Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN KERJASAMA ASEAN MELALUI ASEAN SMART CITIES NETWORK (ASCN) Ismawati Ismawati; Anna Yulia Hartati
SPEKTRUM Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.052 KB) | DOI: 10.31942/spektrum.v19i1.5627

Abstract

This article aims to find out why ASEAN has developed the ASEAN Smart City Network (ASCN). ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Smart City is the development and management of cities by utilizing information technology (IT) to connect, monitor and control various resources in the city more effectively and efficiently to maximize services to its citizens and support sustainable development. Smart cities are expected to help solve urban constraints and provide benefits for the government and society, namely improving the quality of life such as efficiency and effectiveness of regional resource allocation, reducing gaps in society, reducing congestion for road users, transparency and public participation, public transportation, non-cash transactions, waste management, reducing pollution and exhaust gas emissions, energy, security, data and information. The findings in this study are the response to economic globalization which has the aim of improving the lives of ASEAN people and promoting new business opportunities and innovation in the development of smart cities. Keywords: ASEAN Smart City Network, Sustainable Development, Smart CityAbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui mengapa ASEAN mengembangkan ASEAN Smart City Network (ASCN). Jaringan Kota Cerdas ASEAN (ASCN). Smart City adalah pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk menghubungkan, memantau, dan mengontrol berbagai sumber daya di kota secara lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan layanan kepada warganya dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Kota pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kendala perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat yaitu meningkatkan kualitas hidup seperti efisiensi dan efektivitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, mengurangi kemacetan bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi masyarakat, transportasi umum, transaksi non tunai, pengelolaan sampah, pengurangan polusi dan emisi gas buang, energi, keamanan, data dan informasi. Temuan dalam penelitian ini adalah respon terhadap globalisasi ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat ASEAN dan mempromosikan peluang bisnis baru dan inovasi dalam pengembangan kota pintar. Kata kunci: Jaringan Kota Cerdas ASEAN, Pembangunan Berkelanjutan, Kota Cerdas
Inventory of Moss Plant Types in Kedah Rainforest Lodges Blangjerango District, Gayo Lues Regency Ismawati Ismawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on Inventory of Moss Plant Types in the Kedah Rainforest Lodges Blangjerango District Gayo Lues Regency Penosan Village was conducted in August to September 2019. This study aims to determine the types of moss plants in the Kedah Rainforest Lodges Area Blangjerango District, Gayo Lues District. The approach and the type of research is descriptive. The area of Rainforest Lodges Kedah is 30 ha, the total area used in this study is 3 ha consisting of 3 stations determined based on the direction of the wind, the area of each station is 1 ha. The study was conducted using exploratory methods conducted by roaming. The results obtained 55 species of mosses which belong to 23 families. The species 0f moss plant substrate in the Rainforest Lodges Kedah can be found in moist habitats such as trees, wood, soil, and rocks. 
Ikhtilāf al-Ṭabī‘ah al-‘Ilmīyah al-Islāmīyah bayna Manāṭiq al-Sāḥil al-Shimālī wa al-Manāṭiq al-Dākhilīyah li Jāwah al-Wusṭá fi al-Qarn 15-17 al-Mīlādī Ismawati Ismawati
Studia Islamika Vol 19, No 2 (2012): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v19i2.364

