Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The COSY: a coping strategies scale for undergraduate counseling students Bariyyah, Khairul; Ifdil, Ifdil; Paul Arjanto; Hetty Rahmawati; Pratiwi, Awalya Siska; Soejanto, Laily Tiarani; Santy Andrianie; Fadli, Rima Pratiwi; Adlya, Soeci Izzati; Zatrahadi, M. Fahli; Khairati, Annisaislami; Zulvi, Nur Adila Wafiqoh; Wenno, Yulian Hermanus; Mahaly, Sawal; Makaruku, Vando Kristi
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1180000

Abstract

Students of Guidance and Counseling programs are subjected to academic and emotional pressures simultaneously and therefore need proper coping strategies. The study was done to create and validate the first psychometric properties of the Coping Strategies Scale for Guidance and Counseling University Students (COSY) in Indonesia. The scale is grounded on the coping models of Lazarus and Folkman and Endler and Parker, thus it includes problem-focused, emotion-focused, and avoidance-oriented coping. According to a methodological literature of instrument development by DeVellis, the authors generated items, consulted experts, and did item analysis within the Classical Test Theory (CTT) framework. The data were collected from a sample of students of Guidance and Counseling who are from 30 provinces in Indonesia and whose total number is 1, 871. The results revealed that twenty-four items fulfilled the criteria for item validity based on the fact that item-total correlations varied from.203 to.590 (p <.001), and the scale had good internal consistency (Cronbach's α =.82). Thus, it can be concluded that the COSY provides the initial adequate level of reliability and validity at the item level to measure the coping strategies of Guidance and Counseling students in Indonesia.
A Multidimensional Scale for University Students' Academic Anxiety: Development, Validation, and Measurement Invariance Ifdil, Ifdil; Bariyyah, Khairul; Arjanto, Paul; Pratiwi, Awalya Siska; Zatrahadi, M. Fahli; Wenno, Yulian Hermanus; Mahaly, Sawal; Makaruku, Vando Kristi
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020269780800

Abstract

Despite the widespread prevalence of academic anxiety among university students, existing measurement instruments often fail to adequately capture contemporary academic stressors or exhibit consistent validity across cultural and disciplinary contexts. This study developed and validated the Students’ Academic Anxiety Scale (SAAS), a multidimensional tool designed to comprehensively assess academic anxiety in diverse university populations. Scale development followed established psychometric procedures, including literature review, student interviews, and expert evaluations. A total of 631 students participated, divided into exploratory (n = 315) and confirmatory (n = 316) samples. The analyses revealed a stable three-factor structure-cognitive, physiological, and behavioral dimensions-with excellent model fit indices (CFI = 0.956, TLI = 0.949, RMSEA = 0.035, SRMR = 0.038). Internal consistency was high across all dimensions (Cronbach’s α > 0.80), while convergent and discriminant validity were confirmed. Measurement invariance across gender and academic disciplines further supported the scale’s cross-group applicability. The SAAS thus represents a psychometrically sound, culturally adaptable, and up-to-date instrument for identifying academic anxiety, facilitating early recognition and targeted interventions among university students.
Pengembangan Karakter Siswa SMP di Daerah Kepulauan Terpencil melalui Pendekatan Neurobiologi dan Psikologi Perkembangan: Studi Pengabdian Partisipatif di Kepulauan Banda, Maluku Tengah: Pengabdian Yulian Hermanus Wenno; Cynthia Petra Haumahu; Criezta Korlefura; Juni Nikijuluw
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6703

Abstract

Pendidikan karakter bagi siswa SMP di daerah kepulauan terpencil menghadapi tantangan yang unik akibat isolasi geografis danketerbatasan sumber daya manusia profesional serta minimnya program intervensi berbasis bukti. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dari 15 siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Maluku Tengah yang berada di Pulau Ay di Kepulauan Banda dengan pendekatan integratif yang menggabungkan neurobiologi dan psikologi perkembangan. Enam masalah karakter utama teridentifikasi: disiplin rendah, kesulitan dalam regulasi emosi, motivasi belajar intrinsik yang rendah, perilaku bullying, melemahnya etika sosial, dan apatisme siswa. Dengan menggunakan desain Community-Based Participatory Action (CBPA), program ini menerapkan enam metode sinergis yaitu workshop tentang neurobiologi remaja secara psychoeducative; kuliah ilmiah konteks; permainan edukatif; wawancara kelompok mendalam oleh mahasiswa biologi; refleksi kelompok yang difasilitasi; serta observasi perilaku terstruktur. Data dikumpulkan dari 11 kelompok mahasiswa mencakup 20 subjek siswa dari dua sekolah. Hasil penelitian menegaskan bahwa ketidakseimbangan antara sistem limbik dan korteks prefrontal yang belum matang muncul dalam perilaku siswa. Walaupun terdapat berbagai tantangan, para siswa menunjukkan sikap sosial positif yang kuat serta motivasi berbasis keluarga dan rasa ingin tahu tinggi sebagai aset karakter utama. Program ini menghasilkan lima kategori hasil: dampak pada siswa dan sekolah; inovasi produk (modul pembelajaran dan panduan permainan); publikasi akademik; serta pengembangan kapasitas bagi siswa dan dosen. Model ini membuktikan bahwa intervensi karakter berbasis ilmu pengetahuan yang kontekstual dapat dilaksanakan dengan efektif di sekolah-sekolah Tertinggal
Peran mediasi self-compassion dalam hubungan self-esteem dan academic burnout pada mahasiswa di wilayah kepulauan maluku: analisis SEM-PLS Yulian Hermanus Wenno; Cynthia Petra Haumahu; Armin J Kalean; Meisaldia Linansera
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027048jpgi0005

Abstract

Burnout akademik menimbulkan risiko psikologis yang signifikan bagi mahasiswa, terutama di wilayah kepulauan dengan keterbatasan dukungan institusional. Penelitian ini menguji peran mediasi self-compassion dalam hubungan antara self-esteem dan burnout akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Pattimura di Kepulauan Maluku, Indonesia. Desain penelitian kuantitatif lintas-seksi digunakan dengan pengumpulan data dari 124 partisipan melalui instrumen laporan diri yang tervalidasi: Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale, dan Maslach Burnout Inventory Student Survey. Analisis dilakukan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial, dengan pengujian hipotesis melalui prosedur bootstrap terkoreksi-bias menggunakan 5.000 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem secara signifikan dan positif memprediksi self-compassion, serta secara langsung dan signifikan menurunkan burnout akademik. Namun, self-compassion tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap burnout akademik, dan peran mediasinya dalam hubungan self-esteem dengan burnout akademik tidak terkonfirmasi. Temuan ini menetapkan self-esteem sebagai sumber daya protektif internal yang kritis terhadap burnout akademik pada populasi mahasiswa kepulauan. Penelitian ini memberikan bukti empiris dari konteks geografis dan budaya yang belum banyak diteliti, serta menegaskan pentingnya intervensi berbasis self-esteem dalam kurikulum konseling perguruan tinggi di Indonesia Timur.