Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BRANDING DAN IDENTITAS VISUAL PROJECT SPACE SEBAGAI CREATIVE COWORKING SPACE DI BANDUNG Alghaniy Sya’id; Novian Denny Nugraha; Syarip Hidayat
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri keratif di bandung meningkatkan kebutuhan akancoworking space yang mendukung proses keratif. Project Space sebagai ruang kerjabersama belum memiliki branding dan identitas visual yang kuat untuk menjangkaupelajar, mahasiswa, dan freelancer kreatif. Penelitian ini bertujuan merancang sistembranding dan identitas visual Project Space agar relevan dengan kebutuhan targetpengguna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi,wawancara, dan studi literatur. Hasil perancangan mencakup identitas visual yangmencerminkan nilai kreativitas, kolaborasi, dan fleksibilitas, serta pengemabnganProject Lab sebagai fasilitas pendukung kreator digital. Diharapkan branding baru inidapat memperkuat posisi Porject Space sebagai creative coworking space diBandung. Kata kunci: Branding, Identitas Visual, Coworking space, Industri Kreatif, Desain Komunikasi Visual
PERANCANGAN BUKU EDITORIAL ILUSTRASI EDITORIAL TENTANG PERAN GANDA DAN BUDAYA DOMESTIK PEREMPUAN Nasyaikha Maura; Novian Denny Nugraha; Syarip Hidayat
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena peran ganda yang dialami perempuan yaitu sebagai pencari naņahsekaligus penanggung jawab utama dalam ranah domestik yang merupakan dampak darikonstruksi budaya patriarkis yang menempatkan ekspektasi tinggi pada peran perempuan dirumah tangga. Budaya domestik yang sarat nilai tradisi, agama, dan pendidikan terusmereproduksi ekspektasi gender yang timpang, meskipun partisipasi perempuan dalam duniakerja telah meningkat signiįkan. Sedangkan di sisi lain, beban pengasuhan anak menjadi bebantambahan yang memperparah kondisi Įsik dan mental perempuan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada perempuan dewasa, tetapi juga pada generasi muda yang menyerap nilai-nilaigender dari lingkungan terdekat mereka. Ketimpangan ini menjadi tantangan serius terhadapupaya menciptakan kesetaraan gender berkelanjutan. Penelitian ini mengambil lokasi di DKIJakarta sebagai representasi wilayah urban dengan tingkat partisipasi kerja perempuan yangtinggi namun tetap dibayangi oleh kekerasan berbasis gender dan kesenjangan akses terhadapruang publik. Sebagai respons terhadap isu ini, media visual berupa majalah editorial dirancangsebagai alat edukasi dan advokasi yang menyasar remaja dan dewasa muda. Dengan pendekatanstorytelling, kritik budaya, dan eksplorasi visual, Buku ilustrasi editorial ini bertujuan untukmembuka kesadaran akan pentingnya keadilan gender serta representasi yang setara bagiperempuan, terutama dalam konteks peran domestik dan profesional.Kata kunci : Peran ganda, domestik, perempuan.