Abstract

The propagators of Islam in the north coast of Central Java in the 15th - the 17th centuries have successfully demonstrated legalistic character of the Islamic knowledge. However, the influence of Shaykh Siti Jenar’s teachings and the Hinduism that deeply rooted among the Javanese as well as the slowly spread of Islamic knowledge in the rural Central Java have contributed to the inequalities of Islamic understanding. Therefore, the Islamic knowledge in this area becomes more syncretistic and heterodox or it is known as kejawen. With the increase of Muslims in the archipelago who study Islam to the center of Islam in Mecca, Madina, and Egypt, the universal Islam is more understood and disseminated in the translation works of the scholars. This further reduces the local character of Java contained in kejawen teachings and in contrary strengthens the orthodox Islam.DOI: 10.15408/sdi.v19i2.364 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 2 LUBUK MUDA KECAMATAN SIAK KECIL KABUPATEN BENGKALIS Ismawati Ismawati; lazim.N lazim.N; Otang kurniaman
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study was motivated by the low mathematics learning outcomes of students, with an average grade 56.75. Among students of 20 people only 7 students who completed reached KKM with classical completeness 35%. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted aims to improve learning outcomes Mathematics Elementary School fourth grade students 2 Muda District of Siak Kecil Lubuk Bengkalis by applying the model of Problem Based Learning. Data collection instruments in this thesis is the teacher and student activity sheets and learning outcomes. This thesis presents the increase in the number of students who reach the KKM of 7 people on the base score to 13 people in the first cycle and increased to 18 people in the second cycle. This means that the sample classes have been completed in the classical. An increase in the average learning outcomes of basic score is 56.75 into 63.25 and 76.75 in the first cycle in the second cycle. An increase in the activity of the teacher. At the first meeting of the first cycle of activity percentages of teachers is 65,00%, 75,00% second meeting. While the second cycle the first meeting with the percentage of 85,00%, and the second meeting increased 90,00%. While the student activity also increased that the first meeting of the first cycle of the percentage of student activity is 60,00%, 70,00% second meeting, the first meeting of the second cycle of 75,00% and a second meeting fixed with an average 85,00%. Results of the study in class IV SDN 2 Muda District of Siak Kecil Lubuk Bengkalis prove that the application of the model Application of Problem Based Learning Model to improve learning outcomes Maths grade IV SDN 2 Lubuk Young Bengkalis District of Siak Kecil.Keywords: Problem Based Learning Application, Mathematics and PTK Learning Outcomes.
KARAKTERISTIK KERUSAKAN FISIK DAN KIMIA BUAH TOMAT Ratih Yuniastri; Ismawati Ismawati; Vika Milkatil Atkhiyah; Khalid Al Faqih
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 2 No 1 (2020): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.971 KB) | DOI: 10.24929/jfta.v2i1.954

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman yang dikenal kaya akan vitamin dan antioksidan. Salah satu aktioksidan yang dikandung dalam tomat adalah likopen. Proses penanganan dan penyimpanan tomat yang salah akan menyebabkan terjadinya kerusakan, baik secara fisik, kimia, dan mikrobiologi terhadap tomat tersebut. Informasi tentang kondisi penyimpanan terhadap karakteristik tomat perlu dipahami untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Perlakuan yang diterapkan adalah meletakkan buah tomat dalam wadah terbuka selama 7 hari, selanjutnya dilakukan pengamatan secara fisik dan analisa secara kimiawi dan mikrobiologi. Suhu penyimpanan yang semakin tinggi dan terjadinya kerusakan mekanis sebelum penyimpanan berbanding terbalik dengan waktu simpannya.
MANGROVE SEBAGAI BISNIS MASYARAKAT DI KAWASAN PESISIR Ismawati Ismawati; Eko Adi Sumitro; Rohman Rohman
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 2 No 1 (2020): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.807 KB) | DOI: 10.24929/jfta.v2i1.955

