Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Penyakit Kondiloma Akuminata Padila, Padila; Andri, Juli; Yanti, Lussyefrida; Yanuarti, Riska; Sinta, Fera; Novitasari, Selvia
AKM Vol 5 No 2 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v5i2.1235

Abstract

Condyloma acuminata (KA), also known as genital warts or genital warts, is a sexually transmitted disease caused by the Human Papilloma Virus (HPV). The HPV subtypes that most often cause KA are 6 and 11, while subtypes 16 and 18 have the potential to cause cervical cancer. In the United States, there are more than 19.7 million new cases of sexually transmitted infections each year, with 14.1 million cases being HPV infections. In Indonesia, KA was ranked third largest in 12 teaching hospitals in the 2007-2011 period, with a high prevalence in the cities of Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja and Denpasar, especially among those aged 25-45 years. HPV transmission occurs through sexual contact and can also occur through direct contact with contaminated objects. This disease can attack various genital areas and shows symptoms such as warts, itching, and discomfort. State Senior High School (SMAN) 3 Bengkulu City needs health education to increase students' awareness about the importance of maintaining the health of the genital area. Many students still take their genital health for granted, which can trigger deviant behavior. Therefore, the Service Team from the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Bengkulu conducted outreach at the school in July 2024. This activity included a site survey, education about KA prevention, and evaluation. The results of the counseling show an increase in students' understanding of KA. The enthusiasm from the school and students is very good. Suggestions are given for the school to better control and accompany students to prevent trivialization of the disease, and students are expected to be more social and sensitive to the environment.
Pencegahan Kanker Nasofaring Terhadap Bahaya Merokok Pada Remaja SMAN 3 Kota Bengkulu Weti; Liza Fitri Lina; Lussyefrida Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1606

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang tumbuh pada daerah Fossa Rossenmuller dan dibagian atas nasofaring. KNF adalah tumor yang berasal dari sel epitel yang menutupi permukaan nasofaring. Kanker nasofaring ini dapat meluas ke bagian telinga, hidung, tenggorokan, kepala dan leher. Kanker nasofaring di Indonesia menduduki urutan ke empat terbanyak diantara kanker yang mengenai tubuh manusia. Pengabdian ini bertujuan agar siswa/i mampu meningkatkan pengetahuan terkait penyakit kanker nasofaring. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dan edukasi kesehatan berupa pemberian informasi secara lisan mengenai gejala dan pencegahan dari penyakit kanker nasofaring, serta diakhiri dengan diskusi tanya jawab terkait materi yang disampaikan. Hasil dari pengabdian kesehatan ini, siswa/i mampu meningkatkan pemahamannya mengenai penyakit kanker nasofaring dan meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kanker nasofaring yang disebabkan oleh rokok, faktor genetik dan pola hidup yang tidak sehat. Kegiatan ini juga diharapkan menambah wawasan kepada siswa/i untuk mengetahui bagaimana cara mengenali gejala serta pencegahannya
Pengaruh Media Sosial Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Mental Remaja Susilawati, Susilawati; Yanti, Lussyefrida; Fredrika, Larra
Jurnal Promosi Kesehatan Poltekkes Bengkulu Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jurnalprosehatkuu.v5i1.1058

Abstract

Social media has become an integral part of adolescents' daily lives and is regarded as a crucial aspect of their social environment. Due to its pervasive use, social media holds great potential as an educational platform, particularly for increasing awareness and knowledge of mental health. Mental health literacy among adolescents is essential to enable early detection of psychological problems and encourage timely help-seeking behavior. This study aimed to examine the effect of social media as an educational tool on improving adolescents’ knowledge of mental health. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed, involving 30 adolescent participants selected through purposive sampling. The intervention consisted of educational content on mental health delivered over 14 days via WhatsApp, TikTok and Instagram. A structured knowledge questionnaire was administered before and after the intervention to measure changes in understanding. Data analysis using paired sample t-test revealed a significant increase in participants’ knowledge scores from a pretest mean of 63.3 to a posttest mean of 82.7 (p = 0.000). The results suggest that mental health education delivered through social media is effective in enhancing adolescents' knowledge. Therefore, social media can serve as a strategic, accessible, and engaging platform for mental health education and promotion targeted at youth. Keywords: social media, education, mental health, adolescents
Kesehatan Mental Belajar Terhadap Pencegahan Bullying Sartika, Andry; Lussyefrida Yanti; Noveriyanto
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2023): NOVEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i1.756

Abstract

Bullying is the act of using power to hurt a person or group of people verbally, physically or psychologically so that the victim feels depressed, traumatized and helpless. Teenagers who are victims of bullying are more at risk of experiencing various health problems, both physically and mentally. The problems that are more likely to be suffered by children who are victims of bullying include the emergence of various mental problems such as depression, anxiety and sleep problems which may be carried over into adulthood, physical health complaints, such as headaches, stomach aches and muscle tension, feeling unwell. safe when in the school environment, and decreased enthusiasm for learning and academic achievement. In quite rare cases, children who are victims of bullying may show violent traits. As experienced by a 15 year old teenager in Denpasar, Bali, who had the heart to kill his own friend because he had a grudge against the victim. The perpetrator admitted that he had often been the target of bullying since the first grade of junior high school. With the education provided to teenagers and health education, it is hoped that children will maintain their attitudes and respect each other between friends and think about the fatal consequences that will occur in the future for victims of bullying, so that they can prevent an increase in bullying cases. This article aims to determine the factors that cause bullying by teenagers, the roles in bullying, and the types of bullying. The data source for this paper was carried out using the documentation study method. In this article, the results show that the factors that influence bullying can come from individuals, families, play groups, and the perpetrator's community environment. This action is closely related to the world of social work, which in this case is required to become a counselor for bullies.
Sahabat Cerdas Dalam Berteknologi Jauh Dari Depresi Dan Bunuh Diri Lussyefrida Yanti; Nurhayati, Nurhayati; Dandi Sunardi
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2023): NOVEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i1.757

Abstract

Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang ditandai dengan rasa sedih terusmenerus yang berkepanjangan yang dapat mengganggu kondisi fisik dan kehidupan sosialnya. Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dengan rentan umur 12 tahun sampai 20 tahun. Saat masa remaja ini mulai banyak terjadi perubahanperubahan salah satunya yaitu perubahan emosional. Sehingga remaja tersebut harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Berbeda lain hal jika remaja tersebut tidak berhasil untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, remaja tersebut akan mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan sehingga ketika remaja mengalami suatu masalah. Remaja tersebut tidak mampu untuk menyelesaikan masalahnya, saat seperti ini lah yang mampu menimbulkan perasaan tidak berdaya, tidak berguna, merasa putus asa karena tidak mampu untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga remaja tersebut menimbulkan pemikiranpemikiran yang negatif atau tidak baik dan jika pemikiran itu berkelanjutan remaja tersebut akan mengalami depresi. Bunuh diri adalah masalah umum yang terjadi di masyarakat. Bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga pada rentang usia 15-24 tahun (Santrock, 1999, h. 350). Bunuh diri dijadikan satusatunya jalan keluar dalam situasi yang tidak terselesaikan atau bagi penderita penyakit psikis. Bunuh diri dilakukan seseorang ketika merasa depresi, tidak adanya kesempatan untuk membenahi diri, menurunnya kemampuan diri, atau dalam masa penyembuhan penyakit yang parah (Kimmel, 1990, h.436-437). Bunuh diri tidak hanya dilakukan oleh kalangan tertentu atau status sosial tertentu, tetapi bisa dilakukan siapa saja. Beragamnya latar belakang kehidupan pelaku bunuh diri saja sudah menunjukkan bahwa penjelasannyapun akan berbeda (Hadriami, 2006, h. 207).
Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia Prasekolah Tk Pembina Perumnas Korpri Nurhayati, Nurhayati; Lussyefrida Yanti; Susilawati; Riska Aisyah Dwi Putri
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jupengkes.v2i2.958

Abstract

Counseling aims to describe the factors that influence dental and oral health in pre-school children at the Kindergarten Pembina Perumnas Korpri in Bengkulu. Based on observations, there are still many children at preschool age who do not understand about the health of their teeth and mouth. Even though dental and oral health at their age is important to keep their teeth and mouth healthy until they are old. It's not just the TK Pembina Perumnas Korpri in Bengkulu city that doesn't understand this health issue, even throughout Indonesia there are still many children who don't understand the health of their own teeth and mouth. There have been many cases of tooth decay at school age and their bad breath, which is why education is being held about dental and oral health for preschool age children.
Hubungan Pengetahuan tentang Vaksin Covid-19 dengan Tingkat Kecemasan pada Kelompok Lansia di Desa Tanjung Aur II Susilawati, Susilawati; Sari, Priski Leka; Yanti, Lussyefrida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.10904

Abstract

ABSTRACT Covid-19 is a type of infectious disease caused by sever acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Currently, a Covid-19 vaccine has been found that can reduce the rate of its spread. This study aims to find a relationship between knowledge about the COVID-19 vaccine and the level of anxiety in the elderly group in Tanjung Aur II Village. The method used is an analytic observational design using a cross sectional approach, which aims to find out the actual relationship between knowledge about the COVID-19 vaccine and the level of anxiety in the elderly group in Tanjung aur II Village. The sampling technique in this study was using purposive sampling. The instrument used is a questionnaire sheet. Data analysis was univariate and bivariate using the chi square test with the Confidence level (0,05). The results of the study with the Chi-Square test (0,008) < 0.05, then Ha is accepted, H0 rejected. The meaning that there is a relationship between knowledge about the covid-19 vaccine and the level of anxiety in the elderly group in tanjung Aur II Village. Keywords: COVID_19, Elderly, Vaccine  ABSTRAK COVD-19 yaitu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Saat ini telah ditemukan vaksin Covid-19 yang dapat menekan laju penyebarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan adanya hubungan antara pengetahuan tentang vaksin COVID-19 dengan tingkat kecemasan pada kelompok lansia di Desa Tanjung Aur II. Metode yang digunakan adalah desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui secara actual mengenai hubungan pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan tingakt kecemasan pada kelompok lansia di DESa Tanjung Aur II. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah lebar angket kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-kuadrat. Hasil penelitian dengan uji Chi-kuadrat α (0,028) < 0,05, maka Ha diterima, H0 ditolak. Ada hubungan antara pengetahuan tentang vaksin Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada kelompok lansia di Desa Tanjung Aur II Kata Kunci: Covid-19, Lansia, Vaksin
Edukasi Kanker Serviks Dan Vaksin Hpv Terhadap Remaja Perempuan Di SDN 2 Tukak Sadai Salsabillah Dhiva Ardhana; Ivan Achmad Nurcholis; Lussyefrida Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks atau yang dikenal dengan sebutan kanker leher rahim merupakan kanker ganas yang tumbuh dileher rahim merupakan kanker ganas yang tumbuh dileher rahim yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus Penyebab utama kanker serviks adalah penyebab terbentuk sel – sel pra- kanker dalam jangka waktu yang panjangKegiatan penyuluhan dan vaksinasi dalam melakukan optimalisasi pengetahuan remaja perempuan dalam pemahaman pencegahan dan deteksi dini kanker serviks telah dilakukan. Penyuluhan dilakukan secara luring remaja perempuan semakin menyadari bahwa pentingnya mencegah dan melakukan vaksinasi sebagai pencegahan terjadinya kanker serviks adalah hal yang penting, seperti menjaga gaya hidup yang sehat dan melakukan vaksinasi HPV yang wajib dilakukan. Peran layanan kesehatan dan dewan guru sangat penting dalam mendukung edukasi dan vaksinasi HPV.Hasil kegiatan menunjukan bahwa rumusan masalah yang telah ditetapkan diawal dapat dijawab dengan baik dengan simpulan, yait, kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan vaksinasi HPV pada remaja perempun di SDN 2 Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan privinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil diskusi dan evaluasi kegiatan ini ialah mayoritas responden dapat menerima dan menjawab materi yang di berikan oleh fasilitator meneganai cara pencegahan dan pemberian vaksinasi kanker serviks
Pendampingan Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Pernikahan Dini Siswa Siswi SMPN 5 Kota Bengkulu Ferasinta, Ferasinta; Novitasari, Selvia; Rozani, Leni; Sartika, Andry; Yanti, Lussyefrida
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v3i3.2985

Abstract

Pernikahan dini adalah penikahan yang terjadi apabila laki-laki atau perempuannya berada di bawah umur untuk menikah, yaitu umur di bawah 19 tahun. Pernikahan dini ini dapat mengakibatkan banyak sekali dampak negatifnya, mulai dari terjadinya KDRT karena beberapa faktor seperti kesusahan dalam bidang ekonomi ataupun ketidaksiapan laki-laki untuk memliki istri dan sebaliknya. Dan untuk perempuan, akibatnya adalah ketidaksiapan dalam melahirkan dan memilki anak. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan secara langsung, diskusi tanya jawab dan evaluasi peserta pengabdian. Maka dari itu, dalam penyuluhan ini sangat diharapkan bahwa siswa siswi sadar akan bahayanya pernikahan dini dan dapat meminimalisir terjadinya pernikahan usia dini. Hasil dari pengabdian ini yaitu siswa/i memahami akan pentingnya dilakukan pencegahan pernikahan dini sejak dini. Kesimpulan dari pengabdian ini yaitu pentingnya mengetahui dampak dari pernikahan dini pada siswa secara cepat.
ANALISIS KEPATUHAN MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN MASKER DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Ferasinta Ferasinta; Nurhayati Nurhayati; Lussyefrida Yanti; Larra Fredrika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1051

Abstract

ABSTRAKCovid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, letih, dan lesu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan mahasiswa terhadap penggunaan Masker dalam pencegahan Penularan Covid-19. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yaitu untuk membuat gambaran, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena yang ada di masyarakat lalu mengungkapkan makna secara mendalam mengenai fenomena yang terjadi tersebut. Hasil penelitian dari wawancara informan didapatkan bahwa penggunaan masker sangat penting terlebih di tempat umum dan pelayanan seperti kampus. Menggunakan masker tidak hanya digunakan dengan menempatkan di area muka tetapi harus mengetahui juga pemakaian masker dengan baik dan benar serta pemilihan masker yang baik seperti masker medis. Kata Kunci: Covid-19, Kepatuhan, Masker ABSTRACTCovid-19 is a virus that attacks the respiratory system with symptoms of fever, cough, runny nose, sore throat, shortness of breath, fatigue and lethargy. The purpose of this study was to determine student compliance with the use of masks in the prevention of Covid-19 transmission. This research uses qualitative descriptive, namely to create a picture, summarize various conditions, various situations, or various phenomena that exist in society and then reveal the meaning in depth about the phenomenon that occurs. The results of the research from informant interviews found that the use of masks is very important, especially in public places and services such as campuses. Using a mask is not only used by placing it on the face area but you must also know how to use a mask properly and choose a good mask such as a medical mask. Keywords: Covid-19, Compliance, Mask