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ISYARAT SOSIAL DAN ETIKA PADA ANAK USIA DINI Muhammad Firaz Amaris Hidayat; Syarip Hidayat; Novian Denny Nugraha
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap isyarat sosial dan etika dasar merupakan fondasi penting dalamperkembangan sosial-emosional anak berusia dini antara 4 hingga 6 tahun. Sayangnya,dalam era digital saat ini, banyak anak mengalami kesulitan dalam mengenali ekspresiwajah, bahasa tubuh, dan norma etika akibat kurangnya media edukatif yang interaktifdan relevan. Studi ini bertujuan guna menyusun sebuah buku ilustrasi interaktif yangdapat membantu anak-anak memahami isyarat sosial dan etika dengan cara yangmenyenangkan dan aplikatif. Data dihimpun dengan pendekatan observasi, wawancara,dan studi literatur yang selanjutnya mengaplikasikan pendekatan SWOT dan analisismatriks untuk menemukan kebutuhan target audiens secara mendalam. Penyusunanbuku ini menekankan visual yang disesuaikan dengan ciri kognitif anak yang berusia dini,menggunakan ilustrasi penuh warna, teks sederhana, serta elemen interaktif sepertisimulasi pilihan respon sosial. Hasil dari perancangan ini diharapkan menjadi solusiedukatif berbasis visual yang efektif dalam menanamkan nilai empati, tanggung jawab,dan kemampuan bersosialisasi sejak dini, serta menjadi referensi bagi pendidik dan orangtua dalam mendampingi anak belajar mengenai interaksi sosial secara positif.Kata kunci: Buku Ilustrasi Anak, Interaktif, Isyarat Sosial, Etika Anak, Desain KomunikasiVisual
PERANCANGAN KOMIK PERAN KELUARGA DALAM EDUKASI KESADARAN LINGKUNGAN UNTUK MENJAGA RUMAH BAGI ANAK USIA 6-9 TAHUN Pavel Safnat Mandak; Syarip Hidayat; Novian Denny Nugraha
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran lingkungan merupakan tahap awal dalam aksi menjaga lingkungan,tanpa adanya itu orang-orang tidak akan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjagalingkungan sekitarnya. Untuk itu kesadaran lingkungan itu penting untuk dimiliki setiapgolongan, karena dalam menjaga lingkungan anak-anak juga memiliki peran penting tidakhanya orang dewasa . Anak usia 6–9 tahun sedang berada dalam tahap perkembanganpenting dan mudah menyerap nilai dari lingkungan sekitar. Sayangnya, masih banyak anakyang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah. Salah satumedia edukatif yang menarik dan mudah dipahami anak adalah komik. Komik merupakanbentuk media visual yang berisi perpaduan teks dan gambar, yang dapat menyampaikanpesan-pesan edukatif dengan cara yang lebih asyik dan mudah diterima oleh anak-anak.Melalui ilustrasi dan cerita, komik dapat menyampaikan pesan secara ringan namunbermakna. Perancangan ini bertujuan menciptakan komik yang memperlihatkan perankeluarga dalam mengajarkan anak menjaga lingkungan. Penelitian ini memakai studipustaka untuk mengumpulkan data dan analisis SWOT untuk menganalisis data yang ada.Dengan adanya pernyataan dan penelitian yang sudah pernah dilakukan, komik memilikipotensi untuk menjadi media edukasi yang kreatif untuk anak usia 6-9 tahun.Kata kunci: Komik, edukasi lingkungan, anak, keluarga
PERANCANGAN MEDIA EDUKASI VISUAL EDUKASI TENTANG ART TOYS CULTURE DI INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK RUMAH TANGGA Fadillah Ahmad Dhany; Novian Denny Nugraha; Syarip Hidayat
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Bandung masihmenjadi isu yang kompleks dan menantang, terutama dalam hal edukasi danpemanfaatan kembali limbah yang terus meningkat setiap tahunnya. Kurangnyakesadaran dan minimnya media edukatif yang menarik menjadi penghambat utamadalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat. Salah satu pendekatan inovatifyang muncul adalah pemanfaatan seni, khususnya melalui art toys, yang tidak hanyaberfungsi sebagai karya seni kolektibel, tetapi juga sebagai media edukasi danekspresi diri yang berdampak. Komunitas Artoynesia telah mengambil peranpenting dalam hal ini, dengan aktif mengadakan kegiatan seperti Trashbash, yaituworkshop yang mengajarkan masyarakat cara mengolah limbah rumah tanggamenjadi art toys yang kreatif dan inspiratif. Penelitian ini bertujuan untukmerancang sebuah media edukasi visual yang menggabungkan budaya art toysdengan pesan penting mengenai pengelolaan limbah plastik rumah tangga. Melaluimetode seperti wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, hasil penelitianini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman publik tentang daur ulang kreatifdan mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli danterlibat aktif dalam solusi lingkungan yang inovatif.Kata kunci: sampah rumah tangga, daur ulang, art toys, edukasi, media
