Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Leadership Communication Strategies in Enforcing Civil Servant Work Discipline in Takalar Regency Regional Government Agencies Mujahid; Ahmad Leta; Andi Vita Sukmarini
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10942

Abstract

This study aims to describe leadership communication strategies in enforcing civil servant work discipline in Takalar Regency Regional Government. Furthermore, it aims to identify the obstacles or constraints faced by leaders in implementing communication strategies with employees. The research focuses on two regional government agencies with the lowest attendance rates: the Communication, Informatics, Statistics, and Cryptography Agency (Diskominfo-SP) with 79% and the Population Control, Family Planning, Women's Empowerment, and Child Protection Agency (Dinas PPKBPPPA) with 77%. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with the Head of the Communication and Information Technology (Kominfo-SP) Office (Mr. Suhardianto, S.STP) and the Head of the PPKBPPPA Office (Mr. Drs. Sukwansyah), observations of fingerprint system usage, and analysis of ASN attendance documents and related regulations (PP No. 94 of 2021 and the Regent's Regulation on the TPP). The results indicate that leadership communication strategies are multi-channel, encompassing top-down vertical communication through morning roll calls and spot checks, digital communication through the fingerprint system, two-way communication through meetings and WhatsApp groups, and exemplary and persuasive communication through rewards and punishments. However, the implementation of these strategies remains inadequately adapted to the dominant nature of fieldwork in both Regional Apparatus Organizations. Interviews with both Agency Heads revealed a gap between formal disciplinary demands and the realities of mobile work, leading to resistance, demotivation, and internal conflict among OPD leaders. The study concluded that leadership communication strategies in Takalar Regency have increased ASN discipline awareness, but have not optimally accommodated the context of fieldwork. A more participatory and adaptive communication approach is needed to ensure effective and sustainable enforcement of ASN work discipline.
Dampak penerapan integrated marketing communication (IMC) pada Nongki Cafe di Sabah, Malaysia Daga, Rosnaini; Mujahid; Nur Alim Jalil; Muh Yusuf AR; Nurmadhani Fitri Suyuthi; Natsar Desi; Muhammad Chaerul; Andi Vita Sukmarini; Abdul Samad A; Syamsul Riyadi
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2249

Abstract

Perkembangan UMKM kuliner di Sabah semakin pesat, namun masih banyak pelaku usaha yang belum mampu mengelola komunikasi pemasaran secara terpadu sehingga pesan merek tidak konsisten. Nongki Café mengalami permasalahan serupa dalam mengintegrasikan promosi digital dan luring. Oleh karena itu, penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran dan daya saing usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi strategi pemasaran pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner, khususnya pada Nongki Cafe yang berlokasi di Sabah, Malaysia. Di tengah ketatnya persaingan industri kafé di wilayah Sabah, banyak pelaku usaha lokal menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan loyalitas pelanggan yang konsisten. Masalah utama yang diidentifikasi pada mitra adalah kurangnya sinkronisasi antara media promosi digital dan aktivitas pemasaran luring, yang menyebabkan pesan merek menjadi terfragmentasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi tiga tahapan utama: analisis situasi dan audit komunikasi, lokakarya pelatihan Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC), serta implementasi strategi yang terintegrasi. Konsep IMC yang diterapkan mengintegrasikan elemen iklan media sosial, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan promosi penjualan ke dalam satu pesan yang koheren. Selama periode pendampingan, dilakukan pembenahan pada aset digital mitra, penyusunan kalender konten yang tematik, serta pelatihan layanan pelanggan yang selaras dengan citra merek. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan dampak positif yang signifikan pada kinerja pemasaran Nongki Cafe. Berdasarkan data evaluasi pasca-implementasi, terjadi peningkatan interaksi di media sosial sebesar 40% dan pertumbuhan kunjungan pelanggan harian rata-rata sebesar 25%. Selain itu, penerapan IMC berhasil menciptakan identitas visual dan pesan merek yang lebih profesional di mata konsumen lokal Sabah
THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL BEHAVIOR AND LIFESTYLE ON THE INVESTMENT INTEREST OF STUDENTS LIVE IN BOARDING HOUSES IN PANAKKUKANG DISTRICT Syamsul Riyadi; Mutmainnah; Mujahid
Jurnal Sinar Manajemen Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jsm.v13i1.10751

