Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Guru Smp Negeri 1 Sungai Kakap Chandra Lesmana; Hartono Hartono; Ryan Permana; Matsun Matsun
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.487 KB) | DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1216

Abstract

Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) keterampilan guru merancang dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif; (2) keterampilan guru dalam pelaksanaan pelatihan dan respon guru SMP Negeri 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya melalui kegiatan ini yang meliputi penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyelenggaraan inservice berupa pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan mengembangkan keterampilan dan kreativitas guru dalam merancang media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan soft-skill yang dimiliki guru dalam membuat media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Respon yang diberikan oleh guru sebagai peserta mendukung kegiatan pelatihan untuk terus didampingi dan dilanjutkan ke tahap implementasi.
Pemetaan Kesiapan Sekolah Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Berbasis SIG Ryan Permana; Chandra Lesmana
CYBERNETICS Vol 4, No 02 (2020): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/cbn.v4i02.2429

Abstract

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran. Perbaikan kurikulum menjadi hal yang penting dalam pendidikan guna menyempurnakan suatu kurikulum. Tujuan dari perbaikan ini adalah agar kurikulum yang di terapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional terutama untuk menyongsong pendidikan Era Revolusi Industri 4.0. Permasalahan yang dihadapi oleh DIKBUD Kota Pontianak adalah minimnya informasi kesiapan SMA Kota Pontianak dalam mengimplementasikan matapelajaran informatika pada kurikulum 2013, sehingga pihak DIKBUD tidak mengetahui kendala yang dihadapi oleh sekolah tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memetakan dan menginformasikan kepada DIKBUD Kota Pontianak mengenai kesiapan sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan matapelajaran informatika pada kurikulum 2013. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Pengumpulan dan penyusunan data melalui observasi dan wawancara ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi. Dalam penelitian ini, triangulasi digunakan untuk mendapatkan keakuratan data menggunakan berbagai cara, prosedur, dan metode agar data yang diperoleh dapat dipercaya kebenarannya. Berdasarkan Hasil analisis unjuk kerja menyatakan aplikasi ini memperoleh skor 80 dengan kategori “Baik” dan siap digunakan. Dengan maka dapat disimpulkan aplikasi ini dapat membantu DIKBUD dalam pemerataan kesiapan SMA dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada matapelajaran informatika di Kecamatan Pontianak Barat dan Selatan.
Perbedaan Routing Menggunakan Routing Information Protocol (RIP) Dengan Open Shortest Path First (OSPF) Febrianto Sabirin; Ryan Permana
CYBERNETICS Vol 1, No 02 (2017): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.28 KB) | DOI: 10.29406/cbn.v1i02.748

Abstract

Pemilihan protokol routing dalam jaringan akan memungkinkan router yang diatur secara dinamis untuk bertukan informasi yang ada dalam jaringan. Pertukaran secara dinamis lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, akan terjadi perbedaan dalam hal proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. Saat ini routing protocol yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu distace vector routing protocol dan link state routing protocol. Routing Information Protocol (RIP) merupakan contoh dari distance vector routing protocol sedangkan Open Shortest Path First (OSPF) merupakan contoh dari link state routing protocol. Penentuan jenis routing protocol yang akan digunakan dalam sebuah jaringan, tentunya tergantung pada kondisi, tujuan pembentukan jaringan, serta kebijakan dari pemilik jaringan itu sendiri. Dalam penelitian ini akan membandingkan kecepatan transfer data dan banyaknya data yang berhasil diterima oleh host tujuan dengan menggunakan routing RIP dan routing OSPF menggunakan simulator GNS3 dan ENSP.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSPF memberikan waktu transfer data yang lebih baik apabila dibandingkan dengan RIP, terdapat perbedaan sebesar 521 milidetik antara OSPF dengan RIP dengan menggunakan GNS3 sedangkan dengan menggunakan ENSP terdapat perbedaan … milidetik. Untuk keberhasilan pengiriman data pada GNS3 routing OSPF lebih baik dengan hanya kehilangan 2 paket data apabila dibandingkan dengan RIP yang kehilangan 18 paket data sedangkan pada penggunaan ENSP routing OSPF maupun RIP tidak terdapat kehilangan dataKata Kunci: RIP, OSPF, GNS3, ENSP, Link State
Pengembangan Media Pembelajaran IP Traffic Work Berbasis Augmented Reality Ryan Permana; Ridho Dedy Arief Budiman
CYBERNETICS Vol 4, No 01 (2020): CYBERNETICS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/cbn.v4i01.1970