Abstract

Mangrove terdapat diwilayah pesisir, tumbuh diantara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut air. Ekosistem mangrove tumbuh disepanjang garis pantai dan memiliki fungsi istimewa karena merupakan komunitas bertoleransi dengan garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan jenis mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir di daerah Kecamatan Pragaan. Alternatif pemanfaatan mangrove dan menganalisis nilai ekonomi menggunakan metode purposif sampling dengan 100 responden menggunakan metode purposive sampling di empat lokasi dan setiap populasi dipilih 10%. Nilai ekonomi dan analisis manfaat biaya menggunakan metode deskriptif dan analisa kuantitatif dengan metode biaya manfaat. Hasil menunjukkan bahwa ecosistem mangrove memiliki pemanfaatan yang tinggi yang ditunjukkan oleh pendapatan masyarakat sebagai pendapatan utama, kebutuhan rumah tangga dan budidaya garam tradisional. Berdasarkan keseimbangan antara indikator untuk kriteria ekonomi dan ekologi mengikuti pemanfaatannya yaitu (100% mangrove dan 0% monokultur) atau (75% mangrove dan 25% monokultur)
IDENTIFIKASI PENYEBAB PERBEDAAN PRODUKTIVITAS GARAM RAKYAT DI KABUPATEN SUMENEP Ismawati Ismawati; Rika Diananing Putri; Nopta Meli Agustina
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 2 No 2 (2020): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v2i2.1012

Abstract

Lahan garam rakyat di Kabupaten Sumenep cukup luas namun hasil produksi garam rakyat mengalami perbedaan yang cukup besar untuk berbagai wilayah pegaraman rakyat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab perbedaan produktivitas garam berdasarkan produktivitas lahan dan sumber daya manusia. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan stratified random sampling yang dikategorikan berdasarkan produktivitas tinggi, sedang dan rendah. Sampel penelitian ditnetukan dengan metode slovin. Untuk mengidentifikasi faktor penyebab dilakukan dengan wawancara mendalam pada petani garam rakyat dan selanjutnya hasil wawancara disusun diagram sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah iklim dan cuaca yang tidak bisa dikendalikan. Masalah lain yaitu sarana yang digunakan petani garam dimana sebagian petani memproduksi garam diatas tanah langsung sedangkan sebagaian lagi memproduksi garam diatas geomembran. Perbedaan konsentrasi air laut yang digunakan juga menjadi faktor penyebab perbedaan produktivitas garam. Perbedaan konsentrasi garam pada air laut yang digunakan disebabkan lokasi di masing-masing wilayah penelitian berbeda jaraknya ke laut pantai sebagai sumber bahan baku pembuatan garam
PENGUJIAN EFEKTIVITAS HERBISIDA BERBAHAN AKTIF GLIFOSAT, MESOTRION, S-METOLAKLOR DAN CAMPURAN KETIGANYA TERHADAP GULMA TEKI Ismawati Ismawati; Nanik Sriyani; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.395 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i3.1827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida glifosat, mesotrion, s-metolaklor serta campuran ketiganya terhadap kerusakan gulma teki dan mengetahui apakah herbisida berbahan aktif campuran (glifosat+mesotrion+ s-metolaklor) bersifat aditif, antagonis atau sinergis dalam mengendalikan gulma teki. Penelitian disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Perlakuan terdiri dari glifosat dosis 1215, 2430, 4860 g/ha, mesotrion dosis 24, 48, 96 g/ha, s-metolaklor dosis 249,6, 499,2, 998,4 g/ha, dan glifosat+mesotrion+s-metolaklor dosis 525, 1050, 2100 g/ha. Gulma sasaran merupakan gulma teki (Cyperus kyllingia, Cyperus rotundus, dan Cyperus compressus). Analisis data dilakukan menggunakan metode Multiplicative Survival Model (MSM). Data bobot kering yang diperoleh dikonversi menjadi persen kerusakan. Data persen kerusakan ditransformasi kedalam bentuk logaritmik untuk mendapat nilai persamaan regesi linear. Persamaan regresi digunakan untuk menentukan nilai LD 50 perlakuan dan LD 50 harapan dan nilai ko-toksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida glifosat pada dosis 1215, 2430, 4860 g/ha menyebabkan kerusakan gulma, menurunkan bobot kering, dan menyebabkan gejala klorosis. Herbisida mesotrion pada dosis 24, 48, 96 g/ha menyebabkan kerusakan gulma dan menyebabkan gejala bleaching. Herbisida s-metolaklor pada dosis 249,6, 499,2, 998,4 g/ha tidak menyebabkan kerusakan gulma. Herbisida berbahan aktif campuran (glifosat+mesotrion+s-metolaklor) pada dosis 525, 1050, 2100 g/ha menyebabkan kerusakan pada gulma Cyperus rotundus dan Cyperus compressus. Gulma yang diaplikasi herbisida glifosat memiliki nilai kehijauan daun, jumlah stomata, dan bobot kering terendah pada seluruh taraf dosis aplikasi. Herbisida berbahan aktif campuran (glifosat+mesotrion+s- metolaklor) memiliki nilai LD 50 harapan 55,8 g/ha dan LD 50 perlakuan sebesar 139,67 g/ha dengan nilai ko-toksisitas sebesar 0,39 (ko-toksisitas<1) sehingga campuran bersifat antagonis.
DURASI KONSUMSI MAKANAN DIGORENG DENGAN MINYAK KELAPA SAWIT PEMANASAN BERULANG TERHADAP MALONDIALDEHID PLASMA Enikarmila Asni; Ismawati Ismawati; Bulqis Vellaya Arlem
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.127 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i1.p14-18.2014

