Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Effect of Immunization Programs to Reduce The Number of Cases of Infectious Diseases in The Community Agus Jalpi; Netty Netty; Achmad Rizal; Hilda Irianty
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 1 (2025): MAY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/xdbgtr31

Abstract

Immunization programs are one of the most effective public health interventions to prevent and reduce the incidence of infectious diseases. This study aims to analyze the effect of immunization programs on the reduction of infectious disease cases in the community. A quantitative method was employed using a descriptive and correlational analysis approach, based on secondary data from health department reports and records of immunization coverage and infectious disease cases over the past five years. The findings indicate a significant correlation between increased immunization coverage and decreased incidence of diseases such as measles, diphtheria, and hepatitis B. The discussion highlights disparities in immunization coverage between regions, the influence of social and educational factors, and implementation challenges in the field. The study concludes that although immunization is proven to be effective, its success relies heavily on supportive policies, community education, and adequate healthcare infrastructure. These findings provide important contributions to strengthening national immunization policies in a more equitable and sustainable manner.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 A. Guruh Maulidi Yanur; Agus Jalpi; Mahmudah Mahmudah; Achmad Rizal
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.17010

Abstract

Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Dalam upaya Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang menjadi salah satu program utama kesehatatan. Pemerintah berupaya menciptakan suatu inovasi bagi masyarakat secara luas terutama dalam mengatasi pencemaran di daerah perairan maka munculah ide atau gagasan menciptakan suatu Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu Jamban Sehat Jenis tripikon S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 174 buah pada dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 64 buah dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan tentang pengetahuan, sikap, tingkat ekonomi, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan tenaga kesehatan. Hasil dari penelitian ini 37 responden (57,8%) tidak menggunakan tripikon s, 27 responden (42,2%) menggunakan s. Tidak ada hubungan pengetahun dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,564), tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,067), ada hubungan tingkat ekonomi dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,003), tidak ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,676), Tidak ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,632). Saran bagi pemilik agar dapat memaksimalkan penggunaan jamban tripikon s dan bagi peneliti diharapkan dapat meneliti variabel lainnya seperti faktor lingkungan dan faktor psikososial yang dapat mempengaruhi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban sehat keluarga jenis tripikon s di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tingkat Ekonomi, Dukungan, Penggunaan Tripikon S 
Hubungan Pengetahuan, Sikap Petugas dan Sarana Prasarana dengan Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 Marlena Marlena; Rizal Achmad; Edy Ariyanto; Jalpi Agus; Fauzan Akhmad; Riza Yeni
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.272

Abstract

Pendahuluan: Limbah medis dalam bentuk padat dihasilkan dari kegiatan yang berasal dari ruangan perawatan seperti poliklinik gigi, poliklinik umum, poliklinik gigi, poliklinik Ibu dan anak, laboratorium dan apotek, berbagai jenis limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan pelayanan Kesehatan dapat membahayakan dan menimbulkan gangguan Kesehatan terutama pada saat pengumpulan, pemilahan, penampungan, penyimpanan, pengangkutan dan pemusnahan serta pembuangan akhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap petugas dan sarana prasarana dengan pengelolaan limbah medis padat. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik total sampling, jumlah sampel sebanyak 50 responden, terdiri dari semua petugas kesehatan dan petugas kebersihan. Uji statistik menggunakan chi square pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat responden yang baik dalam pengelolaan limbah medis padat sebanyak 29 responden (58%), pengetahuan kurang sebanyak 21 responden (42%) sedangkan mempunyai sikap negatif sebanyak 27 responden (54%) dan sarana prasarana baik sebanyak 36 responden (72%). Hasil: Hasil uji statistik menggunakan chi square didapatkan nilai pengetahuan (p-value = 0,004)   sedangkan sikap (p-value = 0,017) dan sarana prasarana (p-value = 0,003). Kesimpulan: Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengelolaan limbah medis padat dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan limbah medis padat dan mengikuti pelatihan tentang pengelolaan limbah medis padat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Tahun 2023 Mahmudah; Shalsa Shifa Reininda; Achmad Rizal
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i4.395

Abstract

Latar Belakang: Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit DBD banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu rumah tangga di Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Sampel diambil sebanyak 97 ibu dengan Teknik Purposive Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner dengan cara wawancara. Uji statistik menggunakan chi square pada taraf signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,7% Ibu memiliki pengetahuan cukup, 64,6% Ibu mempunyai sikap positif dan 57,6% 64 Ibu kurang dalam melakukan pencegahan DBD. Simpulan: Hasil uji statistik di simpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value= 0,001) dan sikap (p-value=0,002) ibu rumah tangga dengan pencegahan demam berdarah dengue di Kelurahan Landasan Ulin Selatan Tahun 2023. Instansi terkait melakukan kampanye PSN melalui berbagai iklan layanan informasi, memfasilitasi terbentuknya gerakan masyarakat untuk secara berkala serta dapat memberikan informasi atau penyuluhan kesehatan efektif.
Analisis Status Gizi Balita (Studi Faktor Internal dan Eksternal) di Puskesmas Kota Banjarmasin: Analysis of Nutritional Status of Toddlers (Study of Internal and External Factors) at the Puskesmas in Banjarmasin City Agus Jalpi; Achmad Rizal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.383 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1604