Abstract

Pembelajaran merupakan hubungan timbal balik antara mahasiswa dengan pengajar yang menjadi sumber belajar pada suatu konsep lingkungan proses belajar mengajar. Proses pembelajaran merupakan sumbangsih yang diberikan oleh pengajar untuk mendukung peserta didik dalam memproses ilmu dan pengetahuan, kemahiran, pembentukan kepercayaan dan sikap. Hasil wawancara dengan dosen IKIP PGRI Pontianak khususnya dosen pengampu matakuliah Jaringan Komputer, bahwa kendala yang dihadapi bersifat konvensional dimana mahasiswa hanya melihat dan membayangkan komponen jaringan komputer berdasarkan penjelasan dari dosen, tanpa mengetahui dengan jelas bentuk dari komponen tersebut. Faktor lainnya yaitu dalam hal tujuan pembelajaran dimana dosen dituntut untuk pemilihan media pembelajaran yang tepat. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka peneliti bermaksud mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dengan menggunakan metode R&D dan pende katan ADDIE. Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan sistem operasi pada ponsel android dengan ekstensi .apk. Hasil desain yaitu pengembangan media pembelajaran dengan validator yaitu 2 (dua) orang ahli media dan 1 (satu) orang ahli materi. Hasil validasi media memperlihatkan bahwa media pembelajaran termasuk ke dalam kategori ”Baik”. Rerata skor yang dihasilkan dari ahli media pertama yaitu: 3,32; sedangkan rerata skor yang dihasilkan dari ahli media kedua yaitu: 3,36. Sehingga total rerata skor yang diperoleh yaitu: 3,34. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor 3,34 memiliki kategori “BAIK”. Hasil validasi ahli materi rerata skor yang dihasilkan dari ahli materi yaitu: 3,38.
Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web Database Alumni Ryan Permana; Ridho Dedy Arief Budiman; Dochi Ramadhani; Ade Akmalia Putra
Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtip.v15i1.526

Abstract

ABSTRACT Information technology is all forms of technology that help humans in terms of creating, storing, or disseminating information. Along with the times, information technology is more associated with high-speed computing and communication such as computers and mobile phones. The Institute of Teacher Training and Education of the Indonesian Teachers Association (IKIP-PGRI) Pontianak as an educational institution that requires information technology to assist activities within the Pontianak IKIP-PGRI environment. Based on the results of observations by conducting interviews, it is known that the study program has an information system website that contains information on study programs, but in the information system there are several shortcomings, namely the news and job vacancies have not been updated and there is no special alumni data information system to manage alumni data. Based on these problems, the researcher intends to develop a web-based information system for the alumni database using the R&D method and the ADDIE approach. The results of the system development were validated by 2 system experts to see the percentage of feasibility. The alumni information system has been tested for feasibility in terms of usability, functionality, and visual communication aspects. The overall average value in these aspects is 4.20 and 4.65, both values ​​are included in the "Very Good" criteria. .
EFFECT OF SELF EFFICACY AND PRIOR KNOWLEDGE ON STUDENTS’ SKILLS Ryan Permana; Febrianto Sabirin; Vindo Feladi
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.757 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v1i2.43

Abstract

This research aims to determine: (1) Information about the information of self-efficacy, prior knowledge, and skills of students in the subject of Advanced Computer Network course in Information and computer technology education IKIP PGRI Pontianak, (2) The effect of self efficacy on the skills of students in the subject of Advanced Computer Network course in Information and computer technology education IKIP PGRI Pontianak, (3) Effect prior knowledge of the skills of students in the subject of Advanced Computer Network course in Information and computer technology education IKIP PGRI Pontianak, and (4) The effect of self-efficacy and prior knowledge of the skills of students in the subject of Advanced Computer Network course in Information and computer technology education IKIP PGRI Pontianak. This research is an ex-post facto research with correlation design. The independent variable in this research were self efficacy (X 1) and prior knowledge (X 2). While the dependent variable in this research is the students' skills (Y). The sample in this research were 108 students of Information and computer technology education IKIP PGRI Pontianak. The analysis technique used is simple regression analysis, and multiple regression analysis. Results of the research: (1) The level of prior knowledge of students of 79 146 at intervals of 50.70 - 99.99, the level of self-efficacy of students at 56.45 with intervals of 48-65, and the skill level of students at 72.38 with intervals of 51.50 - 81.50. (2) there are significant positive and significant correlation between self efficacy against students' skills by 9.2%. (3) there is a positive and significant influence between the prior knowledge the students' skills of 10.7%. (4) there are significant positive and significant correlation between self-efficacy and prior knowledge the students' skills of 17.4%.
Analisis Pengukuran Kinerja di Departement Quality PT. ABC Dengan Metode Balance Score Card dan Path Analysis Kenny Halim; Ryan Permana; Andi Setyawan; Zulfa Fitri Ikatrinasari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 9 No. 2 (2019): VOLUME 9 NO 2 JULI 2019
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.663 KB) | DOI: 10.25105/jti.v9i2.4926