REBRANDING IDENTITAS VISUAL PACKAGING UMKM COOKIES SEHAT “RANAMI” UNTUK MEMPERKUAT BRAND AWARENESS Haniya, Naila; Nugraha, Novian Denny; Hidayat, Syarip
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,termasuk di sektor kuliner. Ranami adalah UMKM yang memproduksi cookies sehatbebas gluten dan rendah kalori menggunakan tepung arrowroot dan gula aren. Meskiproduknya unik, Ranami kesulitan bersaing karena lemahnya identitas visual dankurangnya strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan merancang ulang identitasvisual dan kemasan sebagai strategi branding dan marketing untuk memperkuat citramerek. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur,observasi, wawancara, analisis SWOT, dan matriks perbandingan. Hasilnya berupaidentitas visual baru yang mencakup logo, tipografi, warna, kemasan, dan mediapromosi yang mencerminkan karakter sehat dan alami dari produk. Dengan identitasvisual yang lebih kuat dan terarah, Ranami diharapkan mampu menarik lebih banyakpelanggan, memperluas pasar, serta memperkuat posisinya dalam industri kulinerlokal.Kata kunci: Rebranding, Identitas Visual, UMKM, Kemasan
WEBCOMIC MEDIA EDUKASI ETIKA DALAM FANDOM GAME ONLINE Alfianda, Muhammad Isa; Hidayat, Syarip; Nugraha, Novian Denny
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fandom game online adalah komunitas Ɵdak resmi yang terbentuk berdasarkan minatbersama terhadap waralaba atau produk game tertentu. Namun, dalam interaksi komunitastersebut, Ɵdak jarang muncul masalah, seperƟ gatekeeping, sexisme, dan sabotase. Oleh karenaitu, diperlukan media edukaƟf yang dapat menyampaikan nilai-nilai eƟka dalam fandom-fandomtersebut dengan menarik dan mudah dipahami. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkansebuah webcomic sebagai media edukasi bereƟka dalam fandom game online. Metode yangdigunakan dalam peneliƟan ini mencakup wawancara mendalam, analisis data eƟka fandom,analisis karya serupa, serta perancangan webcomic yang disesuaikan dengan karakterisƟkaudiens fandom. Hasil dari peneliƟan ini diharapkan dapat menghasilkan webcomic sebagaimedia edukaƟf yang efekƟf dalam membangun lingkungan fandom yang lebih eƟs.Kata Kunci: edukasi, eƟka fandom, game online, storytelling, webcomic
Revitalisasi Literasi Pegon di Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Huda, Bandung Soni Sadono; Novian Denny Nugraha; Donny Trihanondo
Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Imajinasi : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/imajinasi.v3i1.1074

Abstract

This study explores the revitalization of the Sundanese Pegon script through a community-based training program at Al-Huda Islamic Boarding School, Bandung. Conducted by the Community Service Team of Telkom University in June 2025, the program aimed to preserve traditional Islamic literacy by reintroducing the Pegon script to students (santri). Utilizing a qualitative-descriptive method through observation, interviews, and document analysis, the research reveals that the training successfully enhanced both the students' awareness and technical proficiency in reading and writing Pegon. Interview results with the Chairman of the Al-Huda Foundation, Roni Syahroni, emphasize that this effort is not merely an academic achievement but a vital step in reviving the historical soul of the pesantren. The findings demonstrate strong community support for preserving local cultural literacy. The study concludes that the community-based education model is highly effective and viable as a strategy to sustain the Islamic cultural heritage of Nusantara amidst modern challenges. Thus, Pegon literacy remains a spiritual and intellectual bridge for future generations.