Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

CORRELATION OF NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) VALUES WITH C-REACTIVE PROTEIN (CRP) LEVELS IN PNEUMONIA PATIENTS Maryani, Nita; Nurhayati, Betty; Dermawan, Asep; Abror, Yogi Khoirul; Thayyiba, Amina
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2831

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur, yang memicu peradangan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Deteksi dini penting untuk penentuan strategi pengobatan dan pengurangan risiko komplikasi. Salah satu indikator yang dapat digunakan terhadap respon inflamasi sistemik akibat infeksi pneumonia adalah Neutrofil Limfosit Ratio (NLR). Selain NLR, pemeriksaan kadar C-Reactive Protein (CRP) juga dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat aktivitas penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi nilai NLR dengan kadar CRP pada pasien pneumonia. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 25 pasien pneumonia dewasa dan lanjut usia dengan komorbiditas, yang dipilih melalui pengambilan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di RS Paru Dr. H. A Rotinsulu dengan waktu penelitian dilakukan pada 06-18 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemeriksaan neutrofil pada pasien pneumonia adalah 76,9%, limfosit 13,4%, NLR 9,12, dan kadar CRP 83 mg/L. Uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara NLR dan CRP (r=0,415, p=0,039). Hasil ini menunjukkan bahwa nilai NLR yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan kadar CRP pada pasien pneumonia.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL DI LABORATORIUM RSUD MAJALENGKA Naue, Vivi Anggriani; Dermawan, Asep; Yuliansyah SM, Yuliansyah SM; Wiryanti, Wiwin
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2093

Abstract

Background: Clinical laboratory is a medical laboratory which provide services for clinical specimen examination in order to get personal health information mainly to confirm a diagnose, to cure a disease and recover the health. Based on the incident report in RSUD Majalengka during 2020, there were 3 laboratory personils slipped to injured, 2 people pricked by a needle, and the latest report showed there was 1 person infected by tuberculosis. Risk management is developed to minimize work accident risk and also occupational borne disease for health workers especially in laboratories. This study was aimed to identify operational risk, analyze the risk level and to determine operational risk control in the laboratory of RSUD Majalengka. Methods: This was a descriptive qualitative and quantitative study with observation through interviews with 21 MLTs in the laboratory of RSUD Majalengka, Results: The results showed 12 operational risks with a low risk of 17%, a medium risk of 75% and a high risk of 8%. The control carried out on operational risks is in the form of controls that aim to reduce the possibility of substitution, technical control, administrative control and the use of PPE. Conclusion: in the laboratory of RSUD Majalengka has carried out controls, but to see the effectiveness of these controls, regular monitoring and evaluation needs to be carried out. Keywords : Risk, Occupational Health dan Safety, laboratory
HUBUNGAN STUNTING DENGAN TINGKAT KECACINGAN PADA ANAK-ANAK DESA INDRAGIRI KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG Melliando, Ibrahim Purdanta; Sulaeman, Sulaeman; Mulia, Yuliansyah Sundara; Dermawan, Asep
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2120

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing dan merupakan infeksi terbanyak di dunia termasuk di Indonesia. Salah satu kebutuhan primer anak usia dini yang harus dipenuhi adalah gizi dan kesehatan, sehingga tumbuh dan berkembang anak dapat terjamin secara optimal sesuai kebutuhan mereka. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa di TK Tunas Karya I dan TK Tunas Karya III di Desa Indragiri Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang berjumlah 56 orang. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan stunting pendek sebanyak 18 orang dengan presentase 32%, anak dengan stunting sangat pendek 3 orang dengan presentase 5%, sedangkan anak dengan stunting sangat kurus sebanyak 1 orang dengan presentase 2%. Seluruh anak 100% negatif kecacingan. Kesimpulan: Kesimpulan tidak ada hubungan antara stunting dan kecacingan di Desa Indragiri Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Stunting, Kecacingan, Gizi