Abstract

To achieve the company's vision and mission as well as the strategy needed by strategic targets (strategy map) from each department to be able to match the indicators that can be obtained from each department. In this study conducted at the quality department at PT. ABC by using a balance perspective 4 score card. Balance Score Card is one of the management tools used to carry out strategies and measure performance with 4 factor perspectives. Key performance indicators (KPI) will be included in the annual performance appraisal and the KPI assessment results will be carried out with controls and reviews with a certain time frequency. The results of the analysis increase the performance and motivation of employees towards improving employee performance by increasing employee performance with a significance of 0,000 <0,05, while the work motivation of employees in improving employee performance by increasing employee performance with a significance of 0,030 <0,05.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 3 SUNGAI KAKAP Matsun Matsun; Ryan Permana; Adhitya Prihadi
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.670

Abstract

The learning process in the new normal period of the COVID-19 pandemic has greatly impacted the world of education. The problem of the learning process is the main problem at SMPN 3 Sungai Kakap, Kubu Raya Regency. The purpose of this PKM activity is that teachers of SMPN 3 Sungai Kakap are able to make Student Worksheets (LKPD) based on an independent curriculum through training and mentoring and to know the effectiveness of PKM activities. The method used in this service is a user requirement approach (adjusting to the needs of users), namely through training (workshops) and mentoring as well as a team of proposers and partners who are proactively involved in every activity. The results of the training and mentoring activities for making LKPD are 100% of the participants present can make LKPD, and partner satisfaction in the PKM activities carried out is 86.32 with the criteria strongly agreeing with the details: 1) PKM topics are relevant to the needs of partners with a score of 86.842%, 2) The planned PKM activity schedule is in accordance with the realization in the field with a score of 80.263%, 3) The PKM team involved in PKM activities has a polite, friendly, and cooperative attitude with a score of 90.789%, 4) The PKM team involved in PKM has expertise according to the topic of PKM carried out with a score of 85.526 % ,5) The PKM team has a responsive attitude to any complaints/questions/problems submitted by PKM partners with a score of 88.158 %, 6) Cooperation with partners in PKM activities has been implemented using cooperative, consultative principles and corrective with a score of 85.526%, 7) PKM cooperation activities are useful according to the needs of partners with a score of 88.158%, 8) Activities PKM increases the knowledge/skills of partners with a score of 86.842%, 9) The final report of the results of cooperation activities in the PKM sector has been prepared and communicated to partners with a score of 85.526%, and 10) Follow-up of PKM activities with partners is useful for planning the next activity by score 85.526%. Based on the activities that have been carried out, it can be concluded that the PKM team has carried out the workshop well, smoothly, and fun because all teachers can make LKPD that is interesting and based on local wisdom.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ISPRING MATERI IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 3 SUNGAI KAKAP Adhitya Prihadi; Ryan Permana; Matsun Matsun
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.4217

Abstract

Media merupakan alat yang dapat digunakan dalam proses mempermudah dalam melakukan sesuatu, tak terlepas dari dunia pendidikan. Media sangat membantu dalam penjelasan suatu materi agar lebih mudah dipahami, lebih ringkas dan lebih menarik. Penggunaan media pembelajaran ISpring materi IPS dipilih karena keberadaan smartphone di perguruan tinggi sangatlah berdampingan dan dibutuhkan, sehingga menarik untuk di teliti. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran menurut ahli materi, 2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran menurut ahli media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development approach (R D) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian aspek materi oleh para ahli materi diperoleh nilai 81,25. Hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor ≤100% dengan kategori sangat layak, 2) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian oleh ahli media diperoleh nilai 86,67, hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor ≤100% dengan kategori sangat layak.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ISPRING MATERI IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 3 SUNGAI KAKAP Adhitya Prihadi; Ryan Permana; Matsun Matsun
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 9 No. 2 (2022): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v9i2.4217

Abstract

Media merupakan alat yang dapat digunakan dalam proses mempermudah dalam melakukan sesuatu, tak terlepas dari dunia pendidikan. Media sangat membantu dalam penjelasan suatu materi agar lebih mudah dipahami, lebih ringkas dan lebih menarik. Penggunaan media pembelajaran ISpring materi IPS dipilih karena keberadaan smartphone di perguruan tinggi sangatlah berdampingan dan dibutuhkan, sehingga menarik untuk di teliti. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran menurut ahli materi, 2) untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran menurut ahli media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development approach (R & D) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian aspek materi oleh para ahli materi diperoleh nilai 81,25. Hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25< skor ≤100% dengan kategori sangat layak, 2) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian oleh ahli media diperoleh nilai 86,67, hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25< skor ≤100% dengan kategori sangat layak.