Abstract

This study aims to analyze the influence of financial literacy, financial behavior, and lifestyle on the investment interest of students living in boarding houses in Panakkukang District. The background of this research is based on the increasing participation of the younger generation in investment activities and the importance of good financial understanding and management amidst the development of the digital economy. The study used a quantitative method with a purposive sampling technique and involved 89 student respondents. ?Data were collected through a questionnaire and analyzed using IBM SPSS version 31 using a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, multiple linear regression, t-test, f-test, and coefficient of determination (R²). The results show that financial literacy, financial behavior, and lifestyle have a positive and significant effect on investment interest, both partially and simultaneously. This confirms that adequate financial understanding, prudent financial behavior, and a balanced lifestyle can increase student investment interest. This research is expected to serve as an academic and practical reference for students, lecturers, and educational institutions in developing strategies to improve financial literacy and encourage investment interest among the younger generation
PENGARUH MANAJEMEN PROGRAM KELUARGA HARAPAN, KAPASITAS PENDIDIKAN KEPALA KELUARGA, DAN AKSES LAYANAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KELUARGA PENERIMA MANFAAT DI KOTA MAKASSAR Rachmah, Kismuh; Mujahid; Nurmadhani Fitri Suyuthi
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v4i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Manajemen Program Keluarga Harapan, kapasitas pendidikan kepala keluarga, dan akses layanan terhadap pembangunan manusia pada keluarga penerima manfaat di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara terpisah maupun secara bersamaan terhadap indeks pembangunan manusia. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan di Kota Makassar dan dianalisis menggunakan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara terpisah Manajemen Program Keluarga Harapan, kapasitas pendidikan kepala keluarga, dan akses layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia. Secara bersamaan, ketiga faktor tersebut juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembangunan manusia pada keluarga penerima manfaat. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup keluarga tidak hanya bergantung pada satu faktor, tetapi membutuhkan sinergi antara Manajemen Program Keluarga Harapan, kemampuan kepala keluarga dalam mengambil keputusan, dan ketersediaan layanan publik yang memadai.
PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP EFISIENSI ANGGARAN PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Mas’oud, Nurfitra Indriani; Mujahid; Suyuthi, Nurmadhani Fitri
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v4i1.334

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi dan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap efisiensi anggaran pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 280 ASN pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel ditentukan sebanyak 74 responden menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling agar setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta didukung studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi anggaran. Disiplin kerja ASN juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi anggaran. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi dan disiplin kerja ASN, maka semakin meningkat efisiensi anggaran yang dicapai. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perilaku kerja aparatur memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan anggaran. Secara simultan, motivasi dan disiplin kerja ASN berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi anggaran. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,904 menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin kerja mampu menjelaskan efisiensi anggaran sebesar 90,4%. Dengan demikian, efisiensi anggaran sangat ditentukan oleh tingkat motivasi dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan program dan kegiatan. Faktor lain di luar model penelitian hanya memberikan kontribusi yang terbatas. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan motivasi dan disiplin kerja untuk mendorong efisiensi anggaran.
PENGARUH EFISIENSI ANGGARAN DAN SUMBER DAYA TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Putri, Andi Arieska Dwii; Mujahid; Nurmadhani Fitri Suyuthi
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v4i1.335

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 107 orang anggota Tagana sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi anggaran dan sumber daya terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap ASN Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial 1) efisiensi anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN dalam pelayanan publik, sedangkan 2) sumber daya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Secara simultan 3) efisiensi anggaran dan sumber daya berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN dalam pelayanan publik. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kinerja ASN dalam pelayanan publik sebagian besar dapat dijelaskan oleh efisiensi anggaran dan sumber daya, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa kinerja ASN di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sangat dipengaruhi oleh optimalisasi sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia dan sarana pendukung, meskipun berada dalam kondisi keterbatasan anggaran.
PENGARUH KOLABORASI DAN KINERJA TARUNA SIAGA BENCANA (TAGANA) TERHADAP EFEKTIVITAS PENANGANAN BENCANA DI DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Putri, Andi Arieski Tri; Mujahid; Daga, Rosnaini
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v4i1.336

