Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Waktu Dekalsifikasi Jaringan Tulang Menggunakan Larutan Asam Nitrat 5% terhadap Tingkat Kelunakan dan Kualitas Preparat Widiawati, Widi; Durachim, Adang; Wiryanti, Wiwin; Solihat, Mohamad Firman
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i1.222

Abstract

Dekalsifikasi merupakan proses penghilangan garam kalsium dan mineral dari jaringan keras seperti tulang agar menjadi lunak, sehingga dapat dipotong menggunakan mikrotom dan diproses lebih lanjut menjadi preparat histologi. Salah satu agen dekalsifikasi yang banyak digunakan adalah asam nitrat 5%, yang dikenal efektif dalam menjaga integritas jaringan serta meminimalkan kerusakan struktur seluler jika digunakan dengan kontrol waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu dekalsifikasi menggunakan asam nitrat 5% terhadap tingkat kelunakan dan kualitas preparat jaringan tulang. Sampel yang digunakan berupa tulang femur marmut yang didekalsifikasi dalam waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Parameter yang diukur mencakup tingkat kelunakan jaringan, keberadaan artefak, serta kejelasan struktur seluler. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa dekalsifikasi selama 24 jam menghasilkan tingkat kelunakan tertinggi (skor 3), lebih tinggi dibandingkan dengan waktu 6, 12, dan 18 jam (skor 2). Nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 menunjukkan pengaruh signifikan waktu dekalsifikasi terhadap kelunakan tulang. Namun, analisis terhadap kualitas preparat tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,773. Secara keseluruhan, kualitas preparat yang dihasilkan tergolong baik dengan skor rata-rata 3, menunjukkan bahwa asam nitrat 5% tetap mempertahankan struktur jaringan dengan baik dan dapat digunakan sebagai agen dekalsifikasi yang efektif.
Penerapan Metode Daur Ulang Sampah B3 Rumah Tangga Infeksius Dengan Pendekatan Life Cycle Assessment Melalui Pemberdayaan Masyarakat Fikri, Elanda; Irmawartini, Irmawartini; Suwerda, Bambang; Wiryanti, Wiwin; Djuhriah, Nany; Hanurawaty, Neneng Yetty; Waluya, Nandang Ahmad
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.981

Abstract

The prevalence of infectious diseases in Bandung Regency is still very high, in 2020 there were 30,954 cases of diarrhea treated for all ages or 38.06% of the diarrhea discovery target in Bandung Regency. The environmental factor of improper handling of household waste affects 83.3% of the prevalence of diarrhea. Seventy-nine percent of household waste is infectious Household Hazardous Waste (HHW) and is a matter of great concern. Handling of infectious HHW by implementing Clean and Healthy Living Behavior behavior in Bojongsoang Village, Bandung Regency is currently not optimal, so it is hoped that the Bandung Poltekkes Healthy Village Development Program (PPDS) can overcome this problem. The method implemented is to determine the generation of HHW generated by the community so that its impact can be determined using the Life Cycle Assessment (LCA) approach. The impact of  HHW in Bojongsoang Village, Bandung Regency will be resolved through community empowerment using workshops, training and mentoring methods on handling HHW. The implementation of recycling and pyrolysis technology on HHW generated will turn HHW into non-HHW that has more economic value. The results of the activity showed that the generation of HHW obtained at the community service location was 0.010 kg / person / day or about 5.1% of the proportion of domestic waste. The average score of respondents before counseling stages 1 and 2 was 66.03 and 68.73, the score after counseling increased to 77.9 with an interval of 10.1. The results of the training for residents, there was an increase in residents' skills related to sorting, packaging and processing of HHW, from 70 increased to 85 with an interval of 15. The location of the waste bank establishment has been determined based on 4 alternative locations given. The land used in the establishment of the Waste Bank in this PPDS activity was donated by the community from RW.07 Bojong Soang Village, Bandung Regency. The partner group has formed the management of the Bojong Soang Garbage Bank which is a PPDS fostered village. Efforts to apply science and technology in the form of Pyrolysis equipment have been installed in the Bojong Soang Waste Bank, and currently a waste bank has been established in Bojong Soang Village, Bandung Regency.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN TINDAKAN PERBAIKAN PENOLAKAN SPESIMEN DARAH DI RSUD CIDERES MAJALENGKA Rosya, Reni Apriani; Wiryanti, Wiwin; Noviar, Ganjar; Rahayu, Ira Gustira
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2085

