Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Model Pengembangan Instrumen Penilaian HOTS dalam Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Fase D (SMP Kelas VIII) Tri Puji Setyawati; Kuntoro
Journal of Cultural Relativism (JCR) Vol. 3 No. 01 (2026): Journal of Cultural Relativism (JCR)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to design and produce a Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment instrument for descriptive text writing skills for Phase D students (grade VIII of junior high school). This research was motivated by the need for authentic assessments that not only assess the final written product but also consider students' thinking processes, attitudes, and creativity during the writing process. The research and development method used included needs analysis, assessment instrument design, and conceptual validation. The instrument developed encompassed aspects of attitudes, knowledge, and skills, with a focus on higher-order cognitive abilities at levels C4 to C6. The results showed that the HOTS-based assessment instrument facilitated students' critical, reflective, and creative thinking in producing descriptive texts. Therefore, this instrument is expected to serve as an alternative assessment tool for teachers in conducting more meaningful learning evaluations that align with the learning outcomes of the Independent Curriculum.
Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran Bahasa Sastra Indonesia dan Implikasinya dalam Proses Pembelajaran Vani Indra Pramudianto; Kuntoro
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6943

Abstract

Artikel ini membahas prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran. Evaluasi memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas proses dan hasil pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran bahasa dan sastra yang menekankan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan evaluasi pembelajaran serta pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Analisis difokuskan pada prinsip-prinsip utama evaluasi, yaitu validitas, reliabilitas, objektivitas, keadilan, kesinambungan, dan komprehensivitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi yang baik harus selaras dengan tujuan pembelajaran, kompetensi kebahasaan, dan kemampuan apresiasi sastra, serta mempertimbangkan keberagaman karakteristik peserta didik. Implikasi penerapan prinsip-prinsip tersebut antara lain perlunya penggunaan teknik penilaian yang beragam, penilaian autentik, serta integrasi evaluasi formatif dan sumatif. Penerapan prinsip evaluasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran, mendukung perkembangan peserta didik secara holistik, serta memberikan umpan balik yang akurat bagi guru dalam menyempurnakan strategi pembelajaran.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Menulis Teks Deskripsi Berbasis Problem Based Learning (PBL) di SMP Negeri 2 Kroya Ilawati; Kuntoro
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6999

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan bahan ajar digital menulis teks deskripsi berbasis Problem Based Learning yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Kroya. Penelitian menggunakan model Research and Development Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi enam tahap. Produk dikembangkan menggunakan platform Canva for Education dan diintegrasikan dengan sintaks Problem Based Learning serta fitur kolaboratif berupa Google Form dan Padlet. Hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, ahli kebahasaan, dan praktisi menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,98 dengan kategori sangat layak. Uji kepraktisan terhadap guru dan siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 3,94 dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menggunakan desain pretest-posttest control group menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t sebesar 8,996 dan nilai signifikansi p sebesar 0,000. Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 87,53 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 74,27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi, terutama pada aspek isi deskriptif, unsur pancaindra, dan kreativitas ekspresi, serta mendukung literasi digital dan penguatan dimensi profil lulusan dalam Kurikulum Merdeka.
Implementasi Penilaian HOTS Berbasis Digital dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur: Studi Kualitatif di SMP Negeri 2 Kroya Ilawati; Kuntoro
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6834

Abstract

Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan implementasi penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) berbasis digital dalam pembelajaran menulis teks prosedur bagi siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kroya, terintegrasi dalam program Sekolah Adiwiyata. Penilaian dilakukan melalui proyek digital pembuatan poster bertema lingkungan di Canva dan publikasi di Facebook, yang mencakup aspek pengetahuan (analisis struktur teks), keterampilan (kreasi konten digital), dan sikap (etika digital serta kepedulian ekologis). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal terpancang, data dikumpul melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis artefak digital, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa penilaian HOTS berbasis digital mewujudkan secara utuh empat prinsip penilaian autentik: kontekstual (isu lingkungan nyata), integratif (ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif), prosesual (observasi berkelanjutan selama tiga pertemuan), dan reflektif (refleksi digital terstruktur). Pendekatan ini tidak hanya mengukur kompetensi, tetapi juga membentuk transformasi identitas siswa menjadi warga digital yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab ekologis, selaras dengan dimensi Profil Lulusan terbaru dalam Kurikulum Merdeka.
ANALISIS PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS DALAM MENULIS TEKS EKSPLANASI BAGI MURID DI SMP NEGERI 1 JERUKLEGI Ratino; Kuntoro
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6840

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat dan memeriksa alat ukur yang fokus pada kemampuan berpikir tingkat lanjut saat menulis teks eksplanasi. Masalah yang muncul adalah cara penilaian tulisan sebelumnya lebih bersifat formal, hanya memperhatikan tata bahasa atau ejaan, bukan kemampuan analisis dan pemahaman murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pengembangan instrumen. Subjek penelitian adalah murid kelas tujuh. Data diperoleh melalui observasi, studi dokumentasi, serta analisis hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil menunjukkan bahwa instrumen HOTS yang dikembangkan mampu menilai kemampuan murid dalam menelaah sebab-akibat, memeriksa ketepatan informasi, serta menyusun teks eksplanasi secara runtut. Selain itu, instrumen ini juga mendorong murid untuk berpikir kritis dan menulis secara mendalam sesuai dengan situasi nyata. Dengan demikian, alat penilaian HOTS ini sangat cocok digunakan dalam evaluasi pembelajaran menulis teks eksplanasi di SMP. Temuan dalam penelitian ini memperkuat konsep penilaian otentik berbasis HOTS, terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Instrumen dalam penelitian ini dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran teks eksplanasi yang lebih kontekstual.