Abstract

AbstrakPemanasan berulang pada minyak dengan suhu tinggi mengakibatkan proses oksidasiyang akan meningkatkan oksidan tubuh jika termakan. Penelitian ini menentukan pengaruhlama konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak kelapa sawit pemanasan 40 kaliterhadap kadar malondialdehid (MDA) plasma. Desain penelitian ini adalah post test onlycontrol group dengan menggunakan hewan coba tikus sebagai sampel.Tikus dibagi 4 kelompokyang terdiri dari 2 kelompok perlakuan 14 dan 28 hari yang diberikan kentang yang digorengdengan minyak tanpa pemanasan berulang serta 2 kelompok perlakuan 14 dan 28 hari denganpemanasan berulang 40 kali. MDA diukur dengan metode Wills. Hasil penelitian menunjukkanbahwa MDA plasma pada kelompok dengan pemanasan berulang berbeda bermakna(p=0,004) jika dikonsumsi selama 28 hari, namun tidak berbeda bermakna (p=0,749) jikadikonsumsi selama 14 hari jika dibandingkan dengan kelompok tanpa pemanasan berulang.Durasi konsumsi selama 14 dan 28 hari tidak mengakibatkan perbedaan MDA plasma yangbermakna (p=0,766). Kesimpulan, pemberian makanan yang digoreng dengan minyakkelapa sawit yang dipanaskan berulang 40 kali selama 14 dengan 28 hari tidak menimbulkanperbedaan bermakna kadar MDA plasma.AbstractRe-heated process of oil could increase oxidative products, resulting in the increase ofoxidant level if consumed. This research investigated the influence of long term consumptionof food fried in 40 times re-heated palm oil on plasma malondialdehyde (MDA) level. This waspost test only control group research. This research used rat as experimental models whichwere divided into 4 groups. Two groups were given potatoes fried in non re-heated palm oilfor 14 and 28 days, and 2 groups were given potatoes fried in 40 times re-heated palm oilfor 14 and 28 days. MDA levels were measured by Wills methods. Result showed that MDAplasma level in re-heated group was significantly different (p=0.004) if consumed for 28 dayscompared to non re-heated group, but was not significantly different (p=0.749) if consumedfor 14 days. There was no significant difference on MDA plasma level between the durationof consumption for 14 days and 28 days (0.766). As conclusion, consumption of food fried in40 times re-heated palm oil for 14 and 28 days did not cause significant differences on MDAplasma level.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Marlina Marlina; Ismawati Ismawati
Musamus Journal of Primary Education Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v3i1.3068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas IV SDN Pengambangan 8 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 71% dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran student teams achivement divisions (STAD) dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa.