Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

AYO CUCI TANGAN! EDUKASI SEHAT UNTUK MEMBANGUN KEBIASAAN BERSIH SEJAK DINI DI SD 41 KOTA BENGKULU Salsabilla, Dwi; Ade Saputra , Surya; Yanti, Lussyefrida; Ferasinta; Kusuma Wijaya , Andri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9216

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kebiasaan perilaku hidup bersih, salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun. Namun, masih banyak siswa yang belum membiasakan diri melakukan cuci tangan dengan benar sehingga berisiko terhadap penularan penyakit menular. Permasalahan ini mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi di SD 41 Kota Bengkulu pada kelas 4A melalui pendekatan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung enam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, simulasi praktik, permainan edukatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, ditandai dengan perubahan perilaku yang lebih disiplin dalam mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet. Guru turut berperan aktif sehingga pesan kesehatan lebih mudah diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberi dampak positif di sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi sederhana ini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini, meskipun masih diperlukan penambahan fasilitas cuci tangan dan pengawasan berkelanjutan agar kebiasaan tersebut dapat dipertahankan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan capaian peserta setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan dilaksanakan, rata-rata skor peserta berada pada angka 5,1 dengan skor terendah 4,0 dan skor tertinggi 6,0. Setelah program selesai, rata-rata skor meningkat menjadi 9,0, dengan skor terendah 8,0 dan skor tertinggi mencapai 10,0. Dengan demikian, terdapat selisih rata-rata sebesar 3,9 poin atau peningkatan sebesar 76%.
IPTEK BAGI MASYARAKAT : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANSIA UNTUK MENCIPTAKAN LANSIA SEHAT DAN MANDIRI (Pemanfaatan Rebusan Air Daun Syzgium Polyanthum) Ferasinta, Ferasinta; Yanti, Lussyefrida; Oktavidiati, Eva; Panzilion, Panzilion
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hipertensi disederhanakan dengan sebutan tekanan darah tinggi level 140 mm Hg atau lebih dan tekanan darah diastolik pada level 90 mm Hg atau lebih (Black & Hawk, 2014). Hipertensi dapat memberikan kontribusi bagi kejadian penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kematian prematur dan cacat.Hipertensi merupakan faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal, stroke dan kematian. Melihat kompleknya permasalahan tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat disimpulkan bahwa apabila tidak dilakukan pengobatan dan pengontrolan tekanan darah maka akan dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh (Suidah, 2011).Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi diantaranya melakukan kegiatan pengukuran tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan pengobatan atau penanganan untuk menurunkan tekanan darah salah satunya rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum).Pada kegiatan ini masyarakat diberikan pendidikan kesehatan tentang apa itu penyakit hipertensi, serta mengontrol tekanan darah masyarakat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta melakukan pelatihan pembuatan rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum). Kata Kunci : Tekanan Darah, Daun Salam
PENGEMBANGAN POTENSIAL KESEHATAN ANAK MELALUI SCREENING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) DAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT Andari, Fatsiwi Nunik; Yanti, Lussyefrida; panzilion, panzilion
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golden Age merupakan masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 1-6 tahun. Masa kanak-kanak ini memberikan pengaruh yang besar pada seorang individu dalam tahapan perkembangan selanjutnya. Tahapan perkembangan anak meliputi beberapa aspek, salah satunya aspek fisik motorik. Perkembangan pada aspek fisik motorik anak diartikan sebagai perubahan bentuk tubuh pada anak yang berpengaruh terhadap keterampilan gerak, khususnya dalam hal ini adalah keterampilan dalam melakukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan cuci tangan yang benar. Mencuci tangan adalah membasuh kedua telapak tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah melakukan tindakan dengan tujuan untuk menghilangkan kuman. Membiasakan mencuci tangan sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya kuman dan resiko tertularnya penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang anak antara lain dengan melakukan kegiatan screening atau pendeteksian secara dini. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan stimulasi-stimulasi perkembangan anak baik dengan permainan ataupun kegiatan belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang anak di masa emasnya, mencegah terjadinya gangguan tumjbuh kembang secara dini dan mencegah penyakitakibat tidak mencuci tangan dengan benar.Sasaran pada pelaksanaan kegiatan ini adalah anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu. Tahapan kegiatan dimulai dengan melakukan analisa situasi, melakukan penilaian screening tumbuh kembang anak, memberikan penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan yang benar sekaligus melakukan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar, dan mendampingi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas perkembangan anak. Dari hasil evaluasi kegiatan didapatkan gambaran tumbuh kembang anak-anak TK TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kelurahan Sukamerindu Kota Bengkulu normal atau sesuai dengan usianya, serta terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal  IV tentang cara mencuci tangan yang benar.
PENURUNAN INSOMNIA PADA LANSIA DENGAN TERAPI ZIKIR Yanti, Lussyefrida; Andari, Fatsiwi Nunik; Novriadi, Dedy; Ferasinta, Ferasinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gangguan dalam kuantitas, kualitas, atau waktu tidur seseorang. Gangguan tidur dapat memengaruhi perkembangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial orang dewasa. Insomnia pada lansia sering terjadi bersamaan dengan penyakit lain yaitu penyakit fisik (hipertiroidisme, gout), penyakit jiwa (depresi, kecemasan) yang membuatnya tidak dapat tidur dengan normal. Lanjut usia atau yang biasa disebut dengan lansia adalah individu yang berada pada tahap akhir siklus kehidupan dengan usia 60 tahun ke atas. Proses penuaan yang terjadi pada lansia melibatkan perubahan kumulatif di dalam tubuh dimana jaringan dan sel tubuh mengalami penurunan kemampuannya untuk berfungsi. Lansia memiliki kapasitas regeneratif yang terbatas dan rentan terhadap berbagai macam penyakit atau sindroma. Salah satu terapi non- farmakologi  yang  dapat  diterapkan  untuk  menurunkan  insomnia  pada lansia  adalah  dengan  terapi  dzikir.  Terapi dzikir merupakan penanganan non-farmakologi yang dapat bermanfaat bagi lansia. Hal ini dikarenakan mekanisme dari terapi dzikir dapat membuat jiwa merasa nyaman dan tenteram  serta tidak memiliki efek samping sehingga insomnia pada lansia dapat diatasi. Kata Kunci : Lansia, insomnia, terapi dzikir
Penguatan Konsep Diri Melalui Edukasi Self Management dan Pendekatan Spiritual Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Lussyefrida Yanti; Susilawati; Rasman; Haifa Wahyu; Afifah
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS) - IN PROSES
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.8088

Abstract

Dampak dari menurunnya konsep diri pada lanjut usia menyebabkan bergesernya peran sosial dalam berinteraksi sosial di masyarakat maupun dikeluarga. Hal ini didukung oleh sikap lansia yang cenderung egois dan enggan mendengarkan pendapat orang lain, sehingga mengakibatkan lansia terasing secara sosial dan akhirnya merasa terisolir dan merasa tidak berguna lagi karena tidak ada penyaluran emosional dari bersosialisasi. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial menurun baik secara kualitas maupun kuantitas karena peran lansia yang digantikan kaum muda, dimana keadaan ini terjadi sepanjang hidup dan tidak dapat dihindari. Perpindahan dari rumah ke panti menyebabkan lansia akan jauh dari keluarga atau sanak saudara sehingga hal ini akan membuat lansia kesepian. Lansia yang berada di panti werdha mengalami berbagai fenomena, seperti yang kita ketahui hidup di panti werdha tentunya akan jauh dari keluarga, selain itu lansia akan merasa jenuh dan kesepian. Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yang berada di panti. Jauh dari keluarga, saudara atau kerabat terdekat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lansia merasa kesepian. Menurut WHO konsep diri pada lansia banyak dipengaruhi oleh masalah fisik, psikososial, spiritual dan ekonomi. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi tentang pengendalian diri dan penguatan mental lansia melalui penguatan diri dengan penguatan spirituan , meningkatkan pengetahuan lansia tentang kebutuhan akan kesehatan mental dan penerimaan bahwa kehidupan yang dilalui akan baik-baik saja meski berada jauh dari keluarga.