Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Urgensi Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini Muchamad Irvan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v6i22020p108-112

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak berkebutuhan khusus tidak merujuk pada sebutan untuk anak dengan kecacatan, namun merujuk pada layanan khusus yang diperlukan anak berkebutuhan khusus. Terdapat berbagai jenis kategori dalam lingkup istilah anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks pendidikan khusus di Indonesia anak berkebutuhan khusus di kategorikan dengan istilah anak tunanetra, anak tunarungu, anak tunagrahita, anak tunadaksa, anak tunalaras, dan anak cerdas dan bakat istimewa. Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Lebih daripada itu, setiap anak berkebutuhan khusus juga memerlukan layanan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik mereka. Perlu dilaksanakan kegiatan identifikasi dan asesmen untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan mereka. Hal tersebut dianggap penting guna mendapatkan layanan yang tepat sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan kemampuan. Children with special needs (ABK) are children who grow and develop with various differences from children in general. The term children with special needs does not refer to children with disabilities, but instead refers to special services needed by children with special needs. There are various types of categories within the scope of the term children with special needs. In the context of special education in Indonesia, children with special needs are categorized by the terms blind children, deaf children, mentally retarded children, disabled children, children with disabilities, and intelligent children and special talents. Every child with special needs has different characteristics from one another. More than that, every child with special needs also requires special services that are tailored to their abilities and characteristics. It is necessary to carry out identification and assessment activities to determine their characteristics and needs. This is considered important in order to get the right service according to the characteristics, needs and capabilities.
Pengembangan Media Video Membuat Batik Jumput Tanpa Proses Perebusan bagi Peserta Didik Tunarungu Dyah Ayu Lestyani; Muchamad Irvan; Dimas Arif Dewantoro
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i22021p91-96

Abstract

Keterbatasan pendengaran pada peserta didik tunarungu mengakibatkan masalah pembelajaran. Salah satu masalah pembelajaran tersebut adalah pemahaman peserta didik tunarungu terhadap materi yang disampaikan oleh guru.Tujuan penelitian adalah mengembangkan media video pembelajaran Membuat Batik Jumput Tanpa Proses Perebusan untuk tunarungu. Metode pengembangan menggunakan Borg dan Gall, yaitu 1) prosedur prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, (4) tahap revisi produk. Hasil uji validasi ahli media adalah 96,25%, ahli materi 1 95%, dan ahli materi 2 (praktisi) 93,75%. Sedangkan hasil rata-rata respon seluruh peserta didik pada pre-test dan post test adalah 68,33 dan 87,5.
Implementasi TEACCH Dalam Pembelajaran untuk Siswa Autisme di Sekolah Khusus Sa'adah, Anissa; Pramono, Pramono; Huda, Abdul; Irvan, Muchamad
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 8, No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v8i12022p12-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode TEACCH dalam pembelajaran siswa dengan gangguan spektrum autisme pada jenjang pendidikan dasar di sekolah khusus. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan TEACCH di sekolah khusus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan meliputi: membangun mindset guru, pemberian edukasi ke tenaga pendidik, membentuk tim percepatan (koordinator program, koordinator kurikulum, guru), membuat support system dan evaluasi berkelanjutan. Pelaksanaan penerapan TEACCH ditunjukkan dari kegiatan pengajarannya yang terstruktur, yaitu: kegiatan yang jelas dan runtut melalui adanya sistem kerja, kegiatan yang jelas dan terprediksi melalui digunakannya jadwal kegiatan, dilakukannya penataan stuktur fisik lingkungan belajar, dan penggunaan alat bantu visual. Evaluasi dilakukan untuk menilai perkembangan hasil belajar siswa dan kinerja guru dalam mengajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan TEACCH dalam pembelajaran siswa autis di SDLB Autisme River Kids Malang berhasil dijalankan dengan baik oleh pihak sekolah.