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 107 orang anggota Tagana sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kolaborasi terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja Tagana terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kolaborasi dan kinerja Tagana terhadap efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial 1) kolaborasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana, sedangkan 2) kinerja Tagana berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana. Secara simultan 3) kolaborasi dan kinerja Tagana berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penanganan bencana. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa efektivitas penanganan bencana sebagian besar dapat dijelaskan oleh kolaborasi dan kinerja Tagana, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa efektivitas penanganan bencana di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sangat ditentukan oleh kuatnya kolaborasi lintas sektor dan optimalnya kinerja Tagana sebagai pelaksana teknis di lapangan.
MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANFORMASI DIGITAL PELAYANAN LALU LINTAS OLEH KEPOLISIAN (STUDI KASUS PENERAPAN E-TLE DI KOTA MAKASSAR, PROVINSI SULAWESI SELATAN) Abdul Malik; Mujahid; Daga, Rosnaini
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jmet.v3i2.337

Abstract

Abdul Malik. 2025. Manajemen Perubahan Dalam Tranformasi Digital Pelayanan Lalu Lintas Oleh Kepolisian: Studi Kasus Penerapan E-Tle Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Mujahid dan Rosnaini Daga. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis proses manajemen perubahan yang diterapkan oleh kepolisian dalam pelaksanaan transformasi digital melalui sistem E-TLE di kota Makassar (2) Mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh Kepolisian dalam proses perubahan menuju digitalisasi penegakan hukum lalu lintas melalui E-TLE di Kota Makassar. Dilakukan pada Kantor Ditlantas Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kasat Lantas kota Makassar, Kanit Regident, Kanit Turjawali, Operator E-TLE, Humas Polrestabes dan tokoh masyarat pengguna jalan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi digital dalam bentuk penambahan titik kamera E-TLE pada tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggaran yang terdeteksi. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perluasan jangkauan kamera tidak hanya memperbesar volume data pelanggaran lalu lintas yang terekam, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem dalam menjangkau lebih banyak titik strategis di Kota Makassar. Meskipun demikian, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi di lapangan. Beberapa hambatan yang muncul seperti perbedaan antara jumlah tangkapan kamera (capture) dengan data yang berhasil diverifikasi dan terkirim dalam sistem, serta faktor non-teknis berupa resistensi sebagian masyarakat yang masih belum sepenuhnya memahami mekanisme E-TLE. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen perubahan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar dalam transformasi digital pelayanan lalu lintas melalui E-TLE telah membawa capaian positif. Namun, kesuksesan ini masih perlu diimbangi dengan strategi adaptasi yang berkelanjutan, baik melalui peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan koordinasi antarunit, maupun sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat untuk meminimalisir resistensi.
Performance of Volunteer Firefighters at the Nunukan Regency Fire Management and Rescue Service Aristra Pratama Sanmigo; Abdul Samad; Mujahid
Journal GoodWill Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Yayasan Amerta Insan Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65246/9zv70d73

Abstract

This research aims to analyze the performance and factors hindering the performance of volunteer firefighters at the Fire and Rescue Service of Nunukan Regency, as well as to identify solutions to overcome these obstacles. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with five key informants, namely the Volunteer Coordinator, Firefighting Volunteers, community members involved in empowerment programs, and fire victims. The results of the study show that firefighting volunteers demonstrate a high level of dedication in responding to fires, especially in remote areas. They play a crucial role in reducing the impact of fires by providing quick responses and extinguishing the fire before the official firefighting team arrives. However, the main challenges they face are the limited equipment and lack of advanced training to handle large and complex fires. Coordination with the Fire Department and other related agencies is generally good, although there are some communication barriers that need improvement. Overall, while the volunteers show good performance, improving training, equipment, and coordination will further enhance their effectiveness in firefighting efforts