Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MODEL MAKE A MATCH: STRATEGI KREATIF PENGENALAN ANGKA 1-10 PADA ANAK USIA DINI Fitri, Aprilia Wahyuning; Aerin, Wafa; Isnaningsih, Anti; Handayani, Iys Nur; Khasanah, Fitrotun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.7122

Abstract

The purpose of this study was to improve the ability to recognize numbers 1-10 through the cooperative learning model of the make a match type in children aged 4-5 years at RA Al-Hidayah Purwasaba. This type of research is classroom action research with the Kemmis and Mc Taggart method. Cycle I was carried out in three meetings and cycle II was carried out in three meetings and had achieved success indicators. The subjects of this study were 23 children aged 4-5 years consisting of 10 boys and 13 girls. The data collection method was carried out through observation and documentation.Data analysis techniques were conducted descriptively and quantitatively. The results of the study concluded that the improvement of the ability to recognize numbers 1-10 in children was successful with a percentage reaching 91% or 21 children out of a total of 23 children. The development of recognizing numbers 1-10 can be seen from the pre-action indicator of 39%, then the follow-up in cycle I of the first meeting increased by 43%, cycle I of the second meeting by 48%, cycle I of the third meeting by 70%. Then continued cycle II of the first meeting obtained results of 78%, cycle II of the second meeting by 87%, cycle II of the third meeting by 91% which means that the ability to recognize numbers 1-10 in children is said to have succeeded in achieving the researcher's target of 80% -100% can improve the ability to recognize numbers. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10 melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada anak usia 4-5 tahun di RA Al-Hidayah Purwasaba. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode Kemmis dan Mc Taggart. Siklus I dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dan sudah mencapai indikator keberhasilan. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun sebanyak 23 anak yang terdiri dari 10 laki-laki dan 13 perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak berhasil dengan presentase mencapai 91 % atau 21 anak dari jumlah keseluruhan 23 anak. Perkembangan mengenal angka 1-10 dapat dilihat dari indikator pra tindakan sebesar 39 %, kemudian tindak lanjut pada siklus I pertemuan pertama meningkat sebesar 43 %, siklus I pertemuan kedua sebesar 48 %, siklus I pertemuan ketiga sebesar 70 %. Kemudian dilanjut siklus II pertemuan pertama memperoleh hasil 78 %, siklus II pertemuan kedua sebesar 87%, siklus II pertemuan ketiga sebesar 91 % yang artinya kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak dikatakan berhasil mencapai target peneliti yaitu 80%-100% dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka..
Penerapan Program Pendidikan Karakter Berbasis Komunitas pada PAUD di Kabupaten Kebumen: Implikasi bagi Kebijakan Pendidikan Lokal Aerin, Wafa; Hamid Samiaji, Mukhamad; Mansurani, Ichrisul; Hermawan, Risdianto
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2602

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini memiliki peran fundamental dalam pembentukan kepribadian anak. Di Kabupaten Kebumen, penerapan pendidikan karakter berbasis komunitas menjadi alternatif strategi yang diyakini mampu memperkuat keterlibatan orang tua, masyarakat, dan lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi program pendidikan karakter berbasis komunitas, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 20 narasumber yang terdiri atas guru PAUD, orang tua, tokoh masyarakat, dan pejabat dinas pendidikan, serta observasi partisipatif pada lima PAUD mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas memperkuat efektivitas pembelajaran karakter, khususnya dalam menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan disiplin. Sebanyak 80% guru PAUD menilai keterlibatan komunitas berdampak positif, sedangkan 65% orang tua mengaku lebih aktif mendukung kegiatan sekolah.
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGECAP DENGAN MEDIA BAHAN ALAM PELEPAH PISANG PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KOSGORO TAMANWINANGUN KEBUMEN Linda, Lilin Dwi; Aerin, Wafa
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan mengecap menggunakan media bahan alam berupa pelepah pisang di TK Kosgoro Tamanwinangun Kebumen. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan kreativitas anak yang ditandai dengan kurangnya inisiatif dan ketergantungan pada guru dalam menyelesaikan tugas. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kreativitas anak usia dini dari pra-siklus ke siklus II dengan rata-rata pertumbuhan antara 57% hingga 73%, di mana pada aspek mengeksplorasi lingkungan meningkat dari 25% menjadi 94%, merencanakan permainan dari 31% menjadi 94%, mengambil tindakan dari 31% menjadi 88%, membangun rasa percaya diri dari 25% menjadi 94%, dan memecahkan masalah dari 15% menjadi 88%, yang membuktikan bahwa kegiatan mengecap menggunakan pelepah pisang efektif dalam mengembangkan kreativitas anak secara menyeluruh. Kegiatan mengecap dengan pelepah pisang terbukti efektif dalam menstimulasi kreativitas anak melalui pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media bahan alam seperti pelepah pisang dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran berbasis eksplorasi alam untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan kesadaran ekologis anak usia dini.
PENINGKATAN KOSAKATA ANAK MELALUI PERMAINAN KOTAK MISTERI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Isnaeni, Isrovia Nur Atika; Aerin, Wafa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10474

Abstract

Language development, particularly vocabulary mastery, is a crucial foundation for communication and academic success in early childhood, yet students at BA Aisyiyah 1 Wanadadi exhibit limited verbal expression. This study focuses on improving the vocabulary of 4-5 year old children through the innovation of the mystery box game. The method applied is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model which includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection in two cycles on twenty-two research subjects. Data collection instruments include systematic observation, visual documentation, and field notes to accurately record children's cognitive and affective development. Quantitative findings show a significant increase in vocabulary mastery: from the pre-action condition of only 36%, increasing to 68% in cycle I, and reaching the success criteria of 85% in cycle II. These results prove that stimulation through touching and guessing objects in the mystery box effectively triggers curiosity and strengthens children's linguistic memory in a multisensory manner. In conclusion, the mystery box game is an effective and fun pedagogical strategy to transform children from passive to active speakers, so it is highly recommended for PAUD educators in optimizing the golden age of students' language development in the school environment to realize brilliant academic achievements through continuous and educational interactions for them. ABSTRAK Pengembangan kemampuan bahasa, khususnya penguasaan kosakata, merupakan fondasi krusial bagi komunikasi dan kesuksesan akademik anak usia dini, namun peserta didik di BA Aisyiyah 1 Wanadadi menunjukkan keterbatasan ekspresi verbal. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kosakata anak usia 4-5 tahun melalui inovasi permainan kotak misteri. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus terhadap dua puluh dua subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi sistematis, dokumentasi visual, dan catatan lapangan untuk merekam perkembangan kognitif serta afektif anak secara akurat. Temuan kuantitatif menunjukkan lonjakan signifikan dalam penguasaan kosakata: dari kondisi pra-tindakan yang hanya mencapai 36%, naik menjadi 68% pada siklus I, hingga mencapai kriteria keberhasilan sebesar 85% pada siklus II. Hasil ini membuktikan bahwa stimulasi melalui perabaan dan penebakan benda dalam kotak misteri efektif memicu rasa ingin tahu serta memperkuat daya ingat linguistik anak secara multisensori. Simpulannya, permainan kotak misteri merupakan strategi pedagogis yang efektif serta menyenangkan untuk mentransformasi anak dari pasif menjadi aktif berbicara, sehingga sangat direkomendasikan bagi pendidik PAUD dalam mengoptimalkan masa keemasan perkembangan bahasa peserta didik di lingkungan sekolah guna mewujudkan prestasi akademik yang gemilang melalui interaksi yang berkelanjutan serta edukatif bagi mereka.