Abstract

Latar Belakang: Pengujian di laboratorium melibatkan tiga tahapan yaitu tahap pre analitik, tahap analitik dan tahap paska analitik. Tahapan pre analitik menyumbang kesalahan laboratorium terbesar. Kesalahan pada tahap pre analitik yang sering terjadi penolakan spesimen darah di RSUD Cideres Majalengka sehingga pihak manajemen melakukan perbaikan kejadian tersebut berdasarkan jumlah penolakan spesimen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor penyebab penolakan spesimen darah, faktor prioritas penyebab penolakan spesiemen darah dan penurunan penolakan spesimen di Laboratorium RSUD Cideres Majalengka setelah dilakukan perbaikan terhadap petugas. Metode: Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasi. Responden dari penelitian ini adalah 38 perawat ruang rawat inap yang melakukan pengambilan spesimen darah dan terinventaris penolakan spesimen darah. Hasil penelitian: Diperoleh faktor prioritas penyebab terjadinya penolakan spesimen darah adalah 42% perawat yang belum pernah pelatihan flebotomi, 37% perawat yang pengetahuannya kurang, dan 26% perawat yang tidak nyaman saat flebotomi. Jenis perbaikan yang dilakukan adalah melakukan meningkatkan pengetahuan tentang flebotomi berdasarkan WHO kepada perawat dengan nilai rata-rata sebelum perbaikan adalah 82 menjadi 99. Sedangkan faktor perawat yang belum pernah pelatihan flebotomi dan perawat yang kurang nyaman saat flenotomi pihak manajemen rumah sakit akan merencanakan diadakan pelatihan flebotomi dan pengadaan ruangan khusus tindakan di ruang rawat inap. Kesimpulan: Terdapat penurunan persentase pernolakan spesimen darah di Laboratorium RSUD Cideres Majelengka setelah dilakukan tindakan perbaikan yaitu 96%. Kata Kunci : Laboratorium, Penolakan Spesimen, Pre analitik
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL DI LABORATORIUM RSUD MAJALENGKA Naue, Vivi Anggriani; Dermawan, Asep; Yuliansyah SM, Yuliansyah SM; Wiryanti, Wiwin
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 1 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i1.2093

Abstract

Background: Clinical laboratory is a medical laboratory which provide services for clinical specimen examination in order to get personal health information mainly to confirm a diagnose, to cure a disease and recover the health. Based on the incident report in RSUD Majalengka during 2020, there were 3 laboratory personils slipped to injured, 2 people pricked by a needle, and the latest report showed there was 1 person infected by tuberculosis. Risk management is developed to minimize work accident risk and also occupational borne disease for health workers especially in laboratories. This study was aimed to identify operational risk, analyze the risk level and to determine operational risk control in the laboratory of RSUD Majalengka. Methods: This was a descriptive qualitative and quantitative study with observation through interviews with 21 MLTs in the laboratory of RSUD Majalengka, Results: The results showed 12 operational risks with a low risk of 17%, a medium risk of 75% and a high risk of 8%. The control carried out on operational risks is in the form of controls that aim to reduce the possibility of substitution, technical control, administrative control and the use of PPE. Conclusion: in the laboratory of RSUD Majalengka has carried out controls, but to see the effectiveness of these controls, regular monitoring and evaluation needs to be carried out. Keywords : Risk, Occupational Health dan Safety, laboratory