Abstract

Masalah gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persedian pangan, sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan, sedang masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada masyarakat disertai dengan kurangnya pengetahuan gizi dalam kesehatan. Disamping itu juga dipengaruhi pola asuh ibu, balita terserang penyakit infeksi, dan bahkan tingkat ekonomi juga menjadi penyebab masalah gizi khusunya di kota Banjarmasin. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis status gizi balita dengan pola asuh, penyakit infeksi dan tingkat ekonomi di Puskesmas Kota Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan rancangan cros sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita di Puskesmas kota Banjarmasin, sedangkan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji schi square, yaitu menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan nilai kemaknaan p-value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi sebagian besar gizi baik yaitu 42 balita (42,0%). Analisis chi sqaure pola asuh diperoleh p-value = 0,018, penyakit infeksi p-value = 0,018, sedangkan tingkat ekonomi p-value = 0,000, artinya ada hubungan dengan status gizi balita di Puskesmas kota Banjarmasin. Diharapkan ibu senantiasa mengasuh balita dengan baik dan benar serta mencari informasi terkait asupan gizi guna memantau tumbuh kembang balita, dan bagi petugas Puskesmas perlunya meningkatkan pemantauan status gizi balita di setiap posyandu sehingga balita dengan status gizi kurang terjaring secara dini dan mendapat penanganan segera.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023 A. Guruh Maulidi Yanur; Agus Jalpi; Mahmudah Mahmudah; Achmad Rizal
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.17010

Abstract

Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Dalam upaya Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang menjadi salah satu program utama kesehatatan. Pemerintah berupaya menciptakan suatu inovasi bagi masyarakat secara luas terutama dalam mengatasi pencemaran di daerah perairan maka munculah ide atau gagasan menciptakan suatu Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu Jamban Sehat Jenis tripikon S. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Jamban Sehat Keluarga Jenis Tripikon S Di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 174 buah pada dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 64 buah dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan tentang pengetahuan, sikap, tingkat ekonomi, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan tenaga kesehatan. Hasil dari penelitian ini 37 responden (57,8%) tidak menggunakan tripikon s, 27 responden (42,2%) menggunakan s. Tidak ada hubungan pengetahun dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,564), tidak ada hubungan sikap dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,067), ada hubungan tingkat ekonomi dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,003), tidak ada hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,676), Tidak ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan penggunaan tripikon s (p-value=0,632). Saran bagi pemilik agar dapat memaksimalkan penggunaan jamban tripikon s dan bagi peneliti diharapkan dapat meneliti variabel lainnya seperti faktor lingkungan dan faktor psikososial yang dapat mempengaruhi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban sehat keluarga jenis tripikon s di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tingkat Ekonomi, Dukungan, Penggunaan Tripikon S 
Determinan Pencegahan Penyakit DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas Hilda Irianty; Ervina Febriyanti; Achmad Rizal; Norfai Norfai
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1032

Abstract

Prevention of dengue disease is an effort made to prevent the transmission and spread of the dengue  virus carried by the Aedes aegpty mosquito. Based on data obtained from the Melati Health Center in Kuala Kapuas City, dengue cases in the Melati Health Center's work area reached 47 cases in 2022 and increased to 50 cases in 2023. The purpose of this study is to identify and analyze the relationship between education, knowledge, and attitudes towards dengue disease prevention in the working area of the Melati Health Center in 2025. This type of research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study is housewives who live in the Central Straits sub-district of the working area of the Melati Health Center, Kuala Kapuas City. The sample in this study amounted to 97 respondents with Accidental Sampling technique. Data collection with a questionnaire consisting of 10 statements of dengue prevention, 10 knowledge questions and 10 attitude statements were analyzed univariate and bivariate and analyzed using the chi square test. The results of the analysis of Univariate of this study showed that of the 97 respondents, most of them had poor dengue disease prevention, namely 51 respondents (52.6%), low education as many as 53 respondents (54.6%), good knowledge as many as 42 respondents (43.3%), and positive attitudes as many as 73 respondents (75.3%). The results of the bivariate analysis tested in the chi square showed that there was a relationship between Education (p-value = 0.000 < α = 0.05), Knowledge (p-value = 0.000 < α = 0.05) and Attitude (p-value = 0.000 < α = 0.05) towards the prevention of dengue disease. From the educational results, the respondents have a low category with low education greatly affects the respondents' knowledge about dengue prevention, but from the knowledge there are still many who are knowledgeable because the respondents have monitored mosquito larvae in water reservoirs and also think positively in taking preventive measures. Suggestions are expected to the community to routinely carry out 4M Plus in preventing the transmission and spread of dengue disease in the surrounding environment