengan p. Nilai 0,000.
TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PETUGAS CLEANING SERVICE PT. MITRA ABADI KARYA YANG BERTUGAS DI RUMAH SAKIT Muhammad Fahmi Ashsidik; Jahidul Fikri Amrullah; Oktarian Pratama; Fitra Herdian
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.435

Abstract

Henti nafas dan atau henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi kegawatdaruratan medik yang harus segera mendapatkan penanganan baik dari petugas medis maupun masyarakat sekitar kejadian. Salah satu upaya meningkatkan harapan hidup korban henti jantung adalah melakukan pertolongan pertama, salah satunya yaitu Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). hasil survey pendahuluan terhadap 10 orang cleaning service PT. Mitra Abadi Karya (MAK) yang bertugas di rumah sakit, 8 diantaranya belum terlalu memahami tentang praktik BHD. Tujuan penelitian mengetahui gambaran tingkat BHD pada petugas Cleaning Service PT. MAK Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif Pendekatan waktu pengumpulan data menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian 250 cleaning service. Jumlah sampel 72 orang menggunakan teknik random sampling. Analisa data menggunakan uji univariat menggunakan program SPSS. Pengetahuan cleaning service tentang BHD kategori baik 19 orang (26,4%), cukup 44 orang (61,1%), kurang 9 orang (12,5%). Cleaning service lebih banyak memiliki kategori pengetahuan baik tentang Definisi (94%), indikasi (81%), prinsip BHD (78%) dan penghentian RJP (97%), sedangkan prosedur BHD lebih banyak kategori pengetahuan kurang (82%). Diharapkan PT. MAK Melaksanakan evaluasi terhadap kemampuan BHD baik teori maupun praktik pada petugas cleaning service terutama pada yang sudah mendapat pelatihan. Melakukan Refreshing pelatihan BHD agar seluruh cleaning service mengerti dan memahami teori dan praktik BHD. Adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengetahuan bantuan hidup dasar.