Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Perspective

Di Bawah Spirit Liberal-Institusionalisme: Kajian Komparatif Gagasan Dynamic Equilibrium dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific Ardianti, Dinar Elly; Rosyidin, Mohamad; Alfian, Muhammad Faizal
Indonesian Perspective Vol 8, No 1: (Januari-Juni 2023): 1-210
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v8i1.55088

Abstract

This article aims to compare two Indonesia’s foreign policy ideas, namely, dynamic equilibrium and the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). It treats both ideas as an analytical tool instead of propositions to be tested against empirical evidence. Using liberal-institutionalism approach, this article argues that despite both ideas applies in the Indo-Pacific region, both have different characteristics. While dynamic equilibrium can be regarded as a foreign policy doctrine which only proposes the basic principles of interstate relations, AOIP is a cooperative framework which becomes policy guidance for countries in the region. However, both ideas conforms liberal-institutionalism premises that international regimes matter because it provides set of rules for cooperation rather than rivalry, recover ASEAN’s role as a key actor in the region, promote dialogue in dispute settlement, and gain economic development. 
Gagasan dan Presepsi Politik Luar Negeri Indonesia terhadap Rivalitas Amerika Serikat dengan China: Sebuah Resensi Kritis Alfian, Muhammad Faizal
Indonesian Perspective Vol 8, No 2: (Juli-Desember 2023): 211-338
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v8i2.60445

Abstract

“Mendajung antara dua karang” merupakan salah satu karya Bung Hatta untuk mengambarkan posisi Indonesia pada masa Perang Dingin. Secara garis besar karya ini merupakan bagian dari konsolidasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menghadapi perang ideologi besar antara dua negara berpengaruh Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet dan Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat. Istilah Mendayung dalam dua karang ini merupakan istilah yang dapat mengambarkan politik luar negeri bebas aktif yang berusaha untuk terhindar dari tekanan eksternal dari negara hegemoni menyebar luaskan pengaruhnya terhadap Indonesia. Persaingan Amerika Serikat dan Uni Soviet mungkin sudah tidak relevan lagi dalam konteks kontemporer sejak runtuhnya Uni Soviet, akan tetapi Daniel Novotny membawa gagasan ‘mendajung antara dua karang” untuk menjelaskan politik luar negeri Indonesia terhadap Amerika Serikat dan China dalam bukunya yang berjudul “Torn between Amerika dan China; Elite Perceptions and Indonesian Foreign Policy”. Buku Novonty merupakan suatu kajian yang memberikan pemahaman pembuat kebijakan Indonesia pasca perang dingin dengan menitik beratkan upaya Indonesia dalam menemukan jalannya ditengah persaingan dua kekuatan besar antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, Novonty juga menyoroti bagaimana persepsi terhadap permasalahan keamanan para elit politik “pejabat” yang diambil berdasarkan pemikiran dan pandangan presiden, menteri, diplomat senior dan perwira tinggi angkatan darat Indonesia terhadap dunia luar pasca perang dingin. Pemikiran dan padangan elit politik menjadi determinan dalam proses melihat ancaman, sehingga berpengaruh pada politik luar negeri Indonesia ditengah dua persaingan kekuatan besar yaitu AS dan China.